
Pertandingan antara kelompok Aqila dan Blue akan segera dimulai. Disisi kanan Blue keluar menggunakan stelan terbaiknya, ia menggunakan Jubah Raja Api dan Mahkota Raja, tampilannya sangat mewah hingga Queen tampak terpesona.
“Bos, bagaimana caramu mendapatkannya?” teriaknya dari kursi penonton. Sayangnya di dalam arena pertempuran kedap suara, jadi Blue tidak bisa mendengar teriakannya.
Aqila dan kelompoknya keluar dari sisi kiri, mereka tidak meremehkan musuhnya sedikitpun. Hal itu karena Aqila memperingatkan timnya bahwa pria bernama Blue itu sangat berbahaya dan licin.
Blue tersenyum manis karena lawan tidak merubah formasinya, ia melihat ada 4 penyihir termasuk Aqila, 2 penyembuh, 3 pemain depan atau tank, dan 3 pemain tengah.
Sebagai pembukaan Blue menarik dua pedang dari punggungnya, ia tidak akan mengakhiri pertarungan dengan cepat. Tujuannya adalah menyadarkan kelompok lawan tentang pentingnya seorang pemberi kerusakan beruntun.
Aqila dan kelompoknya bersiap, 3 tank langsung melangkah ke depan untuk memberikan skill provokasi bergantian. Anehnya Blue sama sekali tidak terkena skill itu karena ia berada pada jarak aman.
“Apa kalian serius?” tanya Blue dengan nada sedikit meledek.
“Mana mungkin skill provokasi bisa dihindari begitu mudah?” ucap seorang penyihir dari barisan belakang.
Aqila memberikan pendapatnya. “Bos menggunakan mata identifikasi untuk memprediksi seberapa jauh jangkauan skill lawannya. Jangan lengah dan bersihkan serangan sihir untuk memaksanya mendekat!”
Seperti perintah Aqila semua penyihir segera menggunakan sihir area yang bisa saling bertumpuk. Bukannya menghindar, Blue malah menatap meteor sihir yang dilemparkan padanya.
“Kombinasi yang menarik, tetapi itu sedikit aneh karena bisa ditebas dengan mudah.” Blue segera mengayunkan pedangnya ke titik paling lemah sebuah sihir, seketika sihir gabungan Aqila dan rekannya terbelah menjadi dua.
Semua kelompok Aqila terkejut melihat sihir gabungan dibelah dengan sangat mudah. Aqila yang sudah sering melihat pemain yang bisa membelah sihir langsung memberikan instruksi, “Jangan panik, tetap dalam formasi.”
Sayangnya Blue sudah bergerak dan memberikan kerusakan yang sangat cepat pada pemain depan, ayunan pedangnya sangat cepat hingga ketiganya tidak dapat melakukan pertahanan secara maksimal.
“Mundur dua langkah, stabilkan posisimu!” seru Aqila dari belakang.
Tiga pemai depan mundur dua langkah dan menstabilkan posisi seperti pertanyaannya. Namun kerusakan yang ia terima tidak berhenti dan darah mereka terus turun.
“Sialan, ada apa dengan perisai ku!” seru seorang pria berbadan besar yang menantang Blue. Ia sudah mencoba mengaktifkan skill provokasi supaya Blue menyerang perisainya.
Dari bangku penonton Rasyd kebingungan apa yang sedang terjadi, ia melihat Blue bergerak begitu cepat hingga menciptakan bayangan. “Queen, sebenarnya apa yang dilakukan bos?”
__ADS_1
“Aku tidak tahu, tetapi yang pasti ia bergerak dengan cepat menggunakan sayap hitam di belakangnya. Mungkin saja bos menggunakan skill untuk membelah dirinya menjadi tiga.”
Jawaban Queen tidak sepenuhnya salah, Blue menggunakan pemisahan pemikiran untuk menciptakan dua bayangan. Kemudian ia menggunakan sayap hitam untuk meningkatkan kecepatannya, jadi menciptakan pemandangan yang sangat aneh untuk penonton maupun lawannya.
2 penyembuh tidak tinggal dia, mereka menggunakan keterampilannya sampai mana miliknya hampir habis. Anehnya darah 3 pemain depan masih berkurang terus menerus hingga berwarna kuning.
“Bantu pemain depan!” seru Aqila memberikan perintah pada 3 pemain tengah.
3 pemain yang berada di tengah segera maju dan mengayunkan senjatanya, kapak dan palu besar bergantian menyerang bayangan Blue. Namun tidak ada satupun yang mengenai targetnya, sampai akhirnya salah seorang pria menggunakan skill area.
Blue segera mundur dan menghilangkan tiga bayangannya. “Wow itu tadi sangat mengerikan,” katanya sambil tersenyum melihat lawannya semua terluka. Bahkan penyihir di belakang juga terluka akibat serangan skala besar yang dilepaskan oleh salah satu berseker.
“Renggangkan formasi dan berikan kerusakan area!” seru Aqila memberikan perintah, ia juga menyerang menggunakan sihir dari belakang.
12 orang saling berjauhan mengelilingi Blue, mereka berencana bahwa skill lawan hanya efektif jika melawan musuh yang banyak. Sayangnya itu bukan tebakan yang benar, Blue segera mengincar pria besar yang memprovokasinya.
