Dihamilin Setan!?

Dihamilin Setan!?
Nabil First Love


__ADS_3

"Nabillll!!! Kamu lama banget di kamar mandi!" Panggil Gaby dengan suara yang cukup keras dari kamar Nabil dan Adzril.


"Iye bentar, gue lagi Pushrank, nanggung nih dikit lagi." Balas Nabil dari dalam kamar mandi yang ternyata baru saja tersadar dari lamunannya dan masih menatap pantulan dirinya sendiri di depan cermin.


"Sinka.. gue baru inget, kemana tuh bocah, ya?" Tanya Nabil berbisik, yang masih mengobrol dengan pantulan dirinya dengan cermin di kamar mandi.


"Nabil buruan, kakak katanya kebelet!" Lagi Gaby sedikit berteriak.


"Bentar lagi kalah nih gue, tunggu dah..." Sahut Nabil kembali. namun kali ini dengan keluar dari kamar mandi.


"Kamu di dalem dari tadi cuma cuci muka doang?" Kage Gaby yang tak melihat rambut Nabil basah.


"Kan gue bilang, tadi lagi pushrank..."


"Kalo mau bohong, bisa agak pinteran dikit gak? HP kamu aja aku yang pegang, kamu pushrank apaan di dalem?" Tany Gaby dengan memegang hp Nabil dan menunjukan padanya.


"Pushrank batang kali..."


Dugh


"Aw..."


Nabil melemparkan handuk pada Adzril yang berbicara sembarangan.


"Bacot banget! Mandi sana lo, gue tau loe netes kan tadi... hiyaaaaa...." Belum selesai Nabil menyelesaikan kalimatnya, Adzril langsung berlari untuk memukul Nabil, Namun Nabil pun yang reflek langsung berlari keluar kamarnya untuk menghindari amukan Adzril.


"Nggak kakak, nggak adek, sama - sama mesum, mentang - mentang kembar." Gumam Gaby dengan meninggalkan kamar Nabil dan Adzril untuk menyusul Nabil yang Gaby kira Nabil berlari ke lantai bawah, namun ternyata Nabil berlari ke kamar sebelah dan memandangi lukisan yang sekarang Nabil ingat, ternyata itu bukan pola seketsa lukisan Ve, namun, itu adalah seorang gadis yang pernah Nabil cintai, namun saat ini, Nabil tidak mengetahui kemana gadis itu pergi. Dan dialah cinta pertama Nabil.


Namun, siapa dia? Apakah Sinka? atau Naomi? Bukan, ternyata bukan mereka cinta pertama Nabil, saat pertama kali Nabil memasuki masa bangku SMA, Nabil dipertemukan dengan seorang Gadis yang Nabil dapati tengah menjadi tontonan dihadapan siswa/siswi lainnya, dimana Gadis itu tengah endapatkan pernyataan cinta dari seorang murid populer di sekolahnya.


Nabil yang melihat dan menyadari, gadis itu terlihat sangat risih dengan suasana saat itu, hingga dengan inisiatifnya, Nabil menerobos kerumunan dan berdiri memunggungi gadis itu dan menatap Siswa yang tengah menyatakan perasaannya pada Gadis di belakang Nabil saat ini.


"Sorry bro, dia pacar gue..."


Itulah satu - satunya kalimat yang Nabil ucapkan dan langsung membawa gadis itu pergi dari kerumunan itu.


Setelah kejadian itu, hari - hari berikutnya Nabil tak pernah lagi melihat gadis yang belum juga Nabil ketahui namanya itu, hingga ia mendengar kabar, jika gadis itu telah pindah dari sekolah Nabil. Dan dari situlah Nabil mempercayai adanya Cinta pada pandangan pertama.


"Gue boleh gak, kalo minta loe selesain lukisan itu?" Tanya seseorang dibelakan Nabil yang tanpa Nabil sadari, ternyata Adzril dan Ve tiba - tiba berada di belakangnya. Dan Ve lah yang menanyakan hal itu.


"Nggak bisa, gue udah lupa sosok dibalik lukisan ini, siapa." Ujar nabil dengan menyentuh lukisan itu.


"Itu, bukannya sketsa gambar gue?" Tanya Ve masih dengan posisi yang sama.


"Mungkin??? I don't know.." Jawab Nabil, yang padahal Nabil bisa saja langsung menjawab, jika itu bukanlah Ve, Namun Nabil yakin, jika gadis itu sangat mirip dengan Ve, karena itulah, bagaimana Nabil bisa suka pada Ve, dulu.


"Kayaknya bukan sih..." Ujar Adzril yang melihat lekukan di bagian wajah lukisan itu.


