Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 23 : Ditemukan


__ADS_3

Bab 23 : Ditemukan


Tisa menoleh, melihat pada orang yang menegurnya. Sungguh Ia merasa akan ketahuan. Apalagi, yang memanggil namanya itu sembari memegang pergelangan tangannya. Tisa perlahan membuka matanya dan Ia bernapas lega kala Ia lihat orang yang ada di hadapannya itu adalah Alex.


"Lo?! Ngapain lo di sini? Kok lo tau, kalo gue di sini? Bukannya Lo nyari ke rumah ..."


Alex menutup mulut Tisa dengan tangannya dan membawanya ke ruang tertutup.


Tisa yang tak bisa bernapas, menginjak kaki Alex dan Alex memekik kesakitan hingga tangannya yang Ia gunakan untuk menutup mulut Tisa pun terlepas. Tisa bernapas lega.


"Lo mau gue mati?" Ucap Tisa kesal.


"Lagian, lo nyerocos mulu kayak petasan banting!"


"Lo, yang ngagetin gue! Lagian bukannya Lo sama Rendy dan Evan? Ngapain ke sini? Jangan bilang kalo Lo, khawatir sama gue?!"


"Apa?! Narsis! Gue cuma mau periksa rumah sakit, tadi. Tapi gue liat Lo masuk ke sini. Yaudah gue ikutin," jelas Alex.


"Yaudah lo ikut gue dan pake masker," Tisa memberikan Alex masker kesehatan untuknya pakai.


Setelah itu, Tisa membawa Alex ke penginapan dua lantai yang Tisa yakini jika Ia akan menemukan dimana Tira berada.


Alex yang belum tau soal firasat Tisa, mengekor Tisa dari belakang. Dan Ia pun bertanya pada Tisa.


"Apa yang akan kita lakuin di sini?" Tanya Alex penasaran.


"Kita akan memeriksa setiap kamar dan memastikan keadaan Tira."


"Lo tau dari mana kalo Tira di sini?" Tanya Alex tak percaya.


" lo nggak percaya sama firasat gue? Gue ini sodara kembar Tira."


"Ah, buang-buang waktu aja," kata Alex pada Tisa.


"Pergi sana!" Usir Tisa yang kesal karena dianggap membuang-buang waktu. Namun, Tisa yakin jika Tira ada di sana. Tisa mulai membuka ruangan demi ruangan dan sesekali bertanya soal Tira.


Hingga naik ke lantai atas, mereka belum juga melihat ada tanda-tanda keberadaan Tira. Alex pun malas sekali mengikuti kemana Tisa pergi karena tak ada hasil yang nyata.


"Gue pergi!" Ucap Alex.


"Yaudah, sana," kata Tisa dengan kesal.


Saat Alex hendak pergi, Ia melihat kedatangan Mommy Qween dan Ia menarik tangan Tisa untuk bersembunyi.

__ADS_1


"Diam, jangan berisik." Bisik Alex pada Tisa.


Keduanya bersembunyi di sela ruangan yang memisahkan ruangan satu dengan yang lainnya. Karena sangat sempit, mereka bedua berhimpitan. Detak jantung Alex terdengar jelas oleh Tisa, hingga Alex menempelkan kepala Tisa di dadanya. Tisa semakin jelas mendengarkannya.


Tubuhnya panas dingin dan keringat mulai muncul. Apalagi, Tisa melihat setiap gerak gerik Alex saat memeriksa Mommy Queen.


Setelah Mommy Queen pergi, Tisa langsung mendorong tubuh Alex hingga Ia jatuh ke lantai.


"Oh, ini caramu berterima kasih?" Tanya Alex masih terjatuh.


"Ya maaf. Makasih ya," Tisa dengan nada datar seperti terpaksa. Tisa menyodorkan tangan untuk membantu Alex berdiri. Namun, saat Alex menyambut tangan Tisa, Ia langsung menarik tangan Tisa hingga Tisa jatuh dan tubuhnya menempel di atas tubuh Alex.


Sepersekian detik, mereka saling bertatapan hingga saling memuji satu sama lain. Tisa tersadar dan langsung bangkit dengan ekspresi kaku.


"Dasar cowok biawak! Cari kesempatan dalam kesempitan!" Gerutu Tisa melipat tangan di dadanya.


Alex malah tersenyum kecil dan sedikit tertawa. Setelah itu, Ia pun bangkit dan berdiri di depan Tisa. Alex tak membalas Tisa dengan amarah. Ia hanya tersenyum saja pada Tisa.


