Dilemma

Dilemma
43. Keputusan


__ADS_3

"Aku selalu serius dan bertanggung jawab atas perbuatan ku. Hanya kamu yang ku anggap pantas. Latar belakang mu aku tak mempersoalkan itu. " Jelas Arya Wibisono menatap semuanya yang duduk bersama mengelilingi meja makan malam kala itu.


Kinanti Gumelar menghela nafas kasar. "Kita bahkan tak saling mengenal. Hanya perjumpaan singkat Anda langsung melamar aku? Seperti nya ini tidak lucu. " Jawab Kinanti Gumelar pelan.


"Aku terpesona pada kharisma mu. Aku benar-benar menyukai mu. Jika kau diam maka ku anggap kau bersedia jika kau pun protes maka aku tetap mengacuhkan nya. Kau hanya milik ku. " Dengan santai Arya meng-klaim Kinanti Gumelar.


Aris menjatuhkan garpu milik nya. Shock, semua jelas akan terkejut keputusan sepihak Arya. Kinanti Gumelar mengerjap kan matanya sungguh-sungguh tak menyangka akan menjadi serumit ini.


Dia pikir Arya Wibisono hanya sekedar bertanggung jawab masalah kecelakaan saja. Namun siapa sangka dia memiliki kepribadian yang..


"Arya, kau pasti hanya sekedar berkelakar kan? Kinanti Gumelar memang wanita yang menarik namun siapa tahu dia sudah memiliki kekasih atau bisa jadi sedang pedekate dengan seseorang. "


Andien terlihat kaku saat kedua matanya berpandangan dengan mata Arya. Melihat ekspresi dingin dan sifat nya Andien teringat tentang ayahnya. Pandu.


Lelaki ini sangat mendominasi nya kala itu dan dia juga yang memilih nya menjadikannya seorang istri kala itu. Sifatnya menuruni ke Arya Wibisono.


"Tuan Arya saya kira Anda.. " Belum selesai Kinanti Gumelar berkata sudah disela dengan Andien.


"Sayang, tolong terima saja putra tante. Dia yang banyak kekurangan dan juga memiliki kelebihan. Ku harap kalian berjodoh hingga akhir nafas terakhir. " Andien menatap Kinanti Gumelar dengan penuh harap.


"Bunda." Arsha mulai angkat bicara namun di interupsi Arjuna.


"Arsha." Arjuna memberikan kode pada putra sambung nya dengan kode menggeleng kan kepala.


Kinanti Gumelar mengedarkan pandangan sekelilingnya. "Ku rasa aku tak memiliki pilihan bukan? " Tanya nya lirih.


"Gadis pintar. Kau mengerti keinginan ku". Dengan senyuman membingkai di paras tampan nya Arya memberikan sebuah kotak ber beludru biru. Dengan ragu Kinanti Gumelar menerima nya.


"Wow.. Sungguh lamaran yang luar biasa. " Aris mengomentari sikap sang kakak. Yang melamar seorang wanita seperti intruksi kepada bawahan nya saja.


"Alhamdulillah. Kau harus mempersiapkan diri juga kau Andien. Kau harus mencari hari baik dan juga mencari WO untuk pernikahan mereka. " Sari pun angkat bicara.

__ADS_1


"Tentu Ma. Semuanya akan aku urus secepatnya. Bukan begitu Arya? " Tanya Andien.


"Lebih cepat itu lebih baik lagi." Jawab Arya yang tak berhenti menatap Kinanti Gumelar.


"Mungkin aku harus pasrah saja, mengapa juga dulu aku harus menurut padanya. " Batin Kinanti Gumelar.


"Kau boleh meneruskan karir mu. Aku tak keberatan. " Lanjut Arya tanpa menatap asyik dengan orang.


"Kau sungguh-sungguh mengijinkan dia pada pengabdian pada masyarakat? " Tanya Andien.


"Aku tak keberatan dengan itu. Lagipula ada Arsha yang menjaganya di tempat itu. " Jelas Arya.


***


Di kantor Arya sibuk dengan urusan pekerjaan yang membutuhkannya karena ia kana menikah namun secara diam-diam. Rencananya undangan nya akan disebarkan satu hari sebelum acara.


Dia melakukan hal itu karena ada alasannya. Yakni Dania. Putri relasi nya itu bersikap seolah-olah dia berhati lembut dan baik sesuai penampilan nya yang polos. Namun sejatinya bukan, Arya merasakan itu saat pertama kali bertemu dengan nya saat kunjungan nya ke tempat relasi nya itu.


