
Bab 33 : Kembali jadi menantu.
Semua orang melihat ke arah Tisa dan Alex. Mereka sangat heran dengan tingkah keduanya. Alex pun tak membiarkan hal itu terjadi. Kemudian ia memperlihatkan sebuah kartu yang menyatakan jika dirinya dan Tisa adalah suami istri.
"Kalian semua yang ada di sini! Jangan berpikir yang negatif kepadaku dan istriku. Dia adalah istriku yang istimewa. Jika kalian semua mengira jika aku melakukan kekerasan kepada istriku, kalian salah besar! Aku melakukan semua ini karena dia tidak suka pergi ke butik. Semua wanita biasana menyukai hal itu. Namun dia lain, dia lebih suka makan dari pada memakai pakaian yang bagus. Jadi kalian tidak usah memandangi kami seperti itu!" Ucap Alex dengan tegas kepada setiap pelanggan yang memelototi dirinya dan juga Tisa.
Tentu saja para wanita yang ada di butik itu merasa terkagum-kagum dengan aksi yang Alex lakukan. Mereka semua bergemuruh dan menyukai apa yang Alex lakukan kepada Tisa. Bahkan tak sedikitpun orang di sana memuji dan mengatakan kepada Tisa jika dirinya adalah wanita yang paling beruntung karena menikah dengan Alex.
Sementara itu, Tisa hanya memandangi Alex dengan tatapan sinis. Kemudian meraih beberapa baju yang ada di tangan Alex, kemudian pergi ke ruang pas untuk mencoba gaun dan sekalian memakainya, karena Alex tak ingin kedua orang tuanya mengetahui soal saudara kembar Tira.
Setelah setelah mencoba gaun -gaunnya, Tisa langsung keluar dari kamar tempat di mana ia mencoba daun yang Alex pilihkan untuknya, kemudian dia meminta pendapat kepada Alex.
"Apa seperti ini? " tanya Tisa sembari berkacak pinggang dan memutar badannya .
Melihat Tisa seperti itu, tentu saja Alex terpukau melihat Tisa yang sangat cantik dengan balutan gaun yang ia pakai.
"Gimana? Kenapa kok malah diam?!" Ucap Tisa sembari ketus kepada Alex tapi sedikitpun ia tak ingin bersikap baik kepada Alex.
"Cantik sekali. Sungguh, cantik alami. " gumam Alex yang tak sengaja sedikit terdengar oleh Tisa.
" apa?"
"Ah, Ya. Maksudku pakai saja yang itu dan aku akan membayar semua yang sudah aku pilih kan untukmu," ucap Alex kepada Tisa.
Tapi Tisa merasa jika Alex sedikit tidak jelas dan aneh hari ini, namun Tisa tak menghiraukannya. Ia kembali ke tempat mengganti pakaian, kemudian mengambil pakaiannya. Namun bukan bermaksud untuk mengganti pakaian. dia hanya mengambil sisa pakaian yang harus ia coba dan pakaian yang sebelumnya ia pakai. Setelah itu, Tisa memberikannya kepada Alex untuk dibayar oleh Alex. Sementara Tisa mengekornya dari belakang untuk mengantri ke kasir.
__ADS_1
Alex tak banyak bicara. Ia langsung pergi ke kasir dengan beberapa gaun di tangannya. Kemudian ia langsung menyerahkan semuanya dan berkata, "saya bayar semuanya."
Setelah Alex membayar semuanya, Alex langsung membawa Tisa pergi ke mobilnya dan menuju ke rumah. Ia tampak begitu senang karena berhasil membawa Tisa pulang. Diam-diam Alex mengirim pesan singkat kepada ayahnya Tisa, jika dirinya berhasil menemukan dimana Tisa berada dan membawanya ke rumahnya. Ia melakukan semua itu agar Pak Arya tidak khawatir kepada Tisa.
" Kenapa kau senyam senyum? " tanya Tisa saat Alex membaca sebuah pesan dari Pak Arya.
