Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 36 : Terbongkar


__ADS_3

Bab 36 : Terbongkar.


Tira berniat akan membongar identitas Tisa. Ia akan mengatakannya pada Bu Sani dengan caranya sendiri. Dan Tira pergi tanpa diketahui Pak Arya dan juga Bu Mira. Karena jika sampai kedua orang tuanya tau, mungkin saja Ia tak akan dimaafkan oleh kedua orangtuanya.


Tira diam-diam keluar dari rumah lewat pintu belakang. Ia mengendap-endap saat menutup pintu. Sungguh, Tira sangat hati-hati dalam melangkahkan kakinya.


"Non Tira," sapa Bibi dari belakang, yang merupakan pembantunya.


Tira terkejut hingga hampir saja Ia jatuh. Ia langsung memberi tanda dengan cara memperlihatkan jari telunjuk yang disimpan di bibirnya.


"Bibi bisa diam tidak? Oh ya, bibi jangan adukan hal ini sama Ibu atau bapak. Bibi bilang aja kalo aku nggak bawa barang ini. Ya? Bisa tidak?"


"Tapi, Non. Ibu kan lagi makan di sana. Pastinya ibu sudah tau kalo Non Tira bawa itu," kata Bibi sembari menunjuk ke arah apa yang Tira bawa.


"Enggak! Ibu nggak tau, pergi sana masuk!" Kata Tira pada Bibi sembari membawa sesuatu yang amat peting baginya, yang akan diperlihatkan pada Bu Sani.


Bibi pun langsung masuk ke dalam dan menutup pintunya kemudian mengabaikan Tira dengan barang bawaannya itu.


Sementara itu, Tira bersusah payah membawa barang itu menuju ke taksi yang sudah menunggunya. Kemudian ia meminta tolong kepada sopir taksi untuk membawa barang itu masuk ke dalam mobil diikuti dengan Tira yang kemudian masuk juga ke dalam mobil. Tira bernafas lega karena dirinya sudah berada di dalam mobil dan ia berharap barang yang ia bawa tadi akan mempermudah dirinya dikenali oleh Bu Sani.


Beberapa saat kemudian, Tira tiba di rumah Alex, Ia langsung mengeluarkan barang itu kemudian membawa nya bersamanya masuk ke dalam rumah dengan melewati gerbang terlebih dahulu. Satpam yang berjaga di rumah Alex, tentu saja merasa heran karena ada wanita asing yang tiba-tiba masuk ke dalam wilayah rumah Alex. Dan tentu saja satpam itu menghadangnya.


" Hei kau! Hei kau! Mau ke mana? Apa kau ingin menjual itu pada yang punya rumah?" Ucap Pak satpam yang tentu saja membuat Tira sangat kesal.

__ADS_1


" Mamang gak kenal saya? Saya Tira, Mang! Masa Mamang gak tahu sama saya?! Saya sering kemari loh dulu sama Alex! " jelas Tira yang berusaha memberitahukan jika dirinya adalah Tira.


"Ha ha ha! Jangan bercanda! Cantik-cantik kok ngomongnya ngawur? Saya kerja di sini udah lama dan saya tahu betul jika non Tira ada di dalam. Lagian kamu ini cantik kok bohong sih? dari wajah saja sudah kelihatan Jika kamu itu bukan Tira! "Jelas Pak satpam.


" biarkan aku masuk dan bertemu dengan mertuaku! "Ucap Tira memaksa.


" Ya ampun! Kenapa kau cantik-cantik ngeyel? Udah dibilangin non Tira itu ada di dalam. Kamu ini kenapa ngotot sekali ingin menjadi Non Tira? Oh, pasti kamu ini sirik sama Non Tira. karena Non Tira jadi menantu kesayangan Bu Sani. Iya kan? Makanya kamu ingin menjadi seperti Non Tira dan mengaku-ngaku sebagai Non Tira. mana ada yang percaya? dasar ingin cepat kaya tapi malah ngaku-ngaku jadi orang lain! Cepat sana pergi!" Usir Pak satpam kepada Tira.


Namun tentu saja Tira tidak menyerah begitu saja. Ia memaksa ingin masuk ke dalam hingga saling dorong antara Pak satpam dan Tira tidak bisa dihentikan dan membuat keributan hingga sampai ke dalam rumah.