"Siang kak Arya. Aku bawakan makanan untuk makan siang. Semoga kakak suka ya, makanannya. " Wanita itu duduk di sofa panjang yang ada di ruangan Arya.


" Apakah kakak akan lama sekali? " Tanya Dania.


"Apa kau tak bisa mengucapkan salam terlebih dahulu. " Sentak Arya menatap nya dingin.


"Kak Arya bukannya selama ini tak keberatan dengan kehadiran ku? " Tanya Dania. Memang benar adanya Arya mengacuhkan nya selama enam bulan terakhir ini.


Setelah kesepakatan kerja waktu itu dia hanya bersikap sopan saja. Namun ternyata wanita itu lebih lihai memanipulasi keadaan. Sehingga ia dapat masuk dan sekarang ini sudah terbiasa di dalam kantor nya.


"Suatu saat aku akan menikah dan tentunya tak sopan jika kau berkeliaran di sini. Lagi pula ini bukan milik orang tua mu! " Arya langsung ke intinya.


"Kak Arya aku kan cuma ingin dekat dengan kakak. Aku hanya anak tunggal jadi apa boleh jika kita bertemu seperti ini. " Pinta nya dengan muka memelas.

__ADS_1


"Aku sudah tak nyaman akan keberadaan kamu di sini. Dan kau cari pekerjaan yang cocok untuk mu! " Usir Arya ketus.


"Tapi hanya kakak yang ku kenal. Aku sangat nyaman dengan mu. Jika pekerjaan bisa kan aku kerja di sisimu? " Pinta nya manja.


"Kau bukan siapa-siapa! Papa mu kan punya perusahaan mengapa juga kau kemari setiap hari? " Sarkas Arya kesal.


"Hanya kakak yang ku kenal. Dan juga.. " Belum selesai Dania bicara Arya berdiri dan melemparkan kotak makanan yang di mejanya.


Praang. "Pergi! Jangan pernah kau muncul kembali! " Usir Arya tegas.


"Kakak kenapa marah? Apa salahku? Kenapa tiba-tiba saja marah? Kak Arya. " Cicit Dania dengan berderai air mata.


"Keluar atau sekuriti akan menyeret mu keluar? " Desis Arya karenakan tak tahan menghadapi wanita itu.


Dania beranjak dari tempat nya dan keluar dari ruangan Arya. Arya menekan tombol interkom. "Jangan pernah ijinkan wanita itu masuk ke gedung ini apalagi sampai ke ruangan kerja ku! Suruh sekuriti menghafal wajah nya dan satu lagi jika kedapatan dia berhasil menyelinap. Maka akan ku pecat dia dari perusahaan ini. Pastikan itu! "


Dania bergetar hebat saat mendengar suara Arya. Pasalnya ia mendengar nya langsung dari alat kecil itu. Sekretaris Arya menggunakan loudspeaker jadi suara nya jelas terdengar.


"Kenapa kakak Arya berubah padaku? Apa salahku? " Batin Dania sambil berjalan lesu melewati sang sekretaris.


Arya meminta OB kantor untuk membersihkan ruangannya yang berantakan. Arya hanya duduk membelakangi sang OB kantor yang sibuk dengan peralatannya.


"Seharusnya dari awal aku singkirkan parasit yang menempel dulu jadinya tak kewalahan menghadapi si ulat keket itu. " Batin Arya kesal.


"Lihat saja jika dia berbuat seperti ini lagi maka aku tak akan segan untuk menyingkirkan paksa hingga lapisan paling akhir. " Geramnya sambil menutup mata.


Akan sedikit drama nanti nya jika berurusan dengan wanita itu. Sikapnya memang manis, halus dan sopan. Namun aslinya dia sangat menyebalkan. Salah Arya sendiri yang mengacuhkan nya dan membiarkan dia berkeliaran di kantor nya. Walaupun dia tak pernah satu kali pun makan bekal yang di bawakan Dania.


Namun sudah mengizinkan dia di sekitarnya maka secara langsung membuat pengakuan tentang adanya dia. Dan secara tak langsung Dania membenarkan gosib jika dia calon istri bos mereka.


Karena waktu para karyawan Arya bertanya dia hanya tersenyum dan tersipu. Secara tak langsung membenarkan rumor tersebut.

__ADS_1


__ADS_2