
Bab 44 : Akhirnya
Pak Arya terbengong berpikir. Ia tak menyangka jika Tira harus menikah dengan Rendy, yang bahkan Pak Arya sendiri tidak mengenalnya. Pak Arya berdiri dari duduknya, kemudian memainkan kunci mobil yang sudah dari tadi dia pegang, kemudian dia langsung duduk kembali dan menatap ke arah Tisa dan juga bu Mira.
Tisa dan Bu Mira menatap kepada Pak Arya dengan tatapan sedikit takut, takut jika Pak Arya memarahi mereka berdua akibat ulah Tira.
"Bagus. Jika Tira dan Rendy menikah, maka Tisa akan memberikan kesempatan kepada Alex bukan? " ucap Pak Arya setuju jika memang Tira harus menikah dengan Rendy.
"Apa?! " ucap Tisa saat mendengar keputusan ayahnya yang menyetujui pernikahan Tira dan Rendy walaupun Tisa merasa jika alasan ayahnya itu sedikit tak masuk akal baginya.
" Iya, tentu saja. kau beralasan jika kau tidak bisa menerima Alex gara-gara Tira bukan? Sekarang, Tira sudah menikah dengan Rendy Apa masalahnya? "Ucap Pak Arya mengentengkan perasaan putra-putrinya dan sepertinya Pak Arya juga merasa senang karena Tisa tidak akan lagi mencari alasan untuk tidak menikah dengan Alex.
" sekarang, Cepatlah kalian bersiap! Kita akan menuju ke tempat di mana Tira akan melangsungkan pernikahan. Lagian bapak juga mau tahu sosok pria yang menginginkan Tira, " ucap Pak Arya kepada Tisa dan juga bu Mira. Pak Arya pun langsung pergi ke kamar untuk bersiap dan meninggalkan bumi ra juga bisa yang masih saja duduk di sofa ruang tamu itu.
Setelah Pak Arya pergi, bu Mira dan Tisa tentu saja tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Pak Arya. Mengingat Tira yang memang tidak mau menikah dengan pria yang baru saja beberapa bulan ini ia kenal. Tira masih menyimpan perasaan terdalamnya untuk Alex bahkan Tisa pikir bahwa Tira akan memusuhi dirinya jika dirinya menerima Alex sebagai suaminya.
"Gimana ini, Bu? Apa yang akan terjadi setelah ini? " kata Tisa tampak begitu mengkhawatirkan perasaan saudari kembarnya itu.
" Ibu juga bingung, tak bisa membantu banyak hal kali ini. Yang jelas, kamu harus tetap memikirkan perasaanmu juga. Jika kamu memang mencintai Alex, perjuangkan cintamu itu karena kamu tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya kepada Alex. Selagi masih ada kesempatan, pikirkan apa yang Bapak tadi katakan. " kata ibu yang sebelum pergi menepuk lutut Tisa dan kemudian pergi dari hadapan Tisa menuju ke kamar untuk bersiap-siap.
Tisa yang kecewa mendengar perkataan ibunya, beranjak dari tempat duduknya kemudian ia menuju ke kamar dengan langkah yang gamang. satu hal yang Tisa takuti yaitu ia tak ingin persaudaraannya dengan Tira berakhir gara-gara dirinya mementingkan perasaannya sendiri soal perasaan kepada Alex.
Tisa menuju ke kamar dan bukannya bersiap-siap, Ia malah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian membalikkan badannya dan sebuah bantal ia tumpuk di arah kepala bagian atas hingga ia tak bisa mendengar apapun saat itu. Ya, Tisa memang benar-benar tak ingin memikirkan apapun soal yang terjadi sebenarnya kepada Tisa.
Tiba-tiba saja Pak Arya berteriak dari arah ruang tamu tentu saja Tisa langsung mendengar apa yang Pak Arya serukan kepadanya.
__ADS_1
"Tisa, cepatlah bersiap! Ini sudah terlambat," ucap Pak Arya pada Tisa dari arah ruang tamu.
