Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Shen


__ADS_3

Arief menatap rumah terbengkalai di depannya, tanpa pikir panjang ia langaung mendorong kakinya menuju gerbang besi yang terlihat sudah tidak terurus.


Tangan kanan Arief mencoba mambuka pintu gerbang dengan sedikit tekanan. Setelah terbuka sedikit, Arief mencoba masuk kedalam.


Namun siapa yang menyangka ledakan mobil Arief memancing beberapa orang untuk datang. Anehnya mereka semua yang datang bisa menggunakan prana dengan baik.


Untungnya Arief bukan orang biasa, ia segera menyadarinya dan merayap masuk ke dalam rumah kosong. Tanpa menunggu lama ia langsung masuk ke dalam ruang bawah tanah.


Tidak lupa Arief menghilangkan jejaknya, ia melirik ke belakang dan mendapati sekelompok orang yang masuk secara paksa.


Setelah berjalan selama 30 menit, Arief menemukan sosok pria memedang pedangnya sambil menunduk. Dia mengira itu hanya sebuah patung, tanpa mewaspadainya, Arief menyentuh gerbang untuk membuka ruangan selanjutnya.


Tepat sebelum Arief menyentuh gerbang, sayatan pedang dengan kecepatan tinggi mencoba memotong tangannya. Sontak Arief menarik tangannya, matanya melirik ke arah pria yang memeluk pedangnya.


"Aku bukan musuh, Pak Tua dari pasukan Garuda menyuruhku mengambil benda di dalam." Arief mencoba menjelaskan situasinya, ia tidak bisa lama-lama karena ada sekelompok orang yang mengejarnya.


Namun pria di sebelah gerbang tidak menjawab sama sekali, ia hanya menggerakkan bola matanya ke arah Arief. Setelah itu ia kembali tidur sambil memeluk pedangnya.


Karena Arief tidak punya waktu meladeni pria aneh itu, ia langsung memaksakan dirinya mendorong gerbang. Aura kekacauan menyelimuti tubuhnya, pedang dari pria aneh menebas tangan Arief.


Bukannya terluka, pedang yang menebasnya malah patah. Tanpa mengatakan apapun, Arief berlari ke dalam ruangan. Sosok pria penjaga gerbang mengangkat sudut bibirnya.


"Sekarang aku tahu, dia bukan dari ruang dan waktu saat ini. Pantas saja bumi mudah sekali di tembus." Pria yang awalnya tampak menyedihkan berubah menjadi laki-laki tampan. Baju biru menyenpurnakan penampilannya.


Sekelompok orang mendatanginya, mereka tidak mengatakan apapun dan langsung mengayunkan senjatanya. Tiba-tiba waktu berhenti dan sekelompok orang itu mati tanpa meninggalkan setetes darah.


"Anggap saja ini hadiah dariku, sepertinya membunuhnya bukan jawaban yang benar." Sosok pria tampan itu menghilang layaknya debu yang dituup angin.


Disisi lain Arief berlari dengan sekuat tenaga, ia tahu tempat pasti dari harta pasukan Garuda. Sampai akhirnya ia melihat sebuah kotak bening yang ada buku di dalamnya.


Tanpa menunggu lama Arief membukanya dengan kode yang diberikan Pak Tua. Tepat ketika kotak dibuka, energi langit dan bumi melonjak.

__ADS_1


Arief bukan pertama kali mengalami lonjakan energi seperti ini, ia dengan tenang menyerap semuanya. Butuh 3 jam untuknya mengendalikan semua energi yang keluar dari kotak.


Sosok pria besar melihat dari kejauhan, dia adalah Shen San sang jendral perang Seven Soul. Dia datang bersama Shie, tugasnya kali ini adalah mengawasi Arief supaya tidak melakukan hal yang salah.


"Seperti yang dikatakan ayah, orang ini sangat aneh dan penuh kejutan. Manusia pada umumnya tidak mungkin menyerap energi langit dan bumi dengan begitu cepat."


Shen San adalah pria dengan stamina yang tak terkalahkan, ia membutuhkan waktu relatif lama untuk mengendalikan energi seperti itu. Bukan karena dia lemah, tetapi energi di dalam kotak itu telah ditingkatkan oleh ayahnya, pria berpakaian biru muda.


Arief membuka matanya, ia segera membaca semua catatan di dalam buku. Tanpa sadar Areif mendapatkan pencerahan ilahi di dunia nyata, ini adalah situasi yang lebih langka daripada pencerahan ilahi di Domain Dewa.


Tanpa pikir panjang, Arief mempraktikan warisan pasukan Garuda. Ia menggerkakan tubuhnya sesuai petunjuk.


