Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 42 : Menikah?


__ADS_3

Bab 42 : Menikah?


Tisa terkejut saat menerobos kerumunan orang itu. Dan ternyata, di sana ada Tira yang tengah dihakimi warga srkitar kos kosan. Tentu saja Tisa langsung menanyakan apa yang terjadi dengan Rendy dan Tira.


"Maaf, bapak dan ibu. Tenang! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka berdua diperlakukan seperti ini?" Tanya Tisa pada beberapa orang masyarakat yang ada di hadapannya.


"Nikahkan keduanya!" Seru semuanya pada Tisa dan juga Rendy.


"Kalian ini bukan suami istri, tapi tinggal bersama!"


"Sudah! Bawa saja dia ke mejid dan nikahkan mereka berdua,"


Begitulah seruan dari mereka saat Tisa bertanya soal apa yang terjadi pada Tira. Bahkan, Tira terlihat tak berdaya dan hanya diam saat masa itu menuduhnya melakukan hal yang tidak-tidak.


"Pak, Bu, ini semua pasti salah paham kalian harus tenang dan jangan main hakim sendiri. Semuanya bisa dibicarakan baik-baik. Ayolah, jangan seperti ini," ucap Tisa mencoba bernegosiasi dan menenangkan sebagian warga.


Namun, seolah-olah warga tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Tisa. Mereka mengarak Tira dan Rendy ke rumah pak Rw. Mau tak mau, Tisa harus mengikuti ke mana masyarakat itu mengarak Tira dan juga Rendy. Tisa khawatir jika Tira dan Rendy benar-benar akan menikah. Ia hanya takut jika Tira pasti tidak akan bisa menerima pernikahan paksanya dengan Rendy.


Tisa terus melangkah mengikuti kemana gerombolan masyarakat itu membawa Tira dan juga Rendy. Hingga mereka semua tiba di sebuah rumah yang di depannya bertuliskan satu kali 24 jam tamu wajib lapor. Tisa tetap berada di hadapan Tira untuk memantau situasi di sana.


"Pak Rw!" Teriak salah Seorang warga. Beberapa saat kemudian, dari daun pintu utama rumah itu keluar seorang pria yang berpakaian sederhana, memakai peci dan ia langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kalian semua tenang dulu! Semuanya kan bisa dibicarakan dengan kepala dingin dan baik-baik. kalian jangan khawatir, saya pasti akan bisa mengatasi apa yang diinginkan oleh kalian semua, "ucap Pak RW saat menghadapi kerumunan masa itu.

__ADS_1


Namun kerumunan masa itu, tampaknya tak bisa bersikap tenang. Mereka anarki dalam menghakimi Tira dan juga Rendy yang tinggal di kos-kosan bersama, padahal belum terikat satu sama lain.


Walaupun Pak RW menjelaskan dengan tutur kata yang baik, namun para warga itu tetap saja mengabaikan perintah Pak RW.


"Kalian semua tenang dulu, ya. Biar saya tanya apa yang terjadi sebenarnya kepada mereka ini," kata Pak Rw.


"Jangan menyembunyikan kebenaran, Pak Rw!"


"Iya, jangan ada di pihak yang salah dong!"


"Cepat selesaikan! Kami ingin tau apa alasan mereka!"


Begitulah kira-kira ucapan dari setiap warga yang menghakimi Tira dan juga Rendy. Sementara itu, Tisa yang berdiri di samping dekat dengan Pak RW berbicara sesuatu kepada Pak RW


Namun tentu saja para warga itu tidak percaya begitu saja. Mereka tetap mendesak Pak RW harus menikahkan Tira dengan Rendy untuk menjaga nama baik wilayah itu.


Akhirnya, pak RW pun memutuskan untuk bertanya kepada Tira dan juga Rendy. Pak RW mengambil 2 buah kursi dari dalam rumahnya kemudian menyuruh Tira dan Rendy untuk duduk di kursi itu. Sementara para warga masih berdiri memenuhi pelataran rumah pak RW dan Tisa berada di samping dekat di mana Tira duduk.


