
"Aw." Jeritan Wulan pelan. "Maaf kak. Aku lupa kakak sedang tidak sehat. " Andien bingung mau bagaimana membantu nya.
Dengan sigab Raditya membantu istrinya dan mengeceknya lagi. "Aman sayang. Jangan bergerak over. " Katanya.
"Maafkan aku kak. Aku kelepasan dalam bercanda. " Andien menundukkan wajahnya takut kakak iparnya terkena masalah karena keteledoran nya.
"Kalian pulang saja biarkan aku yang menjaga malam. Besuk mama bisa nemenin kakak dan sore kalian berdua dan malam aku saja."
Arjuna mengusulkan gagasannya agar tak mengganggu aktivitas malam kakaknya Pandu. Lagipula dia kan cuma jones tak mungkin akan keluyuran tak jelas. Karena target nya sudah di ambil kakaknya.
"Baiklah kami pamit sayang kau juga butuh istirahat. " Bisik Sari Wibisono memeluk Wulan putri nya disusul yang lainnya.
Seusai mereka pergi Wulan menatap adiknya. "Apa kau masih menyimpan cinta mu padanya? ' Tanya Wulan berbisik pelan namun Arjuna menangkap suara itu jelas di telinga nya. Lelaki itu mengangguk pelan.
" Bagaimanapun juga aku harus menahan dan mengikhlaskan kak. Agar ke depannya ia bahagia tanpa beban. Aku tak mau menjadi beban baginya dan aku. " Jelas Arjuna.
"Semua lelaki normal akan memilih nya. Bahkan aku khawatir pada mereka jika ada yang tahu ia sudah menjadi istri Pandu. Akan menjadi bencana kak. " Bisik Arjuna serak.
Wulan mengelus lengannya Arjuna berusaha menenangkan nya.
Di Koridor mereka berjalan beriringan menuju parkir. Mereka berpapasan dengan sekelompok dokter. Nampaknya mereka sedang patroli pasiennya.
"Andien? Kau Andien kan?" Sebuah suara menghentikan mereka berjalan. Seorang pria berkulit putih setinggi Arjuna dan tubuh atletis tersenyum lebar ke arah Andien.
"Bagaskara? " Tanya Andien ragu-ragu. Lelaki itu bertambah sumringah dan mendekati Andien dan tanpa aba-aba memeluk dan mencium puncak nya.
"Kau masih cantik seperti dulu. Aku praktek disini. Dan aku harus bekerja nanti aku cari kamu. Kau kerja dimana? " Tanyanya.
__ADS_1
"Naya advanced?" Jawab Andien kaku. "Ok. Aku tahu sampai nanti. " Dia pun berlalu meninggalkan Andien dan keluarga nya.
"Siapakah dia? Kenalan kenapa lancang begitu!" Tanya Pandu menatap Andien yang beku melihat emosi tinggi Pandu.
"Sudah ayo kita pergi. Tak baik ribut ditengah jalan. " Andien mengusap lengan suami nya tak lupa ia mengecup pipinya. Pandu sedikit melunak ekpresi wajahnya. Kembali mereka meneruskan perjalanan pulang ke rumah.
Di kamar Andien memeluk suaminya yang masih mode diam nya. Mereka duduk di ranjang dan wanita itu memeluk pinggangnya dan kepala nya bersandar di perut nya.
"Kau masih marah? Dia hanya kenalan saja tak perlu dihiraukan." Tangannya beralih ke paha Pandu dan bergerak seolah-olah menggambar abstrak.
Andien tiduran dipaha Pandu dan mereka terdiam sejenak. Pandu mengelus surai panjangnya dan Andien menengadah menatap wajah tampan suaminya.
"Bagaimana mungkin aku menggantikan mu dengan yang lain. Apakah aku terlihat murahan ya? Jadi.. " Cup. Cup. Pandu membungkam mulut nya dengan ciuman.
Perlahan Pandu menggeser letaknya dan mulai mengukungi Andien tangannya bergerak melepaskan pakaiannya dan miliknya.
Tanpa melepaskan ciuman di seluruh tubuh wanita itu. Mereka saling bercumbu dan melakukan penyatuan menuju kenikmatan. Pandu mengakhiri sesi percintaannya saat Andien kelelahan dan masuk dalam dekapan nya.