Gerakan terus diulangi, Arief sama sekali tidak menyerah. Gerakannya sudah betul tetapi rasanya jauh berbeda dari yang diharapkan.


Warisan dari pasukan Garuda terus di praktikkan, tidak ada yang tahu berapa kali Arief gagal. Bahkan tanpa di sadari kepalan tangan Arief berdarah, kupingnya mengeluarkan darah. Setiap sendi di badannya mengalami pembengkakan.


Shen San merasa kasian dengan Arief yang terus gagal, padahal ia sudah menunggunya selama 3 bulan. "Apa pria itu benar-benar manusia, dia hanya makan sebutir pil setiap hari."


"Aku harus menunggunya." Tepat setelah ia menfatakan itu, Shen San membelalakkan matanya. Arief berhasil menyempurnakan gerakan pengembangan jiwa tahap 1 hanya dengan 3 bulan.


Energi di tubuhnya langsung melonjak, Arief mengangkat sudut bibirnya. Kepalan tangannya di angkat tinggi-tinggi, suara teriakan dari mulutnya terdengar sangat keras.


"Aa..."


Arief langsung tergeletak di tanah dan tidak sadarkan diri. Shen San yang ditugaskan untuk menjaganya tanpa sadar melepaskan aura membunuh.


"Apa ayah salah? Pria jni terlalu menakutkan!"


Tangannya yang besar mencekik leher Arief, tatapan matanya tampak sangat benci dengan kehadirannya. Setelah beberapa saat mencekiknya, Shen San melepaskannya dan mengehela napas.


"Bukan saatnya membuat pilihan bodoh." Shen San memasukkan pil kehidupan, itu adalah pil paling mujarap yang digunakan untuk menyelamatkan jiwa.

__ADS_1


Tidak lama setelah memakan pil kehidupan, Arief membuka matanya. Dia dengan cepat memasang kuda-kuda bertarung ketika melihat Shen San duduk di sebelahnya.


"Bagaiman kau ada disini?"


"Apa ini perlakuanmu pada penyelamat?"


Arief menurunkan tangannya, ia segera duduk dan mendengar apa yang ingin dikatakan Shen San.


Kebenaran yang menyakitkan terungkap, keberadaan Arief di dunia ini benar-benar menjadi mapapetaka bumi. Pasalnya setelah reinkarnasi Arief, selaput yang dipasang sosok bernama Amir telah hancur.


Hal itu mengakibatkan jalur ruang dan waktu bumi terbuka. Ditambah lagi aura kekacauan yang dikembangkan Arief membuat jalurnya semakin lebar.


Mungkin beberapa tahun lagi akan ada mahluk super kuat yang akan menghancurkan dunia. Oleh karena itu, Shen Haise datang kemari untuk memperbaiki selaput pelindung bumi.


Sayangnya untuk memperbaiki selaput bumi tidaklah mudah, pria bernama Amir itu benar-benar punya pengetahuan yang begitu mengerikan. Bahkan Shen Haise tidak dapat memecahkan formasi dunia yang mulai menipis.


Oleh karena itu, Shen Haise memanfaatkan kematian dari beberapa keluarga untuk memperburuk simbol pelindung. Kehadiran Arief membuat semua usaha Shen Haise berantakan.


Kedatangan Shen San dan Shie benar-benar diluar dugaan, padahal formasi pelindung belum selesai tetapi jalur mereka sudah terbuka.


Makanya pria berpakaian biru itu menggeser ruang dan waktu untuk melindungi bumi sementara. Namun situasi ini bukan solusi permanen, dengan cara membunuh Areif semua masalah formasi pelindung akan selesai.


Itulah mengapa Shen San ingin sekali membunuh Arief supaya Seven Soul tidak kesulitan melindungi bumi. Menurutnya membunuh satu orang untuk menyelamatkan bumi bukanlah pilihan yang buruk.


Namun keputusannya berubah ketika melihat kegigian Arief mempelajari teknik jiwa. Seharusnya manusia biasa tidak akan pernah bisa mempelajarinya. Namun siapa yang menyangka hanya dengan sedikit petujuk, Arief menyempurnakan teknik jiwa gerbang pertama.


"Sesuai janjiku, aku akan memberikan teknik jiwa tanpa membuatmu menjadi bagian dari Seven Soul." Shen San menyentuh dahi Arief, seketika kesadaran Arief menghilang.


Setelah beberapa saat, Arief melompat dari tempat tidur. Keringat dingin bercucuran dari setiap sudut tubuhnya.


Ia mendapat ingatan baru tentang betapa kerasnya Shen San mengasah tubuhnya. "Ternyata masih ada manusia gila sepertinya!"

__ADS_1


__ADS_2