Dilemma

Dilemma
31. Terluka


__ADS_3

"Jangan pernah berkata atau berpikir seperti ini lagi. Berjanjilah sayang. " Ucap Pandu pada Arsha. Mereka berpelukan, Pandu berdiri setelah Arsha tenang menggandeng nya. Meninggalkan kediaman Wibisono.


Sari Wibisono membelakangi putra nya. Jauh dari lubuk hatinya ia terluka dan kecewa karena sang putra telah mengkhianati janjinya, ikrar suci cinta telah ternodai karena nafsu.


Arifin Wibisono hanya mengangguk memberi kode putra nya untuk bersabar atas semua masalah yang ada. Arjuna menatap kepergian kakaknya di teras balkon kamar nya.


Sempat ia melihat Andien tidur di ranjangnya, kehadiran kakak nya sudah mengganggu hatinya, jujur Arjuna masih melihat cinta Andien untuk kakaknya.


Andien hanya berpura-pura tidur, rasa luka itu ada, jelas Andien kebingungan untuk mengekspresikan perasaan itu. Rasa sesak dan bersalah pada Arjuna yang mendampingi nya selama Pandu tak ada.


Butuh waktu ia menyingkirkan cinta Pandu. "Kenapa kau permainkan hati kami.. " Bisik Arjuna lirih. Hanya angin yang mendengar suaranya yang juga terluka.


Di penjara. Camelia meraung menangisi apa yang sudah dia lakukan di masa lalu, ia berpikir Pandu akan marah tak mencintai nya lagi. Sudah tak ada yang mengeluarkan dia karena adiknya Stella tak ingin terlibat, karena statusnya sebagai selebriti.


Apalagi keluarga nya yang menjadi patner bisnis keluarga Wibisono. Ayahnya mengacuhkan telpon nya. Tanpa keluarga dan pengacara ia sudah mengira hidupnya sudah berakhir.


Dia hanya mengirimkan asistennya dan memberikan bingkisan makanan dan keperluannya selama di masa tahanan sementara. Menunggu sidangnya, ia tak ingin kehilangan fansnya dan popularitas nya.


"Sayang. Keluarkan aku, aku takut disini. Aku lakukan semuanya karena aku mencintaimu. " Ucap Camelia di tengah derai air matanya. Menatap sang suami, yakni Pandu Wibisono.


"Mereka sudah mengurusi kasus ini dari pertama kali dan terhenti karena minim saksi dan bukti. Kemunculan kita sudah menjadi titik balik dan penyidikan di mulai lagi. " Pandu menjelaskan kronologi penangkapan kasus tersebut.


"Sayang. Jika kau tak terlibat, maka semuanya baik-baik saja. Nanti kau akan bebas, aku sudah mencari pengacara untuk membela mu. Semuanya akan baik-baik saja. " Pandu mencoba untuk menenangkan Camelia.

__ADS_1


Wanita itu hanya menangis di balik batas kaca yang memisahkan mereka. Dan mereka berbicara melalui alat penghubung komunikasi antara mereka.


Camelia hanya menangis lagi dan lagi. Pandu sudah mengingat semuanya, ingatan yang telah kembali itu tak dia ungkapkan. Karena sama saja memperparah luka di sana sini.


Ia hanya butuh pengakuan dan kejujuran Camelia. Namun wanita itu hanya bungkam dan tak jujur pada siapapun. Padahal dia sudah menunggu pernyataannya. Pengacara Sandi hanya menatap Pandu menggeleng kepala memberikan kode tak ada harapan untuk menang.


Karena aksi diam dan drama Camelia yang berlarut-larut. Berita kehebohan drama penculikan di tambahin cinta segitiga pewaris Wibisono menjadi viral.


Cerita yang sama hanya kini menjadi lebih heboh lagi. Adanya pihak-pihak yang ikut campur tangan dari pihak tiga, untuk menghancurkan kerajaan bisnis Wibisono.


"Arjuna berusaha semaksimalnya, Pa. Tak akan ku biarkan mereka mempermainkan kita. Perusahaan kita memiliki kekuatan penuh.. Papa istirahat saja. Aku yang handle. " Arjuna memutuskan telepon dari Papanya.


