Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Goyah


__ADS_3

Raja Hollow melirik ke arah Blue yang memancarkan hawa ancaman. Dia berpikir, "Kami pasti hancur jika mengkhianatinya!"


Blue tersenyum tipis, ia melompat masuk sendirian. Dia tahu Raja Hollow merencanakan pengkhianatan, tapi ia tidak bisa membongkarnya sekarang.


Lantai 7 Tartarus tampak sangat suram, lantai berwarna hitam dan memancarkan racun ungu. Blue langsung duduk dan mengedarkan energi jiwa.


Tujuan awalnya Blue ingin mencari tempat peristirahatan terdekat, tapi jiwanya bergejolak dan mendapatkan pencerahan.


"Ini sedikit menyegarkan." Blue bermandikan energi Yin yang bisa menjadikan manusia gila.


Namun pria bernama Blue malah senang ada di sekitarnya, hal itu membuat para hantu kebingungan hingga memiringkan kepalanya. Blue tersenyum manis karena mendapatkan energi gratis, tapi disalah artikan oleh para hantu yang melihatnya.


Salah satu hantu menggunakan kekuatan Yin untuk melukai musuhnya. Energi Yin yang menjulang tinggi ke langit menyakiti setiap manusia dan semua makhluk selain hantu.


Para Hollow yang sangat percaya diri dengan keabadiannya menutup telinganya, suara aneh yang menyakitkan mulai masuk ke dalam otaknya. Tidak lama setelah menutup telinga mereka tersungkur dan merasa kesakitan.


“Argh...tidak!”


Raja Hollow menahan rasa sakitnya demi menyelamatkan martabatnya sebagai raja, ia menatap energi Yin yang menjulang tinggi ke langit. “Apa yang sebenarnya terjadi?” katanya pelan. Setelah menyelesaikan perkataannya, Raja Hollow memuntahkan seteguk darah segar. Meskipun muntah darah dan kepalanya pusing, Raja Hollow masih berdiri tegap demi menyelamatkan harga dirinya.


Disisi lain penyebab terjadinya lonjakan energi Yin hanya duduk terdiam tanpa merasakan apapun. Blue membuka matanya perlahan, ia melihat puluhan hantu menekannya dengan kekuatan Yin. “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya tanpa rasa bersalah. Blue memanggil para hantu dengan santainya, padahal dia adalah pusat kemarahan para hantu.


“Sialan kau manusia!”


Blue mengangkat kedua tangannya. “Hei, hei, hei ayolah kita bicarakan dengan baik!” katanya. Meskipun tidak merasakan tekanan para hantu dengan energi Yin, Blue merasa ini sedikit berbahaya pada makhluk lainnya.


Para hantu yang mudah dimanipulasi segera menarik energi Yin, salah satu perwakilannya mendekati Blue. Kepalanya berbentuk tengkorak orang mati, hantu itu adalah pemimpin dari lantai 7. Blue bisa merasakan kekuatannya jauh melebihi makhluk lainnya.


Hantu tengkorak itu mendekatkan wajahnya, ia penasaran dengan manusia yang tidak terpengaruh energi Yin. “Siapa kau manusia?”


Blue tidak mundur, ia tersenyum tipis karena melihat lawan bicaranya sangat antusias. “Blue, aku manusia abadi.”


“Manusia abadi?”


Secara garis besar para makhluk di Tartarus tidak tahu siapa sistem Domain Dewa, hal itu dikarenakan mereka terisolasi. Untungnya Blue tidak mengandalkan sistem untuk sampai disini, jadi ia bisa terus maju.

__ADS_1


“Iya, kami manusia dari dunia yang dinamakan Bumi....”


Blue menceritakan detail tentang makhluk abadi, sayangnya para hantu tidak bisa memproses semua informasi sambil memiringkan kepalanya.


“Oh, artinya kalian tidak bisa mati.” Pemimpin para hantu menyimpulkan semua informasi seenak jidatnya.


Anehnya para hantu lainnya setuju dengan pemimpin hantu, mereka menganggukkan kepala sambil menyilangkan kedua tangannya yang tampak seperti tulang belulang.


Pemimpin hantu berbicara panjang lebar bersama Blue, keduanya tampak akrab dan saling merangkul.


“Manusia, kau memang yang terbaik. Apa semua manusia abadi bisa mengeluarkan api jiwa?”


Blue dengan bangganya membusungkan dada. “Tentu tidak, aku adalah manusia paling hebat di dunia, haha.”


“Haha, aku sangat ingin memukul wajahmu. Sayangnya tulangku sudah keropos.”


