
Sayup-sayup aku mendengar suara orang yang lagi ngobrol sesekali ketawa-ketawa.
Dengan sangat berat aku mencoba membukakan mataku.
Pertama kali aku membukakan mata, aku melihat ruangan serba putih terpajang di dinding sebelah kiri ku AC yang memberi dingin seluruh tubuhku, aku baru tersadar ternyata aku berada di rumah sakit. Ya...aku baru ingat sekarang, aku ini habis melahirkan, tapi dimana bayi ku?, aku menoleh pandanganku ke sebelah kanan, disana terlihat dua orang yang sedang berdiri di keranjang bayi lagi membelakangi ku, terlihat mereka lagi asyik ngobrol-ngobrol sambil bercanda, nampaknya mereka akrab sekali.
" Bang man.....?" aku berharap itu suamiku.
Mereka secara bersamaan menoleh ke arahku.
" Bunda sudah sadar?" jawab bang man yang langsung menghampiri ku.
" Kakak sudah sadar ya..?, Alhamdulillah kak..!, kakak sudah dua hari koma di rumah sakit" jawab perempuan itu dengan senyuman manis di bibir nya.
Ya Allah sungguh aku tidak menyangka ternyata orang itu adalah bang man dan Santi, kenapa lagi-lagi Santi yang hadir di keluarga kami.
" Kamu pada ngapain di sini" tanyaku pada Santi.
Santi diam saja, matanya melirik ke arah bang man.
" Kamu bunda seharusnya berterimakasih pada Santi, dia yang telah membawa bunda kerumah sakit, bukannya malah tanya kamu ngapain?" jelas bang man kesal mendengar perkataan ku.
Aku diam saja, mata ku memandang Santi dengan penuh kecemburuan.
" Mana Amira bang..?, adiknya Amira mana?" aku baru sadar kalau Amira tidak tidak ada di rumah sakit.
" Amira, ada sama kak Ina, kemarin kak Ina datang kesini dia kasian melihat Amira nangis terus, kak Ina minta bawa pulang Amira ke rumahnya" jelas bang man.
" Tapi..? Amira tidak menangis di sana kan?"
__ADS_1
" Bunda kenapa sih?, selalu tidak percaya orang lain?"
" Maksud bunda bukan begitu bang..!"
" Terus maksudnya apa juga..?, bunda tidak usah terlalu khawatir, yang penting sekarang bunda harus sehat dan cepat keluar dari rumah sakit" tegas bang man.
" Iya.., iya maafin bunda!"
" Abang mau keluar bentar mau beli makanan, bunda di temani Santi disini ya."
Begitu bang man keluar, Santi seperti orang salah tingkah.
" Kak.., dedek bayinya sudah bangun, apa kakak nyusuin atau saya buatkan susu saja."
" Nggak usah..! saya nyusuin saja, tolong bawa kesini bentar dedek bayinya."
" Iya, kak."
" OOO..itu kamu yang usulkan ya..?"
" Nggak.., nggak kak!, itu bang man sendiri yang kasih tahu sama saya."
Aku melihat gelagat Santi sepertinya dia ada rasa suka kepada bang man. Santi memang seorang gadis desa yang lebih muda dengan ku, kalau dibandingkan dengan adik-adik ku mungkin seumuran dengan Sarah.
" Santi.., kamu sudah berapa lama dekat dengan suamiku?"
" Belum lama kak, cuma baru lima bulan ini..!"
Lima bulan? itu sudah hampir setengah tahun lalu, dia bilang tidak lama? gumam ku dalam hati.
__ADS_1
" Kamu suka ya, sama bang man?" pertanyaan ku kali ini membuat Santi kaget.
" M..ma..mana berani saya kak, bang man kan sudah punya istri, mana mungkin dia suka sama saya,tapi bang man orangnya baik kok kak."
Jelas sangat baik karena untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Aku yakin Santi pasti ada rasa suka terhadap bang man, nampak dari cara dia menjawab pertanyaan dari ku.
" Santi.., aku ingatkan padamu ya, kamu itu..." belum habis aku perkataan ku, tiba-tiba kak Ina datang.
" Assalamualaikum..." ucap salam kak Ina.
" Waalaikum salam."
" Ya Allah, kak Muly sudah sadar, saya sangat prihatin kak Muly sudah dua hari ini koma di rumah sakit, gara-gara pendarahan sampai-sampai kak Muly kehabisan darah, untung ada dek Santi ini yang mendonorkan darahnya" jelas kak Ina.
" Santi... berarti dia...! ya Allah aku sudah salah faham lagi terhadap Santi" gumam ku dalam hati.
" Makasih Santi ya, kamu sudah baik terhadapku."
Aku merasa bersalah karena sudah mengira yang bukan-bukan terhadap Santi. Mungkin ini karena rasa cemburuku terhadap dia.
" Kak, kalau begitu saya pamit pulang dulu ya, lagian kak Ina sudah datang."
" Lhoh, kamu pulang sama siapa" tanya kak Ina.
" Saya minta bang man saja yang menganterin saya, nggak papa kan kak Muly?" Santi mengiyakan pada saya.
Aku mengangguk saja, lagian dia telah membantu ku.
__ADS_1
bersambung....
Terima kasih atas dukungan teman-teman semua jangan lupa like dan komen.