Dihamilin Setan!?

Dihamilin Setan!?
Key adalah Kunci


__ADS_3

"Harus, loe ngintimidasi gue kayak gitu? hm?" Tanya Adzril dengan tak kalah tajam mentap sang adik.


"Kak, gue mohon... apa yang sebenarnya terjadi!? Gue mohon, gue nggak mau sesuatu..."


"Loe mau tau? apa yang mau loe tau?" tanya Adzril yang kini mulai tenang dan duduk di depan Nabil dengan tatapn yang sangat sulit Nabil artikan.


"Semuanya Kak, semua yang harus Nabil tau!" tutur Nabil yang membuat Adzril menyinggungkan senyumannya. Tidak, buak senyuman hangat yang selalu buat Nabil tenang, Nabil membenci senyuman ini, namun dalam hatinya Nabil harus tahu semuanya, entah walaupun ia bingung apa yang harus ia tahu.


"Ini, bukan dunia tempat loe tinggal yang seharusnya!" Ujar Adzril dengan senyuman yang masih sama dan berakhir dengan membuang mukanya dan berdiri meninggalkan Nabil yang kini menatap bingung pada sang kakak.


"Mak..."


"Tanya Key, pecahkan masalah ini sama dia. Ingat, kuncinya jangan pernah benci dia!" potong Adzril sebelum Nabil mengucapkan kalimatnya.


"Kakak yang benci dia, Nabil malah berniat untuk mendekatkan kakak dengan Key. Percayalah, Key itu..."


"Kamu nggak tahu apa - apa soal dia, Bil! Kakak lebih kenal dia!" Ujar Adzril yang kini benar benar meninggalkan Nabil dengan pertanyaan - pertanyaan yang ada di otaknya, seperti tentang siapa Keynal sebenarnya, dan apa yang membautnya harus mengenal keynal, hingga tanoa dirinya sadar NAbil mulai merasakan sesuatu.


"Keynal..." Gumam Nabil


Seketika, Nabil merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya ketika menyebutkan nama Keynal dalam hatinya, namun semakin Nabil berfikir dengan keras, semakin hitam ingatan Nabil tentang Keynal. Namun Nabil yakin, ini bukanlah perasaan yang biasa saja, namun apa? Hingga Nabil menyadari kalimat Adzril sebelumnya.


"Benci?" Gumam Nabil, namun dengan segera Nabil menangkis pikirannya, karna baginya untuk apa dia membenci Key? apa kesalahan Key padanya?.


Keesokan paginya, Nabil seperti biasa berangkat sekolah dengan mengendarai motor sport hitam keayangannya, namun sebelum menuju kesekolahannya, Nabil terlebih dahulu menjembut 'Bebeb' nya yang selalu ia eluhkan didepan Kakaknya, siapa lagi jika bukan Gaby. Dengan sabar, Nabil menunggu Gaby di depan kontrakannya. Tak lama berselang, datanglah Key dengan mengendari motornya dan berhenti tepat didekat Nabil yang kini tengah asyik dengan ponselnya. Key bersikap seolah tak terjadi apa - apa padanya, meski dalam hatinya, Key terus dan selalu memikirkan kalimat Adzril.


"Sok sibuk loe..." Usil Key dengan usilnya menghalangi layar ponsel Nabil yang entah tengah melihat apa.


"Usil bet sih, ntu tangan? Blom pernah gue silet kali yak?"  Ujar Nabill bercanda. Key hanysa tersenyum menanggapi ucapan Nabill.

__ADS_1


Tak berselang lama, kedua gadis yang mereka tunggu pun keluar dengan seragam sekolah yang sama dengannya, dengan senyum khasnya, Gaby dan Ve menyapa Key dan Nabill yang kini tengah mempersiapkan motornya.


"Tumben gak rusuh loe pada?" Celetuk Ve saat Key memberikan hlem pada Ve.


"Masih pagi, energinya masih Booting belum sepenuhnya on." Balas Nabil dengan cengiran bodohnya.


"Ributlah kalian, saya gak suka liat kalian damai." Celetuk Ve kembali, namun kali ini dengan spontan Gaby pun memukul bahu Ve dengan kesalnya.


"Paan sih, Ve?" Tanya Gaby kesal. sedangkan Ve hanya membalsnya dengan senyuman mengejeknya.