"Loe coba deh perhatiin mata sama hidungnya... Mata Ve nggak sesipit itu, dan Ve nggak punya lesung pipit, tapi dia punya garis pipi di bagian bawah mata kalo lagi senyum, memang sepintas dia mirip sama Ve, tapi gue yakin sih itu bukan Ve." Tutur Adzril yang benar - benar memperhatikan setiap detail garis yang ada dihadapannya.


"Yang punya lesung pipit, Gaby sih kayaknya?" Ujar Ve yang entah untuk siapa.


"Gak yakin sih gue kalo ini Gaby." Ujar Nabil yang memang itu bukan Gaby.


"Gak mungkin Naomi, gak sih?" Tanya Adzril tiba - tiba, sontak Nabil dan Ve langsung menengok pada Adzril dengan ekspresi yang berbeda, Ve menatap Adzril dengan terheran, siapa Naomi? sedangkan Nabil kaget karena menyebut satu nama yang hanya Nabil dan Adzril yang tahu di keluarga ini.


"Siapa? Naomi? Tau tauan loe.." Tanya Ve dengan menatap Adzril dengan curiga.


"Loe inget gak kemaren Nando bilang apa?" Ujar Adzril yang untung saja langsung teringat kejadian diamana Nando menemui mereka berempat.


"Oiya, Gue juga jadi penasaran, siapa Naomi di kehidupan loe, Bill... Gue berharap loe bisa cepet inget semuanya lagi, sih... Banyak banget pertanyaan - pertanyaan penting yang harusnya bisa loe jawab dengan mudah." Ujar Ve akhirnya mengingat apa yang Nando katakan.


"Bahkan Nando bilang, Naomi bisa bikin loe move on dari Gue, apa emang Naomi semirip itu sama Gue?"

__ADS_1


"Bukan, Ve! Bukan Naomi, tapi ada sesosok gadis yang gue temuin sebelum loe hadir di kehidupan gue, dan loe mirip banget sama dia." Ujar Nabil dalam hati dengan menatap lukisannya.


Entah sadar atau tidak, Nabil mengambil sebuah spidol berwarna dan menuliskan sebuah kalimat tepat dipojok kanan bawah lukisan itu.


'Love at first sight, who are you?'


"Kan katanya gue cinta pertama loe, gimana sih? Gue udah seneng banget lho jadi cinta pertama dua orang sekaligus di waktu yang sama?" Tanya Ve dengan menyilangkan tangan didepan dadanya.


"Bukan..." Gumam Adzril, yang tiba - tiba teringat ketika mereka masih SMA Nabil pernah bercerita tentang seseorang.


"Gue inget, ya! Bukan Ve cinta pertama Nabil gue salah selama ini, gue inget sekarang. Nabil pernah bercerita tentang cinta pada pandangan pertama. gue yakin, Ini pasti Naomi, sejauh ini, cewek yang hadir dikehidupan Nabil yang gue tahu, Naomi, Gaby dan Ve."


"Udahan kali reunian cinta pertamanya, gue juga pengen ikut gabung sama kalian, tapi yang gue punya hanya sebuah mimpi yang gue alami di dunia bernama Knowhere" Ujar Gaby tiba - tiba dibelakan Adzril dan Ve.


"Mulai... si paling knowhere... dan gue sadar, kalo Knowhere itu ada di film Avenger, dan setelah gue cari tahu, ternyata Knowhere digambarkan sebuah kepala yang terpenggal besar dari makhluk surgawi kuno yang berfungsi sebagai persimpangan antardimensi observatorium." Tutur Adzril yang mulai pusing ketika lagi - lagi Gaby membahas tentang cerita tak masuk akalnya.


"Perlu logika dengan iq diatas kata sempurna untuk bisa menembus alam itu di dunia nyata seperti kita, Gab." Lanjut Adzril yang seketika membuat Gaby cemberut.


"Tapi, masuk akal sih, kalo Nabil yang masuk, secara dia hampir nggak bisa diselamatin kan pas awal - awal dirawat dengan kondisi koma parah. Memang secara logika sangat susah dijelaskan, tapi kita juga harus percaya sama keajaiban Tuhan, Dzril" Bantah Ve yang mendengar kalimat antardimensi.


"Tapi ini masalahnya hamil, Verandaku, cantiku, cintaku, bidadariku... Seseorang bisa hamil ketika ******...."


"STOPPPPP! Udah gaberes kalo udah bahas ******, udah gue cabut, pusing gue liat kalian malah makin ngelantur." Potong Nabil dengan membekam mulut Adzril dan tiba - tiba berjalan menghampiri Gaby dan merangkulnya agar ikut keluar, meninggalkan Ve dan Adzril yang pasti sebentar lagi akan berdebat panjang.


