Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 10 : Terbongkar.


__ADS_3

Bab 10 : Terbongkar.


Ceklek.


Pintu kamar mandi terbuka dan dari sana Alex muncul dengan hanya mengenakan handuk yang Ia gunakan untuk menutupi sebagian tubuhnya.


"A ...!" Jerit Tira dengan lantang. Sontak saja Tira terkejut melihat Alex yang hanya memakai handuk saja.


Tira menutupi matanya dengan kedua tangan dan membalikan badannya saat melihat pemandangan tak biasa. Namun, diam-diam dia membayangkan apa yang Ia lihat. Kulit putih bersih dengan proporsi tubuh kekar di bagian tangan juga perut yang berbentuk persegi bagai roti sobek membuatnya terdiam membisu. 'Nyaris sempurna,' batinnya.


Sementara itu, Alex segera memakai pakaian yang buru-buru Ia ambil dari lemarinya. Buru-buru juga Ia pakai celana ketat karena terkejut dengan teriakan Tira.


"Sudah! Aku sudah ganti baju. Lagian, kenapa kamu nutupin mata sih? Bukannya kita suami istri? Ah, aneh sekali," ucap Alex tampak heran namun Ia langsung merapihkan rambiutnya yang basah.


"It-itu .. itu karena aku belum terbiasa." Jawab Tira dengan cepat.


"Ah, kamu ini. Kamu habis dari mana? Aku cari nggak ada," tanya Alex pada Tira.


Tira membalikan badannya karena Ia merasa Alex sudah dalam keadaan memakai baju. Ia berjalan ke arah handuk yang diletakan sembarangan. Kemudian mengambil handuk bekas Alex pakai.


"Aku, habis nyiram tanaman. Bantu ibu, kanu turun duluan aja. Kita akan makan malam lebih awal kata Ibu," ucap Tira pada Alex.


Tira pergi menjemur handuk ke luar kamar tepatnya di balkon yang di sana ada jemuran kecil. Ia jemur handuknya di sana. Setelah itu berjalan kembali ke kamar. Dan terkejut karena Alex masih ada di kamar. Alex duduk dengan gelisah di atas kasur.


"Loh kok? Kamu masih di sini, Mas?" Tanya Tira pada Alex.


Alex menatap lekat pada Tira, matanya menyoroti Tira dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kemudian Ia berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah foto.


Alex kembali duduk dengan foto di tangannya. Dan Ia langsung menunjukan foto itu pada Tira saat Tira duduk di meja rias.


"Lihat ini." Ucap Alex sembari menunjukan foto yang diambilnya dari lemari.


Tira langsung menoleh dan terbelalak saat melihat foto yang kini ada di tangan Alex. 'Aku sangay ceroboh! Apa yang akan aku katakan?' Pikirnya.


Keringat dingin mulai bercucuran di seluruh tubuh Tira, matanya tak difokuskan pada foto. Tira sepertinya ketakutan dan menatap manik mata Alex saat ini.


"Kenapa? Ada yang ingin kau jelaskan?" ucap Alex yang nadanya berpura-pura santai.

__ADS_1


"Dari-darimana kamu dapatkan i-itu, Mas?" tanya Tira yang suaranya terdengar goyang dan tak jelas.


"Aku dapatkan ini di lantai saat aku mau ambil baju. Siapa dia? Apa kau punya kembaran?" tanya Alex menyelidik.


Tira menundukan kepalanya, tak mengatakan sepatah katapun saat mendapat pertanyaan dari Alex.


Alex melangkah maju beberapa langkah dengan membawa foto itu. Ia perlihatkan langsung foto itu pada wajah Tira dengan jarak kurang dari lima senti meter.


"Jelaskan!" Kata Alex dengan tegas.


Alex langsung mendongakan wajah Tira, kemudian menatapnya dengan tajam. Ia juga meraih tangan Tira dan diberikannya foto itu. Alex langsung membuang wajahnya, mundur beberapa langkah dan duduk kembali di tempat tadi Ia duduk.


Suasana gening, mencekam dan tak ada suara lagi. Hanya suara hati dan pikiran saja yang saat itu bicara.


Lima belas menit kemudian, Tira menyungkur di kaki Alex. Ia meraih tangan hingga Alex menatapnya seketika dengan bingung.


"Maaf, aku pasti akan katakan semuanya, sejujurnya, tapi ada satu syarat." Kata Tira yang masih duduk di lantai.


"Syarat?" Ucap Alex mulai bingung.


"Iya. Aku akan katakan semuanya tapi kau janji tak boleh menceraikan Tira," ucap Tira.


