Dihamilin Setan!?

Dihamilin Setan!?
Yakin!


__ADS_3

Nabil kembali menaiki motornya setelah pernyataan yang menurutnya 'tulus' pada Gaby tadi. Key yang melihat seraut wajah yang sangat sulit Keynal artikan dari seorang Nabil, namun bisa Key pastikan kalau ini bukan hal yang baik untuknya.


"Key, Cafe bentar kuy!" Ajak Nabil seolah keduanya sangat akrab.


"Ngapain, ah... males gue, ngantuk ma.."


"Key..." Panggil Nabil dengan penuh isyarat mematikan di telinga Key, walau tanpa meliriknya, tapi Key tahu betul, jika ini adalah ajakan yang tak ingin Nabil tolak, dengan terpaksa, Key menghidupkan kembali motornya dan mendahului Nabil yang masih diam menatap kepergian Key.


"Sialan, gue yang ajak, gue yang ditinggalin, emang bajingan anak ini." Gertu Nabil dengan melajukan motornya menyusul Key.


~


Sedangakan di tempat Ve dan Gaby, masih dalam perjalanan menuju kontrakannya. sedari tadi keduanyaberjalan, Ve hanya bungkam dibalik fikirannya yang masih tertuju pada ucapan Key saat di sekolah tadi. Rasanya, hati Ve selalu sakit saat Key dengan sengaja mengungkit masa lalunya. Ya, keduanya memiliki masa lalu yang kurang baik, anatara dirinya, Key dan satu sahabatnya yang diketahui bernama Naomi, namun karena satu masalah, ketiganya menjadi hancur berantakan, bahkan diposisi ini, Ve yang paling terkena dampaknya, denadam yang tak kunjung usai pada Key, yang entah samapai kapan, Ve  juga tidak tahu, kapan dendam itu akan berakhir.


"Ve..." panggil Gaby yang entah untuk yang kesekian kalinya, namuan pada dasarnya Ve yang memang tengah kurang fokus, hingga mengabaikan Gaby.


"Apa, Gab!" Ujar Ve dengan sangat lemah.


"Kamu kenapa, deh? nggak biasanya banget tau! Kamu mikirin soal Nabil tadi, ya? Udahlah Ve, aku nggak bener - bener nanggepin pernyataan dia koq, kalopun dia bener - bener sayang sama aku, toh bagus, itu artinya dia akan berubah ke arah yang lebih baik." Tutur Gabriela yang masih diacuhkan oleh Ve. hingga Gaby pun kesal dibuatnya, jujur dirinya lebih suka Ve yang bawel dan galak seperti sebelumnya.


"Ok, Ve! Cukup! aku nggak tau lagi apa yang ada di otak kamu sekarang ini, aku nggak tau apa yang salah sama fikiran kamu, kalo masalah omongan aku yang kamu cuekin aku nggak apa - apa tap..."

__ADS_1


"Gab, udahlah, masalah ague, biar gue aja yang selesein..."


"Tapi ini bukan jalan ke kontrakan kita Ve, Kamu jalan tanpa tujuan kayak gini, ada apa sama kamu sebenernya, hm? Aku tau, orang tua aku nitipin aku ke kamu, tapi itu bukan berarti aku juga harus cuek sama kamu, bukan berarti aku nggak usah perduli sama masalah kamu. Kita disini, di Jakarta ini hidup sama - sama Ve." Tutur Gabriela yang membuat Ve tersadar, dan lebih parahnya lagi, memang benar, ini bukan jalan ke arah kontrakannya. "Ada masalah apa Ve, cerita sama aku, ya walaupun pada akhirnya aku nggak bisa bantu, tapi seenggaknya kamu nggak nanggung ini sendirian."


"Yatuhan... Kenapa jadi gini sih..." Gertu Ve dengan mengusap kasar wajahnya yang sekarang tak beda jauh dari seseorang yang baru saja di perkosa. Sembrawut.


"Ve..."


"Oke... Gab! Oke! gue akan cerita! tapi nggak sekarang, Oke!" Ujar Ve dengan mengusap wajahnya kasar, namun sedetik kemudian, Ve mengambil dompetnya dan melihat sisa uang yang ada disana. setelah merasa cukup Ve menarik Gaby kearah minimarket yang tak jauh didepan keduanya. "Sekarang, loe anter gue ke suatu tempat dulu ya."