Setelah asik mengobrol di ruang pribadi Nabil dan Adzril, Adzril, Ve dan Gaby terlihat tengah duduk melingkar di sebuah gazebo yang ada di halaman belakang rumah keluargaAdzril dan Nabil, dengan sebuah gitar di pangkuan Adzril.


"Jadilah pasangan hidupku... Jadilah, Ayah dari anak - anakku


Membuka mata, dan tertidur disampingku...


Aku tak main - main...


Seperti wanita yang lain,


Satu yang kumau, oh, satu yang kutahu...


Lantunan suara Ve dan Gaby saling terpadu dan seolah menjadi gambaran permintaan yang sangat tulus untuk pasangannya masing - masing, yang walaupun Nabil saat ini berada cukup renggang dari ketiganya, namun Nabil cukup mendengar nada yang sangat tulus keluar dari suara dua gadis dihadapn Adzril.


Sedangkan adzril sendiri kini tersenyum dengan mata yang tertuju pada jari - jari tangannya yang seolah tengah melakukan sebuah finger pada gitarnya, namun sebenarnya itu hanyalah cara Adzril mengalihkan tatapannya agar Ve tidak mengetahui bagaimana saat ini Adzri begitu bahagia, mengingat bagaimana dulu ketika Adzril merasa ragu untuk meneruskan hubungannya dengan Ve.


Disisi lain Nabil sendiri kini terfokus menatap pada kedua kakinya yang ia celupkan kedalam air, hingga tanpa sadar, bayangannya tiba - tiba jauh melayang pada kenangan - kenangannya dahulu ketika masa dirinya mengenakan seragam putih - abu. Namun semakin lama ia mengingat, tiba - tiba Nabil merasa sangat aneh saat ketika kenangannya sampai dimana dirinya mengikuti perayaan Kelulusan masa SMA, nya. Setelah hari itu, semua ingatan Nabil tiba - tiba buntu, apa yang dirinya lakukan, hingga sampai saat dirinya membuat satu kesalahan terbesar dalam hidupnya, sampai membangunkan seekor macan yang tertidur.


Flashback


Semua murid berseragam putih - abu, terlihat tengah berkerumun disebuah lapangan luas di depan sebuah sekolah Negri yang cukup terkenal. Didalamnya termasuk ada Nabil dan key yang tengah mencoret - coretkan pilox berwarna ke seragam teman - tamannya yang lain.


"SINKA!" Seru Nabil dengan tersenyum saat mendapati seorang gadis yang tengah tertawa bahagia dengan beberapa temannya yang lain.


"Ya?" Balas Sinka dengan menatap Nabil sedikit ragu, sejenak Sinka menatap teman - temannya yang lain, dan setelah mendapat anggukan, Sinka pun menghampiri Nabil yang tengah berdiri bersampingan dengan Key dan tersenyum menatap Sinka yang kini tepat dihadapannya.


"Kenapa?" Tanya Sinka dengan ragu menatap Key dan Nabil bergantian.


"Loe nggak mau peluk cinta pertama loe ini?" Tanya Key yang membuat Nabil semakin tersenyum lebar. Sedangkan Sinka semakin terheran menatap dua siswa yang semenjak keduanya di tolak Naomi, tiba - tiba menjadi sepasang sahabat yang selalu kompak melakukan kenakalan di sekolahnya. Bicara tentang Naomi, Nabil pernah mengungkapkan perasaannya pada Naomi tepat seperti apa cara Nabil mengungkapkan perasaannya pada Gaby di hadapan banyak orang, dengan berteriak begitu lantang, namun Naomi sebagai seorang kakak yang baik, dengan halus menolak pernyataan cinta dari Nabil, dengan membalikan pernyataan tulus dari Nabil. Naomi malah bertanya tentang bagai mana hati Nabil pada Naomi. Yang sebenarnya Naomi tahu, Nabil benar - benar jatuh cinta pada Naomi saat itu, namun disisi lain, jika Naomi menerima Nabil saat itu, jelas Naomi akan sangat menyakiti Sinka, adik kandungnya sendiri.


"Sini..." Ujar Nabil dengan merentangkan tangannya, namun Sinka masih saja termenung mencerna semua apa yang terjadi kini di depannya.


"Kalian nggak lagi mabok, kan?" Tanya Sinka yang masih bingung, namun dalam kebingungan itu, Nabil yang melah maju dan menarik Sinka kedalam pelukannya.


