
Tepat dua hari setelah Nabil menyadari jika Veranda sudah tau dari awal tentang perasaannya, Nabil lebih sering menginap di rumah Key yang memang selalu sepi, karena Keynal seorang anak tunggal yang hanya tinggal berdua dengan ibunya, sedangkan Ayahnya sudah lama bercerai dengan ibunya. Dan karena hal itulah Ibu Key kini menjadi sesosok wanita yang kuat, yang menanggung sembua beban dirinya dan Key sendirian, dengan Bekerja dan bekerja, bahakan tak jarang Ibu Key bekerja di luar negeri dalam tempu waktu yang cukup lama. seperti sekarang, Key mengatakan pada Nabil jika Ibunya kini tengah berdinas di singapore untuk dua bulan kedepan. Beruntunglah Nabil bisa menjadikan alasan menemani Key selama ibunya pergi, untuk menghindari pertemuannya denga Veranda maupun Adzril.
Sampai saat ini, Nabil belum mengetahui jika sebenarnya Adzril sudah mengetahui perasaan Nabil pada Veranda, sedangkan Adzril juga belum mengetahui tentang Nabil yang kini telah menjalin hubungan dengan seorang Gadis bernama Naomi, bahkan belum ada satupun dari keluarga Nabil mengetahui, bahkan mengenal siapa itu Naomi. Karena Nabil sendiri mengatakan pada Naomi, jika akan mengenalkan Naomi pada keluarganya, saat nanti dirinya telah siap untuk bertunangan langsung dengan Naomi. Yang Nabil rencanakan nanti saat Ayah Nabil mengizinkan Adzril bertunangan dengan Ve.
"Dari kemaren kita minum gini berdua - duaan doang, boring gak sih, Bil?" Tanya Key yang memang keduanya kini tengah asik meminum - minuman beralkohol tepat di rumah Key.
"Loe kalo mau ke Club, gapapa Koq, Nal... gue lagi males banget buat jalan." Balas Nabil yang terlihat wajahnya begitu memerah karena pengaruh alkohol yang tinggi.
"Sebenernya gue juga males sih kalo ke Club, gue punya ide, gimana kalo kita Boking cewek aja buat jadi bartender kita malam ini? Gue yang tanggung semuanya dah. Loe cuma ikut - ikutan aja. Tenang aja, gue janji Naomi nggak akan tau soal ini." Ujar Key yang tanpa Nabil merespon apapun, Key tetap akan melancarkan aksinya walau hanya sendiri.
"Terserah loe, Key." Balas Nabil seadanya.
"Yaudah loe tunggu sini, gue mau ketempat Tante, siapa tau ada stok Cewek yang masih muda." Ujar Key yang tanpa menunggu jawaban dari NAbil yang kini sudah teler berat.
Skip...
Setelah berselang beberapa saat, Key kembali dengan membawa Gadis yang tak asing lagi dimata Nabil maupun Key, siapa lagi kalau bukan Gaby. Keynal menemukan Gaby yang tengah dalam keadaan mabuk ditempat yang sebelumnya Keynal ingin menyewa seorang wanita, namun melihat Gaby yang hendak di gauli oleh seorang om - om, Key juga merasa kasihan dan akhirnya Key memutuskan untuk membawa Gaby kerumahnya saja, karena dirumahnya juga ada Nabil, jadi Key tak akan mendapat tuduhan macam - macam ketika Gaby sadar nanti.
Ketika sampai ditempat Nabil berada, Key mendapatinya kini tengah tertidur dengan pulasnya diatas kasur yang cukup ditempati untuk berdua.
"Masa gue tidurin Gaby di sofa?" Gumam Key dengan masih menggendong Gaby yang sudah tak sadarkan diri dan kembali menatap ksur yang masih tersisa luas untuk bisa Geby tempati.
"Ah, udah sama - sama teler ini, gapap kali yah, gue tidurin disamping Nabil..." Gumam Key dengan membawa Gaby kesamping Nabil dan menidurkannya tepat disamping Nabil.
***
"Nggak perlu gue ceritain gimana loe keroyok gue sama Nabil sampe gue sama Nabil koma selama tiga bulan, kan?" Tanya Key yang masih duduk di kursi sebuah taman bersama dengan Nando.
Semuanya cerita yang Key ceritakan membuat Nando sangat ragu untuk percaya pada semua yang Keynal ceritakan sedari tadi.
"Terusin... sampai kemarin kenapa Naomi nangis lagi dan datang ke, gue." Ujar Nando masih setia mendengarkan cerita Key yang sama sekali tidak Nando percayai.