"Lagian, lo bukan tipe gue!" Ucap Alex yang langsung pergi.


"Lo mau kemana?" Tanya Tisa pada Alex.


"Gue mau cari Tira! Istri gue!" Tegas Alex yang melangkah ke sebuah ruangan kemudian mengintip di kaca kecil pintu ruangan.


"Ada mommy Queen. Diam, kita harus tau siapa wanita yang di perban itu," kata Alex pada Tisa.


Alex menarik tangan Tisa lagi ke toilet karena Mommy Queen akan segera ke luar. Hingga keduanya diam, hanya mendengarkan sebuah obrolan dari Mommy Queen yang entah dengan siapa.


"Dok, gimana dia? Apakah baik? Kapan akan sembuh?" Terdengar sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh Mommy Queen.


"Sabar, Bu. Semuanya pasti akan kembali seerti semula. Mari kita kembali ke ruangan saya," ajak dokter.


Mereka berdua akhirnya pergi dari sana meningglakan ruangan itu, setelah itu Alex dan Tisa masuk ke dalam ruangan yang Mommy Queen masuk.


Saat keduanya tiba di dalam, Tisa langsung menguncinya dari dalam. Hingga si pasien yang di perban wajahnya itu sadar jika ada yang masuk ke ruangannya.


"Siapa itu?" Tanyanya sembari merentangkan tangannya untuk memastikan.


Alex dan Tisa terdiam dan saling memandang satu sama lain karena terkejut mendengar suaranya.


"Tira?!" Panggil Tisa yang kemudian duduk mendekat di samping pasien itu.


"Kau siapa? Kau tau namaku?" Tanya pasien yang entah siapa dia.

__ADS_1


"Kau siapa? Apa kau bernama Tira Nugraha?" Tanya Tisa.


"Ya. Apa kau Tisa? Yang ingin selamatkan aku? Cepat, Tisa lepaskan aku!" Kata Tira dengan antusias.


Alex langsung mendekat kemudian memeluk Tira dengan erat walaupun Ia tak bisa melihat wajahnya saat ini.


"Alex? Kamu di sini juga? Tolong bawa aku pergi dari sini. Aku nggak mau disekap lagi. Cepat bawa aku pergi," rengek Tira.


"Sayang, aku sangat senang bisa mendengarmu lagi. Apa yang terjadi? Mengapa kau bisa berurusan dengan Mommy Queen?"


"Tak ada waktu untuk menjelaskannya. Cepat bawa aku pergi." Tira dengan memohon. Ia benar-benar senang jika nyawanya akan selamat.


Tira kini berjaga di daun pintu karena akan banyak sekali keributan jika mereka berdua membawa Tira sekarang pergi dari penginapan dokter.


"Kita harus tunggu dulu sebentar di sini. Jika sudah larut, baru kita akan pergi dari sini." Jelas Tisa pada Alex dan Tira.


Tisa masih melihat Alex yang kini memeluk erat Tira. 'Entah kenapa aku merasa sedih dengan apa yang aku lihat. Apa aku cemburu? Pada saudaraku? Oh, tidak! Ini bukan cinta, tapi hanya sebuah kesimpulan yang membuatku menjadi jahat pada saudaraku. Aish! Enyahlah kau pikiran buruk!' Ucapnya dalam hati.


Kini Tisa hanya melihat keduanya saling melepas rindu, dengan saling memegang tangan satu sama lain.


"Hei, Kak. Lo kenapa bisa diperban? Lo baik-baik aja kan?" Tanya Tisa pada Tira.


Genggaman tangan Tira, dilepaskan oleh Alex saat Tisa bertanya. Kemudian, manik mata Alex tertuju pada Tisa. Mulai memperhatikan Tisa diam-diam.


"Dek, ada yang jual gue sama Mommy Queen. Gue nggak mau kalo sampe jadi alat penghasil uang Mommy Queen,"


"Tapi, siapa?"


"Gue nggak tau."


"Lalu, apa kakak tau siapa yang sudah menculik kakak? Siapa dia?" Tanya Tisa dengan bersemangat. Ia ingin maslahnya cepat selesai.


"Tapi, ada yang aneh sama kamu, Dek."


"Apanya yang aneh?"


"Kok Lo bisa ke sini barengan sama Alex? Gimana ceritanya?" Tanya Tira pada Tisa.


Alex dan Tisa saling beradu pandang, mereka berdua terkejut...


***


Jangan lupa Like n komen

__ADS_1


__ADS_2