Tiga bayangan muncul dan mengayunkan pedang dengan kecepatan tinggi, HP pria tersebut langsung berwarna merah dan di tendang dari arena pertandingan. Blue tidak berhenti sampai disitu, ia mengincar pemain depan lainnya untuk dikeluarkan dari arena.
“Sepertinya ini semakin membosankan.”
Blue mencoba memprovokasi lawan untuk membangkitkan semangat juang lawannya tanpa pemain depan. Aqila merespon dan mengaktifkan simbol yang dia buat sejak awal pertandingan, ia dan 3 penyihir lainnya fokus membuat simbol untuk melemahkan lawan.
Pelindung arena yang awalnya berwarna putih transparan sekarang agak sedikit merah. Blue melihat ada statusnya yang dikurangi, tetapi itu tidak mempengaruhinya terlalu banyak.
“Menarik, terima kasih pengajaran simbolnya.” Blue membuat simbol yang berlawanan dengan milik Aqila, ia menyelesaikannya dalam hitungan detik saja.
Sekarang status Blue kembali pulih dan bisa bergerak dengan kecepatan tinggi lagi. Kali ini ia tidak merasa perlu menggunakan bayangan, ia hanya berlari ke arah berseker dan mengayunkan pedangnya.
Sama seperti para tank, semua pemain tengah mereka tidak bisa memberikan kerusakan dan langsung di kirim ke luar arena dengan tepat.
“Aku hanya sedikit menggerakkan tubuhku tapi mereka sudah keluar.” Blue mengangkat bahunya untuk memberikan kesan mengejek.
Aqila mulai merasakan tekanan yang begitu berat di pundaknya, ia tidak menyangka dua lapisan penting di formasinya langsung keluar dengan sangat cepat. “Jangan panik, ulur waktu untuk kami!” katanya menatap dua penyembuh.
__ADS_1
Tepat ketika Aqila selesai mengatakannya, Blue sudah ada di belakang dan membunuh dua penyembuh dengan sangat cepat. Ia memanfaatkan tiga bayangannya untuk memberikan serangan beruntun untuk menutupi kerusakan pasti yang ia miliki.
Jika ada pemain punya kerusakan pasti 16 ribu, semua orang pasti akan mengincarnya dan menanyakan cara untuk mendapatkan misi kerusakan pasti. Blue tidak mau mengambil resiko yang merepotkan seperti itu.
“Baiklah, aku akan menunggu kalian menyelesaikan sihir gabungan. Jangan terlalu lama, pedangku sedikit lapar hari ini.”
Blue mengatakan yang sesungguhnya, ia harus segera berburu dan memberi makan dua penjaga dual secret sword untuk mengambil serpihan jiwa para monster. Blue mulai menyadari Buku Neraka da Buku Suci yang Jatuh merasa senang ketika serpihan jiwa terus mengaliri pedangnya.
Aqila dan 3 rekannya segera membuat lingkaran sihir yang sangat besar, mereka langsung menembakkannya ke arah Blue yang berdiri santai di depannya. Tepat setelah mereka melempar serangan sihir, Blue menghindar dan muncul dibelakang keempat penyihir.
Sudut bibirnya terangkat, Blue segera menebas semua penyihir menggunakan tiga bayangannya yang bergerak cepat dan serasi. Tidak butuh lama sebelum semua kelompok di kirim ke luar arena.
Sebagai pemenang, Blue segera mengambil berlian yang menjadi taruhan. “Aku mengambilnya ya, makasih.”
Queen tidak bisa berkata apa-apa, ia mengira kekuatan Aqila dan kelompoknya sudah setara dengan anggota inti Fairy Dance. Namun siapa yang menyangka Aqila dan kelompoknya tidak bisa memberikan satu kerusakan.
Aqila dan kelompoknya hanya bisa tercengang melihat semua orang di kalahkan dengan begitu mudah. Disisi lain Blue cukup puas karena bisa memanfaatkan stealth dan pemecahan pikiran secara bergantian, ia yakin energi mentalnya telah diasah dengan baik.
Secara tidak langsung Blue mengucapkan terima kasih pada Aries Hardiman yang menyelamatkannya beberapa kali. Senyumnya tampak sangat manis, ia segera keluar arena pertempuran dan segera menuju tribun penonton.
“Apa pertunjukannya menarik?” tanya Blue melihat Queen.
“Pertunjukan yang sangat indah, sekarang aku mengerti mengapa kamu mengambil pendekar pedang ganda.”
“Tidak juga, semua kelas punya kelebihannya masing-masing. Sayangnya Aqila masih belum tahu cara memaksimalkan kelompoknya dengan baik, itu membantuku menang dengan mudah.”
Aqila dan kelompoknya segera datang dan membungkukkan badannya. “Terima kasih, bimbingannya bos!” kata mereka semua bersamaan.
“Tidak perlu sungkan, aku akan melatih kalian semua untuk menjadi pasukan yang hebat. Queen, bagaimana perkembangan hubungan dengan Blacklist?” tanya Blue yang sudah memikirkan cara melatih kelompok didikannya.
Queen menggelengkan kepala. “Mereka memilih untuk menolak negosiasi dan menghina Fairy Dance.”
“Sangat bagus, ayo bergerak!”
__ADS_1