"Baiklah, sekarang jawab pertanyaan saya baik-baik. Apa yang sedang kalian lakukan di kos-kosan itu? Punya siapa kos-kosannya? "Tanya Pak RW kepada Tira dan juga Rendy.


Rendy terdiam karena dia malas menjelaskan. Ia tak yakin jika penjelasannya akan bisa diterima oleh pak RW mengingat ia tidak mempunyai bukti jika Tira hanya bertamu ke rumahnya. Namun ia akan berusaha merangkai kata-kata agar semuanya bisa mengerti.


"Saya hanya numpang di kos kosannya Alex , Pak Rw." Ucap Tira kepada Pak RW dengan raut wajah penuh harap. Ia berharap jika Pak RW akan mempercayai dirinya.

__ADS_1


" Apa benar seperti itu? Aku bertanya kepada Rendi. Apa benar Tira menginap di tempat kost Alex? Kenapa tidak lapor saya dulu? Tira kan bisa memberitahu saya jika memang ingin bertamu ke tempatnya Alex. Walaupun Ini masalah yang sepele namun akan berakibat fatal jika kalian menyepelekan hal-hal yang harus dilakukan saat mengunjungi tempat baru. Apalagi kalian berdua ini pria dan wanita dewasa, tentu saja para tetangga akan mencurigai setiap gerak-gerik yang kalian lakukan." kata Pak RW panjang lebar.


"Sekarang, Coba buktikan jika kalian memang tidak ada hubungan apapun. Cepat buktikan kepada semua warga agar mereka percaya dan membubarkan diri sekarang juga. "Lanjut Pak RW dengan tegas meminta bukti kepada Rendy atas apa yang telah dia ucapkan.


" Pak, Saya meminta tolong pada teman saja. Saya meminta tolong Rendy untuk menampung Tira di rumahnya karena ada sesuatu hal yang tidak mungkin saya jelaskan di sini. Setelah itu saya pun memutuskan untuk menitipkan Tira di sana, hanya beberapa hari saja. Maaf karena saya tidak tahu dan tidak berpikir ke sana, makanya saya tidak menyangka akan menjadi seperti ini, "jelas Tisa kepada Pak RW yang tentu saja mengundang beberapa konflik diantara keluarga.


"Sudahlah! Mereka tidak bisa membuktikan jika mereka tidak bersalah. Sekarang, lebih baik biarkan saja mereka menikah. Toh mereka masih sama-sama sendiri, "


"Jika kalian sudah menikah, maka kalian berdua bebas mau tinggal berapa lama pun di kos-kosan itu. kalian bebas melakukan apapun dan kami juga tidak akan mengganggu, "


Lagi-lagi ucapan para warga mengarah pada pernikahan hingga akhirnya Tisa tak bisa berbuat apa-apa karena ia pun sudah berusaha menjelaskan sebisa dia jika Tira dan juga Rendy memang benar-benar tidak mempunyai hubungan apapun


"Tisa, cepat beritahu mereka! Ini kan ulahmu. kenapa aku yang harus menikah dengan Rendy? Kau kan tahu Seleraku bagaimana? masa iya aku nikah sama si Rendy? " bisik Tira kepada Tisa sedikit mencubit perut bisa hingga bisa memekik kesakitan.


" kau ini apa-apaan sih?! Kau jangan mencubit ku, sakit. " ucap Tisa kepada Tira yang sedari tadi ingin meminta solusi kepada Tisa.


Beberapa saat kemudian, Pak RW langsung berbicara dan mengambil langkah agar semuanya bisa terselesaikan.


" Baiklah, supaya tidak ada kesalahpahaman lagi, saya akan memutuskan jika Tira dan juga Alex harus menikah karena sudah terlanjur mencemarkan nama baik tempat ini," ucap Pak RW dengan tegas dan sepertinya keputusannya itu tidak bisa diganggu gugat.


Tisa, Tira dan Rendy terbengong!


***

__ADS_1


__ADS_2