"Tidak! Itu aku hanya memikirkan apa yang harus aku katakan kepada ibu, jika kita pulang nanti ke rumah. Aku takut Ibu curiga dengan apa yang terjadi. Ibu kan tahunya kita pulang dari Bali, Kita nggak bawa apa-apa, gimana ya? " ucap Alex kepada Tisa agar Tisa tidak curiga.
"Ah ya, kau benar sekali. Aku sampai lupa. Bagaimana kalau kita beli oleh-oleh Bali itu dengan cara online saja?" Ucap Tisa kepada Alex memberi saran.
"Berarti kita harus kompak dan bilang jika hadiahnya sedang dalam perjalanan. Dan jika aku memberikan alasan lain kau harus setuju Oke?! " kata Alex sembari menyembulkan jari jempolnya ke arah Tisa.
Tisa sedikit berteriak karena ia terkejut saat Alex tidak mengemudikan mobilnya dengan benar. Namun Alex malah tergelak melihat Tisa yang terkejut saat dirinya mengucap setuju dengan apa yang direncanakan oleh Tisa.
Tisa menampakan wajahnya sedikit kesal kepada Alex. Namun diam-diam ia memperhatikan Alex dan ia mulai melihat jika ada ketulusan di sana. Namun lagi lagi, Tisa bergidik ngeri.
Alex menghentikan mobilnya di pelataran rumahnya. Dia disambut bibi dan juga ibunya yang sangat antusias.
Seperti biasa, Alex berakting membuka pintu mobil untuk Tisa kemudian Tisa pun keluar dengan senyum yang dibuat-buat seolah natural itu. Setelah itu mereka berdua bergandengan, kemudian menuju ke arah ibunya Alex.
" Ya ampun! Akhirnya kalian datang juga! Kalian pasti capek. ayo kita masuk ke dalam! " ajak Bu Sani kepada Alex dan juga bisa.
Bu Sani juga memerintah Bibi untuk membawa barang-barang yang dibawa oleh Alex. Bu Sani menggandeng Alex dan juga Tisa masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Setelah itu, ibu juga memerintah bibi menyajikan air karena Ibu Sani melihat jika Alex dan juga Tisa sangat lelah.
"Duh, Kalian pasti capek!"ucap Bu Sani kepada Alex dan juga Tisa.
__ADS_1
" Oh iya, Ibu sangat berharap jika kalian membawa kabar bahagia pada ibu. Ibu yakin bulan depan kalian bakal punya bayi laki-laki atau perempuan nggak masalah, yang penting Ibu mau cucu. " kata Bu Sani dengan sangat antusias dan penuh harap kepada Alex dan juga Tisa.
Alex dan Tisa hanya bisa saling pandang dan berpikir hal yang sama di dalam pikiran keduanya.
' gimana mau punya bayi? Ibu nggak tahu aja kalau kita di Bali melakukan banyak aksi yang jauh dari kata membuat bayi.' Pikir keduanya hampir mirip.
" tapi, ada yang aneh dengan kalian berdua,"
"Aneh? Apanya yang aneh?" Tanya keduanya.
" Wah, mungkin Ibu salah. Kalian sangat kompak sekali sekarang. semoga saja ini adalah awal yang bagus untuk mendapatkan seorang cucu, " ucapan Ibu yang langsung pergi meninggalkan Alex dan juga Tisa di ruang tamu itu.
Alex dan Tisa saling berpandangan dan mereka berdua semakin canggung ketika Bu Sani pergi meninggalkan mereka berdua.
" kenapa? Ada apa?" Tanya Tisa dengan nada heran karena Alex memandanginya.
"Nggak."
"Boleh aku bertanya satu hal penting?" Kata Tisa menunjukan rasa penasarannya.
"Ada apa? Tanyakan saja," ucap Alex sembari menyambar air minum yang ada di hadapannya dan menikmatinya.
"Kenapa kau memutuskan semua ini? Kenapa kau tidak mempertahankan cintamu?"
Alex bungkam,
__ADS_1
***
Jangan lupa like