Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Misi Kerusakan Pasti


__ADS_3

Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat pemain level 120 langsung menghilang hanya dengan satu keterampilan. Untungnya ia tidak salah meningkatkan level keterampilan Liem.


"Maafkan rekanku yang tidak bisa menahan kekuatannya. Apa kalian masih ingin menantangnya?" tanya Blue dengan senyum tipis.


Para bandit hanya mengeram marah, mereka tahu kekuatannya terpaut jauh dari pria di atas arena pertarungan.


Akhirnya semua bandit itu pergi tanpa hasil apapun, Blue merasakan ada beberapa orang kuat sedang memperhatikannya.


"Sepertinya mereka ingin buat keributan!" gumam Blue pelan.


Tidak mau membuat menunda permasalahan, Blue dan kelompoknya keluar kota Danau Putih dan menghadapai kelompok bandit.


"Siapa kalian?" tanya Blue dengan suara pelan.


"Tujuh Mawar!" jawab salah seorang pembunuh.


Blue langsung menggunakan Mata Dewa untuk melihat kekuatan lawannya. "Level 200!" ucap Blue sedikit terkejut.


Dua pedang langsung dicabut dari sarungnya, Blue segera memblokir semua serangan dengan mudah. "Siapa yang menyewa kalian?" tanya Blue masih berusaha menggali informasi.


"Keluarga Gong!"


Blue tersenyum tipis mendengarnya, akhirnya ia akan berbenturan dengan mereka cepat atau lambat. Namun siapa yang menyangka keluarga Gong bergerak dengan cepat.


Langkah Cahaya digunakan, Blue muncul di belakang salah satu pembunuh dan menggunakan Slash untuk membunuh musuhnya.


"Sekali serang?"


Blue benar-benar membunuh musuhnya dengan sekali serang. Bukan hanya musuhnya yang terkejut, ia juga terkejut karena kerusakannya terlalu tinggi.


Ia ingat semua status INT miliknya telah dirubah ke VIT dan poin status ditambahkan ketika melawan Bee.


Meskipun begitu, seharusnya kerusakannya tidak terlalu tinggi. Blue melirik 4 pemain yang masih hidup. "Apa kalian terlalu lemah?" tanya Blue.


"Sombong!"


Keempat pembunuh dari mawar merah langsung menyerang bersamaan, mereka level 200an atau setara dengan para ranker.


Blue tidak bodoh, ia melompat untuk menghindari serangan musuh. Gelombang Kejut digunakan untuk memecah kombinasi serangan musuh.


Status kelincahannya sudah menyentuh angka 15 ribu, tidak ada seorangpun yang bisa menandingi kelincahannya.


Blue dengan mudah menebas semua musuhnya, ia segera mengambil barang jarahan dan pergi dari tempat kejadian.


"Tidak ada barang bagus, aku harus segera menjualnya." Blue tanpa pikir panjang langsung me jualnya ke pedagang kota Danau Putih.

__ADS_1


Liem dan Kitty makan di restoran dengan tenang, Yami dan Rafaela mencari informasi tentang pemain kuat di wilayah Danau Putih. Meskipun mereka berdua hanya penduduk pribumi biasa, mata identifikasinya tidak terlalu buruk.


Blue duduk di meja makan sambil menerima semua orang kuat. Matanya terbuka lebar ketika salah satu kenalannya ada di Kota Danau Putih.


"Gana dari Blood Eater, sepertinya kalian masih belum kapok." Blue tersenyum melihat musuh lama muncul di wilayah kekuasaannya.


Tepat setelah mengatakannya, Gana menendang pintu masuk restoran. "Bajingan akhirnya hari pembalasanku telah tiba!" serunya sambil menunjuk Blue yang masih mengenakan topeng putih.


"Gana, mengapa tidak kita lupakan permusuhan sebelumnya."


"Aku telah diturunkan dari wakil divisi, apa kau pikir ini hanya dendam biasa?" seru Gana dengan suara keras.


Karena membuat keributan, Gana dikepung oleh pasukan Kota Danau Putih. Namun salah satu dari mereka menunjukkan token bangsawan yang memungkinkan untuk melakukan tindakan kekerasan.


Para penjaga keamanan Kota Danau Putih langsung undur diri. Mereka akan melakukan apa yang diperintahkan pemimpin kota.


Blue tersenyum tipis dan melepas topengnya. "Bukankah itu kesalahanmu karena tidak bisa menang?"


"Kau hanya beruntung karena Toma datang!"


"Baiklah, ayo ke arena dan tunjukkan kekuatanmu sebenarnya." Blue menawarkan duel antar pemain di arena resmi.


Sayang niat baiknya tidak disambut hangat, 2 pemain level 200 langsung menyerang tanpa peringatan apapun.


