
Blue menyeringai. "Kau sepertinya lebih lemah dari Demigod sebelumnya. Mungkinkah kau hanya Demigod tingkat sangat rendah?"
Perkataan Blue membangkitkan emosi lawannya. Ia langsung melapisi senjatanya dengan energi kehidupan untuk meningkatkan kerusakan.
Dual Secret Sword menangkis semua serangan musuh, pedang beradu dengan tombak. Suara benturan besi terdengar terus menerus serta suara angin akibat pergerakan mereka berdua.
Tidak mau menyelesaikan pertarungan dengan cepat, Blue mencoba untuk mengulur waktu dan memberikan kesempatan pada lawan. Ia sesekali terlempar untuk meningkatkan kepercayaan diri lawannya.
"Apa hanya ini yang kau miliki?" tanya pria misterius.
"Tidak sopan rasanya tanpa perkenalan diri. Aku Blue Devil dari pasukan Fairy Dance, siapa kau sebenarnya?" tanya Blue mencoba membuat sebuah karakter baru.
"Kemarin Red Devil, sekarang ada Blue Devil. Apa Fairy Dance punya sistem penamaan yang sangat jelek." Ejek pria misterius sambil tertawa kecil.
"Itu nama kebanggaan kelompok kami, jadi menghinakannya akan membuatmu menyesal." Blue tidak menyerah menggali informasi tentang pria di depannya.
"Oke, oke. Aku Yudis ketua No Name seorang Demigod!" jawabnya dengan nada sombong.
Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat sosok pertama yang menjadi Demigod dan membuat perubahan pada masa depan tidak lain pria didepannya.
Kala itu Blue masih duduk di bangku ketua Shadow, Yudis berhasil mengambil pintu masuk ke dunia selatan. Serikat yang ia bangun dari kecil akhirnya menjadi pemegangnya.
Namun ketika ikan kecil memegang makanan yang enak, maka para hiu akan datang dan merebutnya. Begitu pula dengan kejadian masa lalu, Yudis di paksa membubarkan serikat miliknya dan bergabung dengan kekuatan besar.
Sayangnya Blue tidak mengetahui detail serikat yang dia bangun. Jika No Name adalah serikat yang ia bangun, bagaimana bisa hancur dengan begitu mudah.
Blue langsung bisa menarik kesimpulan, No Name hanyalah boneka yang di kendalikan oleh para super guild untuk mengeksplorasi Benua Selatan.
Setelah semua peta terang dan super guild tidak membutuhkannya, No Name akan menjadi barang bekas yang siap dibuang.
Meskipun tahu namanya, Blue tidak bisa mengenalinya saat ini. Yudis yang ia ingat adalah pria brewok yang menggunakan tombak di punggungnya.
Sangat berbeda dengan saat ini yang berpenampilan begitu menawan dan elegan. Serta siapa yang mengira ternyata dia adalah agen yang ditugaskan 9 super guild untuk berpindah benua dan menjadi kurir.
Inilah alasan mengapa Tujuh Mawar bisa mengambil barang dari satu benua ke benua lainnya dengan begitu mudah.
Salah satu keistimewaan Demigod adalah berpindah benua, jadi Yudia dan No Name akan menjadi guild kaya raya. Itulah yang mereka pikirkan, padahal para super guild sudah merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan eksistensi yang begitu merugikan untuk mereka.
9 super guild yang menyokongnya memanfaatkan informasi dari Yudis untuk memperkuat lini dalam mereka. Tanpa di sadari Yudis akan jatuh dan menjadi seorang Demigod tanpa nama atau bahkan keistimewaan.
Dari sini Blue mengerti bahwa satu orang tidak bisa merubah tatanan dunia. Makanya ia harus membentuk sebuah tim untuk membantunya menghadapi para mafia di Domain Dewa.
"Oh, jadi kamu kacung yang selalu menjadi kurir mereka. Pantas saja kau sangat lemah." Blue masih terus memprovokasinya.
Meskipun hal itu adalah fakta, Yudis masih tersinggung dengan perkataan Blue. Sebagai ketua guild No Name, Yudis akan mengembalikan harga dirinya.
Tombak trisula memancarkan energi kuning, Blue cukup familier dengan situasi ini.
__ADS_1
"Matilah!" teriak Yudis.
Blue tidak bisa menerimanya secara langsung, hal itu akan menimbulkan kecurigaan yang berlebihan karena Armor Raja Petir bisa memantulkan kerusakan.
Kaki Blue langsung berjongkok dan kemudian melompat. Dia berhasil menghindari serangan kuat dari Yudis.
"Tombak Posaidon?"
Yudis tertawa keras mendengar lawannya mengatakan sesuatu yang harusnya tidak diketahui semua orang. "Benar, ini adalah tombak Posaidon. Beliau sendiri yang memberikan tombak ini padaku!"
Nada sombong yang di lontarkan Yudis tidak bisa memprovokasi Blue.
"Apa kau pernah melihat Posaidon di Domain Dewa?"
"Bodoh, dewa sendiri yang memberikan tombaknya padaku. Tentu saja aku pernah melihatnya!" Yudis menyerang lagi dengan kecepatan penuh.
Sembari berpikir, Blue menghindari semua serangan dengan mudah. Tangkisan, Hindaran, dan Serangan dikombinasikan dengan sangat baik, hingga Blue tak berasa membuat lawannya kewalahan.
"Oh mungkin saja Posaidon sedang terlibat masalah besar, makanya dia memberikan tombak yang paling berharga untuknya. Atau mungkin jiwa Posaidon ada di dalan tombak itu?"