Andien masuk ke ruangan kerja Arjuna. "Bagaimana semuanya? " Tanyanya sambil menata makanan di meja tak jauh dari Arjuna duduk. Lelaki itu bergerak mendekati istrinya yang membawakan makan siangnya.


"Aku masih sehat dan tak ada pengaruhnya. Tenanglah. " Andien mengusap rahangnya Arjuna. Lelaki itu mengecup ringan jari-jari nya Andien terkekeh kecil.


"Apa benar dia tak rewel. Dulu sang kakak juga tak rewel. Adik hebat sama seperti kakak.. " Puji nya sambil mengelus perut buncit itu.


"Aku akan bilang jika dia rewel nantinya. Dan Ayah janji bantu.. " Ucap Andien manja sambil menyuapi Arjuna. Dan ia mengangguk pelan.


Lelaki itu patuh memakan makanan yang di suap kan. Andien menerima suapan buah dari Arjuna. "Aku sudah makan tadi. Nanti aku gendut. " Protesnya. "Aku suka, biar saja gendut jangan khawatir. " Jawabnya sambil mengecupnya ringan.


"Baiklah. Kita lihat saja nanti.. Aku yakin Ayah akan tergoda dengan gadis kecil atau mungkin wanita-wanita yang seksi di luar sana. " Lanjut Andien dengan merapikan bekal sisa makanan yang dibawa oleh nya.

__ADS_1


"Kau meragukan kesetiaan ku? " Tanya Arjuna pada istrinya sambil menyorot mata Andien. "Entah. Aku ragu setelah ada kejadian beberapa terakhir ini. " Sahut Andien setengah melamun.


Tak banyak komentar Arjuna memeluknya dan mengusap punggung bumil. "Berteriak lah pada ku, jika suatu saat aku berbuat salah. Jangan hanya diam dan memendam nya. " Bisik Arjuna.


*


Jujur. Andien shock saat melihat Pandu terlebih lagi melihat keluarga kecilnya. Bohong jika dia baik-baik saja. Hatinya sakit dan sesak manakala ia melihat lelaki itu berdekatan dengan orang lain.


Namun Arya terlihat tenang, tekat dia kuat dan tak menangis di depannya. "Kalian harus membayar sakit hati kami. Kami yang kau tinggalkan. Kami yang terluka karena keegoisannya kalian." Batin anak itu pada dirinya sendiri.


*


Arjuna melepaskan diri dari pelukan mengecup mengecupnya ringan di bibir tak ditolak Andien. Justru sebaliknya ia membalasnya. Mereka saling mengecap, bertukar slavina, "Ku rasa cukup cuci mulut nya sayang. Nanti malam kita lanjut lagi. " Seraya menempelkan dahi mereka berdua.


"Hati-hati, ya? Aku sayang kamu. " Ucap Arjuna sekali lagi dia mengecup mengecupnya. Andien hanya mengangguk dan bangkit berlalu begitu saja.


"Di mana perasaan mu? Dia kakak mu, dan kau tega meninggalkan nya tanpa menengok ataupun mencarikan pembela untuk nya? Lantas kemana orang yang selalu bermanja-manja padanya yang selalu memohon bantuan untuk di sokong agar dapat job dan di akui sedunia? "Sindiran pedas dari Pandu menampar kenyataannya.


Stella hanya diam tak bergeming," Ia sudah ku carikan Tender untuk perusahaan yang dulu. Juga beberapa client.. untuk kerja sama dengan perusahaan? " Jadi ku anggap sudah impas saja. " Sahut Stella ketus, walau harus menahan rasa takut nya.


"Baik lah. Asal kau jangan menyesalinya di kemudian hari. Semua yang kau buat akan kembali padamu juga. " Pandu melangkah pergi keluar dari privat room cafe tempat mereka bertemu.


Pandu mencoba peruntungan kalau saja adik istrinya masih ada rasa peduli pada kakaknya. Dugaan nya salah, nyatanya ia benar-benar sudah meninggalkan semua nya.

__ADS_1


Tak ada ikatan keluarga dari perasaannya, semuanya hanya tulisan semata. Pandu sudah berupaya untuk mewujudkannya. Camelia tak akan divonis bebas karena adanya pembunuhan. Kemungkinan ia penjara seumur hidup atau parahnya pidana hukuman mati. Karena kasus berencana itu.


__ADS_2