Saat Tisa masih ada di balkon kamar, ia melihat ke arah dimana Tira dan Pak satpam sedang saling dorong dan ia pun langsung menuruni anak tangga untuk menuju ke luar sana. Nggak bosan nih heran dengan aksi Tisa kemudian Ia pun mengikuti Tisa dari belakang.


"Hentikan, Mang! Biarkan dia masuk!" Tiba-tiba saja Tisa berteriak kepada Pak satpam untuk menghentikannya mengusir Tira.


" makanya! Kau jangan macam-macam!" Kata Tira kepada Pak satpam.


Pak Satpam langsung pergi dan kembali berjaga di posnya. Sementara itu, Tira mendekat ke arah Tisa yang di belakangnya ada Bu Sani. Tentu saja Ini kesempatan yang bagus untuk Tira mengatakan Yang aejujurnya.


"Kamu kok bisa disini?" Tanya Tisa pada Tira.


"Ya tentu saja, ini adalah yang seharusnya. Aku adalah Tira dan kau? Bukan siapa-siapa! Kau pergi saja sana!" Kata Tira pada Tisa.


"Tapi, bukannya Alex sudah memutuskan jika dia akan melanjutkan pernikahan ini? Lagian, aku juga nggak bisa ngomong sama orang tua Alex. Kasihan Ibu, jika dia sampai tau," kata Tisa yang tak menyadari jika di belakangnya ada Bu Sani yang tengah medengarkan.

__ADS_1


"Memutuskan apa? Aku adalah Tira. Dan kau? Hanya orang yang menggantikan aku untuk beberapa hari saja! Ngerti?!" Kata Tira pada Tisa tanpa rasa takut sama sekali.


Bu Sani yang sangat terkejut dengan ucapan Tira ia langsung menengahi pertikaian di antara keduanya hingga bisa menyadari jika Bu Sani mendengar obrolan dirinya dan juga Tira.


Bu Sani maju beberapa langkah dan Ia menarik sikut Tisa. "Apa yang dikatakan wanita ini? Siapa dia?" Tanya Bu Sani pada Tisa dengan sorot mata menyelidik.


" Bu, aku bisa jelasin semuanya kok. Ini nggak seperti yang Ibu pikirkan. Ibu tenang dulu Duduk dulu di dalam yuk," ajak bisa yang khawatir akan keadaan ibunya.


" kenapa? ibu mau tahu yang sebenarnya kan? Iya Bu, Dia adalah kembaranku Tisa yang beberapa hari ini menggantikan Aku, bahkan di hari pernikahanku karena aku diculik oleh segerombolan orang yang entah siapa karena sampai saat ini kasusnya masih belum jelas." Kata Tira yang tentu saja membuat Tisa diam membisu, karena yang dikatakan Tira benar adanya.


"Tira, apa yang dikatakan wanita ini benar?" Tanya Bu Sani pada Tisa. Sungguh, Bu Sani terbengong mendengarnya.


Tisa hanya bisa diam dan menunduk saat Tira menjelaskan semuanya kepada bu Sani dan saat Bu Sani mempertanyakan kebenaran yang Tira ucapkan, Tisa hanya bisa diam karena takut.


"Bu, apa kau tidak mengenaliku sama sekali? Lihat ini. Ini adalah hadiah pertama yang Ibu berikan padaku saat aku pertama kali Alex bawa ke rumah ini. Apa ibu ingat ini?" Tanya Tira memperlihatkan sebuah boneka teddy spesial yang hanya ada dua buah saja di dunia.


Bu Sani langsung mendekat dan memberiksa boneka itu. Ia melihat di bagian kaki boneka itu dan benar jika di bawah kaki boneka itu ada sebuah foto yang diambil oleh Bu Sani dan disimpan di sana. Bu sani semakin percaya dan kembali menatap Tisa, ia ingin bisa menjawab apa yang dikatakan oleh Tira.


"Tira, tolong jelaskan! Apa benar kau mengambil kesempatan dalam situasi hilangnya Tira? Sungguh keterlaluan jika sampai hal itu benar. Tapi Ibu akan tetap menanyakannya padamu. Apa yang dikatakan wanita cantik ini benar?" Tanya Bu Sani.


Tisa tetap diam


***

__ADS_1


Jangan lupa Like!


__ADS_2