Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 35 : Mengungkap Fakta


__ADS_3

Bab 35 : Mengungkap Fakta


Perasaan Tisa tak karua, saat Alex menyatakan perasaannya kepada Tisa. keringat bercucuran hingga tangan gemetaran. Bahkan saat ia menyukai Aris, ia tak pernah merasakan hal seperti itu. Namun kali ini, ia merasakan hal lain saat Alex menyatakan perasaannya kepada Tisa.


" Tidak adakah perasaan untukku?" Katanya Alex mengulang pertanyaannya kembali.


Tisa kembali diam dan sesekali memikirkan perasaannya. Namun Dia bisa mengungkapkan apa yang terjadi dalam hatinya karena ia menyadari jika Percuma saja dia menyatakan perasaannya kepada Alex karena Tira juga keluarga Alex.


" kau ini egois. Disaat Tira ingin kembali bersamamu, kenapa kau malah menyatakan jika kau menyukaiku? Bagaimana dengan kedua orang tuamu? Apa pernah kamu memikirkan mereka? Kenapa Kau sungguh egois memikirkan dirimu sendiri? " penuh pertanyaan Tira menjawab perasaan Alex hingga Alex pun terdiam dan menatap Tisa lekat.


Saat Tisa menyadari jika dirinya dipandang oleh Alex, Tisa langsung menunduk dan berusaha tenang. Walaupun dalam hatinya Ia sungguh tidak karuan soal perasaannya. Tak pernah Ia membayangkan jika ia akan disukai pria seperti Alex dan Alex benar-benar bisa membuat Tisa diam kali ini.


Tisa yang tak ingin larut dalam perasaannya, langsung berusaha pergi dari hadapan Alex menuju ke kamar. Namun dengan cepat Alex menarik pergelangan tangan Tisa untuk tetap tinggal. Hingga mereka saling bertatapan dan Alex seperti menagih jawaban atas pertanyaannya tadi.


"Apa? Kenapa kau menahanku untuk pergi? "Tanya Tisa yang berusaha tidak memperlihatkan kegugupannya.


"Kau mencintaiku juga kan? Kenapa kau siksa dirimu sendiri? Kau bisa membohongi orang lain dan berkata jika kau tidak mencintaiku, tapi sorot matamu itu mengatakannya dengan jelas jika kau memang mempunyai perasaan yang sama. sama sepertiku, Tisa! "Kata-kata Alex seolah memaksa, namun di dalam hati Tisa membenarkan jika apa yang dikatakan Alex adalah benar.


Tisa lagi-lagi terdiam dan melepaskan genggaman tangan Alex itu. kemudian dirinya menghadapkan wajahnya kepada Alex.


" Yah. Kau benar! Aku memang menyukaimu! Lantas, harus bagaimana? Akan menikah? Haruskah aku merebutmu dari saudara kembarku? Atau Haruskah aku memberitahukan ibu jika aku ini adalah Tisa yang mencintaimu? " Tisa menjelaskan kepada Alex. Berharap Alex akan mengurungkannya untuk menjadikan Tisa istri seutuhnya.


Kini Alex menatap haru pada Tisa, padahal Tisa mengatakan semua itu dengan penuh emosi. Alex menggenggam kedua tangannya kemudian mengec*p punggung tangannya dengan lembut hingga membuat manik mata Tisa terpejam sebentar saja.

__ADS_1


"Semuanya tak penting lagi. Kau yang terpenting! Yang paling penting adalah Kau, yang juga sama-sama menyukaiku. kita saling mencintai dan harus memperjuangkan perasaan ini. kita harus mengatakannya kepada Tisa juga yang lainnya." Kata Alex dengan antusias dan bahagia.


Namun, Tisa terburu-buru melepaskan genggaman tangan Alex dan ia membelakangi Alex saat itu. Sungguh ia tidak bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh Alex.


"Aku nggak mungkin lakuin hal itu. Terlalu takut. Biar saja perasaan ini hilang dengan sendirinya. Karena rasa ini sudahlah salah. Jadi, aku sudah putuskan untuk tidak meneruskannya dan akan mengatakan pada Ibu soal identitasku. Biarkan aku pergi," kata Tisa pada Alex.


