Dihamilin Setan!?

Dihamilin Setan!?
Their Past


__ADS_3

"Keynal bangsat!!!!" Seorang pemuda yang diperkirakan berumur sama dengan nama seseorang yang ia teriaki karena posisi mereka yang cukup jauh. Sontak, Keynal yang namanya merasa dipanggil seseorang pun mengalihkan penglihatannya mencari sumber suara yang memanggil namanya.


"Nando???" Guma Key yang sedikit takut melihat tatapan tajam dari pemuda yang biasa dipanggil Nando, sekaligus musuh bebuyutan Key yang entah karena kejadian apa hingga membuat keduanya saling membenci satu sama lain.


"Loe apain lagi dia? hum?" Tanya Nando dengan kini mencengkram kuat kerah baju Key.


"Gue nggak ngerti loe ngomong apa!" Jawab Key dengan berusaha melepaskan cengkraman Nando.


"Gak usah sok bego! Gue tau kita jatuh cinta di orang yang sama, tapi selama ini gue ngalah, gue biarin dia mau jadian sama siapapun asalkan dia bahagia, tapi kenapa loe rusak kebahagiaan dia. Sebegitunya loe terobsesi sama Dia!?" bentak Nando dengan mendorong tubuh Key dengat kasar hingga membuat Key terpental dan jatuh.


"Ya, Itu bedanya kita, Nan... loe selalu ngalah sama hal apapun, meskipun lagi - lagi loe yang harus tersakiti. Tapi bagi gue, orang yang gue sayang, dia juga harus sayang sama Gue, dan seluruh hidupnya juga harus semua tentang gue, kalo dia nggak bisa gue miliki, maka seluruh semesta bahkan, nggak boleh ada yang miliki dia. Gue bukan orang bodoh kayak loe, Nan!" tutur Key yang membuat nando semakin emosi mendengar ucapan Key.


"Loe yang bodoh, kalo loe sayang sama Naomi, loe lepasin dia, biarin dia bahagia sama Nabil, sahabat Loe sendiri." Tutur Nando yang melihat Key kini berdiri dengan tenangnya dihadapan Nando.


"Sahabat???" Tanya Key dengan senyum liciknya.


"Gak ada dalam kamus gue yang namanya sahabat, nan." Lanjut Key dengan santainya duduk di bangku bawah pohon tanpa menghiraukan Nando yang masih sangat emosi menatap Key.


***


Terlihat seorang gadis tengah menatap lekat pada seorang yang kini berlutut dihadapannya dengan sebucket bunga yang masih setia bertengger didepan gadis itu.


"Mi, gue tau, ini mungkin terlalu cepat buat loe, tapi maaf dari lubuk hati gue yang paling dalam, gue jatuh cinta sama loe, gue nggak tau ini sejak kapan, tapi semakin kesini, rasanya gue nggak bisa jauh dari loe, gue terlalu nyaman akan semua sikap loe yang perhatian, mungkin menurut loe, semua perhatian yang loe lakuin ke gue, juga loe lakuin ke Nando sebagai sahabat loe, tapi maaf, bagi gue itu semua terlalu berlebihan untuk sekedar seorang sahabat, Gue udah bener - bener sayang sama loe melebihi sahabat, Mi... loe mau jadi pacar gue?" Tutur pemuda yang tak lain adalah Key.


Dan Gadis yang diketahui bernama Shinta Nomi atau lebih akrab disapa Naomi, masih setia menatap pada Key dengan tatapan bingung, sedih, dan lebih kearah kecewa. Bahkan, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan sepatah katapun.


"Key..." Gumam Naomi yang kini airmatany mulai turun membasahi pipinya. "Maaf Key, gue nggak bisa, gue lebih nganggep loe sama nando itu hanya sebatas Kakak gue, nggak lebih Key. rasa sayang gue sebagai kakak, sama loe maupun Nando, itu sama aja Key, bahkan jika Nando sekrang yang ada dihadapan gue pun, jawaban gue sama, gue nggak bisa Key."


Keynal yang mendengar bagaimana jawaban Naomi pun kini menatap tak percaya pada Naomi, Key kecewa, bagaimana bisa ketika ia sangat mencintai gadis dihadapannya ini, malah hanya menganggap dirinya sebagai sosok Kakak.


"Gue mohon, Mi! Gue nggak bisa lagi jatuh cinta sama cewek lain, Cuma loe yang bisa buat gue jatuh cinta lagi setelah sekian lamanya." Tutur Key yang masih setia berlutut memohon dihadan Naomi.