"Gue nggak tau, semenjak gue sadar aja, gue belom ketemu sama Naomi lagi, Nan. mungkin Naomi udah ketemu sama Nabil trus kaget lieat Gaby udah hamil anak Nabil." Ujar Key dengan kesal menatap Nando yang memaksanya mengetahui alasan Naomi mengadu kembali pada Nando.
"Waktu itu, Gue yang baru bangun, kaget tiba - tiba liat Nabil sama Gaby yang udah tanpa busana, ditambah lagi Naomi yang tiba - tiba datang kerumah gue dan liat posisi Nabil sama Gaby gimana, gue nggak nyangka mereka bisa ngelakuin hal itu disaat sama - sama nggak sadar, dan parahnya lagi tuanak Hamil lagi." Ujar Key yang membuat Nando berfikir, ternyata dirinya salah selama ini selalu menyalahkan Key, tanpa mendengar penjelasan Key tentang ini.
"Selama ini yang udah nyakitin Naomi tanpa sadar itu bukan cuma Gue doang, Nan. Andaikan loe nggak buat gue sama Nabil koma, gue yakin Naomi pasti akan baik - baik aja, Loe hajar Nabil sampe hilang ingatannya, itu sama saja loe secara nggak langsung pisahin Naomi sama seseorang yang dia sayangin, Nan. meskipun akhirnya Naomi nggak bisa sama Nabil, seenggaknya Nabil mengenal siapa Naomi dalam kehidupannya." Tutur Key yang membuat Nando berfikir krmbali dan mengingat bagaimana dirinya dan teman - teman Gengnya Nando mengajar Key dan Nabil hingga koma.
"Gue terlalu kecewa sama Loe dan Nabil, Key. Tapi gue lebih kecewa sama diri gue sendiri saat itu, kenapa gue bisa percayain Orang yang kita berdua sayangin buat lelaki yang malah membuat hancur Naomi. Gue terlalu gelap mata saat itu. Gue nggak akan minta maaf soal kejadian hari itu, Tapi gue mau minta satu hal sama loe, untuk kali ini, izinin gue bahagiain Naomi sendiri Key." Ujar Nando yang membuat Key tersenyum meremehkan.
"Kita bersaing sehat lagi aja, Nan. Siapa yang benar - benar bisa bahagiain Naomi, dia yang akan berdiri dihadapan penghulu Nanti." Usul Key yang membuat Nando kembali menghela nafas.
"Terserah loe Key, gue cape hadepin loe yang keras kepala gini." Ujar Nando yang kini meninggalkan Key.
"Inget, Nan! Yang naomi benci itu Nabil, bukan Gue." Teriak Key yang masih Nando abaikan bahkan hingga Nando menaiki motornya dan benar - benar menghilang dari pandangan Key.
"Loe salah Key, Gue udah tau semuanya... dan Loe yang gue benci." Ujar Seseorang yang sangat Key kenal suaranya. "Gue akuin, loe sorang pendongeng yang handal..."
Key terkejut mendapati seorang Gadis tengah menatap Key dengan airmata yang membasahi pipinya.
***
Sedangkan ditempat lain diwaktu yang sama, terlihat Nabil dan Adzril tengah sama - sama duduk diatas batu besar dengan pemandangan danau yang sangat indah didepannya, Sebelumnya Adzril menceritakan bagaimana Lukisan yang Nabil sendiri nobatkan sebagai lukisan terbaik versi dirinya dan kisah apa yang ada di balik lukisan itu. Sebenarnya Adzril ragu untuk menceritakan hal yang sangat Adzril tutupi dengan rapat selama ini, tentang bagaimana dirinya mengetahui bahwa kembarannya ini mencintai gadis yang juga dia cintai.
__ADS_1
"Ternyata dugaan gue nggak meleset, ternyata kalian yang ngebet banget buat nikah, karna kalian takut, perasaan gue pada Ve akan gue rasain kembali." Ujar Nabil tiba - tiba yang membuat Adzril menatap Nabil dari samping.
"Ve pernah bilang sama gue kemaren, dia bilang gue nggak akan pernah bisa rebut apapun yang udah jadi milik loe, Dzril. Dan ternyata itu benar adanya. Bahkan takdir aja nggak setuju buat gue rebut gadis yang sangat loe sayang, dengan cara hilangin semua yangpernah gue rasa, yang pernah gue inget."Lanjut Nabil yang masih mentap jauh kedepan.
