
Bab 43 : Memberitahu
Mereka bertiga tidak bisa berbuat apapun karena Pak RW bertindak langsung. Tisa berpikir untuk menghubungi Pak Arya karena ia tak tega melihat Tira yang akan dinikahkan paksa bersama Rendy. Namun, Ia juga bingung jika mengatakan semuanya pada Pak Arya tentang masalah Tira dan mungkin saja Pak Arya akan kembali marah besar setelah tahu permasalahan Tira saat ini. Pak Arya akan marah karena Rendy bukan dari kalangan yang sederajat dengannya.
Namun Tisa tetap berusaha memberikan saran kepada Pak RW, karena Wali untuk Tira adalah ayahnya dan masih ada. Tisa langsung berdiri dan menegur Pak RW yang sedang membubarkan masa saat itu.
"Pak, pernikahannya nggak boleh terjadi! Ayah saya nggak bakal setuju dengan ini."
"Saya juga nggak bisa batalkan. Saya nggak mau melihat keributan di sini. Lagian, salah kalian juga kenapa malah berdua-duaan di kos?!"
"Kami tidak melakukan apapun!" Tegas Tira dan Rendy bersamaan.
"Kalian sangat kompak! Sudahlah, terima saja pernikahannya. Lagian, anggap saja kalian berjodoh."
"Tapi, Pak. Saya harus hubungi ayah saya dulu." Ucap Tisa memaksa jika dirinya benar-benar harus memberitahu ayahnya.
Mendengar perkataan Tisa dan Pak Rw, Tira dan Rendy saling bertatapan dan keduanya saling berjauhan, bergidik ngeri saat pak Rw mengatakan jika keduanya akan berjodoh.
"Tisa! Gue nggak mau tau ya! Lo yang sebabkan semua ini! Lo harus tanggung jawab! Gue nggak mau kalo gue sampe nikah sama si dekil ini!" Bentak Tira pada Tisa.
"Lagian, siapa juga yang mau sama lo? So ngartis! Nyesel gue pernah selametin Lo!"
"Hello! Rendy, gue nggak pernah ya nyuruh lo nyelametin gue!"
"Dasar nggak tau terima kasih!" ujar Rendy dengan wajah penuh kesal pada Tira.
"Diam ...!" Teriak Tisa yang kini ada di hadapan keduanya.
"Kalian ini bikin pusing! Lagian, siapa suruh nggak lapor pak Rw? Jadi gini kan urusannya? Gue bingung harus ngomong apa sama bapak?!" Ucap Tisa dengan wajahnya yang bingung.
__ADS_1
Tira dan Alex hanya bisa diam dan memperhatikan kemarahan Tisa. Merek dua berjauhan, dan Pak Rw pub menegur mereka semua.
"Yang akan menjadi walinya adalah wali hakim jika ayahnya tak mau datang. Sekarang, bapak mau siapkan semuanya," ucap Pak Rw langsung pergi dari hadapan ketiga orang itu.
"Tidak ...!" Teriak Tira dan juga Rendy.
Sementara itu, Tira dan Rendy diawasi oleh beberapa orang yang ditugaskan. Sementara itu, Tisa langsung pamit karena Ia harus menemui ayahnya.
Tisa bergegas dengan motor barunya untuk pulang dan berniat memberi tahu ayhnya soal apa yang terjadi pada sodara kembarnya itu.
"Masalah gue, belum sepenuhnya clear. Ini malah nambah lagi masalah Tira. Cem mana ini?!" Gumamnya sembari membelah keramaian jalan ibu kota sore itu.
Tak butuh waktu lama bagi Tisa tiba di pelataran rumahnya. Ia disambut baik oleh Bu Mira yang ada di taman, sedang menyiram bunga-bunga yang bermekaran.
"Baru pulang, Sa?" Sapa Bu Mira yang langsung memutar keran air di pojok dekat pagar. Kemudian Ia simpan selang bekas menyiram pada tempatnya. Bu Mira keringkan tangan lebih dulu dengan handuk kecil yang ada di saku celemek yang Ia pakai sebelum akhirnya Ia mendekat pada Tisa.
"Tira sudah kau temukan?" Tanya Bu Mira mengekor Tisa yang berjalan menuju ke arah dalam rumah.
