Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 40 : Bu Sani siuman


__ADS_3

Bab 40 : Bu Sani siuman


"Mm, gimana ya?" Gumam Rendy. Rendy menimbang-nimbang sebelum Ia memutuskan. Karena ia tahu sifat Tira seperti apa. Ia hanya tidak mau membuat ketidaknyamanan bagi Tira saat berada di dekat dirinya.


"Memangnya lo bener-bener nggak bisa bantu Tira semalam aja? "Tanya Tisa kepada Rendi dengan nada sedikit memohon.


"Gue nggak masalah. Cuma masalahnya ada di Tira, dia mau nggak bermalam di kos-kosan gue? "Ucap Rendi kepada Tisa.


" lo nggak usah khawatir, karena sebelum gue bicara sama lo soal ini, gue Udah tanyain sama Tira dan dia mau. Lo jemput aja dia di taman dekat Rumah Sakit. Gue akan kirim lokasinya. Oke, " ucap Tisa sembari mematikan sambungan teleponnya setelah ia berterima kasih kepada Rendi, karena Rendy sudah berkenan menolongnya untuk membiarkan Tira tidur semalam di kos-kosannya.


Tisa bergegas mengirimkan lokasi tempat di mana Tira berada, dan Tisa berharap jika langkahnya ini sudah benar, membiarkan Tira bersama Rendy untuk sementara waktu. Dia hanya berharap jika Tira bisa introspeksi dengan apa yang sudah ia lakukan.


Setelah itu, Tisa merasa jika dirinya juga bersalah. Ia mengingat kembali bagaimana Bu Sani bisa terkena serangan jantung akibat ulah keluarganya. Dan sungguh


Tisa merasa sangat kehilangan, mengingat momen saat pertama kali dirinya masuk ke rumah Alex dan banyak kejadian-kejadian lucu saat itu. Tidakmudah bagi Tisa berbaur dengan keluarga Alex, namun saat itu ia sungguh sangat berusaha sekali agar bisa diterima oleh keluarga Andara.


Tisa yang masih ada di kamarnya, memilih untuk merebahkan diri dan berusaha memejamkan mata agar semua permasalahan yang terjadi pada hidupnya segera berakhir. Berharap ia bisa terlelap namun apa yang terjadi setiap kali Tisa memejamkan mata, bayangan Alex selalu muncul dan saat itu ia sungguh kehilangan sosok Alex yang sebentar lagi tak akan pernah Ia temui lagi.


Padahal, baru kali ini cinta Tisa terbalaskan, setelah mencintai Aris tanpa balas, ia dicintai oleh Alex yang dari segi penampilan jauh lebih rupawan dibanding dengan Aris. Namun entah mengapa Tisa ragu mengakui jika dirinya mencintai Alex. Mungkin karena Alex adalah pacar dari saudara kembarnya sendiri.


***


Sementara itu di rumah sakit, Alex dan Pak Joni masih menunggu Bu Sani untuk sadar. Sesekali Pak Joni geram dengan apa yang sudah terjadi dan ia mengaku jika dirinya terlalu bodoh mempercayai Pak Arya dan keluarganya.

__ADS_1


Pak Joni juga melakukan tuntutan-tuntutan hukum untuk menuntut keluarga Pak Arya karena dinilai sudah menipu mereka namun Alex masih tetap membela dan berada di pihak keluarga Pak Arya, karena ia tak mau wanita yang ia cinta mendapatkan kesulitan akibat ulah ayahnya.


Alex sudah menyadari jika dalam hal ini Tisa maupun Tira tak ada hubungannya dengan apa yang dilakukan oleh Pak Arya, mereka berdua hanyalah korban ambisi dari Pak Arya saja.


" Yah, urungkan niat Ayah untuk menuntut Pak Arya. Sudahlah, berdamai saja! "Pinta Alex sembari berdiri di samping Pak Joni.


Pak Joni tak menjawab. Tatapannya hanya mengarah kepada bu Sani saja. Badannya yang kekar dan besar membuat Alex menyadari jika ayahnya itu memang mempunyai sifat yang keras, hingga tak pernah bisa dibujuk oleh siapapun. Jika ia sudah mengambil keputusan, tak ada yang mungkin bisa mengubahnya kecuali Bu Sani yang merupakan istrinya sendiri.


