Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
21. Siapa di dalam rumah


__ADS_3

Bayi mungil yang berkulit sawo matang itu di azani oleh ayah nya yang baru saja masuk ke kamar persalinan di persilahkan oleh ibu bidan.


" Dek ini bayi kita, coba adek lihat lucu ya, sekarang adek sudah menjadi seorang ibu, adek bahagia kan"?. ucap bang man sambil melepaskan gendongan bayi itu dan membaringkan di samping ku.


Aku tidak menjawab semua perkataan bang man, aku menatap bang man dengan penuh kekecewaan.


"Dek!...adek Muly marah sama abang ya? maafin abang ya sudah membuat dek Muly kesel, sini biar abang peluk". Ucap bang man sambil tangan nya merangkul pundak ku.


Segampang itu bang man minta maaf kepada ku, atas ke tidak pedulian nya selama ini terhadap diriku. Bang man memeluk diriku dan menenangkan diriku yang terisak-isak menangis dalam pelukan nya.


" Kamu jahat bang!, tega kamu tidak menelpon adek disini, abang tidak peduli lagi kepada istri nya, sms adek cuma abang baca saja kenapa abang tidak membalasnya". Ucapku dengan sedikit suara merendah agar ibu tidak mendengar kemarahan ku.


" Udah ya!...hal sekecil itu jangan adek besar - besar kan, kemaren itu abang ngak sempat isi pulsa maka nya sms adek tidak abang balas, udah ya sekali lagi abang minta maaf, ngak enak lho didengar sama buk bidan, yang penting sekarang adek sehat bayi kita juga sehat".


"Ya ...kata bang man memang benar kemarahan ku ini jangan sampai di dengar oleh bapak dan ibu, kalau ketahuan bapak bisa berabe nantinya bapak bertambah marah lagi ke pada bang man". ucapku dalam hati.


" Maafin Muly juga ya bang!, udah marah - marah-marah kepada Abang".


" Iya dek, abang sudah maafin adek kok".


Akhirnya hatiku luluh juga, entah kenapa hatiku merasa tidak tega dikala suamiku yang meminta maaf duluan kepada ku seketika itu kemarahan ku hilang sudah, mungkin ini karna aku terlalu cinta kepada bang man.


" Oh ya, siapa nama bayi nya?, apa ibu sudah menyiapkan namanya"?. Tanya buk bidan


" Bang gimana kalau namanya kita beri AMIRA saja, bagus kan"?


"Boleh juga dek, Amira nama yang bagus, bearti sekarang adek sudah jadi seorang ibu panggilan nya apa dong"?.


"Ya bang ...apa ya, mama, umi, ibu, Uma, ah bingung bang"!.


" Gimana kalau dedek Amira panggil dengan sebutan BUNDA dan AYAH".


" Ya bang Muly suka di panggil bunda".


" Muly..bapak dan ibu pulang duluan ya, kasian adek mu dirumah, besok pagi kami jemput kamu pulang". Ucap bapak yang masuk bersama ibu dari luar.

__ADS_1


" Ibu ngak temani Muly malam ini"?.


" Malam ini kan ada suamimu yang menemani disini, nanti kalau ada apa-apa tinggal panggil buk bidan aja, bukan begitu buk bidan"?.


" ya betul kalau nanti dedek nya nangis ibu panggil saya aja".


Malam ini aku di temani oleh suamiku di puskesmas, aku tidak bisa tidur nyenyak karena kebahagiaan ku menjadi seorang ibu baru di mulai.


Pagi-pagi sekali aku mendengar suara becak diluar, ternyata hari ini aku sudah bisa pulang, bapak menjemput aku dan dedek Amira.


Aku digendong nya keluar naik becak oleh suamiku, Amira digendong oleh nenek nya.


Aku pulang kerumah bapak dan ibu, ke hadiran cucu pertama bapak sangat senang, adik - adik ku pun semua ikut senang melihat si mungil dedek Amira.