"Bil..." Kaget Sinka saat merasakan Nabil begitu erat memluk Sinka.


"Maaf, kalo gue pernah bikin loe sakit hati dan nggak mau sekolah lagi disini. Tapi disisi lain, gue sangat sayang dan jatuh cinta sama kakak loe, gimanapun juga hidup gue, nggak akan bisa terlepas dari loe, selama perasaan gue sama kakak loe masih ada, untuk itu, kita temenan aja ya, Sin. Jujur, gue nggak bisa buang perasaan gue buat kakak loe, Sin." Tutur Nabil sedikit berbisik namun Sinka dengan jelas mendengar setiap tutur kata yang keluar dari mulut Nabil. Sebenarnya Sinka sedikit merasa sakit pada hatinya, namun setalah Sinka berfikir, bagaimanapun Sinka tidak bisa terus - terusan Egois untuk melarang Naomi berpacaran dengan Nabil. Karena Sinka tau, ternyata Naomi juga menyimpan perasaan pada Nabil, semenjak Nabil masuk di SMA ini.


Dan Sinka sadari, ternyata Naomi sudah menyimpan perasaan pada Nabil bahkan sebelum Sinka menyimpan perasaan pada Nabil.

__ADS_1


"Maafin aku juga udah jadi penghalang kalian berdua, sekarang dan untuk kedepannya, aku rela kamu bersama Naomi, dan maafin aku atas semua keegoisan aku, Bil." Tutur Sinka yang kini membalas pelukan Nabil tak kalah eratnya.


"Makasih..." Lirih Nabil yang dengan perlahan melepaskan pelukannya.


"Gue boleh tanda tangan?" tanya Nabil dengan mengangkat spidol permanen yang ia bawa. Sinka pun melihat seragamnya yang ternyata penuh dengan coretan pilox dan spidol permanen. Nabil mengarahkan spidol itu tept di bagian lengan kiri atas seragam Sinka dan menuliskan tandatangannya disana.


"Sini..." Ujar Nabil dengan memberikan spidolnya pada Sinka dan memberikan bagian seragamnya yang ternyata masih terbebas dari coretan, tepat di depan bagian hati Nabil. dengan senang hati, Sinka pun menuliskan tandatangannya disana.


"Ini sebagai tanda, Nama loe akan tetap ada disini sebagai sesosok adik yang akan sangat gue jaga, karena gue nggak akan pernah dapetin adik selucu dan seimut Loe..."


"Nabil... jangan gitu, nanti aku nggakan pernah bisa bener - bener ikhlasin kamu sama Kakak aku. Kamu sadar gak, kalo sikap kamu terus kayak gini sama semua cewek yang kamu kenal, mereka akan langsung luluh dan jatuh hati sama kamu, termasuk aku yang pernah jadi korban kamu." Ujar Sinka dengan mendorong Nabil namun dengan tersenyum.


"Nggak ada yang ngelarang Loe mau jatuh cinta sama siapapun, Sin. Tapi loe juga harus bisa ikhlasin ketika loe memilih jatuh cinta sama orang yang ternyata udah lebih dulu menyimpan perasaan buat orang lain." Tutur Nabil dengan mengelus puncak kepala Sinka.


Tanpa mereka berdua sadari, ternyata sedari tadi, keduany menjadi tontonan semua siswa yang berada di sekeliling Nabil dan Sinka, hingga sebuah suara letusan dari Party Pooper menyadarkan Sinka dan Nabil.


"YEEEEYYYY... Akhirnya Nabil bisa pacaran sama mantan ketua OSIS Kita yang selama ini Jomblo nungguin Nabil!!!!" Teriak seseorang yang semakin membuat Nabil menatap teman - temannya dengan aneh.


"Pada gila loe!" Balas Nabil yang melah membuat teman - temannya tertawa.


***


Nabil hanya tersenyum ketika mengenang hal itu, baginya hari itu sangat indah untuknya, hal yang selalu ia inginkan ketika Naomi masih menjabat ketua OSIS di SMA nya, namun hingga Naomi sendiri lulus terlebih dahulu bersama Nando, Nabil sama sekali tidak bisa mendapatkan kebersamaan dengan Naomi, hingga akhirnya....


Blank


Hilang semua ingatan Nabil, sedikitpun Nabil tidak pernah bisa mengingat apapun setelah hari itu, bahkan ketika seperti apa hubungannya dengan Naomi dan sejauh apa, tak ada satupun yang bisa Nabil ingat. Hingga semakin Nabil paksa untuk mengingatnya, kepala Nabil malah semakin terasa sakit, bahkan hatinya juga merasa sangat perih, padahal Nabil tak mengingat kejadian apapun, namun sakit dihati Nabil semakin terasa sangat jelas hingga sedikit memyatnya meneteskan airmatanya.


