
"Kalo loe kira gue ikutin semua kemauan loe karena gue benci sama Nabil, Loe salah besar, Key! Gue mau loe Mati!"
Flashback
Ditengah dentuman kersa suara musik yang memekakan telinga, terlihat seorang dengan kepala menunduk dihadapan bartender yang terlihat frustasi melihat gadis ini yang sepertinya bukan hanya kali ini, dirinya seperti ini didepannya.
"Bocah... kaga kuat mabok sok - sokan mabok lagi disini, ngerepotin gue aja, loe!" Gumam bartender itu denga menatap malas pada Gadis yang padahal dirinya tahu, seberapa keraspun suarnya, tak akan bisa mengusik gadis itu.
Tak berselang lama, seorang pemuda tiba - tiba menghampiri bartender yang tengah frustasi itu.
"Bang... Kayak biasa." Ujar pemuda itu dengan santainya duduk disebelah gadis yang sedang tak sadarkan diri.
"Sape nih bang?" Tanya pemuda itu dengan memberi isyarat dengan matanya menunjuk gadis disebelahnya.
"Au, gak kenal, tapi dia sering teler disini. Ngape? mau loe pake?" Ujar Bartender itu yang sebenarnya hanya bercanda.
"Cakep gak?" Tanyanya dengan mulai mengelus lembut rambut gadis yang masih teler itu.
"Cake lah, bocah SMA lagi." lanjut bartender itu.
"Boljug... Kamar biasa kosong gak?" Dengan wajah berbinar, pemuda yang tak lain adalah Nando itu langsung tertarik mendengar penawaran sang bartender.
"Bungkus dah sana..." Tutup bartender itu yang semakin membuat Nando tersenyum girang.
Tanpa Nando sadari, ternyata seeorang yang sangat akrab dengannya tengah memperhatikan Nando yang kini membawa tubuh tak berdaya Gadis yang sedari tadi ia perhatikan semenjak masuk kedalam club ini.
Saat pemuda yang tak lain adala Keynal itu melihat Nando membawa gadis yang sedari tadi ia perhatikan kedalam ruangan yang juga tak asing bagi Keynal sendiri, Keynal mengikutnya dan langsung masuk tanpa permisi kedalam kamar itu dan mendapati Nando tengah beraki dengan menciumi setiap inchi tubuh gadis malang itu. Jika kalian berfikira Keynal akan menghentikan Nando, kalian salah Besar, ternyata Keynal malah mengeluarkan smartphonenya, dan merekam setiap aksi Nando yang sampai saat ini tak menyadari keberadaan Keynal dibelakangnya.
"Nan..." Nando yang tengah assik menikmati setiap inchi tubuh gadis yang tak ia kenal itu, terkejut saat mendengar suara yang tak asing ditelinganya.
"ANJ...Loe ngapain bangsat?" Tanya Nando yang langsung menutupi tubuh gadis malang yang masih tak sadarkan diri.
"Gapapa, terusin aja, gue punya rencana bagus buat pisahin Naomi sama Nabil!" Ujar Keynal yang sedikit membuat Nando heran akan isi fikiran Keynal, namun saat mendengar perpechan hubungan Naomi dengan Nabill, Nando pun mngikuti kemauan keynal yang tanpa Nando sangka ternyata Keynal terus merekam apa yang Nando lakukan pada Gadis malang yang kini sudah tak berbalutkan sehelai kain apapun pada tubuh nya.
Hingga saat Nando mengarahkan juniornya, Gadis itu mulai sedikit demi sedikit terlihat akan tersadar, dan Keynal yang menyadari hal itu langsung buru - buru menyuruh Nando untuk memasukan juniornya sebelum gadis itu benar - benar tersadar dan berontak.