"Maaf Key, sekali lagi maafin gue, jujur Gue hadir diantara loe sama Nando, bukan bertujuan untuk ini, tapi gue nyaman sama kalian berdua, tapi nyaman dalam artian kalian yang bisa lindungi gue sebagai sosok kakak gue, nggak lebih Key, sekali lagi gue minta maaf, tapi bukan ini yang gue mau ketika gue mutusin buat ada ditengah - tengah kalian." Tutur Naomi dengan sedikit mundur. "Terlebih lagi, gue udah lebih dulu jatuh cinta sama seseorang, Key. dan itu bukan loe ataupun Nando."


"Siapa, Mi?" Tanya Key yang kini menatap Naomi dengan pasrah.


"Gue yakin, loe pasti kenal sama dia, Key... dan gue mohon, izinin gue bahagia sama Dia, dan loe tetep jadi sosok kakak terbaik dalam hidup gue Key." Tutur Naomi yang kini berbalik meninggalkan Key yang kini semakin terpuruk menatap bunga yang kini ia remas sangat kuat.


"Maaf, Mi! Gue nggak bisa biarin loe bahagia sama siapapun, kecuali sama gue." GumamKey dengan membuang kesembarang arah dan lalu meninggalkan tempat yang akan menjadi kenangan terpedihnya.


Beberapa waktu kemudian...


"Halloo... ngapa, nyet?" Sapa Key pada lawan bicaranya disebrang telpon.


"Jadi kagak?" Jawab lawan bicara Key yang tak lain adalah Nabil.


"Jadi apaan? Jadi batu?"


"lah si bangsat, pan loe kemaren ngajak nyari bahan buat praktek lusa gimana, sih!"


"Oiya... yaudah gue otw, loe langsung aja ke cafe deket kampus kita, nanti kita ketemuan disana."


"Yaudah, jan ngaret loe ye..."


tutt...


Keynal mematikan telfonnya secara sepihak.


Skip


Sedangkan ditempat lain, terlihat Nabil tengah menunggu Key dengan sabarnya disebuah cafe yang sebelumnya mereka rencanakan. Tak berselng lama, Keynal terlihat baru saja turun dari sebuah motor ojek online dan langsung menghampiri Nabil yang juga beranjak mendekati Key.


"Gimana? langsung aja apa kita?" Tanya Key setelah Nabil berada di dekatnya.


"Loe nggak makan dulu?" Tanya Nabil.


"Kagak dah, udah makan gue tadi dirumah." Balas Key yang hanya diangguki Nabil dan keduanya langsung menghampiri mobil yang biasa Nabil pakai.


Diperjalanan mereka ditemani lagu yang diputarkan oleh Key dari radio, sambil sesekali mereka mengobrol hal yang sangat random, ya begitulah mereka, seperti sepasang sahabat pada umumnya. Sahabat yang berawal ketika keduanya duduk di bangku SMA, padahal keduanya berasal dari kelas yang berbeda, karena satu inseiden, dimana ketika Key melihat Nabil tengah dikeroyok beberapa murid yang entah karena alasan apa, Nabil bisa berurusan dengan murid yang cukup dikenal kurang baik disekolahnya itu.


"Btw, Nyet... cewek yang waktu itu, loe udah tau gak namanya siapa?" Tanya Nabil tiba - tiba, sontak saking randomnya obrolan mereka, Key terdiam sejenak mengir - ngira, siapa yang Nabil maksud.

__ADS_1


"Itu lho... yang kita gak sengaja ketemu di club." Lanjut Nabil yang semakin membuat Key terheran, pasalnya setiap di club, keduanya pasti bertemu dengan wanita yang berbeda - beda stiap saatnya.


"Loe ngomong yang jelas ngapa... yang di club mana, tiap kita ke club juga pasti ketemunya cewek anjirr!" Ujar Key yang membuat Nabil berfikir benar juga apa yang Key katakan.


"Yang hampir loe pake, tapi tu cewek brontak dan malah meluk gue..." Ujar Nabil akhirnya yang membuat Key terfikir kearh satu kejadian diamana mereka bertemu seorang gadis yang mereka kira pegawai club tersebut, namun ternyata gadis itu hanyalah seorang pengunjung yang tengah mabuk berat, dan yang anehnya, Key dan Nabil dengan sangat bijak membawa gadis itu pulang kerumahnya, walaupun awalnya Nabil menolak, namun salah satu pegawai club yang cukup mengenal gadis itu, dan memohon pada Nabil dan Key untuk mengantarkannya pulang.