"Aku yakin pak, Ibu juga nggak akan setuju kalo ayah melakukan hal ini. Ibu tidak akan membiarkan Tisa, Tira dan semua anggota keluarga Pak Arya masuk penjara, karena mereka juga hanya korban. Mereka tidak tahu malam itu Tira akan diculik dan sampai saat ini belum ada kejelasan siapa sebenarnya orang yang menculik Tira di malam sebelum kami melakukan akad,"


" lalu, Kenapa mereka tidak mengatakan hal yang sejujurnya?" Tanya Pak Arya bernada tegas seolah tak luluh sedikitpun dengan apa yang sudah dijelaskan oleh Alex.


Alex menghela nafas panjang Ia pun hanya bisa diam saat ayahnya bertanya soal alasan keluarga Pak Arya tidak mengatakan hal yang sejujurnya sebelum acara pernikahan berlangsung.


Tiba-tiba saja, percakapan mereka terhenti karena Pak Joni melihat telunjuk Bu Sani bergerak. Ia pun langsung menarik tangan Alex dan antusias menunjukkan ke arah pergerakan tangan ibunya itu.


Alex langsung menekan tombol darurat yang berarti memanggil dokter. Beberapa saat kemudian dokter tiba di ruangan dan langsung memeriksa keadaan bu Sani. Beberapa saat setelah diperiksa, Bu Sani membuka matanya dan tentu saja Dokter langsung memberikan tindakan.


Bu Sani juga sudah bisa melihat ke arah Pak Joni dan juga Alex. kemudian ia langsung melambaikan tangannya seolah ingin agar Alex dan Pak Joni mendekat padanya.


Bu Sani memberikan kode kepada dokter jika dokter harus membuka alat bantu pernapasannya, kemudian dengan Sigap dokter pun membukanya dan Bu Sani memang dinyatakan sudah siuman dari komanya.


"Apa ibu baik-baik saja?" Tanya Alex pada Ibunya.

__ADS_1


Bu Sani tersenyum, menyatakan bahwa dirinya memang baik-baik saja. Pak Joni juga langsung menanyakan keadaannya namun Bu Sani terlihat masih sangat lemah dan tak menjawab apa yang ditanyakan oleh Pak Joni. Namun saat sadar, Bu Sani menyebut Satu Nama, ia memanggil Tisa.


"Tisa ," lirihnya dipaksakan.


"Bu, jangan bicara dulu. Ibu tenang dulu dan jangan bicara soal Tisa ataupun Tira." Ucap Alex kepada ibunya dengan nada khawatir.


Alex khawatir jika ibunya terlalu memikirkan apa yang terjadi sebelumnya, maka serangan jantung mungkin saja akan terjadi lagi dan memperparah kondisi ibunya itu.


"Bu, bolehkah ib-ibu bertemu dengan Tisa? Ibu mau bertemu dengannya," kata Bu Sani malah menanyakan Tisa.


"Sudah ayah usir! Ibu istirahat saja!" Seru Pak Joni pada Bu Sani.


"Tisa, Tisa, Tisa," kata Bu Sani seolah ingin bertemu dengan Tisa.


"Yah, mungkin Ibu ingin bertemu Tisa. Mungkin ada hal yang ingin diutarakan, Yah. Gimana?" Tanya Alex pada Pak Joni.


Pak Joni diam saat Alex mengatakan jika Bu Sani ingin menemui Tisa. Sesekali Pak Joni menatap ke arah Bu Sani yang memang mengucap nama Tisa sembari memejamkan matanya. Pak tega Pak Joni melihat istrinya itu hingga ia memerintahkan pada Alex untuk membawa Tisa ke hadapannya.


Namun Pak Joni tetap diam, hingga dirinya langsng duduk dan menggenggam erat tangan Bu Sani. Sungguh, pak Joni tak bisa berkata apapun saat Bu Sani mengingkan pertemuannya dengan Tisa.


Alex langsung keluar dari ruangan itu kemudian menuju ke parkiran. Ya, tentu saja Alex akan membawa Tisa ke hadapan Bu sani. Sepanjang perjalan, Alex tak hentinya berpikir soal Bu Sani yang menanyakan soal Tisa.


"Ada apa? Kenapa dengan Ibu? Kenapa dia ingin bertemu dengan Tisa?" Gumamnya sembari mengarahkan mobilnya menuju rumah Pak Arya.

__ADS_1


***


Jangan lupa like


__ADS_2