Sekali lagi pernyataan Blue tepat sasaran, Yudis langsung mengeratkan pegangan pada tombaknya. Ia menatap tajam ke arah Blue dan menyeringai untuk memberikan tekanan pada musuhnya.
Seperti yang kita ketahui semua, Posaidon adalah dewa yang sangat kuat. Bahkan ia dijuluki menjadi dewa ketiga paling kuat setelah Zeus dan Baal. Namun sekarang jiwanya sedang terluka di dalam tombaknya.
"Omong kosong!" bentak Yudis mencoba menyanggah.
Yudis yang taku betapa tamaknya Raphael di depan kekuatan besar langsung tertegun. Ia tidak boleh gegabah dan melakukan tindakan ceroboh di situasi ini.
"Aku tidak akan melepaskan mu!" teriak Yudis mulai panik dan menggunakan Tombak Posaidon untuk menyerang bertubi-tubi.
Sayangnya serangan bertubi-tubi tidak akan menghasilkan kerusakan yang berarti. Blue bisa menghindari setiap serangan kritis sehingga HPnya terus terisi dan tidak berkurang.
Napas Yudis mulai tidak tenang, ia merasa beban di pundaknya semakin berat. Hingga suara mengaliri otaknya, itu adalah bisikan Posaidon untuk meminjamkan tubuhnya.
Yudis yang tidak punya pilihan langsung menyerahkan tubuhnya. Matanya langsung berubah menjadi biru laut dan muncul sisi di pipinya.
"Akhirnya aku punya tubuh baru!" seru Yudis yang sudah di kuasai Posaidon.
Blue mengerutkan kening, ia tidak menyangka penduduk pribumi bisa mengambil alih tubuh seorang pemain dengan begitu mudah.
"Apa kau Posaidon?"
"Bocah, aku ucapkan terima kasih telah memojokkan pria keras kepala itu. Sekarang terimalah kematian mu!"
Benar saja Posaidon langsung mengaktifkan kemampuan asli dari tombak miliknya. Sayangnya Blue sudah melihat tombak yang disempurnakan oleh Athena, jadi ia tidak terkejut sama sekali.
Langit mulai menghitam, hujan deras segera turun. Posaidon mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan mantra yang tidak dapat dimengerti.
__ADS_1
"Hati-hati, itu bahasa dewa!" kata Bee yang langsung keluar dari ruang penyimpanan.
Blue berteriak, "Evakuasi semua prajurit. Masuk kedalam desa!"
Kamal yang menyadari situasi langsung menarik semua pasukan. Ia mundur sambil melihat dua orang yang berdiri di langit.
"Apa mereka dewa?" gumam Kamal pelan.
Naga Angin yang masih berwujud naga langsung menyemburkan napas angin pada Posaidon untuk membatalkan skillnya.
"Percuma bodoh, tubuhku punya perlindungan yang tak bisa kau tembus!" Posaidon membanggakan dirinya.
Yudis selalu menuruti perkataan Posaidon, sehingga ketahanan tubuh dan energi kehidupannya sangat melimpah. Meskipun tidak sebanyak Blue, ia masih masuk jajaran Demigod terkaya di Domain Dewa.
Hujan yang deras memunculkan genangan air, Posaidon mengangkat tangannya sekali lagi. Sebuah ombak setinggi 2 meter langsung menghantam desa milik kamal.
Yami dan Rafaela berjibaku menghalangi air supaya tidak menghancurkan benteng. Liem dan Kitty juga melakukan hal yang sama, mereka menggunakan keterampilan es untuk menghentikan laju air.
"Menarik, kalian bisa menggunakan elemen es. Mari tambah tekanannya!" teriak Posaidon melambaikan tangannya.
Ombak setinggi 7 meter muncul, kali ini Eka dan Dwi harus membantu menghentikan gelombang pasang yang di ciptakan Posaidon.
Sekali lagi krisis berhasil di atasi, Blue langsung bergerak dan menusukkan pedangnya ke perut Posaidon.
"Bodoh, aku sekarang punya tubuh abadi. Serangan seperti itu tidak akan melukai... Hug hugh..."
Posaidon tidak percaya seteguk darah keluar dari mulutnya. Ia sama sekali tidak merasakan sakit di kulitnya, tetapi entah mengapa jiwanya terluka.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Posaidon.
"Siapa yang tahu!"
Blue mengayunkan pedangnya sekali lagi, tetapi kali ini dihentikan Posaidon menggunakan tombaknya.
"Aku tidak akan membiarkanmu!"
Dua orang lainnya muncul di belakang Posaidon, mereka langsung menikam musuh. Namun hasilnya tetap sama, Posaidon bisa menghindar dan membuat serangan balik.
Blue tersenyum manis karena Emma dan Yami sudah menyelesaikan tugasnya. Yami terbang menggunakan sayap energi dan bersanding dengan tuanya.
Sedangkan Emma melayang layaknya putri menggunakan sayap berwarna hitam. Itu adalah sayap yang dibangkitkan ketika dia dewasa, semua keluarganya punya sayap yang sama.
"Roar!" suara raungan Naga Angin tidak bisa diabaikan.
Sosok naga muncul di belakang Blue. Kepakan sayapnya membuat para pemain yang kehilangan semangat langsung kabur bahkan sebagian keluar dari permainan.
"Jumlah tidak akan berpengaruh padaku."
__ADS_1
Blue menggelengkan kepala. "Siapa yang tahu."