Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Membara


__ADS_3

Pertarungan masih terus berlanjut, Venom dan Dagon sudah menggunakan semua kekuatan Raja Iblis tingkat 10.


Zaha dan pasukannya juga sudah bekerja keras. Bahkan drone yang dibuat khusus untuk menghancurkan sebuah kerajaan hancur berkeping-keping.


Hanya tersisa satu robot otomatis yang bisa meregenerasi tubuhnya. Namun jumlah regenerasinya terbatas, berbanding terbalik dengan Azazel yang terus menyerang tanpa peduli mana dalam tubuhnya habis.


Leon berhasil menerobos barisan musuh dan mengalahkan sisanya. Ia melihat sosok Azazel yang berwujud Iblis Neraka Sempurna.


"Ini gila, bajingan itu punya musuh yang merepotkan!" umpatnya sembari tersenyum kecut.


Mata Dewa milik Leon tidak bisa mengidentifikasi Azazel, begitu pula dengan Venom dan Dagon. Meskipun begitu, ia tahu Azazel jauh lebih kuat dari dua orang kuat disisinya.


"Yah kalau tidak begini, kapan kau melihat pasukan Fairy Dance bersemangat seperti ini!" ucap Amelia yang muncul di sampingnya. Tubuhnya penuh luka dan beberapa darah mengalir di dahinya.


Tidak dapat dipungkiri Amelia kesulitan menang melawan pasukan cimera. Begitu pula dengan Leon, tetapi mereka tampak sangat menikmatinya.


"Ya, sudah lama darahku tidak mendidih."


Sebelum Leon menyelesaikan kata-kata, Jessica terjatuh dari langit dan menghantam tanah dengan keras.


Ayunan tombaknya menghapus debu yang menutupi pandangannya. Sembari mengusap darah di wajahnya yang menutupi mata, Jessica tersenyum senang.


Napas Jessica tampak tidak teratur, ia mendapat lawan yang sangat kuat. "Hah, hah, hah... sepertinya aku tidak bisa main-?main lagi!"


"Syuut, syuut!"


Tombak Jessica diayunkan kemudian di tancapkan ke tanah. "Gerbang Ke- 7, Penghancur Dunia!"


Jessica menciptakan enam sayap di punggungnya. Berbeda dari sayap pada umumnya, sayap Jessica tercipta dari energi jiwa yang telah dipadatkan.


Domain tombak muncul di sekitarnya, ia tidak boleh bergerak untuk sementara. Inilah alasan mengapa ia memprovokasi lawan sebelumnya.


Seorang Cimera memperhatikannya dari langit, ia tampak mengerutkan kening ketika melihat musuhnya serius.


"Karena kita sudah cukup lama bermain, ayo selesaikan!" ucapnya. Dengan penuh percaya diri, Si Cimera menerjang domain tombak milik Jessica.


Senyum tipis muncul di sudut bibirnya, Jessica mengayunkan dua tombaknya. Seketika gelombang angin muncul dan membelah setiap bagian tubuh musuhnya.


Sembari mengeratkan giginya, Jessica menggeram dan menusukkan pedangnya sekuat tenaga.


"Argh!" suara Jessica yang kesakitan terdengar sampai ke Leon yang bersembunyi.

__ADS_1


"Ini..."


"Sialan, sejak kapan dia bisa sejago itu!" ucap Amelia yang sedikit iri. Meskipun sudah berusaha keras, ia belum bisa mengalahkan Jessica yang sibuk akan bisnisnya.


Sekali lagi Amelia merasa terlewati. Bukannya berkecil hati, Amelia semakin semangat menempa tubuhnya dan menjadi lebih kuat.


Bakat Jessica terletak pada mengenal dirinya sendiri, sedangkan Amelia gambaran dari orang yang tidak pernah berhenti bekerja keras.


"Hah, hah, hah," napas Jessica terdengar sangat keras. Staminanya terkurat habis hingga ia jatuh ke depan.


Sayangnya serangan hebat yang penuh semangat itu belum bisa membunuh si cimera. Tubuhnya yang terputus-putus mulai kembali lagi. Meskipun sedikit lambat, Cimera itu kembali pulih dengan kekuatan yang sedikit lebih rendah.


"Sial!" ucap Jessica. Ia pingsan dan di lempar keluar dari Domain Dewa karena menggunakan semua konsentrasinya.


Musuhnya masih bisa menahan serangan pamungkasnya, Jessica merasa rendah diri. Namun entah mengapa bibirnya tersenyum dalam pingsannya.


Leon dan Amelia yang tidak mau membuang waktu langsung berlari bersama. Keduanya memasang sesuatu di kedua lengannya.


Leon menarik pedang di pinggangnya. "Slash Master!" ucapnya sambil mengayunkan pedang katana dengan kekuatan penuh.


Sebuah sayatan pedang berwarna biru menghantam musuhnya. Namun itu tidak dapat melukai cimera yang di hadapi Jessica.