" Bunda dedek Amira hari ini ayah pulang dulu, besok-besok ayah balek lagi". ucap bang man dengan sebutan bunda dan ayah dengan sedikit ke gombalannya.


" Kok Ayah dedek Amira cepat kali pulang nya"? jawab ku.


" Kemaren abang buru - buru pulang kesini dek, jadi panen di kebun belum siap, takut nanti lama siapnya kasian si Odin di sana". jelas bang man.


" Ya , abang janji". jawab bang man.


Dengan kehadiran cucu pertama ibu sudah bertambah pekerjaan nya, sebelum berangkat kerja terlebih dulu memandikan Amira dulu, mencuci semua pakaian kotor serta menyiapkan sarapan buat aku dan adek - adek semua, setelah semua nya kelar, baru ibu berangkat kerja di antara oleh bapak.


Aku merasa kasian ke pada ibu, pasti ibu sangat lelah apalagi kalau malam ibu kurang tidur karna harus sering bangun gantiin popok dedek Amira belum lagi dia nangis dan rewel pada waktu malam, ibu yang jagain semuanya tampa mengeluh, dan tanpa mengharap apapun dari ku.


...----------------...


Hari ini umur dedek Amira genap empat puluh empat hari, aku berencana pulang ke tempat suami, kasian suamiku sendiri di rumah tampa


" Kamu yakin mau pulang hari ini"?. Tanya bapak kepada ku


" Ya pak, bang man bilang begitu, kasian pak bang man harus bolak balik ke sini, bapak lihat sendiri kan"!.


" Kalau itu sudah jadi keputusan mu, bapak tidak bisa buat apa - apa lagi, semua resiko nya nanti kamu juga yang alaminya kan, bapak hanya bisa doakan aja yang terbaik untuk kamu Muly".

__ADS_1


" Makasih ya pak atas pengertiannya".


Hari kepulangan ku dan dedek Amira menyisakan kesedihan yang sangat berat bagi keluarga ku, bagaimana tidak bapak dan ibu harus rela ditinggalkan oleh cucu pertama nya demi ikut bersama ayah dan bundanya.


Mengingat Amira masih kecil kami pulang dengan mobil di jalan. Tepat siang hari nya kami sampai di rumah kak Ina, mungkin setelah istirahat sebentar nanti kami pulang akan ke kerumah.


" Wah...bayi nya lucu ya kak, mirip kakak, tapi hidung dan mata nya mirip sekali dengan bang man,siapa namanya kak". tanya kak Ina pas sampai di rumah langsung minta gendong.


" Amira kak nama dedek nya". jawab ku.


" Wah ...bangus namanya kak".


" Kakak istirahat aja dulu kasian dedek Amira pasti merasa capek ya, nanti sore - sore kakak pulang ke rumah".


" Dek...nitip bunda dan dek Amira bentar ya". Ucap bang man kepada kak Ina.


" Abang mau kemana"?. tanya kak Ina.


" Abang ke pajak dulu belanja keperluan rumah biar sekalian nanti pulang kerumah".


" Ya bang!


Siang itu kami makan siang di rumah kak Ina, seperti biasa sebelum kami pulang tidak lupa kak Ina menyisipkan uang untuk dedek Amira, ya perkataan yang sama selalu di ucapkan " Kakak simpan aja uang ini siapa tau nanti membutuhkan jangan kasih tahu sama bang man" itu ucapan yang selalu kak Ina ucapkan yang membuat aku jadi misteri di balik perkataan nya.


Sore itu aku dan suamiku berangkat pulang ke rumah yang jauh perjalanan nya dari rumah kak Ina, sekitar 2 jam perjalan baru kami sampai dirumah.


Sesampainya di depan rumah terlihat pintu rumah terbuka.


" Bang ada orang di rumah kita"!.


Bikin penasaran ya, siapa orang yang ada dirumah Muly?


yok ikuti terus kelanjutan nya ya.


Terimakasih atas segala dukungannya buat kawan-kawan.

__ADS_1


__ADS_2