
malam itu aku berencana untuk mengutaran semua tentang aku mau ikut tinggal bersama dengan suamiku, tapi pas aku keluar kamar aku melihat ibu dan bapak lagi siap-siap, seperti nya mau pergi.
" Pak ..mau kemana malam - malambegini sama ibu " tanyaku penasaran.
"Ibu dan bapak mau ikut tahlilan ke kampung sebelah".
"OOO..oo
" Bearti lama dong..!ibu pulang nanti".
"Ngak kok" habis tahlilan ibu pulang terus, nitip jaga adek - adekmu dirumah ya".
Melihat diriku seperti orang linglung, bapak balik bertanya.
"Emangnya ada masalah apa Muly"? tanya bapak.
"ngak ada masalah pak, cuma Muly mau ngobrol sesuatu sama ibu dan bapak".
"Ya udah bapak berangkat dulu ya, nanti aja kita bicarakan.
" Ya ..pak..!
Selepas bapak dan ibu pergi aku terus masuk kamar ibu mengecek sibungsu yang sudah dari tadi tidur.
Ternyata sibungsu masih terlelap tidurnya, bergegas aku keluar mengambil air wudhu dan masuk kedalam kamar untuk shalat insya.
Tiba-tiba terdengar dari luar ketukan pintu.
Tok...tok...tok..
Diiringi suara orang beri salam.
"Assalamualaikum..kak.. kakak"
Suara Sarah dan adik-adikku.
" Ya ..itu mereka yang baru pulang dari pengajian.
Beranjak aku keluar dari kamar dan membukakan pintu.
"Kok sepi kak..."? tanya Sarah.
"Ibu dan bapak kemana ya"? tanya Sarah.
" Mereka pergi acara tahlilan di kampung sebelah".
"Sarah kamu jangan tidur dulu ya, ada yang harus kakak omongin, tapi entar ya,! tunggu kakak shalat dulu.
"Ya kak " jawab Sarah
Setelah aku shalat insya, aku tidak beranjak dari sajadah, menghabiskan waktu 10 menit untuk berzikir-zikir dan berdoa.
"Amiiin....di penghujung doaku.
Dari jauh terdengar suara kereta bapak pulang, beranjak aku bangun dan melepaskan peralatan shalat dan aku taru rapi di atas ranjang ku.
Belum sempat ibu dan bapak memberi salam, sudah duluan aku bukakan pintu.
Alamak....kanget ibu.
" Belum tidur .? masih menunggu ibu ya..? tanya ibu.
" Ya buk,"! jawab ku.
Bapak dan ibu duduk diruang tengah disamping adik - adikku yang sedang tidur, ternya dua adik perempuan ku masih setia menunggu aku, Sarah dan idah.
"Kak ... apa mereka sarah bangunin"? tanya Sarah sambil menunjukkan adikku yang lagi tertidur pulas.
__ADS_1
"Ngak usah Sarah.! biar mereka tidur aja" jawabku.
"Emangnya ada persoalan apa Muly ? cepat dong ceritain ibu jadi penasaran nih"!.
"Pak....!
"buk....!
"Muly minta maaf terlebih dulu sama bapak dan ibu, yang selama ini telah ibu rawat hingga Muly dewasa dan kemarin sudah bapak nikahkan, sekarang Muly sudah menjadi istri orang".!
" Begini pak, buk, kemarin bang man nelpon, katanya bang man sudah punya pekerjaan tetap di kebun sawit, jadi Muly di ajak tinggal disana, ternyata ada rumah kosong disana, rumah itu milik juragan kebun sawit yang sudah pindah kerumah yang barunya, jadi rumah itu bisa untuk kami tinggal".
" Muly....kamu belum dua Minggu pun menikah, kenapa harus secepat ini meninggalkan kami ".! ucap ibu dengan mata yang berkaca-kaca.
" Apa kalian tidak bisa menunggu sebulan atau setahun begitu"
" Bu...Bu...
" Udah...udah..ya.! bapak menenangkan ibu.
" Kita sudah rela menikahkan Muly dengan Usman, sekarang kita harus rela juga Muly menjalani hidup berumah tangga dengan Usman dengan meninggalkan kita buk"!.
"Ya... kemarin Muly harus berbakti kepada orang tua, tapi sekarang dia harus berbakti kepada suaminya, karna dia sudah kita nikahkan" jawab bapak.
Mendengar ucapan bapak, kami semua ikut bersedih, tak terkecuali Sarah dan idah.
Tidak terasa air mataku mengalir dengan hangat di pipiku, dengan sigap aku mengusapnya dengan lengan baju ku.
Sejenak kami semua terdiam.
hening dalam kesedihan.
"Jadi rencananya kapan Muly mau berangkat, dan Muly tau ngak di daerah mana"? tanya bapak lagi yang memecahkan keheningan.
" Setau Muly pak, menurut informasi dari bang man, tempatnya itu daerah Aceh timur masuk pedalaman".
" Muly....coba kamu dengarkan nasehat bapak ya".
"Nanti kalau kamu sudah jauh dari kami, kamu harus patuh terhadap suami, jaga martabat seorang istri, kamu harus banyak sabar, banyak bersyukur, di kampung orang nanti kamu cari kawan jangan cari lawan, dan satu lagi kamu harus ingat kami disini ya" .
