
Bermodalkan pengetahuan skill dan kebiasaan bos selanjutnya, Blue dan Bee menyusun strategi sedemikian rumah hingga mereka menemukan trik yang paling aman dan masuk akal.
"Ayo lakukan!"
Bee menanggapi. "Kali ini aku akan ikut!"
Semangat mereka berdua dirasakan Yami dan kelompoknya yang sudah selesai. Bahkan Naga Angin sudah bisa menyesuaikan dirinya.
"Tuan, bagaimana cara kita masuk ke bos selanjutnya?" tanya Yami yang tidak melihat adanya pintu.
Bee dan semua orang juga baru sadar bahwa tidak ada pintu sama sekali di arena ini. Blue menggelengkan kepala dan berkata, "Siapa bilang kita pakai pintu?"
Kemampuan Gate digunakan, portal berwarna hitam keunguan terbuka. Karena levelnya sudah berada di atas 10, gate bisa menembus setiap ruang lantai percobaan bos dunia. Jadi ia tidak perlu memisah kelompoknya untuk mengalahkan bos.
Pada kehidupan sebelumnya, para pemain menggunakan gulungan khusus untuk sampai di lantai selanjutnya. Gulungan itu terbuat sari susunan formasi yang sangat rumit, seharusnya di tahun ini belum ada yang punya.
Blue bersyukur karena ia punya skill yang tidak dimiliki semua orang. Gate dapat memudahkannya mencapai tujuan dalam waktu singkat, ia juga masih penasaran apa yang dipikirkan dewa pemberinya.
Sebagai pemimpin Blue melangkah masuk ke portal terlebih dahulu, disusul Yami dan kelompoknya bersamaan. Sebelum mempersiapkan diri, bos monster langsung mengayunkan palu gada miliknya.
Blue tersenyum manis karena seperti yang direncanakan, monster di lantai satu sangat sensitif dan menyerang siapapun. Karena lantai ini paling merepotkan, Blue memilih untuk menantangnya dulu.
Ayunan palu gada milik musuh sangat kuat, Blue tidak mau menghadapinya langsung. Eka keluar dari dunia buatan, ia langsung mengadu kekuatan dengan lawannya.
Benturan Palu dan Pedang Energi terjadi, gelombang angin membuat baju dan jubah semua orang berkibar. Blue memberikan kode pada Bee untuk mengaktifkan teknik pendukung.
Ela dan Elvy juga muncul dari ruang penyimpanan. Mereka langsung memberikan penambahan status pada Eka yang notabennya lebih kuat dari bos monster.
Eka yang sudah berada di atas angin langsung mengayunkan pedangnya dengan tenaga maksimal. Blue tiba-tiba muncul di depan wajah monster, kedua pedang yang ada di tangannya mulai menari layaknya pendekar pedang.
"Blade Dance!" seru Blue mengucapkan nama skillnya.
Disusul Yami yang berlari dan menebas kaki musuh dengan satu pedang. Ayunan pedangnya tampak halus seperti air, tetapi kerusakan yang dihasilkan cukup besar.
Liem seperti seorang pangeran perang menjentikkan jarinya, 100 jarum tak kasat mata muncul dan meluncur ke arah monster. Dalam sekejap mata jarum itu meledak hingga menciptakan gelombang ledak yang membuat bajunya berkibar.
Naga Angin yang mulai memahami perannya segera berlari dan melompat. Tubuhnya perlahan membesar dan kepakan sayapnya menandakan ia sudah sepenuhnya berubah menjadi naga.
Setelah terbang cukup tinggi, mulutnya segera di buka. Sebuah energi padat berkumpul di sela-sela giginya, tembakan energi digunakan Naga Angin.
"Semburan Naga Angin!"
__ADS_1
Energi tak beraturan menghantam monster bos lantai satu. Blue yang sudah menyesuaikan dirinya di tempat aman langsung tersenyum.
"Sudah aku duga, naga memang mahkluk paling mengerikan!" ucap Blue dengan suara pelan.
Semburan Naga Angin berhasil membuat lubang di tanah karena ledakannya sangat mematikan. Monster bos lantai satu sempoyongan karena serangan tersebut. Namun ia segera pulih kembali seperti pertama kali bertemu.
"Jangan khawatir, bos monster akan diam 3 menit. Gunakan waktu itu untuk memulihkan dirimu, tidak perlu menyerangnya!"
Blue memberikan perintah pada semua kelompoknya. Emma, Dwi, dan Kitty belum melakukan apapun jadi mereka masih sanggup bertarung.
"Emma ikuti aku ke belakang bos. Dwi gunakan sihir yang bisa mengikat musuh, Kitty serang dari depan."
Untuk memaksimalkan kesukaan, Blue membagi tim menjadi dua. Tim pertama dikhususkan untuk menjadi damage dealer atau orang yang menciptakan kerusakan besar. Sedangkan tim kedua digunakan untuk membingungkan musuh.
Sesuai rencana, Blue dan Emma menyerang daei belakang meskipun monster bos belum bangun. Kerusakannya memang tidak seberapa, tetapi itu bisa mengurangi penambahan HP musuh.
Hampir semua sumber skill digunakan, tetapi Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat HP musuh tidak berkurang malah bertambah 10%.
"Tidak masalah, dia akan bangun 10 detik lagi. Yami, Liem, Eka persiapan diri kalian!" teriak Blue sambil mundur.
Emma dan Kitty segera mundur untuk menghindari ledakan yang diciptakan bos monster.
Setelah 10 detik berlalu, bos monster lantai satu bangun dan melepaskan energi yang ia simpan dalam tubuhnya.
Inilah alasan mengapa Blue tidak membuat semua orang menyerang ketika monster tidur atau dalam keadaan lemah.