"Dan karena hal itulah gue sedikit percaya pada Gaby, kalo yang sedang dia kandung itu anak Loe, Bil. Karena setelah loe ngelukis, tiga hari kedepan loe nggak pulang kerumah, dan gue sama mamah, sama papah, nggak tau apa yang loe lakuin selama berada di rumah Key. Meskipun gue sedikit ngerasa geli tentang mimpi Gaby dan Key, tetep aja, alasan gue percaya sama Gaby, ya itu, gue nggak tau apa yang loe lakuin. Ditambah lagi gue tau loe yang sering keluar masuk Club, juga sering mabuk parah, walaupun ketika loe mabok nggak pernah pulang, gue nggak bener - bener ngelepas loe sama Key gitu aja, Bil." Tutur Adzril yang membuat Nabil kini menatap Adzril dengan terkejut.
"Gue suka mabok?" Tanya Nabil memastikan.
"Di belakang gue, Nyokap sama Bokap, Iya, Bil. dan itu yang buat gue sedih dan nggak bisa ngelepas Ve buat loe, Gue takut loe kecewain Ve karena sifat buruk Loe, Andaikan loe orang baik, gue pasti rela Ve sama Loe. Meskipun gue juga nggak jauh beda dengan loe, tapi tentang nafsu dan pergaulan, masih bisa gue atasi sendiri." Ujar Adzril dengan tersenyum.
"Kalo loe sampe tau tentang hal yang gue rahasiain dari loe sama bonyok, mungkin loe kenal sama seorang Gadis yang kemarin tiba - tiba datang kerumah terus maki - maki Gaby." Tanya Nabil saat teringat akan Gadis yang tidak ia kenal atau mungkin ia lupa pada gadis itu, tiba - tiba memaki Gaby dihadapan dirinya dan Erna.
"Gadis siapa? gue aja gak tau giman loe bisa kenal sama Gaby, terus hamilin dia, gue cuma ngira, loe lagi mabok berat, terus tanpa sadar loe perkosa Gaby. Udah gitu aja, dan hal itupun hanya perkiraan Gue saat gue ingat loe suka mabok di club sama Key, dan ketika tes DNA, kalin cocok. dari situ gue tarik kesimpulan, loe nggak sengaja udah rusak masa depan anak orang." Ujar Adzril yang kembali teringat ucapan Ayahnya saat pertama kali membawa Veranda kerumahnya untuk Adzril perkenalkan siapa Veranda pada Daren dan Erna.
"Bahkan, bokap loe..."
"Bokap loe juga..." Potong Nabil saat mengatakan jik Daren seolah - olah bukan ayah dari Adzril.
"Iya, si Daren maksudnya..." Balas adzril yang tiba tiba tertawa melihat wajah Nabil tercengang mendengar Adzril seolah tak mau mengakui siapa Ayahnya.
"Ngadi - ngadi emang.." Ujar Nabil dengan juga ikut tertawa saat melihat Adzril tertawa sangat keras.
"Bokap ngelarang loe buat pacaran dulu, pas pertama gue bawa Ve pas kita masih SMA, Bokap marah banget sama Gue, pas Ve udah gue anter pulang, bahkan loe yang gak tau apa - apa malah ikut kena omel bokap, dan ngasih loe ultimatum, kalo loe nggak boleh dulu pacaran sampe lulus kuliah, makanya cewek asing yang pertama kali masuk rumah kita, ya cuma Veranda. walaupun awal - awal papah nggak restuin gue sama Ve, tapi lama - kelamaan karena Ve katanya bawa dampak Positif buat gue, ya Papah juga luluh, karena kata Papah, cuma Veranda yang bisa bungkam semua Argumen gue yang salah." tutur Adzril yang membuat Nabil mengangguk dan teringat ketika Ayahnya melaran Nabil untuk menikah dengan Gaby saat dirinya baru saja sadar dari koma panjangnya.
"Tapi loe aja sampe tau gue suka ke Club, harusnya loe juga tau siapa aja cewek yang deket sama Gue, dong?" Kekeh Nabil yang penasaran dengan siapa gadis yang kemarin melabrak Gaby.
"Gue nggak sedalam itu mantau loe, Bil. Gue nggak mau ngekang loe, karena gue juga males banget kalo di kekang." Ujar Adzril yang membuat Nabil hanya mengangguk mengerti.
"Emang kemaren ada cewek yang dateng ke rumah?" Tanya Adzril.
"Gue nggak tau, bahkan, loe aja nggak pernah cerita apapun tentang cewek yang loe kenal. jadi singkatnya gue nggak pernah tau loe punya temen cewek, kecuali calon kakak ipar loe." Ujar Adzril yang membuat Nabil sedikit tersenyum mendengar Adzril menyebut Ve sebagai calon kakak iparnya.