"Buru masukin, Nan! kalo bisa, buat dia hamil!" Pekik Keynal yang membuat Nando sedikit terheran, namun karena sudah berada dibatas nafsunya, Nando-pun dengan sangat keras menghentakan tubuhnya agar juniornya bisa masuk menembus lubang surgawi yang masih terjaga dengan sangat baik dan masih sangat rapat sebelumnya. Begitupula dengan gadis itu yang langsung tersadar karena merasakan sangat perih pada bagian bawah tubuhnya langsung tersadar dan membualtkan matanya kaget akan apa yang tengah terjadi padanya.
"ANJING! BANGSAT!!!! AAAKKKHHHH...." Jerit Gadis itu dengan berontak mencoba melepaskan kedua tangannya yang hanya Nando tahan diatas kepal gadis itu dengan hanya satu tangan kanan dari Nando, namun ternyata kekuatannya tak bisa melawan Nando yang tengah dipuncak birahinya saat ini.
"CUKUP!!! KEY, tolongghhh... akh..." Rintih Gadis malang itu yang kini hanya bisa menangis dan berharap pada Keynal yang gadis itu kenal untuk bisa meghentikan perbuatan berengsek dari lelaki yang tak ia kenal sama sekali. Namun Keynal sendiri hanya tersenyum dan sudah berhenti merekam aksi Nando dan kini duduk disampin Gadis itu dan mengusap rambutnya dengan sangat lembut dengan senyuman yang sangat menyeramkan.
"Loe tenang aja, Gab... Setelah ini, nggak akan ada lagi yang bisa halangi loe buat bisa dapetin Nabil. Gue tau, loe naksir kan sama Nabil? Cuma karena loe tau Nabil udah punya pacar, makanya loe mundur." Bisik keynal dengan meninggalkan gadis yang tak lain adalah Gaby begitu saja setelah Nando berhasil menanamkan benihnya dalam rahim Gaby.
"Gue janji... gue pastikan loe berdua akan mati!" Sumpah Gaby dengan menangis membaluti tubuh telanjangnya sendiri dengan selimut.
__ADS_1
"Gue berfikir setelah ini loe akan berteima kasih sama Gue, Gab! Buru pake baju loe, dan loe cukup ikuti permainan Gue! Dan loe, Nan... Thanks banget loe udah bantu gue buat ilangin dua orang saingan terberat gue buat dapetin Naomi, Nabil dan juga diri loe sendiri." Ujar Keynal yang membuat Nando kini tersadar apa yang telah dirinya perbuat, dan membiarkan Keynal merekam semuanya.
"Anj..."
"Apa? Loe mau hapus? nih Loe hapus, tenang aja, datanya udah gue amanin, inget Nan... gue Nggak sebodoh yang loe fikir!" Tantang key dengan menyodorkan hpnya pada Nando, namun ternyata percuma, Keynal lebih visioner untuk urusan mendaptkan Naomi.
"Anjing! Loe temen paling bangsat yang pernah gue kenal, Key!" Nando hanya bisa mengumpat, tak ada lagi celah untuknya.
"Buru pake pakean loe! Gue janji, setelah ini loe bisa bahagia sama Nabil!" Bentak Key yang melihat Gaby malah menangis dibalik selimutnya. Gaby yang juga kini tak bisa berbuat apa - apapun mengikuti kemauan Keynal.
"Inget, Loe Gab, sekali loe nggak mau ikutin perintah Gue, Gue nggak akan segen - segen buat kirimm video ini ke bokap loe, dan juga ke akun sekolah loe kalo perlu. Dan Loe, Nan! Naomi nggak akan pernah mau terima Cowok berengsek kayak loe." Ancam Keynal pada kedua mmanusia yang tanpa sengaja masuk dalam jebakan mematikan Keynal.
Flashback end
"Tentu loe pasti inget kan kejadian malam paling menyedihkan bagi gue itu kan, Key?" Tanya Gaby yang ternyata sedari tadi menceritakan apa yang Keynal perbuat dengan panggilan yang tersambung dari smartphone-nya ke smartphone milik Adzril yang sedang dalam perjalanan menuju rumah Gaby, dan ditengah perjalanan, Gaby menelponnya dan suara yang terdengar adalah suara Key yang berteriiak memrahi dan mencaci Gaby, hingga sedetik membuat Adzril termenung dan menghentikan mobilnya dipinggir jalan, hingga ia tersadar jika kini Gaby dalam keadaan bahaya, langsung saja Adzril mengirimkan pesan pada Nabil untuk menemuinya dirumah Gaby.