"Oiya, gue inget... Kenapa emangnya loe nanyain dia? demen loe?" Ujar key akhirnya.


"Demen sih kagak, cuman asik juga kalo kita jadiin temen buat kalo lagi males ke club. Itung - itung jadiin bartender lah..." Usul Nabil yang membuat Key menatap curiga.


"Menurut gue bukan ide yang bagus deh, loe aja tau kalo loe lagi mabok, liarnya kek gimana. salah - salah loe hamilin anak orang gimana." Ujar Key yang mengucapkan kalimat yang bersebrangan dengan fikirannya yang sebenarnya.


"Hamil tinggal nikahin, udah anaknya lahir, tinggalin aja udah, susah amat hidup loe key..." Balas Nabil dengan santainya.


"Ya kalo loe udah ikhlas di gantung sama bokap loe, ya silahkan aja sih. cuman loe jangan bawa - bawa nama gue." ujar Key yang membuat Nabil menatapnya.


"Kagak lah gila, lagian setelernya gue, mudah - mudahan jangan lah kalo sampe ngerusak masa depan anak orang, gue belom punya apa - apa buat nanggung hidup orang lain." Tutur Nabil yang kembali fokus pada jalanan.


"Oiya, kalo semisal kembaran loe tau, kalo ternyata loe suka mabok, main di club, gimana ya kira - kira reaksinya?" Tanya Key ketika teringat jika tidak ada seorangpun yang tahu jika Nabil sedikit agak nakal dibelakang keluarganya.


"Paling gue digamparin abis - abisan sama dia, dulu aja pas ketauan di lemari gue ada botol minuman kosong, gue digamparin abis - abisan ama dia. padahal gue gk tau itu botol ada dari sejak kapan." Tutur Nabil yang membuat Key tertawa mengingat diman Nabil berangkat sekolah dengan memakai masker dan sweater hoddie untuk menutupi luka di sekitar wajahnya.


"Lagian loe, aneh - aneh aja, segala nyimpen botol kek begituan..."


Percakapan keduanya masih terus berlanjut hingga keduanya tiba di tempat tujuan.


"Loe mau nyari apaan emang key?" Tanya Nabil setelah keduanya sama - sama turun dari Mobil yang sebelumnya Nabil kendarai.


"Gue mau nyari Motherboard, sama beberapa komponen pc, sekalian buat upgrade pc gue yg ada dirumah." Ujar Key yang diangguki Nabil.


"Yaudah, kita cari barang yang kita butuhin aja dulu masing - masing dah, ya..." usul Nabil yang langsung Key angguki.


Keduanya berpencar mencari barang yang sama sama merka butuhkan, Nabil menuju tempat dimana tersedia barang - barang yang berbau mesin kendaraan. dari satu rak ke rak yang lainnya Nabil berjalan tanpa memperhatikan sesuatu yang ada di depannya, hingga...


Bruk


Nabil menabrak seseorang yang sepertinya juga sama tak memperhatikan sekitarnya.


"Adoohhh... jalan tuh pake mata dong, mbak." Kesal Nabil tanpa melihat siapa yang ia tabrak.


"Bisa bisanya, ye.... Lah? elo ngapain disini?" Kaget Nabil yang baru menyadari siapa orang yang ia tabrak.


"Pertnyaan bagus, Mas..." Ujar gadis itu yang malah bingung menatap Nabil. "Emang mas sendiri ngapain disini?"


"Gue lagi nyari bahan - bahan daleman mesin." Jawab Nabil dengan polosnya.


"Yaitu, gue ditempat yang sama, sama loe, berarti gue juga lagi ngelakuin hal yang sama juga sama loe, gimana sih." Kesal gadis itu dengan menatap Nabil yang malah tersenyum menatap raut kesal gadis didepannya.


"Loe nggak inget gue?" Tanya Nabil masih dengan senyuman yang sama.


"Emang loe siapa, artis?" Tanya balik gadis itu yang masih kesal menatap Nabil.


"Ya... bukan artis juga, sih. Tapi loe inget gak kejadian pas di club starlight." Jawab Nabil yang sukses membuat gadis itu melotot menatap Nabil dengan amarah yang sepertinya siap meledak.


