
Andien termangu dalam perjalanannya pulang ke rumahnya. " Nyonya kita sudah sampai. " Sapaan sang sopir bersamaan pintu mobil dibuka.
Andien terhenyak dan bangkit dari duduknya membawa tas jinjing dan gulungan gambar, wajah cantik nya nampak letih dan moodnya terlihat buruk.
Langkah nya perlahan menandakan ia dalam keadaan yang tidak cukup baik. "Sayang. Akhirnya kau pulang. Ini telat satu jam, kenapa apa ada masalah pekerjaan? " Sari menyongsong kedatangannya Andien.
Andien menyadari jika ada orang di ruang tamu. Dua lelaki berbeda generasi. Dan itu.. "Andien. Apa kabar mu? " Lagi lelaki dimasa lalu hadir dalam hidupnya sekarang.
"Apa kau juga datang untuk mengusik dan balas dendam? Bukannya aku tak pernah berkata apapun padamu!" Hubungan kita hanya sebatas bisnis, kau punya uang dan aku jasa?"
" Aku hanya bantu membuat tugas kampus mu! Kenapa kalian mengusik hidup ku!" Andien berteriak ketika Andika berdiri didepannya. Wajahnya memerah.
"Apakah ini sambutan mu adikku? Aku bahagia saat ku tahu bahwa kau adikku. Kau hebat seperti Mama." Katanya sambil memeluk Andien.
Wanita membeku kaku. Adik? Itulah kalimat di benaknya. "Kau senang bertemu dengan Kakak mu? " Suara bas Pandu pelan namun jelas ditelinga Andien. Wanita itu membalikkan badan menatap datar.
"Sayang. Maafkan Papa. Terlambat menemukan mu." Seorang lelaki paruh baya menatap Andien dengan penuh kerinduan." Tak berani mendekat karena putrinya sendang berbadan dua juga dalam keadaan tertekan pikirannya.
"Maaf. Aku hanya belum terbiasa. Tinggal bersama keluarga, juga memiliki suami, dan sekarang aku sudah menjadi ibu? " Andien berdiri dengan menitikkan air mata.
"Maaf. Aku terbiasa hidup sendiri, dan masa bodoh dengan sekitar aku. Maaf. Aku tak dapat menjadi anak baik. Maaf. Aku tak dapat menjadi istri baik. Maaf. Maaf.. " Andien berdiri dengan isak tangisannya.
Pandu melangkah maju dan merengkuh nya. Menghujani dengan ciuman di atas surai hitamnya. Lelaki itu merasakan sakit atas derita istrinya. Karena rasa cemburu nya, sempat bersikap childish.
__ADS_1
"Maafkan aku yang kurang memahaminya Sayang. Aku minta maaf." Bisiknya dan mengurai pelukannya. Mereka saling menatap sendu dan mendekatkan kening mereka. "Jangan acuhkan aku! " Kata Andien dan Pandu mengangguk.
Andien membalikkan badan menghadap lelaki di samping nya. "Maaf. Papa." Katanya manja. Dan Andi Wiguna tersenyum bahagia memeluk Putri nya yang telah hilang.
"Andika pernah bercerita tentang mu. Adik kelasnya yang jenius dalam desain draft. kontruksi. Kau mirip Mamamu yang jenius dalam bidang ini."
"2 Kau tak hanya memiliki otak encernya namun juga kecantikan nya. Banyak lelaki yang membuat Papa cemburu. " Gerutunya dan semuanya tertawa. Semua orang kembali menghangat dan duduk bersama bercerita.
"Andien memang banyak digilai para putra pewaris". Kata Andika Wiguna sambil menatap adiknya dengan penuh kasih.
"Hanya saja dia terlalu cuek dan sangat tak bersahabat dengan mereka. Dan ia menekan ke profesional nya sebagai tutor. Papa ingat proyek resort Pulau A?"
" Dialah yang menggambar nya. Aku hanya meminjamkan bukunya 1minggu dia kembalikan bersama sketsa biru nya. Hebat kan? Padahal ia baru saja masuk universitas. " Jelas Andika.
