Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
23. Sabar


__ADS_3

Malam itu rasanya lelah sekali, dedek Amira pun tidur nyenyak sekali sampai-sampai aku lupa bahwa aku belum shalat insya.


Pelan - pelan aku bangun dari tempat tidur berniat untuk shalat insya.


Aku melihat bang man tidak ada di kamar, mungkin saja di luar, diam - diam aku keluar dari kamar untuk melihat bang man ternyata tidak ada juga, aku melihat pintu kamar satu lagi terbuka sedikit, mungkin bang man menemani anaknya tidur, pelan - pelan aku membuka kan pintu kamar.


Ya Allah...


Apa yang aku lihat dengan mata ku seakan sulit di percaya, Nayla dan Angga mereka tidur dengan satu kain sarung mereka selimuti berdua, Nayla memeluk erat Angga seperti ibu memeluk anaknya. Masih melekat hidung nya Nayla di kening Angga.


Sungguh aku terharu melihat kasih sayang seorang kakak buat adiknya, aku teringat diri ku sendiri seusia mereka tidur dengan adik - adik ku.


aaaah..! aku menghela nafas panjang.


Rupanya bang man sudah keluar dari tadi, aku mengambil kain selimut panjang di dalam lemari dan menyelimuti mereka berdua sambil mengelus - elus rambut mereka. Seketika itu Angga menggeliat, mulut nya bersuara" ibu....ibu..". Suara Angga memanggil ibunya.


Sepertinya Angga merindukan ibunya pikir ku


Bergegas aku keluar dari kamar mengambil air wudhu untuk segera shalat insya aku khawatir nanti keburu Amira terbangun.


" Ya Allah berikanlah kesabaran bagiku, bukakanlah hatiku ini agar senantiasa aku bisa menyayangi anak-anak tiri ku seperti anak kandungku sendiri, sembuhkan lah ibu mereka dari berbagai penyakit .. amiiin". ucapku dalam doaku.


Tepat tengah malam, terdengar suara pintu di buka dari luar, aku bangun keluar kamar, ternyata bang man baru pulang dari tempat nongkrong nya, di tangan nya terlihat memegang dua bungkus mie goreng kesukaan ku.


" Bunda Amira belum tidur lagi ya?mau mie goreng"?. tanya bang man.


" Abang dari mana aja, kok keluar nya gak bilang-bilang sih"!.


" Tadi abang lihat bunda tidur nya lelap sekali, abang kasihan bangunin nya, Oya bunda makan dulu mie goreng nya mumpung lagi masih panas". Ucap bang man sambil menyerahkan bungkusan kantong plastik berisi dua bungkus mie goreng.


" Nayla sama Angga di bangunin bang" tanya ku.


" Ngak usah bunda, mereka belum terbiasa makan malam, kalau bunda ngak sanggup habisin nya, bunda simpan aja, besok pagi di panaskan lagi.


Walaupun aku sanggup menghabisinya, tapi aku tidak tega juga dengan Nayla dan Angga karena mereka sudah menjadi bagian dari keluarga ku.

__ADS_1


Aku bangun pagi-pagi sekali sebelum Amira bangun, beruntung sekali aku mempunyai anak yang tidak rewel, jadi aku bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah, pagi ini aku harus buat sarapan yang banyak seperti biasa nasi goreng telur dadar simpel dan tidak terlalu ribet.


" Bunda masak apa ?, boleh Nayla bantuin". tanya Nayla yang membuat aku kaget tiba-tiba saja muncul di hadapan ku.


" Oo tidak usah Nayla, biar bunda aja, Nayla duduk aja ya". ucap ku dengan memberikan senyuman manis untuk nya.


" Kenapa bunda? Nayla sudah biasa kok lakuin yang kek gini, kemaren aja waktu tidak ada bunda nayla yang masak tiap hari".


" Kemaren...? tunggu !, tunggu dulu, berarti nayla sudah lama tinggal disini ya"?.


" Ya bunda, Nayla dan Angga sudah satu bulan tinggal disini, bukan itu aja bunda, Nayla di ajarin masak sama ayah, kata ayah perempuan itu harus pandai masak dari sekarang". jelas Nayla.