"OHHH JADI ELO YANG MAU PERK..." teriak Gadis itu yang langsung Nabil bekam mulutnya.


"Gausah treak - treak juga anjir... dan bukan gue yang mau perkosa loe, loe justru minta tolong sama Gue, karna ada yang mau perkosa loe." Ujar Nabil dengan melepaskan lengannya dari mulut gadis itu.


Gadis itu terdiam memperhatikan Nabil dari atas sampai bawah dengan mengingat beberapa hari lalu saat dirinya dikejar seorang dan malah menubruk Nabil dan memeluknya sambil meminta tolong pada Nabil.


"Ya sorry, deh... dan maksaih banget sebelumnya loe udah mau nolongin gue dan anterin gue pulang dengan selamat." Ujar gadis itu dengan tertunduk malu.


"Gue Nabil..." Nabil mengulurkan tangannya kehadapan gadis itu berniat mengajaknya berkenalan.


"Nama gue Gaby..." Balas Gadis yang tak lain adalah Gaby, setelah mengetahui Nama gadis didepannya, Nabil melepaskan jabatan tangannya dengan Gaby.


"Loe kuliah jurusan mesin juga?" Tanya Nabil berbasa - basi.


"Nggak, gue blom kuliah, gue masih SMA." Balas Gaby yang sukses membuat Nabil menatap tak paercya pada Gaby.


"Mana ada gadis SMA yang mukanya udah kayak tante - tante gini!? Mana maennya di club lagi." Ujar Nabil yang sukses membuat Gaby kembali menatap kesal pada Nabil.

__ADS_1


"Makasih banget lho, buat pujiannya." Balas Gaby dengan mengalihkan wajahnya karena kesal menatap Nabil.


"Iya udah deh... sorry, btw kap..."


"Lama amat loe, nyet..." Sebelum kalimat yang akan Nabil ucapkan, Key terlebih dahulu memotongnya dengan menenteng todbag yang pasti isinya barang - barang yang yang ia perlukan.


Gaby sendiri begitu mendengar Key menyapa Nabil, langsung memperhatikan Key dari atas hingga bawah dengan seksama, rasanya Gaby pernah melihat sosok pria didepannya ini,dan ketika Gaby teringat persis siapa Key, tiba - tiba...


Plak


"Anjirrr!!! Koq gue ditampar sih, loe siapa?" Ujar Key dengan kesal dan bingung menatap Gaby. sedangkan Nabil hanya bisa menatap kaget atas apa yang baru saja Gaby lakukan pada Key.


"LO YANG MAU PERKOSA GUE KAN WAKTU ITU!?" Teriak Gaby didepan Key hingga kini ketiganya menjadi pusat perhatian.


"Eh... maaf - maaf, kita cuma lagi bercanda, mohon maaf semuanya." Ujar Nabil dengan menunduk pada semua orang yang menatap tajam pada ketiganya. Sontak Nabil mendorong kepala Gaby dan Key yang membuat keduanya sedikit terhuyung kebelakang.


"Bego banget sih loe berdua, kalo kita digebukin disini gimana!?" Kesal Nabil dengan menatap tajam pada Key dan Gaby.


"Ya... salahin ini dia nih, gue gak tau apa - apa, tiba - tiba ngegampar aja, dikira kagak sakit apa." Elak Key dengan menunjuk Gaby yang kini menatap tak percaya pada Key.


"Gak tau apa - ap..."


"Syuuutttt... udah jan berisik, mending kita ngobrol diluar aja." Ujar Nabil yang menarik Gaby kearah kasir untuk membayar semua belanjaannya. sedangkan Gaby dengan masih menatap nyalang pada Key tetap mengikuti Nabil karena tangannya yang Nabil pegang dengan erat.


Setelah Nabil dan Gaby membayar total belanjaannya masing - masing, kini ketiganya tengah duduk bertiga di bangku yang ada di taman yang tak jauh dari tempat mereka berbelanja tadi.


"Eh, Gue masih belom terima, yah! Gimana loe bisa santai - santai aja setelah apa yang mau loe perbuat sama dedek lucu yang masih polos ini tempo hari lalu." Ujar Gaby ditengah heningnya ketiga remaja itu dimana Nabil duduk ditengah antara Gaby dan Keynal.


