
Bab 24 : Aksi penyelamatan
Tisa tak bisa berkata apapun saat Tira bertanya akan hal itu. Ia kaku dan membuat Tira semakin curiga.
"Apa ada yang disembunyikan? Apa? Buruan bilang!" Kata Tira pada Tisa.
Lagi-lagi Tisa memandang pada Alex, seolah Alex harus menjelaskan semuanya.
"Apa nggak ada yang bisa jelasin?" Tanya Tira lagi.
"Sekarang itu nggak penting. Yang terpenting sekarang adalah gimana caranya kami bawa kamu, sayang," ucap Alex pada Tira sembari mengelus rambut panjang Tira.
Tisa membuang wajahnya saat Ia melihat Alex mengelus rambut panjang Tira yang masih memakai perban.
Tiba-tiba saja, Alex dan Tisa dikejutkan dengan suara sepatu yang sepertinya akan masuk ke ruangan itu. Tisa dan langsung lari ke kamar mandi untuk bersembunyi. Mereka bedua mendengarkan sebuah percakapan di sana.
"Jadi bagaimana? Apa sekarang saja kita bawa dia?" Tanya Dokter.
"Nggak. Jangan sekarang, biarkan dia istirahat semalam lagi di sini. Banyak orang yang mengincarnya,"
Mendengar suara itu, Alex penasaran ingin melihat siapa dua orang yang tengah ada di ruangan itu. Alex mengintip dengan cara membuka sedikit dari pintu kamar mandi. Dan Ia tercengang melihat seorang pria yang Ia kenal namun Ia tak menampakan jika dirinya mengenal pria itu pada Tisa.
Setelah kedua orang itu meninggalkan ruangan, Alex dan Tisa keluar dari kamar mandi dan Tisa kembali mengunci pintu ruangan itu.
Setelah itu, giliran Tisa yang mendekat pada Tira dan bertanya soal kondisi dirinya.
"Sebenarnya, siapa yang memculikmu?" Tanya Tisa.
"Mana gue tau! Kalo gue tau, udah gue laporin tuh orang ke polisi!" Ucap Tira pada adiknya, Tisa.
"Ya, baiklah. Tapi kenapa dengan wajahmu? Kenapa? Jelaskan semuanya agar aku paham apa yang sebenarnya terjadi. Jangan menyembunyikan kebenaran sekecil apapun," tegasnya pada Tira.
"Semua ini berawal dari Mommy Queen yang mengirimku pada seorang pria hidung belang. Aku didandani olehnya agar menghibur pria itu. Aku dibawa ke hotel oleh pria kaya yang memang wajahnya sepertinya aku kenal, tapi aku lupa dimana pernah melihatnya." Jelas Tira langsung benrhenti.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Tisa.
Tisa menunjuk ke arah CCTV yang baru saja menyala. Alex dan Tisa langsung bersembunyi di tempat yang tak akan terjangkau oleh kamera. Setelah itu, Tisa mematikan sistemnya dengan cara menggunting kabel yang terpasang. Setelah itu, Tisa kembali ke tempatnya.
"Kita harus cepat keluar dari sini. Di sini nggak aman," ucapnya pada Tira dan Alex.
"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Alex penasaran.
"Setelah di Hotel, aku nggak mau hibur pria tua bangka itu. Saat tubuhku di lempat ke ranjang dan pria itu akan menyakitiku, aku langsung memecahkan sebuah botol minuman keras yang ada di nakas. Dan apa kau tau kemana aku pecahkan botol itu?" Ucap Tira pada Alex dan Tisa.
"Mamangnya kau pecahkan ke mana?" Tanya Tisa penasaran dengan aksi sodara kembarnya itu.
"Aku pecahkan ke kepala pria berengs*k itu. Hingga dia memekik kesakitan dan menjauh. Aku tak sadar jika beberapa pecahan beling botol minuman itu menancap di wajahku. Hingga ketika aku sadar, aku langsung tak ingat karena banyal mengeluarkan darah. Setelah itu, kemarin aku sadar tapi Mommy Queen malah menyembunyikanku di sini. Tolong, kalian harus membawaku pergi dari sini," kata Tira.
"Tenang saja, sayang. Aku pasti akan selalu melindungimu. Kamu nggak akan kesepian sekarang," katanya pada Tira sembari memeluk hangat Tira.
