Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 38 : Diusir


__ADS_3

Bab 38 : Diusir


Tentu saja Tira merasa heran dengan perkataan yang dilontarkan Alex padanya. Karena Ia masih berpikir jika Alex masih mncintai dirinya seorang.


Alex menarik tangan Tira dan membawanya ke luar ruangan. Ia juga membiarkan Tisa tetap berada di dalam, menunggu Ibu Sani siuman.


"Tira, aku minta maaf sama kamu. Tapi inilah kenyataannya. Aku memang tak bisa. Tak bisa meneruskan hubungan kita."


"Itu kata kamu, Mas. Gimana jika Ibu setuju jika aku yang jadi menantunya? Dan Ibu membiarkan Tisa pergi? Apa yang akan kamu lakukan? Lepaskan tangan aku!" Tira mencoba melepaskan genggaman tangan Alex yang sedari tadi menggenggam tangannya dengan erat.


Alex diam saat mendengar Tira mengatakan hal yang Ia juga tidak tau harus apa, jika Ibunya sampai mengusir Tisa.


Tiba-tiba saja, Pak Joni muncul dan langsung mendekat kepada Alex. Alex pun tentunya merasa sangat terkejut karena ia Belum menghubungi ayahnya yang hari itu pergi ke kantor.


"Dimana ibumu? Bagaimana kondisinya?" Tanya Pak Joni pada Alex.


"Dia di dalam, Yah." Alex singkat dalam menjawab. Pikirannya kemana-mana karena heran dengan ayahnya yang muncul secara tiba-tiba.


Ingin sekali Alex melarang ayahnya untuk masuk karena di dalam ada Tisa. Namun ia tak sempat menghadang ayahnya karena Pak Joni sudah masuk ke dalam. Sementara itu, Alex pun menanyai Tira soal ayahnya.


"Kau memberitahu ayahku? "Tanya Alex kepada Tira dengan nada kasar.


Tira mencoba melepaskan genggaman tangan Alex, namun ia gagal karena genggaman tangan Alex begitu kuat menahan Tira.


"Kau belum menjawab pertanyaanku! Kau yang memberitahu Ayah soal ibu yang kini ada di rumah sakit? " kata Alex kepada Tira untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Tira pun menunduk dan mengganggukan kepala karena memang dia yang memberitahu Pak Joni soal semua yang terjadi kepada bu Sani.


" Apa kau memberitahu juga soal Tisa?" Tanya Alex dengan khawatir.


" Iya! Emangnya kenapa? Kau sangat mencintainya? Kenapa kau sangat mudah sekali jatuh cinta? Padahal kau berhubungan denganku sudah bertahun-tahun dan mengenal Tisa? hanya beberapa hari saja dan kau malah menjatuhkan pilihan dengannya. Dia itu bukan tipemu! "Pekik Tira kepada Alex seolah menyuarakan haknya.


" Emangnya apa pedulimu? Siapapun yang aku suka, bukan urusanmu! Lagian memangnya kenapa, jika Tisa bukan tipeku? emang Kau pikir kau tipeku?!" Kata Alex kepada Tira dengan begitu kesalnya. Ia pun meninggalkan Tira dan pergi menuju ke tempat di mana ibunya dirawat karena ia sangat khawatir dengan pertemuan antara ayah dan Tisa.


Sementara itu di dalam ruangan, Pak Joni melihat Tisa sedang menggenggam erat tangan Bu Sani. Dan pada saat Tisa menyadari jika Pak Joni masuk ke dalam, ia langsung melepaskan genggaman tangan nya pada Bu Sani dan berdiri, kemudian mundur beberapa langkah. Ia memasang wajah takut saat bertemu dengan Pak Joni.


"Sayang apa kau baik-baik saja?" Tanya Pak Joni maju beberapa langkah mendekat pada Bu Sani yang masih tak sadarkan diri.


Melihat kesedihan dari raut wajah Pak Joni, tentu saja Tisa merasa sangat bersalah karena seolah-olah ia yang menyebabkan Bu Sani mengalami serangan jantung.


Pak Joni memegang dengan erat tangan Bu Sani dan meletakkannya di kening. Ia juga menunduk dan sesekali meminta Bu Sani untuk bangun. Namun Tisa hanya bisa berdiri di belakang Pak Joni dengan rasa bersalah yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, padahal pada kenyataannya bukan sepenuhnya salah Tisa.