2 pemain lain segera menyerang Blue dari belakang. Namun serangannya gagal karena kakinya membeku. Kitty dan Liem adalah pelakunya.


"Singkirkan dua pengganggu itu!" seru Gana dengan suara keras.


8 pemain lainnya yang belum bergerak langsung mengarahkan serangannya pada Liem dan Kitty. Namun siapa sangka sebuah pelindung mana muncul disekitarnya.


Rafaela memberikan pelindung mana dari jarak jauh, Yami segera mengayunkan pedang hitamnya dengan sangat cepat.


2 pemain langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan hanya dalam beberapa gerakan. Sekarang hanya sisa 11 pemain termasuk Gana.


"Sepertinya ini akan semakin menarik." Blue melihat kedatangan Yami yang begitu cepat.


"Bajingan curang!" teriak Gana tidak terima lawannya mempunyai pendukung yang sangat kuat.


"Curang di bagian mananya?" tanya Blue sambil mengangkat dua bahunya.


"Serang mereka dulu!" teriak Gana sambil menunjuk Liem dan Kitty yang paling lemah.


Yami memejamkan mata, tangannya bergerak lebih cepat dari suara. Pedangnya langsung menebas 6 pemain hingga membuat mereka mundur beberapa langkah.


Blue melihat HP para musuh menipis langsung melompat dan menggunakan Gelombang Kejut. "Pergilah ke neraka!" ucapnya dengan suara penuh semangat.

__ADS_1


6 pemain tidak sempat menggunakan ramuan penambah HP dan MP.


...[Blue berhasil membunuh 6 pemain, mendapatkan 200 ribu poin pengalaman.]...


200 ribu bukan jumlah yang signifikan untuk Blue. Ia membutuhkan ratusan triliun untuk meningkat levelnya.


...[Raja Segalanya telah menggandakan poin pengalaman anda.]...


"Ayo maju kalian semua!" teriak Blue bersemangat karena poin pengalaman akan terus mengalir setiap kali ia mengirim pemain ke rumah kebangkitan.


Gana terkejut melihat hasilnya begitu mengerikan, tanpa sadar ia mundur satu langkah karena takut. "Monster apa yang baru saja aku provokasi?" gumamnya pelan.


Perlu diketahui, 8 pemain yang mati tadi adalah pemain terbaik Divisi Blood Eater. Hanya ada dia dan Andreas yang bisa menyaingi kekuatannya. Namun siapa yang menyangka Blue berhasil mengirim mereka semua ke Rumah Kebangkitan.


"Kabur!"


Gana tidak mau mengambil resiko dan melarikan diri dari tempat kejadian. Blue tidak mau memperpanjang masalah, ia duduk di kursinya dan menikmati makanannya.


Tujuan sebenarnya ia mampir di Kota Danau Putih karena ingin mengambil misi kerusakan pasti di Rumah Petualang.


Padahal misi beruntunnya bisa menghasilkan barang bagus, tetapi di reset oleh sistem karena skenario utama. Blue mendaftarkan Liem, Kitty, Yami, dan Rafaela sebagai petualang Kota Danau Putih.


"Apa mereka sebelumnya petualang?" tanya resepsionis.


"Bukan, aku ingin mereka mendapatkan kartu petualang." Blue ingin Yami dan kelompoknya bisa mendapatkan misi.


Menurut ingatannya, membantu pengikut setia berkemungkinan mendapatkan kerusakan pasti. Sambil menunggu prosedur pendaftaran, Blue mendatangi kakek tua di pojok Rumah Petualang.


"Kakek, apa yang bisa saya bantu?" tanya Blue dengan sopan.


"Akhirnya ada anak muda pemberani yang mau menolong desaku dari kutukan iblis!" ucap kakek tua dengan penuh semangat.


...[Bunuh Cacing Iblis di Pemukiman Maron dan buat penduduk menikmati air bersih....


...Hadiah : memberikan kerusakan pasti +500.]...


"Aku akan segera menyelesaikannya." Blue dan kelompoknya segera pergi ke Pemukiman Maron yang kekeringan.


500 kerusakan pasti bukan jumlah yang kecil, padahal para super guild sudah mencari semua misi kerusakan pasti. Namun masih ada beberapa misi yang tidak akan bisa mereka selesaikan.


Salah satunya adalah misi membunuh Cacing Iblis yang berada di bawah tanah. Hanya para pembuat simbol yang mungkin menarik keluar cacing iblis.


Kebetulan Blue adalah seorang pembuat simbol pemula yang mempunyai pengetahuan tingkat tinggi.


Dengan bantuan Medusa, pemahamannya tentang simbol telah meningkat drastis. Blue yakin 100% bisa menarik cacing iblis ke luar sarangnya.

__ADS_1


__ADS_2