Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 9 : Isi kotak hitam


__ADS_3

Bab 9 : Isi kotak hitam


Pada bagian depan kotak yang dibungkus pelastik hitam itu, tak ada nama pengirimnya di sana. Bahkan setelah Tira membulak balikan kotaknya, tepat saja ia tak menemukannya.


'Aku nggak boleh buka kotak ini. Gimana kalo ini ada hubungannya dengan Tira atau bahkan aku? Bisa gawat jika aku membuka kotak ini di depan mereka berdua.' Batinnya.


Tiba-tiba saja, Tira memegangi kepalanya. Kemudian memejamkan matanya sejenak dan merebahkan tubuhnya di kursi yang Ia duduki sekarang.


"Kamu kenapa?" tanya Alex khawatir. Ia langsung mendekat pada Tira dengan sigap.


"Apa jangan-jangan dia hamil?" Celetuk Bu Sani yang tentu saja membuat Tira mual mendengarnya.


Tira langsung membuka matanya lalu kembali duduk. Ia menyilangkan tangannya pada Ibu kemudian berlari ke arah kamar dengan membawa kotak itu.


Sementara itu, Bu Sani hanya melihat heran dengan sikap Tira yang malah tiba-tiba seperti itu. Bu Sani pun melihat ke arah Alex yang malah duduk memperhatikan ke arah dimana Tira tadi berada.


"Kamu ngapain bengong, Alex?" Ucap Bu Sani menepuk pundak Alex.


"Cepat urusin Istri kamu!" Lanjut bu Sani lagi pada Alex.


"Ah ya, Bu. Ak-aku akan segera menyusulnya sekarang juga," katanya yang langsung pergi meninggalkan Bu Sani.


Bu Sani hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat tingkah Alex. Bu Sani pun langsung duduk menghadap ke arah layar televisi berukuran tiga puluh dua inchi dengan membelalakan matanya.


'Apa yang sebenarnya terjadi? Ini aneh! Sepertinya, ada yang Tira sembunyikan. Tapi apa ya?' Pikirnya yang mulai menerka-nerka.


Saat tiba di kamar, Alex melihat Tira yang sudah memejamkan matanya. Ia tampak lega melihatnya.


Alex duduk di samping Tira, setelah Ia meraih kursi kayu yang biasa Ia pakai untuk belajar. Alex meraih tangan Tira yang terlentang disampingnya. Ia genggam tangan Tira dan sesekali mengelusnya juga.

__ADS_1


"Kamu pasti banyak mengalami kesulitan hari ini. Aku tau, kamu lagi ada masalah sama Bapak kamu. Kalau kamu udah mau cerita, aku ada," ucap Alex pada Tira yang masih menutup matanya.


Tira menarik tangannya kemudian membelakangi Alex saat itu. Alex pun langsung tersenyum kemudian berdiri dari tempatnya ia duduk. Setelah itu, Ia langsung ke samping senelah kanan Tira dan merebahkan tubuhnya di samping Tira.


Sebelum memejamkan mata, Alex kembali menatap lekat pada Tira yang kini wajahnya menghadap ke arah Alex. Lagi-lagi, Alex benar-benar takjub akan kecantikan istrinya itu. Hingga dirinya bermaksud lain. Tangannya membelai lembut rambut Tira yang saat itu menghalangi wajahnya. Ia condongkan wajahnya menuju wajah Tira. Namun, ketika jarak wajah diantara mereka itu hanya dua senti, Ia langsung menghentikan aksinya dan tersenyum pada Tira.


'Ah, sudahlah. Mungkin, belum saatnya.' Batinnya.


Karena masih sore, Alex pun langsung ke luar kamar dan membiarkan Tira tertidur di sana.


Setelah beberapa saat Alex pergi dari kamar, Tira pun membuka matanya. Nafasnya mulai normal kembali apalagi setelah Alex keluar dari kamar. Ya, Tira hanya berpura-pura tidur.


Setelah membuka matanya, Ia langsung melihat ke arah paket yang Ia letakan di samping nakas. Ia langsung terburu-buru menuju arah daun pintu. Ia memutar kunci hingga pintu pun terkunci dari dalam.


Setelah Itu ia langsung berlari ke arah paket yang sedari tadi ingin ia buka. Ia mengambil paket itu dan Ia juga meraih gunting di nakas. Setelah itu, Ia langsung membukanya dengan ekspresi penuh penasaran juga rasa takut.