"Iya. Tapi kau janji dulu! Kau tidak akan menceraikan Tira sampai semuanya selesai," pinta Tira.


"Okay. Katakan!" Tegasnya dengan singkat.


"Sebenarnya Tira hilang di hari pernikahan dan sampai sekarang masih juga belum ditemukan. Entah kemana dia, yang jelas ...


"Jika Tira hilang, kau siapa?!" Pekik Alex dengan emosi pada Tira.


Alex mengangkat tubuh Tira dengan kasar, wajahnya memerah penuh dengan emosi.


"Ak-aku adiknya. Tira punya kembaran yang kau pasti tidak tau." Jelasnya.


Alex langsung melepaskan Tisa dengan kasar hingga Tisa jatuh ke lantai.


"Aduh! Kau kasar sekali!" Bentak Tisa yang langsung bangkit dari jatuhnya dengan sedikit menepuk-nepukan pakaiannya.

__ADS_1


"Dimana Tira? Kenapa ini kau lakukan! Aku bisa saja menuntutmu dengan tuduhan penipuan! Dan kau akan dipenjara! Lihat saja!" Celetuk Alex yang kini amarahnya meledak karena merasa dipermainkan.


"Jangan! Jangan aku mohon," ucap Tira yang tangannya memohon belas kasihan dari Alex.


"Kenapa kau lakukan ini?!" Bentak Alex.


"Coba saja kau pikir pake otakmu yang pintar itu! Jika hari itu aku tidak gantikan Tira, apa yang akan terjadi pada keluargamu dan keluargaku? Media masa? Banyak pihak yang akan dirugikan jika sampai acara itu batal. Dan kau tau siapa yang akan rugi? Kakakku dan kau juga yang akan rugi, terutama bisnis keluarga masing-masing! Harusnya kau berterima kasih!" Bentak Tisa berusaha menjelaskan dengan kesal. Wataknya perlahan diperlihatkan, pemarah dan pecicilan.


Alex tertegun, 'benar juga apa yang dikatakannya. Belum lagi Ibu yang punya riwayat jantung. Apa yang akan terjadi jika tau semua ini?' Pikirnya.


"Apa maumu?" Tanya Alex pada Tira.


"Mauku? Aku hanya mau jika kau membantu mencari Tira. Doa kan calon istrimu. Bantu kamiencarinya!" Kata Tira dengan tegas.


Alex kembali mengingat apa yang janggal dengan Tira. Dan ia sadar jika selama ini, dialah yang tak peka dengan apa yang terjadi


Alex kembali terdiam. Tak mungkin juga Ia menceraikan Tisa begitu saja. Ia tak mau membebani pikiran Bu Sani karena punya penyakit jantung.


"Sayang ...!" Panggil Bu sani dari arah dapur.


Sontak mereka berdua langsung berpandangan hingga keduanya saling membuang wajah satu sama lain.


"Ini belum berakhir! Dengar! Pembicaraan kita akan kita lanjutkan setelah makan malam! Aku belum memutuskan akan bagaimana! Aku muak dengan kau!" Ucap Alex langsung pergi begitu saja dari hadapan Tira.


Tira membuang nafasnya kasar. Kemudian memukuli kepalanya sendiri dengan tangan kanannya.


"Aish! Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa aku akan dilenyapkan olehnya? Dia galak sekali padaku! Tidak seperti sebelumnya bersikap begitu manis! Dasar palsu! Yah! Lagian siapa juga yang mau terima perlakuan manis darimu? Hello! Dia pikir dia itu siapa?! Berani bersikap kasar padaku!" Gerutu Tisa saat Alex begitu saja pergi dengan perlakuan kasarnya.


Tisa juga nggak mungkin bilang jika semua ini adalah rencana ayahnya. Ia tak mau ayahnya mengalami masalah karena penyamarannya terbongkar.


Kreoook


Suara dari perut Tisa terdengar jelas dan Ia langsung turun untuk makan. Walaupun Ia tak yakin, Ia berusaha tetap tenang menghadapi kemungkinan yang akan terjadi jika Alex membongkar siapa dirinya di depan kedua orang tuanya.


Tira langsung duduk dengan nyaman di kursi, Bu Sani langsung menyodorkan makanan pada Tira. Ia masih diperlakukan baik oleh Bu Sani walaupun saat melihat ke arah Alex, wajahnya nampak tak suka.


"Kalian berdua kenapa?" Tanya Bu Sani yang sedari tadi memperlihatkan rau wajah Tira dan Alex.

__ADS_1


Tira dan Alex langsung melihat ke arah Bu Sani dengan tatapan terkejut.


***


__ADS_2