
Bab 28 : Keputusan
Saat ibu hendak ke belakang mengambil camilan untuk Tisa, Alex dan juga temannya, ibu membalikkan badannya karena pertanyaan dari Tira. Ibu menyadari jika suara yang keluar dari wanita tak dikenal itu mirip sekali dengan putrinya Tira. Ibu mendekat beberapa langkah ke arah Tira berada, dan melihat wajahnya dengan seksama.
"Kau siapa?" Tanya Ibu yang kini berdiri tepat di hadapan Tira.
Manik mata Tira langsung berkaca-kaca. Ia tak tahan jika harus menyangkal jika dirinya adalah orang lain. Ia yakin jika ibunya akan menerima apa yang telah terjadi padanya. Dan ia pun yakin ibu akan memberikan solusi yang terbaik bagi dirinya juga Tisa pun Alex.
Tira terdiam menunduk, sementara Tisa memegangi tangan ibunya seolah melarang ibunya bertanya hal itu kepada Tira. Namun Ibu penasaran karena suara itu adalah suara dari putrinya yakni saudara kembar dari Tisa.
"Jawab. Kau siapa?" tanya Bu Mira.
"Tisa, dia siapa? Apa dia temanmu?" Tanya Bu Mira pada Tisa yang kini masih ada di sampingnya.
"Dia itu ... ucapan Tisa terhenti.
"Aku Tira, Bu." Ucap Tira dengan manik mata berkaca-kaca.
Tak bisa menahan dirinya, Tira langsung berlari ke pelukan ibunya dan ia mengeluarkan semua kerinduan kepada sang Bunda. Sementara Tisa dan Alex hanya bisa melihat keharuan diantara bu Mira dan juga Tira.
Sementara itu bu Mira, terdiam. Dia membisu saat mendengar perkataan dari Tira. Ia tak percaya jika wajah anaknya berubah walaupun menjadi semakin cantik. Bu Mira mengerai pelukannya kemudian Tisa membawa ibunya itu duduk di sofa. Ibunya terlihat syok saat mengetahui fakta jika Tira sudah kembali namun dengan wajah yang lain.
__ADS_1
" Tenanglah Bu, aku akan ambilkan minum untuk ibu. " ucap Tisa sembari pergi ke belakang tepatnya ke dapur untuk mengambilkan air minum.
Sementara ketika Tisa pergi, bu Mira masih memandangi wajah Tira, lebih tepatnya memandangi wanita yang katanya adalah anaknya.
"Apa yang telah terjadi? Apa benar kau anakku Tira?" Tanya Ibu dengan ekspresi tak percaya.
Tira menganggukkan kepalanya namun ia tak dapat berkata-kata atau menjelaskan apapun tentang apa yang ditanyakan oleh bu Mira. Ia hanya menundukkan kepala tak berani sedikitpun menatap wajah ibunya walaupun pada kenyataannya dia hanyalah korban.
"Nak Alex, apa yang terjadi? Bisakah menjelaskan semuanya pada Ibu sekarang juga?" Tanya Ibu tak sabar.
Saat Alex ditanya, Ia pun sama seperti Tira. Tak bisa mengatakan apapun karena ia pun masih tak percaya dengan kenyataan jika masalah ini akan semakin rumit saja.
Tiba-tiba saja, Tisa tiba di ruang tamu dengan membawa minuman di atas nampan kayu yang ia bawa. Ia juga meletakkan beberapa camilan di atas meja dan beberapa gelas air. Ia meraih segelas air kemudian memberikannya kepada ibu dengan tujuan Ibu bisa berpikir jernih dan lebih tenang saat mendengarkan apa yang akan ia Jelaskan kepadanya.
"Yah, baiklah. Ceritakan, sebelum ayahmu ada di snini."
Tisa membuang nafasnya kasar melihat ke arah Alex dan sesekali menatap juga kepada Tira yang hanya menunduk karena ibunya menginginkan penjelasan. Ia pun menarik nafas dan mulai untuk bercerita.