"Makasih, ini adalah mimpi buruk bagiku. Aku nggak tau apa yang dilakukan mommy Queen. Yang jelas, wajahku sangat sakit dan kata dokter aku pingsan sampai berhari-hari." Jelas Tira menjelaskan.
Tisa hanya melangkah kesana kemari saat Tira dan Alex terlihat saling memperhatikan. Tisa menatap kesal keduanya dan seakan ingin meninggalkan Tira saja. Namun, akan bahaya baginya jika membiarkan Tira di sini hanya dengan Alex.
"Ide apa?" Tanya Tira.
"Sudah. Kau menurut saja. Kita akan lakukan tengah malam."
Tisa berjalan ke arah gorden dan Ia memastikan letak kendaraan yang akan dipakai untuk membawa Tira.
"Sekarang?" Tanya Tira antusias.
"Nggak, kita nunggu malam. Oh ya, kau harus mematikan semua lampu jalan menuju parkiran, agar rencana kita berhasil," kata Tisa pada Alex.
"Baiklah, aku bisa diandalkan."
"Oh ya, hubungi juga Evan dan Rendy agar turut serta membatu. Dan mereka juga harus segera membeli tiket pesawat untul kita terbang kembali ke kota. Aku khawatir , orang licik seperti Mommy Queen nggak akan mau rugi. Apalagi jika dia tau kalo Tira kabur, ia akan gampang mengerahkan semua orang untuk mencari Tira." Jelas Tisa panjang lebar.
__ADS_1
Mendengarkan Tisa, Alex malah terbengong. Ia menatap setiap gerakan mata dan bibir juga gestur yang Tisa lakukan.
'Dia cantik, ya, sangat cantik,' gumamnya sembari menatap Tisa.
"Lo ngerti nggak?!" Pekik Tisa sembari menendang kaki Alex.
"Dek! Dia abang ipar lo!" Ucap Tira tak terima jika Tisa memperlakukan Alex seprti tadi.
"Iya. Abang ipar yang pelanga pelongo!" Jawab Tisa kesal.
"Sayang, maaf ya. Pasti sakit," ucap Tira mengelus kaki Alex yang ditendang oleh Tisa.
"Nggak ko, sama sekali nggak sakit." Jawab Alex.
Tira hanya duduk dan mulai memainkan ponselnya untuk memperaiapkan misi penyelamatan Tira, kakaknya.
Tepat jam sembilan malam, suasana sudah tampak sepi. Tisa mulai mendandani Tira dengan cadar dan pakaian syar'i yang sengaja dibeli oleh Alex siang tadi. Setelah itu, Tisa mendudukan Tira di kursi roda sementara yang bertugas membawa Tira adalah Alex.
Setelah itu, Tira melangkah menuju jendela kamudian menelepon. Evan bertugas untuk mengajak satpam sibuk dengan pertanyaannya, hingga tak akan sadar jika mereka semua keluar dari penginapan. Sementara itu, Rendy bertugas untuk menjalankan mobil yang akan membawa Tira dan Alex ke bandara.
Beruntung, karena Rendy dan Evan juga sudah membereskan barang-barang Alex dan Tisa di hotel. Tisa menghubungi Rendy juga Evan dan memberikan aba-aba bahwa segala sesuatunya sudah siap.
Tepat jam sepuluh malam, Tisa mulai membuka pintu ruangan. Ia melihat ke arah kanan dan kiri. Tampak aman dan langsung membiarkan Alex pergi dengam membawa Tira di kursi roda.
Setelah itu, Tisa mengikuti dari belakang dan bertugas memastikan tak ada dokter yang mencurigai mereka.
Tiba-tiba saja, Tisa melihat seseorang yang sepertinya akan mendekat padanya hingga Tisa memberikan aba-aba pada Alex jika dirinya harus lari saat itu juga.
Alex mempercepat langkahnya hingga Ia melihat Rendy tengah menghalau mereka. Alex langsung merengkuh Tira dan memasulannya ke dalam mobil kemudian Alex menutup pintunya.
Alex akan masuk dari pintu yang lain, hanya saja Evan tak bisa melihat kode darinya hingga Alex memanggilnya dan membuat semua orang menoleh padanya.
"Evan ...!"
__ADS_1
***