"Pergi! Jangan pernah kau muncul di hadapanku! Pergi sana!" Pak Joni dengan kasar kepada Tisa.


Tisa pun membalikan badannya dan berjalan selangkah demi selangkah menjauh dari tempat Pak Joni dan Bu Sani berada. Ia pun langsung keluar dan berpapasan dengan Alex. Saat mereka berpapasan, Alex melihat jika ada kesedihan mendalam diraut wajah Tisa. Alex berusaha menahan Tisa untuk tidak pergi dengan menarik tangannya. Namun Tisa menatap Alex lekat, hingga Alex perlahan- lahan melepaskan genggaman tangannya hingga Tisa pun pergi.


Alex tak mengajar Tisa, karena ia langsung masuk ke dalam dan ingin mengatakan hal yang sejujurnya kepada Pak Joni.


Sementara itu, Tisa masih menuju keluar rumah sakit dan di sana ia berpapasan dengan Tira. Tentu saja Tira langsung menegur Tisa.


" Kenapa kau terlihat sedih? Apa kau juga mencintai Alex? Kau ngaca dong! Kau itu nggak pantes bersanding dengan Alex! Alex itu orang terpandang dan lihat! kau hanya Berandal!" Ucap Tira kepada Tisa.

__ADS_1


" Aku sedih, tapi bukan karena tidak memiliki Alex. Aku sedih karena Bu Sani belum juga siuman. Aku nggak bakalan ngerebut apa yang menjadi milik kamu, karena sedari awal aku hanya menggantikan posisi kamu. Jika toh keluarga Alex sudah bisa menerima kamu, Aku mundur, "ucap Tisa dengan tegas kepada Tira.


Tisa langsung mengabaikan Tira dan ia pergi dari rumah sakit itu. Entah langkah kakinya membawa ia ke mana karena ia menyadari jika kedua orang tuanya akan memarahinya juga, jika dirinya datang ke rumah.


Sementara itu di rumah sakit, Tira merasa tidak diinginkan saat itu. Namun ia akan tetap berusaha memperjuangkan cinta sejatinya kepada Alex. Ia merasa dia lah yang paling dirugikan dalam hal ini, sehingga dirinya menyalahkan seseorang dngan menyebutkan satu nama yang entah siapa.


Sementara di dalam ruang perawatan, Alex masih mencoba bicara dengan ayahnya soal apa yang terjadi. Ia juga akan mengungkapkan apa yang telah terjadi kepada hatinya.


"Kau sudah tau? Kenapa kau tak memberitahu ayah? Ini aib! Kurang ajar keluarga Arya itu!" Pekik Pak Joni menyalahkan Pak Arya.


"Yah, apa ayah tau takdir? Mungkin, ini sudah takdirku. Karena kenyataannya, aku malah jatuh hati pada Tisa,"


"Cih! Cinta? Persetan dengan cinta! Ini masalah penipuan dan ayah akan laporkan keluarga arya karena sudah menipu keluarga kita. Kau tau, untuk pernikahan kau dan Tira itu, ayah banyak menggelontorkan uang ke perusahaan mereka hingga kita bekerja sama. Pantas saja dia melakukan ini, pasti karena tak mau kehilangan kesempatan! Lagian, kau percaya, jika Tira diculik? Bisa saja ini adalah konspirasi ayah dan anak!" Kata Pak Joni panjang lebar.


"Apa maksud ayah? Aku nggak tau dan nggak ngerti sama sekali. "


"Pak Arya menggunakan anaknya supaya perusahaan kita bekerja sama dengan mereka! Apa lagi?! Pokoknya, kita akan tarik semua dana yang sudah dikirim dari perusahaan kita! Enak saja! Ini tidak adil untuk kita!" Tegas Pak Joni merasa geram.


"Tapi, Yah ..."


Pak Joni langsung merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang. Dan Alex tak bisa berbuat apapun. Dia hanya diam, memperhatikan.


'Lantas bagaimana dengan aku? Haruskah aku merelakan wanita yang baru saja aku cinta?' Batin Alex.


???

__ADS_1


***


Jangan lupa like


__ADS_2