"Hahahaha... lalu sekarang loe mau apa? Hm? Bahkan Nabil aja lebih memilih Naomi dibandingkan Loe yang hanya seorang palcur murahan. Loe inget Gab, Bukan cuma Nando yang udah pernah tidur bareng loe, bahkan Gue pun, pernah merasakan hal yang sama dengan apa yang Nando rasain." Tanpa Keynal sadari, ternyata Adzril sudah berdiri di depan pintu rumah Gaby, yang sengaja menghentikan mobilnya cukup jauh dari pekarangan rumah Gaby agar Key tak menyadari kedatangan Adzril. Mendengar Gaby yang statusnya ia anggap saudari tirinya direndahkan seperti itu oleh Key, dan ternyata semua kenyataan pahit yang tak pernah ia fikirkan sebelumnya tentang Gaby. Sang Gadis malang yang ternyata secara tak langsung merupakan saudari tirinya, tiba - tiba Adzril mengahmpiri sebuah vas bunga kramik yang ada di dekatnya dan langsung menghantamkan dengan keras ke kepala Keynal yang langsung mengeluarkan darah.
Prang
"AAAKKHHHHNJING!!!" Erang Keynal dengan memegang kuat kepalanya yang terasa sangat sakit.
Bugh
Tak sampai disitu saja, Adzril dengan amarah yang sangat memuncak ters menghujami Keynal dengan pukulan bertubi - tubi dari berbagai arah hingga Keynal yang sudah lemah karena kehabisan banyak darah pun tak bisa melakukan apa - apa, hanya bisa terkapar dengan seditikit tenaga untuk mencoba meraih hpnya.
"Kak, Cukup!" Tahan Gaby dengan menahan lengan Azdril sangat kuat.
"Cukup..."
"Hahahaha... pada akhirnya, tetaplah pertukaran poin yang bisa loe dapetin, Dzril! Huukkhh... Mungkin.... Disini loe bisa habisin gue, kapanpun, tapi diluaran sana..... Loe gak tahu gimana keadaan Nabil!" Keynal yang telah sukses mengirimkan pesan dengan susah payah yang entah pada siapa, sedikit bisa membautnya tertawa meskipun setelah ini mungkin dirinya akan kehilangan nywanya sendiri ditangan Adzril yang kini semakin emosi menatap Keynal, Dan benar saja, Adzril kembali berlari dan menendang keras bagian kepala Keynal yang tertunduk saat Key mencoba untuk berdiri.
"KAK! UDAH CUKUP! NABIL LEBIH PENTING DARI MENGHABISI NYAWA MANUSIA NGGAK BERGUNA SEPERTI DIA!!!"
Prang
Terlambat, Adzril mengakhirinya dengan menimpa kepala Keynal dengan sebuah vas bunga kramik lagi, namun kini berukuran lebih besar dari yang sebelumnya ia lemparkan, dan kali ini juga tepat menghantam keras bagian kepala Keynal yang mungkin bisa dipastikan Keynal sudah dekat menemui ajalnya.
Dengan tanpa merasa berdosa, Adzril langsung berlari meninggalkan tubuh keynal yang sudah tak berbenuk lagi, dengan Gaby yang masih syok atas apa yang baru saja ia lihat didepan matanya. Ternyata Adzril yang diceritakan banyak orang sering melukai fisik banyak orang bahkan hingga cacat, bukanlah sebuah mitos belaka. Namun, belum selesai dengan keterkejutannya, Adzril kembali dan langsung menarik kasar tangan Gaby untuk ikut bersamanya.
