Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
11. Suamiku berubah


__ADS_3

"Dek .. tadi Ina dan Eli ke sini ya"? tanya bang man pas waktu pulang kerja.


"Iya bang!"


"Mereka ngomong apa saja dek"?


" Cuma ngobrol-ngobrol biasa aja bang, memangnya kenapa Abang tanya kek gitu? ada yang abang sembunyikan dari Muly ya"?.


"Ngak ada.. cuma Abang pingin tau aja, apa kalian gosipin Abang ?".


ngak ...


ngak mungkin! hati nurani ku berkata lain.


Aku yakin sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan dariku, cuma kak Ina dan kak Eli ngak berani mengatakan langsung kepada diriku ini.


Sekarang kehamilanku sudah memasuki tiga bulan, kebiasaan buruk suamiku keluar malam masih sepertinya tidak bisa dihentikan, bahkan terkadang sering sekali pulang jam 4 pagi dengan alasan nonton pertandingan bola.


Hampir tiap malam diriku dan hatiku rasa hampa tidak ada tempat curhat, ingin sekali aku diperhatikan layaknya seperti di film romantis, tidur di pangkuan suami saling berbagi cerita dengan buain kasih sayang.


Alamaakkkk....


Nikmatnyaaa....


Bagiku itu harapan yang semu. sepertinya suamiku semakin hari semakin tidak mengerti perasaan ku. memang aku diratukan dalam pekerjaan rumah tangga ngak boleh ini, ngak boleh itu nanti kecapean, kalau sakit aku juga yang repotin, kata-kata itu yang selalu keluar dari mulut suamiku semenjak aku hamil.


Jujur ya.....


Sebenarnya aku bosan dirumah terus. dikasur dan didapur, disumur balik lagi ke kasur.


Apa ngak bosannnn?


Auuuuu....Ya Allah...apa yang harus aku perbuat?


Aku ngak butuh semua itu, yang aku butuhkan pengertian suami untuk istri yang lagi mengandung anaknya.


Pernah suatu malam aku meminta suamiku pulang cepat karna perutku mulai terasa sakit sekali, tapi jawaban apa yang aku terima.


" Jangan terlalu manja, orang hamil memang begitu sakit perut nanti hilang sendiri" itu jawaban yang keluar dari mulut suamiku.


" Sabar...sabar muly" ucapku dalam hati sambil mengelus-elus perut dan dadaku, ini pasti berakhir dengan kebahagiaan.


Semoga.....


Ting.....! suara SMS masuk,


Aku bangun mengambil ponsel ku yang lagi di cas diatas meja.


Ada sms masuk dari nomor tidak dikenal. aku coba membaca nya.


"Assalamualaikum kakak Muly ini Sarah kak! amanah bapak dan ibu, hari Senin kakak beserta bang Usman disuruh pulang, ada acara lamaran Sarah. jangan lupa ya kak! TTD Sarah adek kak Muly.


Ya Allah.....aku kaget dan bahagia sekali membaca kiriman sms dari adikku Sarah, akhirnya kamu dapat jodoh juga.


...----------------...


Keesokan harinya sebelum suamiku berangkat kerja, aku ingin menyampaikan berita lamaran Sarah.


" Bang ...tadi malam ada sms masuk dari bapak, katanya kita hari Senin disuruh pulang ada acara lamaran dek Sarah".


" Abang ngak bisa pulang dek, kerjaan Abang ngak bisa ditinggal, lamaran Sarah walaupun kita tidak pulang acaranya tetap akan berlangsung juga Khan"?


" Ya Allah..bang!..."


" Abang kok tega ngomong nya begitu, ini permintaan bapak dan ibu bang".


" Kita ini keluarga nya bang".


" Udah ..udah cukup Abang ngak bisa pulang, kalau Muly mau pulang, silahkan". ucap bang man sambil menghidupi motor dan bergegas pergi kerja.


Tega.. kamu bang! sambil menangis aku masuk kekamar.


mengapa seperti ini suamiku sekarang sudah berubah, dia menikahi ku tapi tidak menginginkan keluarga ku.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar dari jauh suara motor bang man, dia balik lagi kerumah, apa bang man sudah berubah pikiran? tanyaku dalam hati.


" Dek...dek "! terdengar dari luar.


" Ya bang" aku beranjak bangun dan keluar dari kamar membukakan pintu.


" Adek siap-siap terus ya, nanti sore pas pulang kerja Abang kita berangkat". ucap bang man sambil keluar dan pergi lagi.


" Ya bang.." jawabku sambil tersenyum girang.


waaahhh...


Ternyata suamiku tidak setega itu melihat aku menangis 😭😭


Aku menyiapkan beberapa pakaian yang harus aku bawa dan memasukkan kedalam tas, begitu juga dengan pakaian suamiku. Aku teringat dengan uang yang kak Ina kasih kemaren, lebih baik aku bawa aja, aku ambil uang yang aku sembunyikan dilipatan baju dan aku masukin ke dalam tas kecilku.


Ngak sabar rasanya ingin cepat-cepat sampai rumah orang tuaku, bagaimana keadaan disana, hampir setengah tahun aku tidak pulang.


Setelah semua keperluan yang harus aku bawa sudah beres, Aku sudah mandi dan berpakaian gamis hitam dengan jelbab pasmina berwarna biru muda, ini masih pakaian yang sama aku pakai waktu kemarin.


Aku tidak pernah meminta dibelikan baju baru dari suamiku, diberi makan enak aja aku sudah bersyukur.


...----------------...


Menjelang sore itu suamiku pulang dari kebun tempat dia bekerja, dengan sangat buru-buru langsung masuk kedalam rumah.


