
Bab 41 : Ditolak?
Benerapa saat kemudian, Alex tiba di rumah Pak Arya. Ia berjalan menuju ke teras depan rumah, kemudian mengetuk pintunya. saat Alex mengetuk pintu, bu Mira sedang ada di dapur dan ia tentu saja langsung mengarahkan kakinya menuju ke depan pintu untuk membuka dan melihat siapa yang bertamu saat itu.
Padahal, waktu mulai petang dan ia pun tidak menunggu seseorang. Tentu saja bu Mira sangat aneh karena ia tak menunggu seseorang di rumahnya. Namun tetap saja bu Mira harus membuka pintu itu sebelum Pak Arya memarahi dirinya. saat tiba di depan pintu, bu Mira langsung membuka pintunya kemudian ia melihat ke arah di mana Alex berada dan Ia pun sangat terkejut melihat kedatangan Alex yang sangat tiba-tiba.
" Ada apa Nak Alex?" Tanya bu Mira kepada Alex bu Mira menunjukkan rasa penasarannya Karena Alex terlihat sangat cemas.
" Maaf Bu, apa Tisa ada di rumah? Ini aku mau bertemu dengannya, apa boleh? " tanya Alex kepada bu Mira yang masih berdiri di hadapan Alex. Bu Mira terlihat sangat terkejut melihat Alex.
"Kenapa mencari Tisa? Apa ada yang salah?Nak Alex, pasti ini salah paham," ucap Bu Mira pada Alex sedikit takut.
"Jangan salah paham, Bu. Saya kemari karena ingin memberitahukan Tisa kalo Ibu saya ingin bertemu. Beliau sudah sadar," kata Alex menjelaskan pada Bu Mira yang masih berdiri menyimak apa yang dikatakan oleh Alex.
"Benarkah? Ibu turut senang mendengar Bu Sani sudah siuman. Semoga saja beliau cepat pulih ya," ucap Bu Mira mendoakan.
Bu Mira langsung membawa Alex masuk ke dalam dan Ia meminta Alex menunggu sebentar di ruang tamu, sementara Bu Mira langsung pergi ke kamar Tisa berniat memberi tahu.
Namun, baru juga setengah perjalanan ke kamar, Tisa sudah ada di hadapan Bu Mira. Tentu saja Bu Mira menghentikan langkahnya dan langsung menegur Tisa.
"Di depan ada Alex. Cepat temui dia. Semoga saja kamu bisa sekalian selesaikan masalah bapak kamu," ucap Bu Mira yang langsung membawa Tisa ke ruang tamu, tempat dimana Alex menunggunya.
Namun, tentu saja sebelum tiba di ruang tamu, Tisa menghentikan langkahnya dan Ia langseng menatap pada Bu Mira.
"Mau apa Alex mencariku, Bu?" Tanya Tisa penasaran.
"Katanya, Bu Sani sudah siuman. Cepat sana kau temui segera!" Kata Bu Mira pada Tisa sembari sedikit mendorong tubuh Tisa ke arah ruang tamu.
Tisa tak banyak tanya lagi dan Ia langsung menuju ruang tamu untuk menemui Alex. Beruntung, Pak Arya tak ada di rumah. Karena jika ada, mungkin Pak Arya akan menjadikan kedatangan Alex sebagai keuntungan pribadinya lagi.
__ADS_1
Kini Tisa berdiri dekat sofa samping, dimana Alex sedang menunggu. Alex menatap lekat pada Tisa dan jantungnya mulai berdegup kencang. Alex memegangi dada sebelah kirinya dan mencoba menarik nafas perlahan kemudian membuangnya perlahan juga. Alex benar-benar mencoba mengendalikan dirinya saat bertemu dengan Tisa.
Saat Tisa tau jika Alex manatapnya, Ia menunduk dan langsung duduk. Kemudian, Ia letakan kedua tangan di atas lututnya.
"Ada apa?" Tanya Tisa basa-basi.
"Kamu harus ikut aku sekarang juga."
"Ada apa memangnya?"
"Ibu sudah sadar. Dan dia menanyakanmu," ucap Alex tanpa melihat wajah Tisa.
