Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 21 : Kemana Tira menghilang?


__ADS_3

Bab 21 : Kemana Tira menghilang?


Tisa terbengong melihat foto Tira di sana. Baru saja Ia membayangkan jika hidupnya akan kembali normal karena satu langkah lagi Tira akan mereka dapatkan. Namun, fakta baru pun muncul kala Polisi wanita itu memperlihatkan foto Tira pada Tisa.


"Memangnya dia kenapa?" tanya Tisa menatap pada Polisi wanita yang menanyainya.


"Dia kabur dari rumah sakit dan pihak keluarga sedang mencarinya," jawab Polisi wanita itu pada Tisa dengan menatapnya dengan lekat. Polisi menyadari sesuatu saat melihat Tisa. Polisi itu menatap lekat Tisa dan kemudian duduk di samping Tisa kemudian membuka topi yang Tisa pakai.


"Kenapa kau sepertinya mirip dengan otang yang kami cari?"


"Ah! Jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu dan ini tidak mirip." Ucap Tisa berusaha menyangkal.


"Bisa kau tunjukan kartu tanda penduduk?" Tanya Polisi itu.


"Baik," ucap Tisa sembari merogoh saku celananya.


'Sial! Gue pasti bawa kartu tanda penduduk punya Tira. Gimana ini? Gue lari atau gimana? Apa polisi bakal percaya kalo gue kembar? Aish! Ribet banget gue!'


Tiba-tiba saja Alex langsung menyodorkan sesuatu yang membuat Tisa terkejut.


"Dia istri saya! Bersikaplah baik padanya, jika tidak saya akan melaporkan anda pada atasan anda," ucap Alex sembari memperlihatkan kartu tanda penduduk milik Tisa.


Polisi itu melihat kartu tanda penduduk kemudian langsung membarikannya lagi pada Tisa. "Maaf, saya hanya menjalankan tugas saja," ucapnya langsung pergi.


Tisa mulai lega hingga bisa mengatur nafasnya dengan baik. Ia langsung mengambil Kartu tanda penduduk sembari menanyakan satu hal pada Alex.


"Kok ini ada sama Lo?" Tanya Tisa.


"Hmm! Gue temuin ini waktu gue mau ngambil baju di koper. Nggak tau, kenapa Kartu tanda penduduk itu ada di sana. Gue ambil dan simpen aja,"


"Oh. Tapi ini gimana? Tira hilang! Apa yang harus kita lakukan? Kemana dia?" Tanya Tisa dengan penuh khawatir.

__ADS_1


Entah mengapa, Alex malah merasa lega dengan kenyataan yang Ia terima soal keberadaan Tisa. Ia juga tak memberikan komentar apapun soal hilangnya Tira dari rumah sakit.


"Satu hal yang membuat gue bertanya-tanya soal Tisa. Dia nyakitin dirinya sendiri dan masuk rumah sakit? Terus melarikan diri tanpa identitas diri. Gitu?" Ucap Tisa pada Rendy dan juga Alex.


"Sepertinya iya, Tira memang sengaja. Pertanyaannya, kenapa polisi ikut mencari? Apa Mommy Queen yang melapor? Ah, semakin sulit saja pencarian ini, jika saja Tira nggak kabur," gumam Rendy.


"Dia pasti takut sama Mommy Queen. Takut dijadikan wanita penghibur kayak yang Lo bilang tadi. Ah, ini sungguh membuatku makin berpikir keras!" Tegas Tisa yang memang ingin segera menemukan keberadaan kakaknya, Tira.


Hingga kopi dan makanannya dingin, mereka langsung pergi dari Caffe dan akan menemui seseorang di sebuah rumah. Ya, mereka akan menemui orang suruhan Rendy yang bertugas mengawasi setiap gerak-gerik mommy Queen.


Sepanjang perjalanan menuju pantai, tempat mereka janjian bertemu, Tisa melihat ke arah kaca filem untuk melihat jalanan kota Bali yang dipenuhi dengan orang-orang Bule. Tisa juga berharap, akan melihat Tira saat Ia mencarinya di jalan seperti sekarang.


Alex hanya fokus pada mobil dan Rendy berkutat dengan ponselnya. Sementara Tisa, menikmati udara panas yang siang itu matahari begitu tak bersahabat dengannya.


Tiba-tiba saja, ada notivikasi pesan dari Arya, ayahnya Tisa. Tisa pun langsung membuka dan membacanya dalam hati.


'Gimana? Bagaimana Tisa?' Kata Arya dalam pesan singkat yang Ia kirim pada Tisa.