Ada kejadian apa sebenarnya saat Nabil menjalin hubungan dengan Naomi, apakah ada sesuatu insiden hebat sebelum Nabil melakukan kesalahan pada Gaby, apakah ada sesuatu yang sangat ingin Nabil lupakan? atau dengan sengaja orang lain menghilangkan ingatan Nabil.


"Loe kenapa nangis, setan?" Tanya Adzril dengan raut terkejut, dan yang tiab - tiba sudah berada di sampignya dengan merangkul Nabil.


"Gue nggak tau, hati gue sakit banget Dzril... rasanya gue pernah terpuruk di satu keadaan yang nggak pernah lagi ingin gue inget, tapi apa... gue nggak tau!" Lirih Nabil sangat pelan dan memeluk Adzril sangat erat dan menyembunyikan majahnya dibagian perut dada depan Adzril.


Adzril yang kini bingung harus berbuat apa, hanya bisa mengelus kepala Nabil dengan sangat lembut, berharap Nabil bisa tenang kembali sebelum kedua gadis yang masih asik dibelakang keduany menyadari apa yang terjadi pada Nabil, karena ketika kedua gadis itu menyadari, maka otomatis keduanya juga tahu jika Nabil sebenarnya telah sembuh dari amnesianya, namun saat mendengar hal ini, Adzril menjadi ragu akan Nabil yang telah mengingat semuanya, mungkin Nabil hanya mengingat beberapa kenangnan saja, karena Nabil juga belum menceritakan semuanya pada Adzril.


"Loe belom mau kasih tau Gaby sama Ve kan, tentang amnesia loe, udah ya gausah nangis, ntar tu dua macan curiga." Bisik Nabil yang membuat Nabil mengangguk dan mengusapkan wajahnya pada baju Adzril untuk menghilangkan airmatanya.


"Kagak usah meper juga bangsat!!!"


Byur


Byurr


Adzril sengaja mendorong Nabil ke Kolam untuk menghilangkan bekas airmatanya, namun ternyata Nabil tengah memebang erat tangan Adzril sendiri hingga Keduanya sama - sama terjebur dalam Kolam bersamaan.


"Yaampunnnn!!!" Hela nafas lelah Ve melihat kelakuan saudara kembar didepannya yang seakan tidak ada habisnya bercanda.


"Hey, Kalian udah pada gila yah!" Kini Gaby yang sedikit kesal menatap Nabil dan Adzril yang kini malah saling mencipratkan air satu sama lain.


"Suami loe nih Ve, rese banget becandanya." Ujar Nabil pura - pura kesal pada Adzril, padahal Nabil tau tujuan Adzril mendorongnya kedalam kolam.


"Enak aja loe nyalahin gue!" Balas Adzril tak terima yang kini mulai menepi dan keluar dari dalam kolam.


"Ish... kan loe tau Nabil ini gampang banget kena flu kalo mandi air dingin tengah malem gini, kenapa becanda loe kayak gini sih,! Gab, ambilin anduk gih, tuh ada di sebrang kolam biasanya." Ujar Ve dengan menghampiri Nabil dan Adzril yang kini sama - sama tengah duduk disamping Kolam sama seperti sebelum mereka tercebur.


"Tau banget tentang gue kayaknya loe.." Goda Nabil dengan menatap Ve.


"Iya lah, loe sadar gak, gue pacaran ama kembaran loe ini udah hampir tiga tahun! Kalo hal kecil kayak gitu aja gue nggak tau, aneh banget gue ngapain aja sama kakak loe selama Ini?" Ujar Ve dengan menerima Handuk dari Gaby dan membersihkan Rambut Adzrli dengan lembut, sedangkan hal sama dilakukan Gaby juga pada Nabil.


"Bener juga apa yang Veranda bilang,dan gue cuma inget sebatas sampe hari kelulusan SMA gue, setelah itu, gue ngapain aja ya?" Benak Nabil dengan posisi kini Gaby tengah mengeringkan wajah Nabil dengan mengelapnya dengan Handuk.


"Bunda, Kenapa gue rasanya bisa sedeket itu sama bundanya Naomi, sejauh apa hubungan gue sama Naomi, dan kalo emang udah jauh banget, kenapa gue nggak pernah ceritain sama Adzril kalo gue punya cewek."

__ADS_1


"Nando... ya, Gue harus bicara sama Nando! Gue ngerasa ada yang nggak beres sama Key."


TBC


__ADS_2