Benar saja kata ku, bang man tidak terbuka dan masih banyak lagi yang di sembunyikan dari ku. Berarti selama aku lahiran di kampung bang man menjemput mereka, pantas saja kemaren bang man tidak bisa lama - lama di sana, malam aku lahiran saja nampak gelagat nya tidak tenang paginya cepat - cepat bang man izin pulang, bearti ini yang di sembunyikan dariku.


" Bunda ngapain?...dedek Amira sudah bangun ni ". ucap bang man sambil menggendong Amira.


" Nayla... bangunin Angga adek mu dulu, kita makan sama - sama ya, bunda sudah siap sarapan kan "?.Tanya bang man. Nayla langsung masuk kamar bangunin Angga yang masih tidur.


" Udah bang! bunda udah siapin semuanya!, sini bang Amira nya nyusu ".


Pikiran ku masih campur aduk apa aku harus memperjelas lagi tentang hal yang tadi?, ah biar saja waktu yang menjawab semua.


Hari ini kami sarapan bersama seperti keluarga yang bahagia.


" Nayla..! mulai sekarang Nayla bantu - bantuin bunda ya, jaga dedek Amira dan Angga, jangan nyusahin bunda, ingat itu ya Nayla, Angga harus nurut sama bunda".


"Iya yah.., Nayla dan Angga tidak akan nyusahin bunda kok".


Mereka berdua anak yang nurut sama orang tua dan pandai sekali mengerjakan pekerjaan rumah, tepatnya seperti ayah nya bang man, ringan tangan dalam melakukan pekerjaan rumah, masak , nyuci piring, nyuci kain, sampai nimba air pun dilakukan itu dilakukan kalau aku lagi sakit, tapi kalau aku sehat satu pun tidak mau dilakukan nya.


" Bunda ,, biar Nayla aja yang beresin semua ini ya"!. Ucap Nayla.


" Ngak usah Nayla biar bunda aja ya, Nayla sama Angga temani dedek Amira aja boleh"?.


" Boleh bunda, Angga suka dedek Amira, kak kita temani dedek Amira yuk".

__ADS_1


Bang sudah berangkat pergi ke kebun, aku membereskan semua pekerjaan rumah sampai semua siap.


" Alhamdulillah...sudah beres semuanya, sekarang aku tinggal mandiin Amira" ucapku dalam hati.


Aku masuk kekamar, Nayla dan Angga masih duduk di samping Amira.


" Nayla! bunda mandiin dedek Amira nya dulu ya".


" Nayla siapin air panas nya boleh bunda"?.


" Kalau Nayla bisa boleh kok, sekalian nanti Nayla dan Angga mandi pagi ya, biar tubuh kita segar".


" Ya bunda".


Bergegas Nayla masak air panas didapur dan menuangkan kedalam ember besar serta di campur dengan air dingin.


" Bunda air nya sudah siap, sudah bisa di mandiin dedek Amira, Angga yuk kita mandi juga".


" Seperti dedek Amira ya kak"!.


" Ya dong".


Aku heran melihat Nayla semua yang dia lakukan seperti orang yang sudah terbiasa, apa selama ini dia tidak sekolah ya?.


Setelah Amira tidur aku keluar kamar, Nayla dan Angga sudah siap mandi, mereka lagi duduk di ruang tengah, aku mendekati mereka dan duduk di samping Angga.


" Nayla...bunda mau tanya sesuatu boleh ngak", tanyaku


" Boleh bunda , apa itu"?.


" Emang nya Nayla tidak sekolah ya, karna kalau bunda lihat anak seusia Nayla itu masih sekolah SD".


" Bunda benar, Nayla sekolah kok bunda, Nayla sudah tamat SD bulan kemaren baru ikut ujian terakhir, tapi kata ibu Nayla cuma lulus SD aja ,ibu tidak ada uang untuk lanjutin sekolah, karna ibu bilang ayah tidak pernah kirim uang buat kami".


Jangan lupa semangat dari kawan - kawan ya...!

__ADS_1


__ADS_2