"Saran gue, loe ngaca deh sebelum bilang kek gitu, muka udah kek tante girang gitu masih aja bilang dedek lucu... lucuan juga monyet gue yang ada dirumah." Balas Key yang kembali terpancing oleh ucapan Gaby.


"Maksud loe apa banding - bandingin gue sama monyet?" Tanya Gaby yang kini berdiri menghadap Key yang sepertinya siap untuk menerjang Keynal yang kini malam membalas tatapan Gaby dengan lebih menantang. Namun Nabil dengan sabarnya membawa Gaby kembali duduk.


"Udah yailah.... pusing gue dengerin kalian ribut. Lagian loe juga Key, apa susuahnya sih buat minta maaf sama ni cewek, trus loe juga, siapa nama loe tadi, Beby?" Ujar Nabil dengan diakhiri menatap Gaby.


"Muke loe kayak babi, Gaby nama gue, pake ganti - ganti nama orang lagi."Ujar Gaby yang juga malah memarahi Nabil.


"Nah, loe liat, ngeselin kan ni cewek, kagak sadar diri emang nianak, mending beneran kita pake aja kagak sih Bil?" Usul Key yang membuat Nabil menatap cept kearah Key dengan mata yang melotot.


"Eh jaga yah mulut loe, pake - pake, emang loe pikir gue cewe apan?" Kembali Gaby tersulut emosinya.


"Udah... udah... astaga, Gaby, Key, Udah plis pusing gue dengernya. Lagian, Gab, Gue ajak loe kesini tuh buat ngajakin loe kumpul bareng, kan loe suka minum tuh, gue sama Key juga sama brengseknya, jadi niatnya gue mau ajak loe minum bareng gitu, loe tenang aja, gue sama Key bukan cowok suka gonta ganti cewek buat chek in koq..."


"Gila loe, ogah banget gue ngumpul bareng sama kalian, tiba - tiba gue hamil, loe pada mau tanggung jawab emang?" Ujar Gaby dengan mentapa bingung sekaligus marah pada Nabil, sebaik - baiknya orang juga, kalo udah dibawah pengaruh alkohol, pasti lupa segalanya, setidaknya seperti itulah fikiran Gaby atas ajakan Nabil.


"Key..." Panggil seseorang dari belakang ketiganya, sontak ketiga orang itupun menengok kearah Gadis yang memanggil Key tadi.


"Ngapain loe?" Tanya Key saat gadis itu kini berada diantara ketiganya.


"Nggak ngap - ngapain, gue cuma mau nyapa, Hay, Nabil..." Jawab gadis itu setelah menggeser sedikit tubuh Key yang kini gadis itu duduk persisi disebelah Nabil.


"Hay, mi..." Balas Nabil menyapa kembali pada Gadis yang tak lain adalah Naomi.


"Hay..." lagi Naomi mengulurkan tangannya kearah Gaby, sontak Gaby pun bingung akan maksud Naomi.


"Nama Loe siapa?" lanjut Naomi yang tak mendapat respon apapun dari Gaby.


"Oh... hay juga, nama Gue Gaby." Balas Gaby akhrinya dengan tersenyum.


"Hay Gaby, gue Naomi, tunangannya Nabil..."


plak


Dengan teganya Key menepuk kepala belakang Naomi yang kini menatap tajam pada Key.


"Tunangan matalo ada tiga... Nabil aja belom tentu mau pacaran sama Loe." Ujar Key dengan menatap malas pada Naomi.


"Gue yakin sih, Nabil bakal jadi orang yang bakal nyesel seumur hidupnya kalo gak mau jadian sama Gue." Ujar Naomi dengan sangat PD nya. sedangakan Nabil hanya tersenyum dan mengacak sedikit rambut Naomi. Nomi yang diperlakukan seperti itu hanya bisa menahan rasa bahagianya dalam hati.


"Ngehayal aja dulu deh ya, Mi... siapa tau besok atau lusa, gue dapet hidayah buat jatuh cinta sama Loe." Ujar Nabil yang membuat Naomi semakin menyembunyikan raut merah wajahnya.


"Jijik banget najis gue dengerin ini semua, dah lah, gue cabut..." Pamit Gaby yang sedari tadi melihat Naomi, Key dan Nabil.

__ADS_1


"Ohiya... loe, jaga nih dua bodyguard loe, rukiyah bila perlu, biar pada bener dikit otaknya." Lanjut Gaby sebelum terlalu jauh berjalan meninggalkan ketiganya.


TBC


__ADS_2