Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
12. Menutupi kesedihan


__ADS_3

Hujan masih mengguyur jalan kami pulang ke rumah, tepat jam 10 malam tibalah kami dirumah.


Bapak membunyikan klakson motor dari luar tepat di depan pintu masuk, dari dalam ibu membukakan pintu, melihat aku turun dari motor dan membukan jas hujan, langsung saja ibu menangis dan memeluk aku sangat erat.


" Ya Allah Muly... kenapa kamu pulang malam - malam nak?, suamimu mana?Apa dia tidak bisa pulang?". pertanyaan yang sama dengan bapak yang harus aku jawab.


" Iya buk , kita masuk dulu ya" sambil Aku lepas pelukan ibu dan membawanya masuk kedalam.


"Kakak...... semua adik-adikku berhamburan memeluk ku.


"Kakak kangen kalian semua" sambil aku peluk dan aku ciumin satu persatu.


"Eh kak tunggu dulu ya, Sarah ambilin teh jahe hangat buat kakak, biar badan kakak hangat dan tidak masuk angin" jelas Sarah sambil menuangkan teh ke dalam gelas.


" Ini kak teh nya"!.


Setelah aku minum teh jahe hangat dan menggantikan baju yang basah air hujan, aku bapak dan ibu serta adikku semuanya duduk di ruang tengah.


"Pak , Bu maafkan muly ya, selama ini Muly ngak sempat jenguk ibu, saolnya bang man tidak ada hari libur, selalu sibuk di kebun, sekarang ini lagi panen dikebun makanya bang man tidak bisa pulang" jelasku kepada bapak dan ibu dengan sedikit pembelaan buat suamiku.


" Memang suamimu keterlaluan, membiarkan kamu pulang sendirian" jawaban ibu sangat kesal kelihatan dari raut wajahnya.


" Buk... Muly ada berita gembira".


"Apa itu kak"? tanya Sarah penasaran.


"Muly sekarang lagi mengandung Tiga bulan Bu,"


haah ... mereka kanget semua.


"Alhamdulillah, akhirnya bapak jadi kakek juga" jawab bapak dengan nada gembira. " Kak malam ini kita tidur bersama Sarah ya, ada banyak hal yang ingin Sarah cerita pada kakak!"


" Ya, boleh ! tapi dek idah dan Fatma juga ikutan tidur bareng ya!" tegasku. " Kami mau bangeet kak...kita tidur bareng lagi seperti dulu ya " jawab mereka dengan girang sekali.

__ADS_1


" Pak , sepertinya rumah kita ada yang berubah ya, Muly liat ada penambahan kamar di dapur" sambil aku bangun dan membuka pintu kamar dapur.


" bapak ada rezeki sedikit buat tambah kamar, sebentar lagi adek mu Sarah mau nikah, ya kamar ini bisa buat Sarah, bapak dan ibu bisa pindah kamar di dapur" jelas bapak.


Malam itu aku tidur bersama adik perempuan ku di dalam kamar bapak dulu yang sudah direnovasi.


" Waaah..bagus sekali Sarah kamarnya, ini kamu yang tempelin?" tanyaku sambil memegang wallpaper dinding berwarna pink dengan motif bunga.


" ya iyalah, siapa lagi kalau bukan Sarah" .


" Enak aja kak Sarah bilang kek gitu, ini kalau tidak ada kami Kakak ngak bisa pasang sendiri, ya ngak Fatma?" jelas idah


" Oke..oke kakak cuma bercanda kok, ini berkat bantuan kalian juga kalau ngak mana mungkin serapi ini khan!" jelas Sarah sambil ketawa kecil.


" Sarah..! ceritain dong sedikit bagaimana calon suami Sarah, dimana kalian kenalan?" pinta ku.


" iya kak, calon Sarah itu namanya Jamal Hadi, aku panggil mas Hadi, pertama kali ketemu waktu Sarah nemanin ibu ke perumahan, ternyata mas Hadi tinggal di rumah om nya, aslinya orang Aceh Selatan, om nya orang kaya kak, toko nya ada tiga sekarang mas Hadi yang ngurusin toko itu, karena omnya lagi sakit stroke" jelas Sarah.


" Kamu beruntung Sarah, dapat suami orang kaya".


Aku membuka HP barunya Sarah dan melihat foto calon suaminya, ternyata benar calon suaminya Sarah tampan sekali dan nampak sekali seperti orang kaya jelas terlihat dari penampilannya. mereka pasangan yang serasi pastinya.


" Doa kakak semoga kamu bahagia mendapatkan jodoh yang tampan, yang kaya, yang pengertian, kalian itu kalau kakak liat pasangan yang sangat serasi". jelasku kepada Sarah.