Andien hanya melirik sinis," Gara-gara pengakuannya aku ditempel "mereka" dan akhirnya aku dibully sama cewek-cewek fansnya para Pangeran." Semuanya tergelak.
Mereka makan malam bersama dan berbincang ringan. Mereka saling bertukar cerita. "Jadi semua gosip kecerdasan mu berasal dari kakak mu Andien. Secara langsung dia menggaungkan kepintaran mu! " Sahut Arjuna di sela-sela obrolan.
"Dan karena cerita itu aku dikejar Stella dan kroni nya. Untung ada Alexander dan dua sahabat ku. Berkat kau dan Stella juga aku kehilangan semua. Terimakasih Arjuna. " Sakarse Andien.
Arjuna terbatuk mendengarkan namanya disindir kakak iparnya. "Aku dengar kabar burung ada sedikit insiden di kampus. Apa itu yang kau maksud? " Sahut Andika.
Arjuna mengangguk pelan. Andika mengerti. "Apa sesuatu yang benar-benar buruk? " Tanya Sari ingin tahu. "Ada kehormatan seorang gadis yang di rengut. Awal nya Alexander dan Arjuna yang diincar namun minuman itu di minum oleh Renata dan Thomas Jefferson. "
__ADS_1
"Kebetulan mereka bertemu di tempat yang sama. Dan mereka melakukan hal itu dan kepergok salah satu murid dan merekamnya. Celakanya saat merekam dia setengah mabuk dan tak sadar jika rekamannya itu di copy sahabat nya dan disebarkan. "
"******. Siapa pelakunya? " Sahut Arjuna marah. "Belum tahu. Karena sejak vidio itu meluas Renata dan Thomas menghilang dari kampus. Mereka mengundurkan diri juga sahabat ku lainnya menghindari aku. " Andien berkaca-kaca sambil menunduk
"Hanya Alex yang selalu memberikan dukungan aku. Tapi aku tahu jika dia mengharapkan balasan karena itu aku tak datang wisuda. Aku langsung kerja dan menjauhi semuanya."
"Dan sejak pernikahan ini kembali aku bertemu kalian lagi.. Sialnya kalian keluarga ku. " Omel Andien sambil mengiris steak. Yang lain menahan geli akan perubahan mood wajah cantik nya.
Andien selesai melakukan skincare routin nya di depan cermin rias bersamaan Pandu keluar dari kamar mandi dengan bathrob. Lelaki itu meletakkan handuk di pundak istrinya.
"Bantu aku mengering kan rambut ku." Pintanya dengan memberikan kecupan pipi.
Andien berpindah ke sofa panjang dan Pandu langsung tidur di pahanya Andien. Wajahnya menghadap ke perutnya. "Terimakasih kau masih di samping aku sayang. Dan tak ikut Tante dan Om mu. Aku benar-benar takut kehilangan kamu. " Gumamnya.
Andien masih menggerakkan tangannya mengelus rambut Pandu tanpa berekspresi ataupun menjawabnya. "Aku akan berusaha menahan emosi dan banyak komunikasi dengan mu. "
"Sudah. Aku letih ingin tidur. " Kata Andien dan Pandu bangkit lalu ia mencium sekilas bibir istrinya tiga kali. Cup. Cup. Cup. "Bayaran sudah mengering kan rambut ku. " Andien bangkit dan merangkak ke ranjang langsung meringkuk memejamkan mata.
Wanita itu tak membalas perkataan suaminya dan tak memberikan reaksinya. Pandu hanya menatapnya dengan tersenyum lalu menyusul kemudian.
"Aku akan berhati-hati dalam bersikap dan menjagamu. Aku berjanji akan langsung mengatakan apapun yang ada dibenak ku. Dan tak akan ada cinta yang lain, tahukah kau aku takut kehilangan mu. "
"Yakinlah bahwa aku mencintaimu dan hanya milik mu. Dari awal pertemuan kita yang tak sengaja aku tahu kau istimewa. Dan akan tetap seperti itu. Jika bisa aku ingin menjadi bagian hidupmu hingga maut memisahkan kita. "
__ADS_1
Andien tersenyum bahagia dalam dekapan Pandu mendengar bisikan kata-kata nya yang membuat dia tenang menuju alam mimpi nya.