Saat paket itu berhasil di buka, Ia melihat jika ada sebuah foto di sana. Foto Tira dan Tisa sewaktu kecil hingga dewasa. Banyak sekali foto itu hingga dirinya tertegun sejenak.


Tira menyadari jika seseorang sepertinya akan tiba di kamar hingga Ia langsung terburu-buru menuju arah lemari dan memasukan semua foto itu ke dalam yas yang ada di lemari pakaiannya.


Kemudian Ia kembali membuka pintu kamarnya. Dan beruntung tak ada siapapun saat itu. Tira pun memutuskan untuk menemui Bu Sani dan meminta maaf atas kejadian sebelumnya yang Ia alami.


Ia mencari Bu Sani dan menemukannya sedang menyiram tanaman. Rasa malas langsung menghampiri saat melihat Bu Sani menyiram tanaman. Namun, untuk kali ini saja Ia akan melakukan hal yang tak pernah Ia lakukan sebelumnya hanya demi mengobrol dengan Bu Sani.


"Sore, kamu dah baikan?" tanya Bu Sani saat melihat Tira berdiri di hadapannya.


"Iya, Bu. Aku memang sering merasa pusing akhir-akhir ini. Bu, aku mau minta maaf karena tadi aku pergi tanpa berkata apapun sama Ibu. Nggak sopan ya, pastinya?" Kata Tira pada Bu Sani bernada tak enak hati.


Tira mengambil alat penyiram yang langsung Ia isi dengan air. Kemudian, Ia juga membantu menyirami tanaman Bu Sani untuk pertama kalinya. Catat ya, untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Nggak papa. Lagian, kamu juga harus banyak istirahat. Oh ya, kamu ikut Ibu besok ya," ajak Bu Sani.


"Ke arisan yang ibu bilang itu ya?"


"Iya, kamu mau kan?"


"Baiklah, Bu. Jika ibu mau aku ikut." Jawabnya.


"Tira, bibit bunga matahari yang tempo hari kamu kasih, Ibu udah semai di sebelah sana. Bunganya sangat cantik dan bentarlagi biji bunganya akan layu." Kata Bu Sani.


Sontak saja Tira tak mengerti apa yang sedang Bu Sani katakan. Hingga dirinya hanya menganggukan kepalanya saja saat Bu Sani mengatakan semua hal tentang hari-hari yang dilaluinya bersama dengan Tira yang asli.


***


Sementara itu, Alex merasa jika dirinya harus segera membangunkan Tira di kamarnya . Ia melangkah ke kamar Tira setelah dari ruangan olah raga. Namun, saattiba di kamarnya, Ia tak melihat Tira hingga dirinya memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan badannya.


Saat Ia ingin mengambil pakaian di lemari, tak sengaja Ia melihat sebuah foto yang tak sengaka dijatuhkan oleh Tira tadi. Alex langsung berjongkok kemudian meraihnya foto itu. Ia menatap lekat dan keningnya juga Ia kerutkan. Sungguh, tak percaya: dengan apa yang dilihatnya.


"Bukankan ini Tira? Ada dua?" Gumamnya. Alex yang kebingungan, memilih untuk menyimpan foto itu dan Ia pergi ke kamar mandi. Tentu saja dengan banyak pertanyaan yang Ia simpan di kepalanya.


"Fotonya asli atau hanya tipuan kamera?" gumamnya saat berada di kamar mandi. Ia juga berpikir hal lain saat ini. Mengingat serentetan keanehan yang ada dalam diri Tira hingga saat ini.


'Apa itu mungkin? Tira ada dua? Apa dia punya kembaran? Ah, Tira tidak pernah mengatakan jika dirinya punya kembaran. Tapi dalam foto, semuanya tampak asli dan tak ada rekayasa sama sekali. Apa aku harus selidiki istriku sendiri?' Batinnya.


"Ah! Padahal baru nikah dua hari tapi otakku mulai tak karuan memikirkan hal-hal yang tidak mungkin." Ucapnya lagi.


Tiba-tiba saja, Alex mendengar seseorang masuk ke kamarnya dan Ia langsung menyambar handuk dan memakinya untuk menutupi sebagian tubuhnya.


"Siapa di dalam?" ....

__ADS_1


***


__ADS_2