"Eh... tapi tunggu! mungkin loe bisa tanyain hal ini sama Key, dan mungkin ini juga alasan kenapa Nando tiba - tiba ngeroyok loe sampe mau mati. Karena gue sendiri nggak pernah tau alasan Nando kenapa bisa sebenci itu sama loe dan Key." Lanjut Adzril ketika mengingat Key yang setelah tes DNA waktu itu, belum lagi terlihat batang hidungnya, padahal dulu Key sering mengunjungi Nabil saat berada di rumah, bahkan sampai menyebut Erna dengan sebutan Mamah, karena saking seringnya menghabiskan waktu berdua dengan Nabil.
"Oiya, bahkan gue aja lupa punya sahabat frik sejenis Key." Ujar Nabil yang juga teringat jika Key akhir - akhir ini belum menemuinya. Padahal, Key sendiri pernah bilang pada Nabil tentang sedekat apa Nabil dan Key, hingga sudah Erna anggap sebagai anaknya sendiri.
"Oiya, Kak..." Lanjut Nabil yang membuat Adzril langsung menatap Nabil, karenap pasalnya ketika Nabil sudah menyebutnya dengan embel - embel 'Kak', maka biasanya Nabil akan menyampaikan hal serius padanya.
"Loe bahagia terus, yah sama Ve. Karena gue yakin, ketika gue bisa liat loe bahagia sama Ve, maka gue juga akan lebih bahagia sama Gaby." Tutur Nabil yang membuat Adzril tersenyum haru pada kembarannya ini, Adzrilpun merangkul Nabil hingga sedikit mepet padanya.
"Ketika anak pertama gue lahir, maka itu juga menjadi pertanda kita akan menjalani hidup kita masing - masing." Lanjut Nabil yang tanpa Nabil sadari ternyata Adzril sudah tak bisa membendung lagi airmatanya.
"Loe nggak akan, dan sangat nggak akan pernah pergi kemana - mana! Loe sama Gue lahir di hari yang sama, dari rahim yang sama, dan besar dari ASI yang sama, Kalo gue bahagia, berarti kita harus bahagia sama - sama, Bil! Itulah garis takdir kita. Meskipun raga kita berpisah, tapi jiwa kita akan tetap satu." Tutur Adzril yang kini membuat Nabil juga meneteskan airmatanya.
"Meskipun suatu saat nanti kita hanya bisa mendukung masing - masing hanya melalui Do'a. tapi jiwa loe akan tetap disini..." Lanjut Adzril dengan menunjuk hatinya sendiri. "Begitupun jiwa Gue yang juga akan tetap hidup di sini."
Nabil kini mentap adzril yang pipinya sudah dibanjiri Airmata Harunya.
"Cengen banget loe, udah mau nikah juga." Ejek Nabil dengan menyentil sedikit jidat Adzril.
"Elo ngaca, cengeng banget udah mau punya anak juga." Balas Adzril tak mau kalah.
Entah lupa atau memang tak menyadari, sebenarnya sedari tadi keduanya diperhatika pasangan keduanya masing - masing, siapa lagi jika bukan Veranda dan Gaby. Memang sedari awal mereka jalan - jalan ditemani pasanganya masing - masing, namun dengan sok ngidenya, Nabil ingin memisahkan diri bersama Adzril dan membiarkan Gaby dan Ve berjalan - jalan. Namun nampaknya Obrolan kedua saudara kembar itu lebih menarik untuk diperhatikan, menurut Ve dan Gaby, walaupun Gaby sedikit kecewa ketika Azdril menceritakan bagaiman Cinta pertama mereka berdua jatuh di satu gadis yang sama.
__ADS_1
"Loe beruntung banget, Ve. bisa di cintai dua orang hebat seperti mereka." Gumam Gaby yang sedikit iri pada, Ve. Gaby berfikir, jika saja dirinya tidak hamil, Nabil mungkin tidak akan menghiraukan keberadaan Gaby, meskipun Nabil telah mengambil mahkotanya.
"Gue malah sempat ngerasa jadi benalu dalam kehidupan mereka, yang awalnya baik - baik aja sebelum gue hadir diantara mereka, dan secara gak langsung, gue yang bersalah atas diri loe, Gab. mungkin jika gue gak hadir diantara keduanya, Nabil nggak akan jadi seliar itu dibelakang Adzril." Tutur Ve dengan tersenyum menatap punggung Nabil dan Adzril yang masih saling merangkul satu sama lain.
"Mungkin emang udah nakal sebelum ketemu Loe, Ve. cuma nggak ada yang tau." Sanggah Gaby yang juga sama tengah tersenyum menatap punggung sikembar.