Setelah mendengar Pak Arya menyeru kepada bisa, terdengar suara ketukan pintu diiringi dengan sapaan dari bu Mira yang mengetuk pintu sembari memanggil Tisa.
"Sa, kamu dah siap?" Tanya Bu Mira.
"Belum, Bu. Masuk aja nggk dikunci kok,"
Bu Mira mendorong pintu kamar kemudian melebarkannya. Ia juga langsung masuk ke dalam dan tentu saja melihat Tisa yang masih diam tak melakukan apapun.
"Cepatlah bersiap!" Seru Bu Mira pada Tisa.
"Baik," jawab Tisa dengan malas.
Tisa berjalan menuju ke kamar mandi juga menyambar handuk dan mengambil bajunya dengan sembarang. Sementara itu bu Mira menunggu Tisa keluar dari kamar mandi dengan duduk di atas ranjang menghadap ke cermin meja rias yang ada di hadapannya sekarang ini.
Tisa langsung menyambar sebuah tas kecil andalan yang hanya ia miliki satu-satunya saat ia menikah dengan Alex. Tisa pun melihat ke arah dimana bu mira berada dan ia menegur ibunya itu yang tampak terbang melihat dirinya.
"Ibu kenapa? Aku lama ya?"
"Nggak. Kau cantik dan sangat berkelas. Kau pantas mendapatkan Alex, Sa." Ujar Bu Mira pada putrinya.
Tisa hanya diam saat Ibunya mengatakan jika dirinya memang pantas untuk Alex, karena pada kenyataannya hatinya sedang bimbang dan ragu memikirkan apa yang dikatakan oleh Pak Arya.
Bu Mira pun langsung mengajak Tira menuju ke sofa yang di sana pastinya sudah ada Pak Arya yang menunggu mereka berdua. namun, keterlambatan tidak membuat Pak Arya saat Ia menatap Tisa dengan takjub.
__ADS_1
"Kau cantik sekali," ucap Pak Arya pada Tisa. Ia memuji Tisa dan Ia merasa jika Tisa sangat berjasa padanya.
Beberapa saat kemudian, Tisa dibawa ke mobil oleh Ibu dan juga Pak Arya. Terlihat kompak malam itu. Hingga mereka tiba di pelataran rumah Pak Rw yang terlihat sudah nampak banyak sekali orang. Tentu saja Tisa langsung menuju ke arah dimana Tira berada dengan tatapan sedih. Sementara Pak Arya mengekor Tisa.
Pak Arya pun langsung menemui Pak Rw dan anehnya Pak Arya malah memeluk Pak Rw. Ada yang aneh diantara keduanya. Ingin sekali tau apa yang terjadi, namun Tisa tak mungkin langsung bertanya hingga acara pun dimulai.
Diam-diam Tisa mendekat pada Tira yang sedang berada di dalam rumah pak Rw. Ia didandani oleh seorang Mua profesional. Anehnya, Tira tampak senang.
"Ra, maaf. Apa kau baik-baik saja? Tampaknya kau sangat bahagia. Kenapa?" Tanya Tisa.
"Apa kau berharap jika aku akan menolongmu?" Lanjut Tisa bertanya pada Tira.
"Kau ini bicara apa? Aku sudah menerima Rendy." Ucap Tira yang membuat Tisa behitu tercengang.
"Dalam waktu beberapa jam kau menerima Rendy? Ini pasti salah. Kau serius? Mau hidup dengannya?" Tanya Tisa seakan tak percaya.
"Iya," kata Tira sembari mengangguk.
Tentu saja Tisa tak percaya sama sekali dengan ucapan Tisa. Ia pun berniat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa yang kau katakan? Apa kau bercanda?" Tanya Tisa menyelidik.
"Tisa, kau mencintai Alex? Kejarlah. Aku relakan dia untukmu," kata Tisa pada Tira.
Tisa tertegun kala melihat Alex muncul dari arah daun pintu. Sedang menatap dirinya sekarang.
__ADS_1
***
Jngan lupa like