Tisa sumeringah saat tau jika Bu Sani sudah sadar. Tanpa menjawab apapun lagi, Tisa langsung pergi ke luar rumah. Namun, Ia hentikan langkahnya di daun pintu kemudian melihat ke arah Alex yang masih duduk di sofa.
"Katanya Ibu sudah sadar dan mencariku? Kenapa kau masih juga duduk santai di sana? Ayo pergi!" Ucap Tisa dengan serius.
Alex langsung berdiri dan langsung mengekor Tisa dari belakang. Mereka berdua pun pergi dengan menggunakan mobil milik Alex dan langsung menunju ke rumah sakit.
Beberapa menit ditempuh dan mereka tiba di halaman rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan dimana Bu Sani berada.
Saat sampai di daun pintu, langkah Tisa terhenti. Dan Ia mengepalkan tangannya. Tisa meraih tuas pintu kemudian perlahan mendorong pintu itu. Tisa melihat Bu Sani yang menatap padanya dan Tisa langsung berlari ke arah Bu Sani hingga tak memperdulikan keberadaan Pak Joni.
"Ibu sudah siuman? Apa ibu baik-baik saja?" Tanya Tisa dengan sedih.
Pak Joni melihat ketulusan Tisa. Terlihat sangat menghawatirkan istrinya itu. Dan Pak Joni hanya bisa diam dan memperhatikan saja.
"Ibu baik-baik saja. Jadi namamu Tisa?" Tanya Bu Sani pada Tisa.
Tisa mengangguk kaku, sedikit takut dengan pengakuannya itu.
__ADS_1
"Menikahlah lagi dengan Alex. Karena Ibu ingin kau jadi menantu keluarga Andara." Kata Bu Sani.
Mendengar kata- kata Bu Sani, tentu saja Tisa sangat terkejut. Bahkan tak percaya dengan apa yang dikatakan pada Bu Sani.
"Tapi, ini tak sesederhana yang Ibu pikirkan, maaf, Bu." Kata Tisa.
"Kenapa? Kau menolak?" Tanya Bu Sani.
"Bagaimana dengan Tira yang mencintai Alex juga? Aku adalah saudaranya. Tak baik jika aku merebut apa yang harusnya menjadi milik saudariku," kata Tisa mengalah. Walaupun dalam hati, sungguh sangat sakit karena harus melepas Alex.
"Kita masih tetap bisa bertemu walaupun tidak punya ikatan menantu mertua , Bu. Aku pasti akan senang, " ucap Tisa sedikit mengobati perasaan Bu Sani. Karena Ia tau betul jika Bu Sani tak suka penolakan.
"Hatimu baik dan lembut. Tapi, pikirkanlah lagi. Ibu mohon," ucap Bu Sani sembari memegang tangan Tisa.
***
Setelah pertemuannya dengan Bu Sani, semuanya mulai baik-baik saja. Bahkan Pak Joni juga seperti biasa melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan milik Pak Arya. Dan tentu saja Pak Arya sangat berterima kasih kepada Tisa yang selama ini ia anggap tak berguna.
Beberapa hari ini, Tira sangat sulit untuk dihubungi bahkan Rendy pun ikut sulit dihubungi hingga Tisa diperintahkan oleh bu Mira mencari Tira.
Sebuah motor yang diimpikan oleh Tisa tiba-tiba saja ada di depan rumahnya dan katanya itu adalah hadiah dari Pak Arya karena Tisa sudah banyak membantu.
"Bu, aku pergi cari Tira ya," ucap Tisa pada Bu Mira sembari pergi dengan motor barunya.
Tisa yang tomboi itu sepertinya sudah berubah karena walaupun Ia menggunakan celana jeans dan kaos oblong, Ia menggerai rambut dan memoles wajahnya juga. Ia membelah jalan menuju ke kos kosan milik Rendy untuk mencari Tira.
Lima belas menit kemudian, Tisa melihat kerumunan orang di depan kos kosan milik Rendy dan tentu saja Tisa ingin tau apa yang terjadi. Tisa menerobos kerumunan orang di depan kos kosan Rendy dan Ia melihat ...
***
__ADS_1
Jangan lupa like