" Bu, Tira diculik oleh sekomplotan orang dan entah apa motifnya. Ia dijual pada Mommy Queen dan dipekerjakan di Bali. Alasan aku dan Alex pergi ke Bali adalah untuk mencari dia. Kami nggak tahu jika ada insiden yang membuat Tira terluka dan harus menjalani operasi. Kami pikir operasi yang dilakukan oleh Tira itu tidak akan mempengaruhi wajahnya namun saat aku dan Alex melihat perban di wajah Tira di buka untuk pertama kali, kami menyadari jika Mommy Queen mengoperasi semua bentuk wajah Tira hingga menjadi seperti ini. Dan kini masalahnya adalah Apakah bapak akan bersedia jika mengatakan semuanya kepada keluarganya Alex? Aku nggak mungkin bersembunyi di dalam identitas Tira, sementara Tira ada di sini walaupun dalam wajah yang lain, " jelas Tisa panjang lebar kepada ibunya.
Manik mata bu Mira berkaca-kaca. Ia tak bisa membayangkan bagaimana Tira bisa melewati semuanya dan masih tetap hidup hingga sampai saat ini adalah anugerah dari Tuhan yang harus ia syukuri. Bu Mira memutuskan sesuatu tentang pernikahan Alex dan juga Tira.
__ADS_1
"Ibu pastikan akan bicarakan semuanya. Ibu nggak perduli soal omongan orang. Yang paling penting sekarang hanyalah kamu Tira, masih hidup dan bisa berkumpul lagi di rumah ini. Jika memang keluarga Alex tidak berkenan untuk menerima kamu, Ibu tidak akan mempermasalahkannya. karena Ibu sadar dipaksa itu tidaklah enak, " ucap ibu kepada Tira dengan nada sedih.
Ibu berdiri dari duduknya kemudian melangkah dua langkah menuju ke arah Tira berada. Ibu Mira mendongakkan wajah Tira hingga Tira melihat manik mata dari bu Mira.
" kamu tenang, soal bapakmu ibu akan berusaha bicara dengannya. Ibu juga akan berusaha bicara dengan keluarga Alex jika memang situasinya seperti ini. Tapi, Ibu sangat berterima kasih sama kamu karena kamu sudah bertahan dan masih hidup sampai sekarang tidak kekurangan suatu apapun. Itu yang paling penting saat ini, " ucap bu Mira pada Tira.
Tir, Alex dan juga Tisa sangat bersyukur karena bu Mira bisa menerima dan akan berusaha membantu bicara kepada keluarga Alex tentang apa yang terjadi sebenarnya. Mereka semua sangat terkejut karena seperti mendapat kabar gembira, apalagi Tisa yang memang tak ingin kembali ke rumah Alex, walaupun dalam hatinya ada sedikit rasa kehilangan saat mengetahui jika Alex dan Tira akan tinggal bersama dan menjalani bahtera rumah tangga.
Tiba-tiba saja, suara sepatu terdengar begitu jelas di telinga mereka dan suara sepatu itu berhenti di daun pintu. Semua orang yang ada di ruang tamu langsung mengarahkan manik mata mereka kepada daun pintu ruangan, dan mereka terbelalak melihat Pak Arya yang tengah melipat tangannya di dada dengan membusungkan dada.
"Apa yang aku dengar tadi itu adalah benar? " tanya Pak Arya dengan suara tegas dan menggema di ruangan itu.
Semua yang ada di ruangan itu langsung menunduk, seakan-akan mereka takut menjelaskan kepada Pak Arya, apa yang sebenarnya terjadi kepada Tira, Tisa dan juga Alex.
"Apa wanita yang duduk bersama Alex itu, apa benar kau, Tira? Apa benar kau anakku? Apa ini hanya akal-akalan Tisa saja?" Ucapan Arya yang seolah-olah tidak sedikitpun mempercayai perkataan dari orang yang mengaku dirinya Tira.
" Iya Pak semuanya benar dia Tira dia sudah Mengalami berbagai macam rintangan. Kasihan dia, biarkan dia tinggal di sini dan kamu juga harus bicara pada keluarga andara, soal bagaimana keadaan Tira yang sebenarnya. Jika mereka menerima, itu yang diharapkan. Namun jika tidak, terpaksa kita harus menerima semuanya, "
"Apa?! Aku pasti bermimpi! Jika memang kau benar adalah Tira, anakku, berarti Tisa yang akan mendampingi Alex dan kau Tira tetap di sini, di rumah ini, bersama kami, " Ucap pak Arya yang sepertinya tidak bisa diganggu gugat.
Tisa, Tira, bu Mira dan juga Alex terbengong mendengar perkataan Pak Arya.
__ADS_1
***
Jangan lupa like dan komen