Singkatnya, kini Gaby dan Adzril sudah berada di dalam Mobil yang sebelumnya Adzril kendarai. Namun sebelm menjalankan Mobilnya, Smartphone milik Adzril berbunyi dengan menampakan Nama Vino tertera disana sebagai tanda siapa yang menghubungi Adzril.
"Ada apa, vin?"
"...."
__ADS_1
"Oke, Guee ksana sekarang."
tanpa menunggu jawaban kembali dari Vino, Adzri langsung memutuskan panggilannya dan menjalankan mobilnya dengan Gaby yang masih syok atas apa yang sebelumnya terjadi didepan matanya.
"Loe mau gue bunuh juga Nando, apa Loe mau dia tanggung jawab atas apa yang udah dia perbuat sama loe, Gab?"
...****************...
Sedangkan ditempat lain, terlihat Nabil baru saja keluar dari dalam mobilnya dan ternyata didepannya sudah ada tiga motor yang memang sepertinya sudah menunggu Nabil sedari tadi.
"Kenapa, Bil?" Tanya salah satu pengendara motor itu saat melihat Nabil berdiri tak jauh darinya.
"Gue langsung ke intinya, Anak yang Gaby kandung, sebenarnya anak siapa Nan? Dan saat itu disini, siapa yang bikin gue koma, sampe hilang ingatan? Gue yakin, bukan loe yang saat itu pukul gue dari belakang, dan bukan juga anak buah loe, karena gue inget betul semuua posisi kita saat itu disini." Nabil yang tak mempunyai bbanyak waktupun tak ingin lagi bertele - tele dan ingin segera menyelesaikan masalah ini. "Gue janji, kejujuran loe bakal gue lindungi dari ancaman siapapun, Nan! Termasuk dari Keynal!"
Nando, Ya Salah satu dari lima orang pemuda yang menghadang Nabil adalah nando, dan empat lainnya adalah pasukan Nando sekaligus orang - orang yang sama seperti saat itu, yang banyak orang mengira merekalah yang membuat Nabil Koma selama tiga bulan.
"Kenapa? loe mulai ragu dengan hasil tes DNA 'palsu' yang nyokap Keynal keluarkan? hm?" dengan wajah sinis dan mengejeknya, Nando seakan memancing Nabil untuk menyerangnya terlebih dahulu, namun yang nando hadapi saat ini Nabil, bukanlah Adzril, Nabil lebih bisa mengontrol emosinya dan bisa lebih menggunakan akal sehatnya.
"Hahahaha... Bil... Bil, gue nggak tahu yah, dosa besar apa yang udah kedua orang tua loe buat dimasa lalu, sampe loe harus nanggung masalah seberat ini. Ya, yang Gaby kandung itu emang bukan anak loe, tapi Anak gue, Gue yang udah paksa Gaby buat kandung anak Gue, dan dengan segala kekuasaan Keynal dirumah sakit milik keluarganya itu, semua bisa diputar balikan sehingga loe yang harus tanggung dosa yang udah gue buat. Dan asal loe tahu, loe..." Nando dengan perlahan melangkahkan kakinya untuk mendekati Nabil yang sekuat tenaa agar bisa mengontrol amarahnya, bahkan dirinya tak gentar meski Nando saat ini tepat dihadapannya. "Loe nggak pernah bener - bener amnesia, Bil... Tapi Keynal dan nyokapnya lah yang sengaja cuci otak loe, sampe semua kenangan dan ingatan loe tentang Naomi bahkan semuanya, bisa hilang gitu aja dalam waktu tiga bulan, bahkan bukan cuma Loe, calon kakak ipar loe pun harus dengan terpaksa Key dan Nyokapnya juga mencuci otak Ve, hanya saja bedanya Ve cuma di doktrin agar selalu percaya dengan cerita konyol yang Gaby ciptakan sendiri. Dan, asal loe tau, Bil! Selama tiga bulan itu, Loe bukan koma, tapi ssengaja dibuat tidur sama Tante Kinal."
