
Naga Petir mengangkat sudut bibirnya, ia segera membuka mulut dan menciptakan sebuah bola energi dari mulutnya.
“Rasakan kemarahan raja ini!” seru Naga Petir.
Blue mengangkat tangannya. “Ragil gunakan seluruh kemampuanmu memblokir serangan ini, Eko bantu dia dari belakang. Rafaela gunakan skill pendukung untuk mereka berdua.”
Setelah memberikan perintah, Blue melirik ke arah Yami dan segera berlari ke arah samping. Mereka mencoba memanfaatkan celah untuk memberikan kerusakan.
Kali ini Blue salah perhitungan karena menggunakan serangan besar langsung, seharusnya ia memberikan serangan bertubi-tubi untuk memicu kerusakan pasti yang dihasilkan dari Dual Secret Sword.
Bola energi Naga Petir segera menghantam Ragil yang mencoba melindungi Rafaela dan Eko, setelah beberapa saat perisainya hancur dan digantikan Eko menahan serangan musuh. Rafaela yang menggunakan seluruh kemampuannya tidak bisa memblokir serangan Naga Petir dengan baik.
Blue berlari ke arah kiri, ia segera menggunakan Blade Dance untuk memberikan kerusakan beruntun, sedangkan Yami akan menghantam tubuh Naga Petir di bagian kanan.
Kombinasi serangan mereka tidak bisa diremehkan, kerusakan yang dihasilkan melebihi ekspetasi Blue. Namun HP Naga Petir masih di angka 99%. Blue membuka matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Mundur!” seru Blue tidak ingin mengambil resiko.
Ia harus memikirkan kehidupan seluruh kelompoknya. Jika Naga Petir sekuat ini, tidak ada harapan untuk mengalahkannya dengan komposisi kelompok seperti sekarang. Blue harus mencari pemain atau petualang yang bisa memberikan kerusakan terus menerus.
“Aku tidak akan membiarkan kalian lolos, Manusia!” kata Naga Petir yang belum kehilangan senyum di wajahnya.
Pintu ruangan bos langsung tertutup sehingga mengurung semua orang di dalam. Blue mencoba bernegosiasi dengan Naga Petir.
“Tunggu, kita tidak punya permusuhan. Bagaimana jika damai saja?” tanya Blue dengan senyum manis.
Naga Petir malah tertawa keras. “Haha, apa kamu pikir aku sebodoh itu?”
Blue hanya diam mendengar perkataan Naga Petir yang belum selesai.
“Tentu saja aku menolak semua negosiasi, sekarang tunjukkan ekspresi putus asa!” seru Naga Petir dengan nada senang.
__ADS_1
“Apa kamu yakin ingin membuat ini menjadi sulit?”
Naga Petir mengeluarkan petir dari langit-langit ruangan, badai petir menyambar dimana-mana. Yami dan Blue segera bergabung dengan kelompoknya, dengan keterampilan Yami semua orang bisa terhindar dari sambaran petir.
Blue tidak tahu ini ide yang bagus atau bukan, ia mengeluarkan semua familia yang ada di dalam ruang penyimpanan. Semuanya berwujud manusia kecuali Bee yang tidak membawa kotak makannya karena kosong.
“Raul, urus semua petir!” seru Blue.
Raul melangkah ke depan serta merubah wujudnya menjadi serigala raksasa, ia meraung keras. Petir yang awalnya seperti badai menjadi lebih tenang. Matanya berubah menjadi biru petir dan mencoba mengendalikan keterampilan naga petir dengan kemampuannya.
“Bodoh, hewan rendahan sepertimu ingin mengendalikan kemampuanku!” ucap Naga Petir. Aura di sekitarnya semakin padat, petir yang sudah ditenangkan kembali bergejolak dan menghancurkan setiap targetnya.
Ela dan Elvy memberikan bantuan besar pada Raul yang sudah merubah wujudnya sebagai serigala raksasa. Drakula tidak tinggal diam, ia menembakkan sebuah sinyal ultrasonik untuk mengganggu konsentrasi Naga Petir.
Blue dan Yami segera berlari dan memberikan kerusakan terus menerus. Karena Naga Petir sedang sibuk dengan kemampuan petir, ia tidak bisa melawan ketika serangan Blue dan Yami masuk.
Ragil dan Eko juga maju ke depan, mereka menggunakan skill provokasi untuk mengganggu musuhnya. Namun skill mereka hanya bertahan kurang dari satu detik, meskipun begitu mereka tidak berhenti menggunakan skillnya.
Lebih dari 1000 orang melawan satu Naga Petir. Blue berharap Naga Petir tidak memakan nyawa rekan-rekannya.
Sayangnya harapan Blue segera pupus karena Naga Petir melepaskan kemampuan petir dan segera menyerang semua penyihir yang membuat simbol. Blue dan Yami mencoba untuk menghentikannya dengan kekuatan pedang, tetapi Naga Petir terus mengayunkan cakarnya.