"Dek ..sudah siap? ayo Abang anterin nanti keburu malam".


" Lhoh.."


"Abang ngak mandi dulu". Tanyaku melihat bang man yang berkeringat.


" Nanti waktu pulang aja Abang mandi".


"Hah......?"


"Waktu pulang? jangan bilang Abang ini cuma nganterin Muly aja".


"Tapi bang,! Muly sudah masukin baju ganti Abang kedalam tas".


"Ya dikeluarin lagi kan bisa". jawaban yang sangat kesal dari suamiku.


"Abang yakin ngak bisa pulang"? tanyaku sekali lagi.


"Udah saya bilang dari tadi, Abang ngak bisa pulang, di kebun lagi panen ngak bisa ditinggal".


Dengan hati yang sangat kecewa aku melangkah menaiki motor bersama dengan suamiku.


Disepanjang perjalanan aku hanya terdiam dengan seribu bahasa, hatiku menangis membayangkan bagaimana aku sendirian pulang Tampa suami disampingku. Aku belum terbiasa berpergian sendirian, apalagi ini sudah mau malam.


...****************...


Dua jam dalam perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami, hingga akhirnya sampai di halte bus.


Tidak lama kemudian bus ke Aceh Utara pun datang.


" Ayo dek, naik cepat" sambil menuntun aku menaiki bus.


" Bang....!"


" Apa lagi..? tanya suamiku.


"Salam dulu" jawabku sambil mencium tangan suami ku.


Bang man pun memberikan tangannya dan berlari ke depan menghampiri sopir bus. Terlihat suamiku mengeluarkan beberapa lembar uang yang di bayar ke sopir.


Dari balik jendela kaca mobil aku melihat suamiku berkata.


" Dek ongkosnya sudah Abang bayar ya".


Bus pun melaju dengan cepat, dari balik kaca spion masih terlihat tubuh suamiku masih berdiri di jalan memandangi kepergian ku, tidak terasa air mataku jatuh di pipiku.


" Mbak menangis "? tanya seorang penumpang yang duduk di sampingku.

__ADS_1


Aku tersenyum sambil ngusap air mataku dengan jelbab pasmina ku.


" Mbak mau kemana "? tanyanya lagi.


" Saya mau pulang ke Aceh Utara" jawab ku


" OOO ...bearti kita satu tujuan".


" Tadi suaminya mbak ya"? tanya dia lagi.


" Iya.." jawaban ku singkat saja.


Sepanjang perjalanan kami ngobrol - ngobrol banyak hingga tak terasa aku terlelap tidur.


Tiba-tiba........


" Mbak...mbak bangun, kita sudah sampai".


Aku membuka mataku dan melihat keluar bus, ya ternyata sudah di terminal bus.


Aku bangun dan turun dari bus, hujan gerimis pun mulai turun membasahi terminal kota.


" Mbak...mbak tunggu dulu" suara bang sopir memanggilku.


Ada apa ini ? aku berhenti dan bang sopir berlarian ke arahku.


"Mbak...ini uang kembaliannya, tadi suami mbak bilang uang kembaliannya disuruh kasih ke mbak aja". kata sopir bus.


" Makasih bang"


" Ya sama - sama mbak".


Ternyata suamiku masih ada perhatian sedikit untuk ku, sekalipun kembalian cuma 20 ribu tapi cukup buat naik ojek ke rumah ibu.


Jam sudah menunjukkan pukul 21:10 wib, tidak ada satu pun ojek yang mangkal di terminal ini, apa mungkin karna hujan?.


Hujan mulai deras aku mulai kedinginan, sepertinya aku mual - mual.


Jangan....jangan muntah, aku menahan supaya tidak muntah dengan mencium minyak kayu putih yang aku bawa tadi.


" Ya Allah.... bagaimana ini "? Aku mulai khawatir, kalau ojek tidak ada apa aku harus tidur di sini? aku berkata dalam hati.


Ya...aku teringat sekarang, kemarin Sarah mengirim pesan dengan nomor ponsel baru, punya siapa itu, tidak salah kalau aku coba menghubungi nomor ponsel kemarin siapa tau bisa membantu.


Aku membuka sms yang dikirim Sarah kemarin, dan aku menelepon nomor tersebut.


tiiddd....tiiddd.


ternyata masuk.


" Hallo .. assalamualaikum " terdengar suara Sarah.


" Waalaikum salam...dek..dek...ini kakak"


" Kak Muly..? ada apa kak?


"Dek ...kak Muly lagi diterminal tolong bilang sama bapak suruh jemput kakak ya" aku berkata sambil menangis dan seluruh tubuhku gemetaran.


Terdengar dibalik telpon Sarah sangat panik.


" Pak..pak..kak Muly diterminal sendirian, tolong jemput kakak" terdengar suara ibu semuanya panik.


" Kak....kakak tunggu aja di situ ya , sebentar lagi bapak datang". sambil menutup telponnya.


Aku semakin menggigil, ku coba kupeluk tas yang berisi baju berharap agar tubuh ku merasa hangat.


Dua puluh menit kemudian bapak pun tiba diterminal.


" Kenapa malam - malam kek gini kamu pulang, mana suamimu ? apa dia ngak bisa pulang?. bapak sepertinya marah.


" Udah..pak, nanti Muly cerita dirumah, sekarang kita pulang dulu" ucapku sambil menangkan emosi bapak.


Bapak mengeluarkan jas hujan dari bagasi motor nya dan aku pakai jas hujan lalu kami berangkat pulang menuju rumah, yang disana sudah di tunggu - tunggu oleh adik - adik ku tercinta.

__ADS_1


__ADS_2