Mendengar sejauh dan separah itu rencana yang dijalankan Nando, Key dan Gaby yang Nabil anggap ikut andil dalam rencana busuk itu, Ya Nabil belum mengetahui bahwa adanya Gaby diantara Nando dan Key, hanyalah sebuah keterpaksaan dari Keynal.
"Kenapa, Nan? Sebenci itukah loe sama, Gue? Lalu sekarang apa yang loe dapet? Bahkan sampai saat ini, naomi masih ada utuh dalam pelukan gue. Apa yang loe dapetin dari semua ini?" Nada dinggin dan tajam serta aura amarah yang kini mulai memuncik dalam diri Nabil mulai terasa melalui tatapan dan kalimat yang Nabil ucapkan pada Nando, namun sekali lagi, Nabil masih bisa menahannya, namun entahlah setelah ini.
"Tentu Naomi yang akan gue dapetin, Bil! Well... segimana Keynal berkuasa pun dalam rencana ini, pada akhirnya, dia harus mati sia - sia ditangan kembaran loe sendiri karena kebodohannya, dan Loe... mending loe sekarang mulai fikirin gimana caranya loe lari dari gue dan pasukan gue yang akan bikin loe cepet - cepet buat nyusul Keynal ke neraka."
"Inget Nan, Meskipun Naomi jatuh cinta sama loe, Bunda nggak akan pernah restuin hubungan kalian.... S E L A M A N Y A..."
Tepat setelah mengetakan itu, Nabil sudah memasangkan sebuah knuckle pada lengan kanannya yang sedari tadi ia sembunyikan dibalik kantung depan jaketnya. Dan tanpa membuang waktu lagi, melihat keseempatan yang ada, Nabil sedikit berjalan cepat dan langsung menghantam keras lengannya yang sudah terpasang knuckle ke bagian kepala belakang Nando yang sebelumnya berbalik memunggungi Nabil, dan tentu saja setelahnya tubuh Nando langsung terdorong kedepan dengan darah yang mulain mengalir dari kepalnya.
Melihat boss nya yang tiba - tiba mendapatkan serangan dari Nabil, keempatnyapun langsung berlari dengan mebawa senjatanya masing - masing, dan satu orang diantaranya membawa senjata tajam, sebuah pisau llipat yang mungkin bisa langsung melumpuhkan dan melukai Nabil, lebih fatal daripada apa yang Nando dapatkan.
Nabil yang bersiap memasng kuda - kudanya untuk menerima serangan balik dari pasukan Nando, terkejut saat sebuah motor menghalangi keempatnya yang kini terhenti dengan menahan tubuh Nando agar tetap berdiri dan menunggu siapa orang dibalik helm full-face nya yang kini turun dan berdiri dissamping Nabil tanpa membuka helmnya, sedangkan motornya ia sengaja membiarkannya berdiri dihadannya dan Nabil seperti sebuah pembatas antara dia dan Nabil dengan pasukan Nando.
"Tahan, jangan sampe kita ribut sebelum kakak loe sampe disini, gue gak yakin bisa jaga loe sendirian." Ujar orang yang sampai saat ini belum Nabil ketahui siapa.
"Siapa loe?" Bukan Nabil, melainkan Nando yang kini menunjuk orang disamping Nabil dengan tongkat pemukul kasti. Sedangkan Nabil kini kembali fokus menatap Nando dan bersiap apabila pasukan Nando tiba - tiba kembali menyerangnya, tanpa mmperdulikan siapa yang kini berdiri disampinya yang juga terlihat memasang kuda - kuda.
"Gue nggak tau loe siapa, tapi thanks banget loe mau bantuin gue." Ujar Nabil tanpa mengalihkan tatapannya dari Nando dan teman - temannya.
"Gimana, Nan?" Tanya salah - satu teman Nando menunggu perintah untuk menyerang Nabil dan satu orang yang belum mereka ketahui siapa.
Ditengah perkelahian mereka, tanpa mereka duga sebuah terikan peringatan kembali membuat mereka terkejut.
"NANDO!!!"
__ADS_1
tbc