Eka dan Dwi dipanggil untuk membantu penggerebekan. Mereka langsung mengerjakan tugasnya masing-masing, Eka segera maju dan mengayunkan dua pedang energi buatannya, sedangkan Dwi menggunakan mantra untuk mendorong Naga Petir ke pojok.
“Manusia sialan!” seru Naga Petir yang kesakitan karena serangan Eka dan Dwi.
Bukannya memperbesar tubuhnya, Naga Petir berubah menjadi wujud manusia. Ia mengenakan Armor Naga Petir dan satu pedang berwarna ungu kehitaman. Matanya tampak menyeramkan bagi orang biasa, tetapi Blue dan rekannya bukanlah orang biasa.
“Aku akan membunuh kalian semua!”
Dwi langsung menggunakan keterampilannya menekan gravitasi, Naga Petir masa sekali tidak terpengaruh. Bahakan Naga Petir bisa menghancurkan keterampilan Dwi dengan ayunan pedangnya.
__ADS_1
Keterampilan Dwi memakan banyak mana, ia memuntahkan darah segar karena skill gravitasi telah di hancurkan paksa. Eka segera mendekat dan menghantam Naga Petir dengan pedang energi buatannya.
“Menarik, kamu mempunyai bakat untuk tumbuh kuat. Sayangnya kau menjadi musuhku!” ucap Naga Petir sambil menghentikan pedang Eka dengan tangan kirinya yang mengenakan sebuah sarung tangan khusus.
“Naga Petir, mengapa kita bertarung sampai ke titik ini. Aku tidak ingat kita punya dendam yang tidak bisa diselesaikan!” teriak Blue dari kejauhan, ia sudah selesai menyiapkan simbol pengurungan untuk menekan Naga Petir tersebut.
Eka dilempar hingga membentur dinding hingga sangat keras. Naga Petir menggerakkan kakinya perlahan menuju Blue yang dari tadi banyak bicara.
“Memangnya apa salahnya membunuh manusia yang bukan musuhku!” katanya sambil mendekatkan mukanya.
Blue tidak goyah sedikitpun, ia malah tersenyum. “Tentu saja salah, aku adalah pemain yang bisa hidup kembali. Jika aku kalah hari ini, besok aku akan kembali lagi dan membunuhmu!”
“Kamu pikir aku bodoh, aku melihat salah satu dari kalian membentuk kotak pengawal pribadi. Artinya salah satu dari kalian akan mati ketika kau dikirim ke rumah kebangkitan!” ucap Naga Petir yang mempunyai pemahaman Domain Dewa.
“Sialan, bagaimana monster ini bisa memahami konsep Domain Dewa,” kata Blue dalam hatinya.
“Sepertinya kau terkejut mendengar ku mengetahui Domain Dewa permainan kalian. Jangan terlalu terkejut karena aku akan mengirim mu ke Rumah Kebangkitan terus menerus ketika sampai di sarang ku ini!”
Blue masih tampak tenang, tapi dalam otaknya ia terus berpikir untuk kabur dari situasi aneh ini. Kesempatannya menang mendekati 0, Blue tidak bisa mengambil resiko terlalu besar.
“Jangan khawatir seperti itu, Demigod tingkat rendah sepertimu tidak akan bisa menembus pelindung disini. Artinya kau tidak akan bisa bangkit di rumah kebangkitan sebelum mengalahkan ku!”
Naga Petir hanya menggertak, keterampilannya hanya mengurung jiwa-jiwa penduduk pribumi. Namun tidak bisa mengurung jiwa pemain seperti Blue.
Sebagai tanggapan Blue masih melemparkan senyum manis. “Aku pikir kita bisa menyelesaikan konflik dengan damai. Bagaimana jika aku bisa membebaskan mu dari ruangan bos ini?”
Naga Petir mengangkat sudut bibirnya, ia juga menyempitkan matanya melihat kemampuan Blue yang sesungguhnya. Anehnya ia tidak bisa membaca beberapa status dan keanehan pemain didapannya yang tidak punya status mana.
“Anggap saja aku mempercayaimu, setelah itu aku akan mencari mu dan menghancurkan semua kekuasaan mu di Domain Dewa!” ancam Naga Petir yang masih di atas angin.
Blue tidak diberikan gerak negosiasi sedikitpun, meskipun beberapa kartu belum digunakan, ia merasa kesempatan menangnya sangat kecil. Jadi kabur adalah pilihan yang paling masuk akal untuk memecahkan masalah ini.
__ADS_1
Selain itu ia tidak boleh mati supaya Yami yang menjadi pengawal pribadinya tidak mati karena hukuman sistem. Otak Blue terus berpikir untuk mencari solusi terbaik yang bisa ia lakukan.