"Ah..! kakak ini bisa aja" jawab Sarah sambil malu-malu.


"Satu lagi kak, nomor SMS kemarin itu nomor hp Sarah ya, kakak ingat Khan? jangan lupa di simpan.


...----------------...


Keesokan harinya terlihat rumah kami kedatangan saudara dari bapak beserta beberapa tetangga dekat. aku mendandani Sarah dengan gaun putih yang dibelikan oleh calon suaminya. Terlihat Sarah sangat cantik dan anggun dengan pakaian itu.


" Calon pengantin nya mana, kami dari pihak calon pria ingin melihat calon pengantin wanita" terdengar permintaan dari luar, ternyata keluarga Hadi sudah sampai.

__ADS_1


"Sar ..Sarah" suara ibu memanggil Sarah." keluar nak keluarga Hadi mau ketemu Sarah".


"Ayo Sarah kita keluar, ini pasti ibunya Hadi mau memasangkan cincin tunangan di jari manismu" ucap ku sambil menuntun Sarah keluar kamar.


"Jangan gugup ya, senyum sedikit" bisik ku ditelinga Sarah.


Melihat aku keluar bersama Sarah, bibi menarik tangan ku dan meminta nya duduk disampingnya. dengan berbisik di telingaku bibi menanyakan suamiku, kenapa tidak bisa pulang, sesibuk apapun pekerjaan untuk keluarga harus di nomor satu kan, lagi - lagi aku membela suamiku untuk menjaga kehormatan rumah tangga kami.


" Muly....ibu mu bilang kamu lagi mengandung ya? kenapa suami mu membiarkan kamu sendirian pulang apa dia tidak takut terjadi apa-apa sama kandungan kamu?" tanya bibi


"sssttt..." Jangan keras-keras suaranya bi! lagi banyak tamu.


" Ini keinginan Muly mau pulang sendiri bi, bang man lagi panen di kebun, ada sih bang man nawarin mau nganterin sampai sini, cuma Muly ngak mau aja nanti bang man capek harus bolak balik lagi". jelasku kepada bibi dengan berbohong demi kebaikan rumah tangga ku.


" Bibik ngak usah risau ya, Muly bahagia kok hidup bersama bang man, Muly seperti ratu dirumah bi, ngak boleh kerja ini itu apalagi sedang hamil semua bang man mengerjakan". jelas ku dengan tersenyum menampakkan bahagia.


" Syukur lah kalau kamu bahagia, bibi kira suami mu membiarkan mu menderita, kalau terjadi apa-apa sama kamu jangan sungkan cerita sama bibi ya".


" Ya bi, itu pasti karna bibik slalu menerima curhatan hati Muly". sambil aku memeluk bibik.


Bibik adalah adik perempuan dari bapak ku yang dari kecil aku sering menumpahkan segala curhatan hati kepadanya dia selalu setia mendengar bahwa menasehati aku dikala aku salah kepada orang tuaku, maklum saja sifat cemburu terhadap adik - adikku.


" Kalau begitu kapan kita adakan hari pernikahan dan resepsi nya ?" pertanyaan dari pak imam dari keluarga Hadi.


"Begini pak imam, pak Asmid ini ada anak perempuan kakak dari pada sarah yang sudah dinikahkan dan sekarang lagi hamil 3 bulan, kalau boleh acara resepsi Sarah dan Jamal Hadi diadakan pas tujuh bulanan kakaknya Sarah, bagaimana pak imam?". ucap pak imam dari pihak keluarga kami.


Mereka berunding sebentar dan terlihat bapak dan ibu Hadi mengangguk - nganguk.


" Ya,, kami setuju"!. jawab keluarga Hadi.


Keputusan sudah dibuat oleh kedua pihak calon pengantin, ternyata bapak masih peduli dengan ku. resepsi adek Sarah barengan dengan tujuh bulanan ku, ini waktu yang tidak lama lagi hanya menunggu empat bulan lagi.


Aku khawatir dengan keputusan ini apakah nanti suamiku mau? bagaimana cara aku menjelaskan nya, kemarin waktu nikah aja saudara bang man tidak di ajak cuma adik - adiknya aja yang datang, apa ini tidak berlebihan?.

__ADS_1


Sepertinya nanti aku harus minta bantuan bapak untuk ngomong sama suami ku.


setelah semua tamu pulang kami membereskan rumah dan membagi - bagikan kue lamaran ( kue enak ) bawaan calon pengantin pria buat tetangga dan saudara yang sudah menjadi tradisi desa kami kalau ada lamaran.


__ADS_2