"Ada masalah? Kenapa?" Tanya Bu Mira lagi, kali ini dengan sangat penasaran.
"Iya, Bu. Mana bapak?" Tanya Tisa sembari duduk kembali dan melihat ke arah dapur dan ruang tengah.
"Bapak ke kantor. Biasa, mau ketemu sama Pak Joni dan menyelesaikan kesalah pahaman," kata Bu Mira pada Tisa.
"Oh, syukurlah bapak nggak ada. Bu, aku sudah bertemu dengan Tira,"
"Mana dia? Nggak mau pulang? Kan bapak juga udah nggak marah?"
"Iya, Ibu benar. Tapi ada masalah lagi. Karena malam itu aku sangat bingung, aku meminta bantuan temanku Rendy untuk membantu Tira, Bu. Tira tinggal di kos kosan Rendy. Mereka digerebek warga sana, Bu. Dipaksa nikah juga. Akadnya nanti malam. Aku udah ngomong juga sama Pak Rw dan masyarakat jika itu salah paham. Tapi mereka tetap akan menikahkan Tira dengan Rendy. Gimana ini? Tira juga nggak mau nikah, Bu. Kasihan dia," jelas Tisa dengan nada khawatir bercampur bingung dengan solusi yang harus ada.
__ADS_1
"Apa?! Ap-apa yang mereka lakukan di kos kosan itu? Sampai-sampai mereka harus menikah?" Tanya Bu Mira memegangi dadanya. Ia begitu terkejut saat mendengar berita buruk itu.
"Ini nggak seperti yang Ibu bayangkan! Ibu tenang saja, ya? Jangan panik dan Aku jamin jika semuanya akan baik-baik saja. Pokoknya, Ibu harus bantu aku ya?" Kata Tira pada Bu Mira dengan nada meyakinkan.
"Gimana ini? Ibu bisa gila kalo terus-terusan seperti ini. Baru saja kau terbebas dari Pak Joni, ini malah ada lagi masalah Tira. Masalahmu sama Alex saja belum selesai!" Gerutu Bu Mira dengan nada penderitaan.
Ibu mana yang akan tenang jika anaknya terus-terusan membuat masalah yang akan membuat ayahnya marah. Belum lagi, ayahnya itu pasti banyak menggunakan kekerasan. Menjadi beban berat juga bagi seorang Ibu.
Tiba-tiba saja, Pak Joni pulang dan langsung menyapa Tisa dan istrinya yang ada di ruang tamu.
"Tumben kalian berdua mengobrol di ruang tamu. Ada apa? Ada masalah? Wajahnya tegang sekali," kata Pak Joni yang langsung duduk dan meletakan tas berbentuk kotak itu di atas meja.
"Enggak, Pak. Lagi pengen aja."
"Oh ya, Sa. Makasih ya, karena kamu bisnis bapak nggak jadi bangkrut. Tapi bisa kan kamu kembali pada suamimu?" Tanya Pak Joni.
Tisa membuang napasnya kasar dan lelah jika harus menjawab pertanyaan itu. Karena akan tetap sama jawabannya. "Pak, aku sudah bilang kan? Kalay aku nggak mungkin bisa nerima Alex. Dia punya Tira, Pak." Tegas Tisa.
"Sudahlah, jika kamu nggak bisa. Tapi, bapak masih berharap. Jika kamu mau sama Alex," kata Pak Arya yang tetap berusaha agar Alex bersatu dengan Tisa.
Tiba-tiba saja, Bu Mira memikirkan jika apa yang terjadi pada Tira adalah jalan yang terbaik hingga Bu Mira mengataka suatu hal pada Pak Arya.
"Pak, Tira sedang dalam masalah lagi. Dia akan dinikahkan dengan temannya Alex, Rendy namanya,"
"Loh? Kenapa ini? Ada apa lagi sih?" Tanya Pak Arya terkejut mendengar perkataan Bu Mira.
"Iya, Pak. Karena Tira, semalam menginap di kosnya Rendy. Mereka berdua nggak lapor. Akhirnya, Tira dan Rendy digerebek dan harus nikah malam ini juga, Pak. Gimana ini?" Tanya Bu Mira pada Pak Arya.
Pak Arya terbengong.
__ADS_1
***
Jangan lupa like