Tidak mau panik, Leon terbang dan memegang pedang dengan keduanya tangannya. "Teknik Moon Cuter!"


Cimera yang belun berhasil menyembuhkan seluruh tubuhnya panik, ia melompat untuk menghindari serangan musuh. Sayangnya itu bukan pilihan yang tepat, Amelia dengan tinju harimau putih sudah siap di atas.


"Hora..." teriaknya sambil mengayunkan pundaknya, tinju yang dapat mewujudkan Harimau Putih muncul di belakangnya.


"Baam...!"


Suara benturan tinju harimau putih menghantam musuh. Cimera yang bangga akan regenerasinya menghilang tanpa menyisakan sedikitpun jejak.


Hanya ada tanah yang terkoyak akibat pukulan harimau putih milik Amelia dan sebuah pemberitahuan sistem.


...[Selamat pasukan Fairy Dance berhasil menggulingkan kekejaman Hades.]...


...[Reputasi Fairy Dance akan meningkat pesat, semua kekayaan Hades dan pasukannya akan segera dipindahkan.]...


...[Gelar Sang Pemberontak telah didapatkan.]...


...[Sang Pemberontak....

__ADS_1


...Selama menghadapi musuh kuat atau menyerang kekuasaan orang lain meningkatkan semua status sebanyak 10%.]...


Amelia tampak kurang puas karena serangannya tadi tidak sekuat Jessica. "Sial, apa yang sebenarnya dia lakukan!" gumamnya sambil menggenggam tangannya.


Leon menghela napas melihat rivalitas keduanya. Dalam hatinya juga ingin berkompetisi, tapi ia sadar bakatnya jauh dibandingkan keduanya.


Sosok wanita cantik dengan pedang dan armor berwarna putih kebiruan menepuk pundaknya. "Aku tahu apa yang kau khawatirkan," kata Salju dengan senyum yang paling manis.


Jika ada pria yang melihatnya tersenyum, mereka semua pasti akan jatuh hati pada sosok Salju yang terkenal sebagai putri dingin. Namun ia tersenyum di hadapan tunangannya.


Leon tampak membeku melihatnya. Untungnya ia segera sadar dan menggelengkan kepalanya. "Ya, ya, ya aku tahu!" katanya.


Salju yang melihat tingkah Leon tertawa kecil sambil menutup mulutnya.


Pertarungan Zaha dan Azazel tidak bisa dipertahankan lebih lama. Kekuatan Azazel jauh dari kata normal, ia terus menghancurkan Si Robot.


Meskipun menggunakan kekuatan Batu Mana Ungu, Si Robot punya batasnya. Zaha juga kehabisan stamina dan konsentrasi mengendalikan pakaian tempurnya.


Karena Zaha tidak pernah mengumpat dan memuntahkan kata-kata kotor. Ia hanya tersenyum kecut merasakan sakitnya.


"Bocah, robotmu sudah kehabisan tenaga ya... Sangat disayangkan nyawamu akan segera berakhir. Eh... Kau kan mahkluk abadi, jadi pemburuan anggota Fairy Dance akan sangat menyenangkan."


Zaha sudah tidak punya tenaga, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Jadi hanya bisa pasrah dengan keadaan, tapi sosok kedua orang tuanya muncul dalam benaknya.


Kepala keluarga Walton dan istrinya tersenyum manis pada sosok putri kecilnya. "Aku bukan anak kecil lagi!" teriaknya.


Dengan kekuatannya yang tersisa langsung mengangkat senjata di pakaian. Senjatanya kecil seperti pistol model Akdal Gosht buatan Turki.


Meskipun kecil, Zaha melepaskan semua kekuatannya yang tersisa. Laser bertenaga super menghantam Azazel tanpa bisa menghindar sama sekali.


"Haha!" teriak Zaha dengan perasan senang. Tubuhnya mulai transparan dan kesadarannya hilang.


Zaha pingsan di atas mesin virtual yang sangat mewah. Sudah kita ketahui semua, Keluarga Walton tidak hanya kaya, mereka sangat boros jika menyangkut anaknya.


Dua pejuang Fairy Dance telah gugur, mereka tidak akan bisa login dalam beberapa hari.


Leon dan Amelia melihat situasi ini semakin runyam dan tak terkendali. Venom dan Dagon yang merupakan salah satu petarung terkuat Fairy Dance tidak bisa menang.


Namun seekor burung gagak mengepakkan sayapnya hingga menghempaskan Azazel yang berdiri kokoh.


Sosok manusia setengah iblis muncul dengan tatapan datar. Dia tidak lain adalah Iblis Kecil, meskipun sebutannya kecil, ia punya tinggi 205 centimeter.

__ADS_1


"Sudah lama aku tidak tampil."


Iblis Kecil tidak sendiri, ia membawa 6 rekan di belakangnya. Mereka semua adalah setengah iblis.


__ADS_2