Keesokan harinya Andien pulang kerja mampir ke mall mencari kado untuk si kecil. Pandu tak menemani nya karena ada kesibukan dan ia pergi sendiri.
"Kau juga mencari kado untuk nya? " Sebuah suara membuyarkan konsentrasi dia memilih barang.
"Arjuna kau juga belanja? Apa yang kau cari? " Tanyanya. Lelaki itu hanya mencebikkan mulut. "Entah. Menurut mu mana yang bagus dan lucu untuk nya. " Arjuna mengangkat dia boneka menggemaskan seperti bayi.
"Dua duanya nya imut. " Andien mengomentari tersenyum ke arah nya. Arjuna hanya memandang nya dengan garis lengkungan tak lepas dari wajahnya.
Pandu dan Arjuna sama tampan perbedaannya Arjuna lebih jangkung dari Pandu dan memiliki lesung pipi.
__ADS_1
Dari luar kaca butik terlihat seperti pasangan yang mencari kado bersama begitu mesra dan indah dimata. Yang satu cantik dan imut yang lelaki tampan dan mempesona.
Pemandangan itu juga terlihat oleh Nayla Dewanto wanita yang harus nya menikah dengan Pandu. Wanita itu menyukai Arjuna namun di acuhkan saja. Dan ia tak Terima karena ia justru dijodohkan dengan Pandu.
Kenapa wanita itu yang beruntung ditengah dia lelaki idaman wanita seantero negeri ini.
"Akan ku balas kau! Dia milikku dan hanya untuk aku. " Geramnya dihentakkan kakinya melangkah pergi dari sana karena kesal mood berbelanja jadi menguap.
Arjuna membawakan belanjaan Andien mereka berjalan bersama menuju parkiran. "Aku naik dengan mobil kakakmu. Tak baik jika kita bersama. Maaf ya Arjuna, aku hanya menjaga perasaan suami ku. " Dia pun berjalan ke sopir pribadinya.
Arjuna tak menjawab lalu menuju ke mobilnya tanpa melihat kakak ipar nya. Mereka pulang ke rumah dengan kendaraan sendiri-sendiri.
Bagi Arjuna perkataan kakak ipar ada benarnya, karena ia belum dapat menghapus rasa sukanya. Tentu suami mana pun akan cemburu jika istrinya di sayang orang lain.
Kenapa ia begitu bodoh mencintai kakak ipar nya dari dulu hingga sekarang. Jelas-jelas tak akan bisa menjadi miliknya. Arjuna tertawa miris untuk dirinya sendiri.
Di rumah Andien menjalankan kewajiban sebagai istri yang baik. Menyiapkan makan malam untuk semuanya. Saat masuk ia melihat Pandu keluar dari walk in closed dengan pakaian kasualnya.
"Makan malam sudah siap kita nunggu magrib baru turun. " Katanya sambil masuk dalam pelukan hangat Pandu. Cup. Cup. Pandu tak menjawab hanya mencium puncak kepalanya.
"Kita duduk yuk." Ajak Andien, Pandu menurut dan mereka duduk diranjangnya. Pandu tiduran di pangkuan Andien. Tangannya mengelus surai nya.
"Tadi aku ketemu Arjuna saat membeli kado. Jadi jika kau mendapatkan laporan tentang itu jangan marah. Kami tidak sengaja bertemu. "
"Mhm. Aku tahu. Kau bukan wanita seperti itu. Aku cinta kamu. " Pandu menarik istrinya dan mencium nya tanpa aba-aba.
Dia mengerti istrinya orang pintar dan cantik serta mandiri. Siapa pun akan jatuh cinta padanya. Demikian juga adiknya yang terkenal Casanova.
__ADS_1
Instingnya tak salah saat memilih nya dulu. Dia wanita yang layak untuk dicintainya dan menjaga keluarga nya. Namun ia juga harus menjaganya dengan menempatkan pengawasan tersembunyi.
Tanpa sepengetahuan istrinya mencegah sesuatu yang tidak diinginkan. Demi kebahagiaan mereka bersama. Lagipun ia pengusaha sukses dan tentunya banyak pesaing dan musuh tanpa di duga nantinya.