Tanpa membuat keributan yang lebih lagi, keempatnya mulai berjalan menjauhi pekarangan kontrakan Ve dan Gaby.


*Skip


Hanya tinggal menunggu sekitar 20 menit, istirahat pertama sekolahan Nabil dan Key memasuki waktu istirahat, namuan Nabil dari awal bel pertama masuk, dirinya tak bisa fokus pada pelajarannya karena memikirkan hal yang sebelumnya kakanya katakan, tentang dunia yang saat ini dia tinggali.


"Key... loe siapa sih sebenernya?" Batin Nabil dengan menatap kosong pada papan tulis di depannya.


"Bu, maaf saya pamit ke belakang." Ucap Nabil dengan mengangkat tangannya, Gaby yang hanya diacuhkan oleh Nabil, hanya bisa terdiam dengan seribu pertanyaan dalam kepalanya.


Namun bukanya ke toilet, Nabil kini malah berada di kantin sekolanya. yang ternyata tak lama, Keynal datang menghampirinya dengan raut yang penuh kebingungan.


"Kenpa?" Tanya Key yang cukup membuat Nabil terkejut atas kedatangannya.


"bangsat, bikin jantung  orang copot ae lu." Gerutu Nabil dengan menyigkirkan tangan Key yang sedari tadi berada di bahunya.


"Ngapa sih loe? Gaby hamil?" Tanya Key dengan polosnya.


"Apasih, gue mau nanya serius sama loe. jangan ada candaan dulu." Ujar Nabil dengan menatap Key dengan tatapan seriusnya.

__ADS_1


Disini Key seperti bukan berhadapan dengan Nabil, namun Adzril.


"Loe siapa, Nal?" tanya Nabil dengan tatapan serius, namun entah mengapa, bagi Key malah terdengar seperti candaan.


"Gue Key, Davian Keynal. biasa disapa Key atau Nal." Ujar Key dengan ragu.


"Nal..."balas Nabil dengan suara kesalnya namun dengan nada yang rendah. "Loe siapa sebenrnya di kehidupan gue, dan ada apa diantara loe sama gue di masa lalu? Apa gue pernah hilang ingatan?"


Degh...


Akhirnya kalimat yang Key tunggu, keluar begitu saja dari mulut Nabill. namun disatu sisi, Keynal kini mulai bimbang, jika harus mengatakan semuanya pada Nabill, itu sama saja mempercepat waktunya untuk meninggalkan Adzril sendirian disini. begitu juga jika Key tak menjelaskannya sekarang, itu sama saja membiarkan Nabill dan dirinya lebih lama disini, sedangkan di dunia nyata, keadaan Nabill kini yang paling kritis, jika Nabil harus lebih lama lagi disini, maka sama saja untuk membiarkan disini selamanya, artinya Nabill tak akan bisa kembali ke tubuh aslinya.


"Sebelum gue jawab, apa yang loe tau tentang gue sekarang?" Tanya Key balik.


"Ya, loe Keynal, gue tau loe itu murid rusuh yang nggak punya nyali sendiri, loe harus ada temen baru bisa ngerusuh, karena mental loe yang lemah ketika di judge sama orang." balas Nabil seadanya.


"Hanya itu, yang loe ketahui dari seorang Key?" tanya Key kembali yang kali ini hanya di balas anggukan


"Apa, kalo gue ceritain semuanya, loe bisa percaya bill?" Tanya Key yang kini menapakan sisi seriusnya.


"Tergantung seserius apa yang bakal loe ceritain sama gue, Key." Balas Nabil dengan menatap Key lebih serius dari sebelumnya.


"Semuanya berawal antara, Gue, Veranda, dan Kembaran loe, Adzril..." ujar Key menggantung. namun Nabil yang mendengar nama kembarannya di sebut, NAbil semakin yakin jika Key bukanlah orang lain di kehidupan Nabil sendiri, pasalanya tak ada yang tau mengenai Adzril, kecuali dirinya dan keluarganya (didunia paralel).


"Apa yang loe tau tentang dia?" Tanya Nabil yang bermaksud menanyakan Adzril.


"Lebih dari yang orang lain tau, Bill. gue tau dia lebih dari siapapun yang kenal dia. Semuanya berawal ketika gue, dia dan Veranda di pertemukan di satu waktu yang nggak pernah gue duga sebelumnya bisa jadi sahabat dia..."


Flashback

__ADS_1


tbc


__ADS_2