'Apa-apaan sih? Bapak seenaknya aja. Lantas anak buah yang katanya nyari keberadaan Tira, pada kemana? Apa bapak juga nggak tau gimana posisi gue? Lelah! Dan ingin teriak kalo gue nggak mau ada di posisi ini. Apalagi dengan cowok biawak kayak Alex,' gumamnya. Tentu saja Tisa hanya bisa memndam rasa kesalnya dalam hati karena tak mungkin Ia katakan semuanya di depan Alex.


Alex tak sengaja melihat wajah Tisa yang sangat kesal. Ia pun langsung mempunyai sebuah ide jahil. Alex injak remnya dengan mendadak hingga ponsel yang Tisa pegang jatuh dan berhamburan ke bawah.


"Lo apa-apaan sih? Nggak bisa nyetir? Biar gue yang bawa!" Pekik Tisa kesal sembari tangannya diarahkan ke bawah untuk mencari ponsel yang jatuh.


Tisa langsung mengambilnya dan langsung mengecek kondisi pinsel miliknya.


"Ya ampun! Ini mati! Gue nggak mau tau! Lo ganti ponsel gue!" Bentak Tisa pada Alex sembari memukul Alex di bagian sikut.


"Masa sih? Jatuh kayak gitu aja bisa rusak? Emang dasar hp nya aja yang udah harus di lem biru!" Kata Alex datar, tak menunjukan rasa bersalah.


Mendengar itu, Tisa tak marah lagi. Ia langsung menyimpan ponselnya di dekat kaca bagian depan mobil. Ia membuang wajahnya dan tak melihat pada Alex. Ia juga membelakangi Alex.

__ADS_1


'Dia kenapa? Apa gue keterlaluan ya? Tapi perkara ponsel doang mah gampang kan? Tinggal beli aja. Udah selesai. Kok malah ngambek sih?! Bisa ngambek juga ni cewek jadi-jadian. Ha ha ha,' katanya dalam hati.


Tisa masih enggan bicara dengan Alex hingga mereka tiba di pantai. Sengaja mereka janjian di pantai karena itu adalah tempat paling tidak mencurigakan bagi mereka semua.


Saat turun dari mobil, Tisa menjaga jarak dengan Alex dan memilih mengekor dari belakang mengikuti Alex dan Rendy. Lambaian tangan seseorang membuat mereka antusias mendatangi orang itu dan mereka duduk agak jauh dari spot pantai.


Pasir dan deburan ombak, akan menjadi saksi jika saat ini mereka semua tengah membicarakan rencana untuk mencari keberadaan Tira.


"Jadi, apa yang terjadi? Kenapa lo kehilangan jejak?" Tanya Rendy pada orang suruhannya, Evan.


"Maaf, gue nggak bisa masuk rumah sakit karena penjagaannya sangat ketat. Gue putusin buat nunggu di luar dan tetap mematau siapa saja yang datang dan pergi dari rumah sakit itu. Tapi tiba-tiba aja para medis malah mencari keberadaan Tira yang katanya hilang begiti saja," jelasnya.


"Ini aneh! Lo yakin, lo nggak ngantuk atau lo tinggal bentar gitu?" Tanya Tisa dengan ekspresi tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Evan.


"Beneran! Bukan gue aja kok. Karena gue nggak sendiri waktu itu. Gue bener-bener nggak nyangka bisa kehilangan jejaknya Tira. Padahal, dia udah sangat dekat di depan mata gue," jelas Evan.


Semuanya terdiam berpikir, bahkan Alex malah berpikir soal kesalahan yang Ia lakukan pada Tisa ketimbang berpikir apa yang terjadi dengan Tira.


Alex sesekali mencuri-curi pandang Tisa dan mulai bergidik ngeri, saat dirinya menyadari satu hal.


'Ini aneh! Dia bukan tipe gue! Bentuk badannya aja kagak karuan, nggak dandan tapi cantik. Matanya tajam tapi seperti menyimpan kesedihan. Tegas tapi menarik, Aish! Gue gila!' Kata Alex yang tak sadar semuanya memperhatikannya termasuk Tisa.


"Lo kenapa?" Tanya Rendy pada Alex.


"Apa? Gue?" Alex melihat ke sekeliling dan Ia melihat jika semua orang menatapnya keheranan.


"Apa jangan-jangan ada orang lain yang menginginkan Tira?" Ucap Alex kaku saat dirinya seperti tak konsisten dengan gestur dan perkataan.


"Kita nanya, Lo kenapa?!" Tegas ketiga orang itu pada Alex.


***

__ADS_1


Alex, apa bakal ngaku ya??


__ADS_2