Tanpa menjawab dengan ucapan, Ve tau Gaby menyetujui ajakannya. namun sebelumnya keduanya membeli beberapa barang yang sepertinya untuk di bawa ke tempat yang Ve maksud.


~


"Ayolah Key, gue mohon... gue beneran serius suka sama Gaby, Waktu itu kenapa gue gak ngabisin loe sama kayak Billy sama Ken, karena gue tau loe itu bukan orang lain bagi Ve, begitupun sebaliknya" Tutur Nabil dengan begitu memohon.


"Tau apa loe, tentang gue sama Ve." Tanya Key dengan raut wajah yang begitu terkejut.


"Gue liat semua kejadian antara Loe, Ve, Bily sama Ken. Gue emang bukan psikolog, tapi gue tahu, kalo kalian berdua itu tanpa sadar saling ngelindungi satu sama lain!" Ujar Nabil dengan raut yang serius.


"Sumpah ya, Nabil... loe tuh ngeselin bet tau gak! gue bilang gak mau, tetep nggak!" Ujar Key yang semakin memanas.

__ADS_1


"Gini deh... Gue bakal bantuin loe buat deket lagi sama Ve, tapi loe juga harus bantuin gue buat deketin Gaby. gimana?" Tawar Nabil.


"Tanpa loe suruh gue buat deket lagi sama Ve, gue udah sayang sama Ve dari dulu... jauh sebelum loe kenal gue, bahkan itu tujuan gue kenapa gue deketin loe. tapi ada satu hal yang buat gue dan dia gak bisa sama - sama! Jadi loe, cukup minta gue deket sama dia, karna gue gak akan bisa Bil, sekeras apapun loe nyuruh gue, gue gak akan bisa." Tutur Key dengan rendah dan penuh tatapan penyesalan yang terpancar. Adzril yang entah engapa tiba - tiba merasa bersalah ditatp seperti itupun hanya bisa diam.


"Kalo loe udah tau nggak akan pernah bisa deketin dia, kenap loe masih deket sama gue, ap yang loe cari dari gue?" Tanya Nabil dengan mata yang memicing.


"Gue cuma butuh teman, kalo loe liat gue di rooftop, lo pasti denger apa yang Ve ucapin waktu itu, gue disuruh jauhin mereka. siapa lagi selain loe yang suka kerusuhan di sekolah? Gue nggak mau di bilang introvert sama Dia, gue cuma mau buktiin sama dia, kalo gue bisa bahgia tanpa dia." Tutur Key dengan menatap nanar kesegala arah.


"Apa yang loe fikir kalo deket sama gue, loe bisa berpura pura bahagia di depan dia?" tanya Nabil kembal dengan mata yang sedikit tenang.


"Hanya loe orang yang bisa buat orang lain ketawa, tapi diri loe yang ini. bukan sifat loe yang lainnya!" ujar Key yang cukup membuat Nabil menatap Key dengan raut yang kaget.


"Maksud Loe?" tanya Nabil mencoba biasa saja.


"Beberapa hari lalu, loe bilang nggak butuh gue, dan lebih memilih hidup tanpa bantuan orang lain, tapi sekarang loe ngomong seolah loe nggak pernah ngomong gitu sama loe." Ujar Key dengan tatapan meremehkan Nabil.


"Mungkin gue lagi mabok waktu itu, udahlupa gue." Ujar Nabil enteng. "BTW Sorry, kalo buat loe sedih soal Veranda, gue cuma mau beneran serius sama Gaby, dan gue fikir loe bisa bantu gue buat bisa deket sama Gaby. tapi kalo loe nggak mau yaudah, gue gak bisa maksain juga."


"Udahlah, udah lalu ini, so... gue pulang duluan ya, gue masih ada kerjaan lain dirumah, thanks buat makanannya." Ujar Key yang diakhiri dengan menepuk pundak Nabil.


Setelah mengucapakan itu, Key benar - benar pergi dari hadapan Nabil, sedangakan Nabil sendiri yang awalnya ingin mendekati Gabriela, namun, tiab - tiba lebih tertarik untuk kembali menyatukan teman sablengnya itu denga Ve, cewek jagoan disekolahnya. "Mudah mudahan loe nggak pernah berfikir kalo gue suka sama Ve, karena hal itu nggak akan pernah terjadi buat diri gue yang ini." Gumam Adzril dalam hatinya dengan tatapan cemas.

__ADS_1


~


To be continue


__ADS_2