"Udahan dulu kali quality timenya. Kita juga mau diperhatiin kalian." Ujar Ve sedikit agak keras berharap Nabil dan Adzril mendengarnya. Dan tentu saja, Nabil dan Adzril langsung mengalihkan pandanganya yang masih berlinang airmata ke arah sumber suara.
"Cengeng banget loe berdua..." Lanjut Ve saat melihat Nabil dan Adzril tengah sama - sama menangis.
"Suami loe nih yang cengeng, gue nggak akan Nangis kalo aja suami loe nggak nangis." Ujar Nabil dengan menyusut airmata yang masih tertinggal di pipinya dengan baju yang ia Kenakan.
"Eh... loe duluan ya yang nangis." Balas Adzril tak terima.
"Udah... gausah diterusin debatnya, sampe pagi juga nggak bakal kelar kalo loe berdua udah debat." Ujar Ve dengan menatap malas keduanya. "Buru Balik, udah mau gelap nih."
Adzril dan Nabil sama - sama turun dari atas batu besar yang sedari tadi mereka duduki. Saat didepan Ve dan Gaby, Nabil tiba - tiba meneliti Ve dari atas hingga bawah, dan hal itu sukses membuat Ve, Adzril dan Gaby menatap heran pada Nabil.
"Liatin apaan loe?" Sentak Ve yang membuat Nabil terkejut.
"Kemarin gue liat di internet, katanya orang amnesia bakal inget lagi semuanya kalo dia udah kenalin seseorang yang sangat dia sayangin dengan tulus dulunya. Tapi, koq gue gak inget apa - apa ya saat liat loe?" Tutur Nabil yang mebuat Gaby bernafas lega.
"Berarti emang gue nggak sesayang itu sama loe deh, Ve... loe aja kali yang ke geeran, padahal dari dulu gue nggak pernah sayang sama loe melebihi dari sosok sahabat." Lanjut Nabil dengan menarik kesimpulan asal.
"Ya bagus doang kalo kayak gitu, Gue nggak harus jaga perasan loe..." Ujar Ve dengan santainya.
"Ngapain loe jaga perasaan buet Gue? Apa gunanya Gaby disamping gue kalo gue masih punya perasaan buat Loe, Lagian loe sendiri yang bilang gue..."
"Nggak akan pernah bener - bener bisa ambil apa yang udah jadi milik adzril. Udah, loe udah tiga kali hari ini buat ngomong kayak gitu!" Potong Ve yang tau apa yang akan Nabil katakan.
"Seperti inilah kalian dalam dunia yang gue sebut Knowhere." Celetuk Gaby tiba - tiba.
"Masih aja, Knowhere dibahas... Lagian, gue lebih percaya Nabil mabok terus perkosa loe, deh Gab, dibandingkan cerita loe tentang dunia yang sebenernya gue cuma liat di film avengers." Ujar Adzril yang mulai lelah dengan Gaby yang masih saja percaya akan dunia mimpinya.
"Bilang aja loe gak rela kalo gue sama Keynal jadian, makanya loe sebel tiap Gaby bilang tentang dunia mimpinya." Tiba - tiba Ve nyeletuk yang membuat Adzril menatap tajam pada Ve.
"Tunggu... siapa nama temen Veranda dalam dunia mimpi loe yang mati ketabrak." tanya Adzril tiba - tiba.
"Naomi?"
Degh...
Nabil mulai merasa kembali sedikit mengingat sesuatu, sesuatu tentang mimpinya yang setiap malam datang untuk mengganggunya. Hingga tanpa sadar Nabil tiba - tiba berteriak...
"GABY CHINTYA, GUE SAYANG DAN CINTA SAMA LOE!"
Tak ada respon apa - apa dari dalam diri Nabil, namun satu nama terlintas difikaran Nabil...
"SHINTA NAOMI, GUE GAK PERDULI APAPUN MASA LALU LOE, GUE SAYANG DAN CINTA SAMA LOE!"
Degh...
Barulah Nabil merasa kini kepalanya semakin sakit, seolah ada satu kenangan yang akan ia ingat namun, semakin Nabil paksa untuk mengingatnya, kepalnya semakin sakit, bahkan Nabil merasa pandangannya semakin menggelap hitam, hingga pendengarannya semakin kabur, dan kini tak ada papun lagi yang Nabil rasakan, tubuhnya tiba - tiba terjatuh kedalam pelukan Gaby yang dengan susah payah menahan berat badan Nabil yang akhirnya dibantu Adzril dan Ve dan kini mereka bertiga menggotong Nabil kearah Mobil yang sebelumnya mereka bawa.
__ADS_1
tbc...