"Kenapa? Bukankah kamu juga mencintaiku? Lantas kenapa? Apa yang salah?" Tanya Alex pada Tisa.


"Sudahlah. Aku pergi," kata Tisa yang akan meninggalkan Alex sendirian.


"Pergilah jika kau ingin pergi. Kau egois!" Kata Alex pada Tisa yang langsung pergi ke luar kamar.


Tisa hanya bisa diam dan bingung. Entah apa yang harus ia lakukan karena pada kenyataannya Ia juga memang mencintai Alex. Namun Tisa tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tak bisa melawan karena situasinya akan semakin buruk jika dia tetap meneruskan hubungannya dengan Alex.


***


" Bu, aku mohon ibu harus bicara sama bapak, kalau aku tidak akan mau menikah jika tidak dengan Alex. Tolong Mengertilah, Bu. Ini soal perasaan." Ucap Tisa kepada bu Mira.


"Tira, Alex sudah menerima Tisa. Dan masalah selesai. Kau akan kami jodohkan dengan seseorang yang lebih segalanya daripada Alex. " kata bu Mira kepada Tira.


" Ini semua bukan soal seperti Alex atau tidak, Bu. Aku sudah nyaman dengannya. Kenapa Ibu tidak mau mengerti?" Ucap Tiara sedikit kesal kepada ibunya.


" Jangan mencoba-coba membuat ulah jika kau masih sayang kepada ibu. Jika tidak, kau lakukan sesukamu agar kau senang dan ibu akan dibunuh oleh ayahmu!" Tegas bu Mira kepada Tira. Kemudian bu Mira meninggalkan kamar Tira.

__ADS_1


Setelah bu Mira keluar, Tira memijat sedikit kepalanya dan mencari cara bagaimana agar dirinya bisa kembali ke rumah Alex dengan gelar menantu.


Karena Tira sungguh sangat mencintai Alex, Ia pun memutuskan untuk muncul di hadapan Bu Sani dan mengatakan jika dirinya adalah Tira. Ia bahkan tidak peduli apa yang akan terjadi kepada hubungan dua keluarga itu. Yang jelas, ia tidak terima jika Tisa menggantikan dirinya di rumah itu.


"Nggak bakalan pernah terima, kalau Tisa menggantikan posisi gue! Enak aja! Walaupun dia udah nyelametin nyawa gue, tetap aja ini tidak boleh terjadi! Fasilitas yang diberikan keluarga Andra kepada Tisa, seharusnya menjadi milik gue! " tegas Tira kepada dirinya sendiri.


***


Keesokan harinya, Tira keluar dari kamar dengan dandanan yang sangat cantik. Tentu saja membuat Pak Arya juga bu Mira mengira jika Tira sudah mengikhlaskan hubungannya dengan Alex, karena Tira tampak baik-baik saja pagi itu.


" kau baik-baik saja bukan? Mau ke mana?"tanya Pak Arya kepada Tira.


" Iya, Pak. Aku baik-baik saja dan hari ini aku berencana untuk pergi ke cafe. Berjalan-jalan bersama teman-teman yang baru. Boleh kan?" Kata Tira kepada Pak Arya dan juga mau Mira.


" Nah gitu dong. Pria sangat banyak! kau jangan takut kehabisan stok. Apalagi dengan wajahmu saat ini, bapak akan carikan Pemuda yang jauh lebih tampan dan kaya daripada Alex." Kata Pak Arya kepada Tira.


Tira hanya tersenyum sembari menikmati sarapan paginya. beberapa saat kemudian, Pak Arya berpamitan untuk pergi ke kantor. Dan setelah Pak Arya pergi, baru lah Tira berpamitan kepada ibunya dengan meminta kunci mobil milik ibunya dan dia akan pergi ke rumah Bu Sani.


' ketika aku muncul di hadapan Bu Sani dan mengatakan semuanya, Tisa pasti ditendang dari rumah itu. Dan aku akan menjadi satu-satunya menantu yang disayang oleh Bu Sani. Tisa, waktumu tidak banyak! Pergunakanlah selagi bisa!' Batin Tisa.


Tisa pun langsung pergi menuju ke rumah Bu Sani dan berharap jika Bu Sani akan menerima dirinya.


***

__ADS_1


Apa yang akan terjadi ya?


Jangan lupa like


__ADS_2