Bukan bos lantai satu jika tidak merepotkan, jadi ketika monster itu dalam keadaan lemah, semua serangan akan diserap tubuhnya. Kemudian akan dilepaskan setelah bangun, artinya besaran ledakan tergantung seberapa banyak ia menerima serangan.
"Eka sekarang!" seru Blue memberikan perintah.
Eka langsung melompat serta mengayunkan dua pedangnya. Bos monster menanggapinya dengan palu gada miliknya, ayunannya berhasil menghentikan serangan Eka.
"Jangan panik, bos monster hanya bisa menggunakan serangan itu satu kali. Yami serang pergelangan kaki kiri!"
Sepertinya yang diperintahkan, Yami berlari ke arah pergelangan kaki kiri. Tebasan pedangnya terasa sangat lembut tapi kerusakan yang dihasilkan sangat besar.
Liem sudah mempersiapkan dirinya dari tadi, 200 jarum langsung meluncur menusuk musuh. Ledakan demi ledakan terjadi terus menerus, Blue hanya memberikan perintah untuk mencegah kesalahan.
"Manusia kau membuatku marah!" seru bos monster.
Blue tidak punya informasi yang mengatakan bahwa bos lantai satu bisa berbicara. Dia langsung berteriak, "Mundur semuanya!"
__ADS_1
"Terlambat!"
Ledakan super besar terjadi, Blue langsung mengaktifkan semua kartu yang dia miliki. Bahkan dia rela menggunakan 2 miliar energi kehidupan untuk melindungi rekan-rekannya.
...[Lantai 1 ujian portal telah diselesaikan. Blue dan kelompoknya bisa langsung ke ruang bos, apa anda mau melanjutkan perjalanan?]...
Pernyataan sistem biru membaut Blue tidak bisa berkata-kata. Ia tidak pernah mendengar ada pemain yang mendapat keistimewaan seperti ini, jadi ia sedikit waspada.
HP semua kelompok berwana merah. Meskipun susah menggunakan energi kehidupan, tidak bisa menyelamatkan nyawanya jika terlalu lemah.
Untungnya Yami, Eka, Dwi, Naga Angin, dan Emma sangat kuat. Jadi Blue bisa menghemat energi kehidupan serta keluar tanpa korban. Sedangkan untuk Liem dan Kitty dilindungi Dwi dengan sihirnya.
Bee, Ela, dan Elvy langsung menyelamatkan diri ke dalam ruang penyimpan. Jadi mereka tidak terkena kerusakan.
Setelah beberapa saat, Ela dan Elvy langsung menyembuhkan semua orang. Yami dan Naga Angin duduk bersila untuk memulihkan dirinya.
Tidak dapat dipungkiri, keterampilan meledakkan diri itu tidak pernah muncul dalam sejarah. Jadi Blue sedikit bingung tentang bos monster yang ada di balik gerbang.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Bee yang baru keluar dari ruang penyimpanan sambil membawa kota makanannya.
"Mungkinkah aku menyelesaikannya?" gumam Blue pelan.
Bos dunia kali ini bukan seperti sebelumnya yang gerakannya lambat. Bos dunia ini punya mobilitas tinggi tapi kerusakannya cukup rendah. Tapi kemampuan istimewanya lebih dari itu, semua orang yang ada disekitar bos dunia akan terkena racun.
Siapapun yang terkena racunnya akan menerima kerusakan 10 ribu setiap detiknya. Artinya Blue harus mengalahkan bos dunia dengan waktu yang cukup singkat.
"Apa kau sudah lupa semua orang disini sudah mengerti peran masing-masing. Jadi fokus saja menyerang bos, biarkan kami yang mengurus lainnya." Pernyataan Bee terdengar oleh semua orang di dalam tim.
Mereka semua setuju, hanya Blue yang punya kerusakan pasti yang tinggi, jadi fokus kerusakannya ada padanya. Semua orang akan menggangu bos dunia sehingga Blue bisa memberikan kerusakan yang konsisten.
"Baiklah, aku percaya pada kalian. Tapi, aku tidak mau ada yang tinggal disini." Blue mengatakannya dengan ekspresi serius.
Maksudnya tinggal disini adalah mati atau mengorbankan nyawa di dalam ruang bos. Meskipun susah, Blue akan mencoba yang terbaik untuk melindungi rekan-rekannya.
Bukan tanpa alasan, ia sudah tahu mengapa para Demigod pada kehidupan sebelumnya gagal menjadi dewa. Hal itu dikarenakan mereka tidak punya rekan yang bisa diandalkan.
Para Demigod cenderung menjadi individu penyendiri karena merasa paling kuat dan bisa mengalahkan semua pemain. Jadi tekad mereka menjadi sosok yang lebih kuat mulai pudar dan berhenti bermimpi menjadi dewa.
Berbanding terbalik dengan Blue yang sudah menjadi Demigod tingkat puncak di umurnya sekarang. Jadi ia akan memecahkan kutukan itu dan menjadi dewa manusia pertama di Domain Dewa.
Blue mendorong pintu gerbang menuju ruangan bos dunia, ekspresinya sangat serius dan penuh dengan kewaspadaan. Dual Secret Sword melayang di atasnya, keduanya siap menyerang ataupun bertahan dalam keadaan genting.
__ADS_1
Disusul oleh kelompoknya yang sudah bersiap untuk bertarung. Mereka tidak ingin terkena serangan dadakan seperti sebelumnya, jadi kewaspadaannya naik hingga maksimal.
"Roar, aku sudah menunggumu manusia!" seru sosok monster setinggi 3 meter berbentuk seperti singa tapi punya tiga tanduk.