Dinikahi Suami Kembaranku

Dinikahi Suami Kembaranku
Bab 45 : Bahagia


__ADS_3

Bab 45 : Bahagia


Tisa membuang wajahnya kala Alex mendekat dan kini ada di hadapannya. Alex ingin bicara, namun Tisa menghindar dengan cara Ia pergi ke arah dekat dengan Bu Mira. Ia dibawa Bu Mira ke depan untuk menyaksikan acara pernikahannya.


Tisa yang masih sangat bingung, hanya menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan sekarang, Pak Joni menunjukan jika Ia sangat dekat dengan Pak Rw.


"Bu, sepertinya bapak kenal baik sama Pak Rw?" Tanya Tisa penasaran.


"Iya, bapak memang mengenalnya. Dia teman bapak sewaktu kuliah dulu," jelas Bu Mira santai.


"Apa Rendy itu anaknya Pak Rw? Kok ini ada yang aneh ya?" Tisa semakin bingung dengan apa yang tengah terjadi.


"Iya, semua ini sudah diatur oleh Bapak kamu dan bapaknya Rendy. Sebenarnya, ibu juga sudah tau soal rencana perjodohan Tira dan Rendy sebelumnya. Sudahlah, kau pikirkan saja hatimu," kata Bu Mira yang memegang tangan Tisa lalu kembali fokus pada Tira dan Rendy yang akan melakukan proses ijab kobul.


Sementara itu, Tisa masih saja sangat sepi dalam keramaian. Belum lagi, Ia hanya melihat jika Alex mencuri-curi pandang dirinya. Sungguh, Alex dan Tisa benar-benar dalam kerinduan. Namun, Tisa tak bisa membuka hatinya. Tak cukup keberanian untuk membuka hatinya untuk Alex, untuk yang kedua kalinya.


Proses ijab kobul telah selesai dan semuanya bersalaman pada pasangan baru itu. Tisa tak menyangka jika Tira akan melepaskan Alex sbegitu aja. Tisa kini menyelamati pernikahan Tira dan Rendy. Ia tak menyangka jika Tira menerima Rendy begitu saja. Ia juga tak akan tanya sekarang soal proses Tira yang tiba-tiba mau nikah sama Rendy.


'Semuanya terasa aneh. Tapi, apa ini jalan tuhan agar aku bersatu dengan Alex? Apakah aku harus menerimanya? Aku juga baru tau kalau Rendy anaknya Pak Rw. Ini sangat mengejutkan sekali untukku. Jika saja aku tau dari awal? Ya ampun!' Batin Tisa.


Selepas malam itu, Tisa pulang bersama dengan Pak Arya dan Bu Mira. Tisa tak bertemu lagi dengan Alex. Namun setelah satu minggu, Tisa mendapatkan kabar dari Bu Mira.


"Sa, kamu yakin nggak mau dijodoin? Tira udah bahagia. Dia ikut Rendy ke bali sekalian bulan madu di sana. Kamu mau gini-gini aja?" Tanya Bu Mira.


"Gini-gini aja gimana, bu? Nggak ada kerjaan gitu?"


"Itu kamu tau. Bapak juga dah carikan pria yang sesuai kriteria kamu, kamu nggak mau. Maunya apa sih? Umur kamu itu, udah layak buat nikah loh." Kata Bu Mira pada Tisa.


"Mmm," jawab Tisa.


"Kalo ditanya, pasti jawabannya gitu mulu. Cepat sana siap-siap! Antar ibu ke mini market."


"Nah, lah ini kerjaan kan? Kalo aku nikah, ibu mau diantar siapa?"


"Nggak perting pertanyaannya," kata Bu Mira pada Tisa.

__ADS_1


Tisa langsung beranjak dari rebahannya di atas ranjang, kemudian menuju ke kamar mandi. Setelah itu, Tisa memakai baju yang pernah Alex belikan untuknya.


"Entah kenapa kamu mau pakai ini, sudahlah, pakai saja." Ia ambil baju gaun sederhana itu kemudian Ia pakai.


Tisa menyisir rambut dan Ia juga melihat wajahnya di cermin. Memoles pipi dan bibirnya juga. Ia piawai sekarang dalam merias dirinya. Tampak cantik dan anggun saat Ia melihat pantulan wajahnya di cermin.


Sebelum pergi, Tisa menyambar jam tangan dan Ia langsung memakainya. Kemudian, Ia juga langsung beragkat dan merasa heran karena Ibunya tak memanggilnya lagi.