" Insyaallah Muly akan selalu ingat nasehat bapak.
"Kak ...kak Muly ngak usah khawatir Sarah, dan idah akan siap gantiin kakak bantu ibu bapak dan jagain adik-adik".
"Aku juga.."! jawab Fatma yang terbangun karna pembicaraan kami.
"Ya....kakak sudah tau kalian itu pasti bisa, karna kalian sudah gadis-gadis semua'! jawab ku dengan tersenyum.
...----------------...
Keesokan harinya, setelah semua aktivitas rumah selesai, bapak dan ibu kerja, adikku pergi sekolah Sarah dan dua adikku lagi santai-santai.
Aku berniat untuk rapiin baju dalam lemari, yang sudah lama tidak aku rapiin.
Tiba-tiba.....
Ada sms masuk, aku meraih ponsel dan membuka isi sms dari bang man.
" Assalamualaikum..dek , hari ini Abang jemput adek ya, adek harus siap-siap sekarang, soalnya besok abang sudah mulai bekerja di kebun, soal rumah adek ngak usah khawatir semuanya sudah beres, kemarin Odin yang bantuin Abang buat renovasi dapur, oh ya dek..Abang jemput adek ngak kerumah ya, Abang tunggu di terminal bus, adek minta anterin bapak aja ya. udah dulu ya, assalamualaikum.
"Ya Allah.....kenapa harus hari ini"? Ucapku dalam hat.
aku menangis sedih, hingga terdengar suara tangisan ku keluar, membuat Sarah , idah dan Fatma masuk ke kamarku.
"Kak...kak...kenapa"?
"Kenapa..? kakak menangis?.
__ADS_1
Aku mengambil ponsel dan menunjukkan isi sms dari bang man.
" Keterlaluan bang man...! teriak Sarah sambil melempar ponselku ke atas kasur.
" Memang dari kemarin Sarah ngak suka dengan sikapnya bang man, kenapa kakak ngak di jemput kerumah?
" Kenapa harus kakak yang kesana"? sungguh bang man tidak menghargai orang tua kita" Amarah Sarah pun melonjak.
"kak... Fatma ngak mau kakak pergi"!.
sssttt....
"Fati jangan ngomongin kek gitu ya"? sambil merenggun tangannya dan aku peluk sangat erat.
Sarah dan idah pun mendekati dan kami saling berpelukan.
" Kak Muly pasti akan merindukan kalian semua, nanti kakak tinggalin nomor ponsel kakak dan bang man ya, siapa tau nanti kalian ada perlu sama kakak, kalian bisa minjam ponsel tetangga untuk hubungi kakak ya". sambil tangan ku mengusap air mata yang mengalir di pipi mereka.
Adik perempuanku memang cantik - cantik semua, cuma aku yang berbeda seorang.
Lagi siap-siap, aku mendengar suara kereta bapak pulang, bergegas aku lari keluar.
" Pak ..pak.."
" Bapak harus jemput ibu sekarang"?
"Kenapa "? tanya bapak heran.
"Muly..hari ini di jemput sama bang man pak"!tanpa basa-basi bapak langsung hidupin kereta dan pergi menjemput ibu di kompleks perumahan yang tidak jauh dari rumah 🏡.
Siang itu semua adik-adikku sudah berkumpul dirumah, semua keperluan ku sudah aku masukin ke dalam tas, tidak terlalu banyak yang aku bawa, karna aku tidak punya banyak pakaian.
Jerit sibungsu membuat semuanya menangis, adik kecilku namanya raja memeluk kaki ku sambil menangis.
"tatak ... jangan pergi, "!
"Tatak...jangan pergi,"! sambil menarik-narik bajuku.
Aku ngak sanggup meninggalkan dia, raja sangat manja denganku, aku ibarat ibu kedua baginya, kita selalu bersama, kemana pun aku pergi dia pasti mintak ikut.
Melihat rengekan raja semua adik-adikku menangis. 😭
tanpa terkecuali ibu dan bapakku.
Aku menghampiri bapak dan ibu.
"pak, ! Bu! sekali lagi Muly minta maaf atas kesalahan Muly pada bapak dan ibu".
"Bu..! ini nomor ponsel Muly, kalau ada apa-apa sama keluarga kita jangan lupa ibu kabarin ya"!.
" Ya ..Muly..! kamu hati-hati disana ya, jangan lupain ibu," sambil merangkul pundakku dan memeluknya erat-erat.
Ting.....SMS masuk.
"Dek....Abang sudah sampai di terminal bus.
Aku kasih tau sama bapak bahwa bang man sudah di terminal.
Dengan sangat berat kaki ku melangkah menuju kereta bapak, semua adik-adikku menangis.
Kak....kak...kak ...jangan pergi.
Aku duduk diatas kereta bapak, dan kereta bapakku pun berangkat pelan-pelan.
Dari jauh aku melihat adikku masih berlarian mengejar kami, hingga akhirnya mereka tidak terlihat lagi.
Bersambung.......
__ADS_1
nanti dengan episode yang lebih menguras air mata.