"Tumben banget ibu nggak manggil-manggil. Padahal dah siang," gerutunya sembari menatap ke arah jam yang Ia kenakan.


Saat Tisa membuka pintu kamar, Bu Mira muncul dan malah menyeret Tisa masuk kembali ke dalam kamar. Tentu saja Tisa sangat terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh ibunya itu.


"Ibu apa-apaan sih?" Tanya Tisa pada Ibunya itu.


"Sini dulu. Duduk," bisik Bu Mira yang wajahnya tampak khawatir.


"Ada apa sih Bu? Ada masalah?" Tanya Bu Mira.


"Tisa, di depan ada Alex dan kedua orang tuanya." Ucap Bu Mira memberitahu pada Tisa.


"Ibu juga nggak tau."


Bu Mira menatap Tisa dari atas hingga bawah lalu Bu Mira berdiri. "Baguslah, kau tampak sudah siap. Ayo temui mereka," ajak Bu Mira.


"Kenapa harus aku? Aku nggak mau. Mana bisa aku menemuinya?"


"Kenapa tidak? Ayo!" Ajak Bu Mira lagi pada Tisa.


Bu Mira menarik tangan Tisa, kemudian membawanya pergi ke arah ruang tamu. Tisa berusaha menolak dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Bu Mira. Namun, Ia gagal melepaskan diri. Hingga kini Tisa ada di ruang tamu dan Ia melihat ada bu Sani juga di sana.


Tubuh Tisa seakan otomis medekat pada Bu Sani dan menyalaminya.


"Ibu sudah sehat? Bagaimana kabar ibu? Apa baik?" Tanya Tisa yang kini berjongkok dan mendongak, melihat pada Bu Sani yang duduk di sofa ruang tamu.


"Iya, ibu sehat. Duduklah," kata bu Sani.

__ADS_1


Sebelum duduk bersama dengan Bu Mira, Tisa menyalami Pak Joni dan tersenyum kecil ke arah Alex. Untuk pertama kalinya lagi, Ia merasa gugup dalam hidupnya. Setelah itu, Tisa mendekat pada Bu Mira dan duduk di samping Bu Mira.


Bibi menyajika minuman juga makanan kecil di atas meja. Dan Bu Mira mempersilahkannya untuk mencicipi.


"Sudah lama kita tak jumpa ya, Tisa." Kata Pak Joni menyapa Tisa.


"Iya, Yah." Ucap Tisa keceplosan memanggil ayah pada Pak Joni.


"Maaf, Tisa keceplosan," kata Tisa menunduk malu.


"Nggak papa. Lagian, ayah juga kan nggak pernah bilang nggak mau dipanggil ayah. Sebenarnya ayah kemari, mau ketemu sama kamu, Sa." Kata Pak Joni pada Tisa.


"..." tisa hanya menganggukan kepalanya.


"Begini loh, Bu Mira. Langsung saja pada pokok pmbicaraannya. Saya datang kemari dengan satu tujuan. Saya ingin menjadikan Tisa sebagai menantu saya. Bagaimana? Apa anda mengizinkan? Saya benar-benar nggak bisa move on, Bu. Bukan saya saja sih, tapi Alex juga," kata Bu Sani mengutarakan maksudnya.


"Terima kasih loh, karena Bu Sani sudah mau datang dan membrikan kabar yang sangat menggembirakan buat saya. Tapi, saya serahkan semuanya pada anak saya, Tisa. Gimana Sa? Apa kamu bersedia menjadi istrinya Alex?" Tanya Bu Sani.


Tisa menunduk, dan sesekali melihat kepada Bu Mira. Ia merasa jika dirinya sedang bermimpi. Namun, Bu Sani menegurnya dengan menepuk tangannya.


"Sa?" Panggil Bu Sani.


"Iya, Bu."


"Apa kamu mau jadi istri dari Alex dan menjadi menantu keluarga Andara lagi?" Tanya Bu Sani.


Tisa menganggukan keplanya dan pada saat itu, semuanya tampak bahagia termasuk Alex.


"Syukurlah jika kamu bersedia. Bagaimana jika kita atur tanggal pernikahannya? Dan kami akan pastikan tak ada lagi kejadian serupa ya?" Kata Pak Joni bercanda.


Semuanya tertawa hingga akhirnya Tisa dan Alex bersatu dalam ikatan pernikahan.


***


Nantikan season 2 nya ya

__ADS_1


__ADS_2