Setelah cukup lama saling menguntungkan, Blue menyerap energi Yin dan para hantu menyerap api jiwa yang dibuat dari teknik jiwa. Akhirnya Blue mengungkapkan niatnya untuk menuruni menara Tartarus hingga ke dasarnya.


“Menarik, apa kau bisa membawaku. Hei hantu kepala botak, sekarang kau menjadi pemimpin lantai 7.” Pemimpin Hantu dengan santainya menunjuk pemimpin baru tanpa mendiskusikan dengan rekan-rekannya. Anehnya semua hantu menurutinya tanpa protes sedikitpun.


Blue tidak tahu harus berkata apa, ia menerima kunci ke lantai selanjutnya tanpa ada perlawanan sedikitpun. “Apa kau yakin?”


“Hihi, tentu saja aku yakin. Tidak banyak manusia yang memancarkan energi aneh sepertimu.”


“Baiklah, bagaimana caraku memanggilmu?” tanya Blue untuk memastikan kebenarannya. Hantu tidak punya tubuh fisik, mereka hanya terbang kesana kemari tanpa tujuan yang jelas.


“Aku tidak punya nama, terserah kau menyebutku apa.”


“Ghost, aku akan memanggilmu itu.”


Meskipun sudah mendapatkan nama, Ghost tidak memancarkan cahaya seperti rekan-rekan Blue yang mendapatkan nama dari seorang pemain. Sembari memiringkan tengkoraknya, Ghost berkata, “Apa yang kamu pikirkan?”


Ghost adalah hantu yang sesungguhnya, dia tidak punya perasaan bertambah kuat atau simpati. Jadi kekuatan yang meluap dalam tubuhnya dianggap sebagai fenomena biasa. Akibatnya cahaya yang biasanya muncul tertahan dalam jiwanya.


Blue berjalan mengitari seluruh lantai 7, ia mencoba menemukan para Hollow yang sedang menyerap energi Yin untuk memperkuat fisiknya. Setelah menemukan semuanya, ia menyadari sesuatu.

__ADS_1


“Jadi ini keputusanmu, Raja Hollow.”


Raja Hollow memberikan kode, ia tidak akan berjalan menuruti Blue lagi. Lantai 7 adalah tempat alami bari mereka para Hollow yang ingin bertambah kuat, Raja Hollow sendiri sudah bertambah kuat sejak pertama kali masuk.


“Aku benci mengakuinya, tetapi sebagai raja tidak mungkin aku mengabaikan rakyatku!” jawab Raja Hollow sembari mengangkat pedangnya.


Blue menyempitkan matanya, ia sebenarnya sangat berharap kehadiran para Hollow dalam penyerangan Typhon. Oleh karena itu ia menentang keputusan Raja Hollow dan menarik Dual Secret Sword.


Ghost melihat adanya hawa kemarahan dari kedua belah pihak, bukannya takut bocah bernama Ghost itu malah terlihat senang karena adanya kerusuhan. Jadi ia mengangkat kedua tangannya dan memunculkan sebuah pisau kecil.


Raja Hollow menanggapinya, ia mengangkat pedangnya dan siap bertarung melawan Blue. Meskipun bisa mengurangi banyak nyawanya, setidaknya ia yakin bisa menang walau butuh waktu yang sangat lama. Para jenderal hollow menanggapi, mereka menarik senjatanya. Wajah mereka penuh dengan keyakinan untuk memulai perang.


Setelah beberapa saat memandang satu sama lain, Blue menghela napas panjang. Dia sadar tidak membutuhkan bawahan yang tidak setia, meskipun para hollow sangat berguna melawan Typhon yang punya banyak kepala.


“Baiklah, aku tidak akan memaksamu.” Blue berbalik dan mendekati pintu menuju lantai ke 6. Tanpa menoleh, Blue langsung masuk.


Raja Hollow melepaskan senjatanya, ia mulai berpikir tentang kerugian yang mungkin mereka alami. “Apa ini sudah benar?”


Seorang hollow mendekatinya. “Raja, apa anda yakin dengan keputusan ini?”


“Aku juga tidak tahu,” jawab Raja Hollow.


Hollow lainnya mendekat, mereka sedikit menentang keputusan Raja Hollow. “Mohon lancang Raja, kami pikir manusia itu lebih berharga dibandingkan lantai 7. Ingatlah apa yang dia lakukan di lantai 8.”


Raja Hollow yang tidak pernah merasa bersalah sebelumnya mulai ragu, “Ayo!”


Setelah berpikir sedikit lebih lama, Raja Hollow akhirnya memutuskan untuk mengikuti Blue ke lantai 6. Langkah kakinya terasa berat meninggalkan lantai yang dianggap surga oleh para hollow, tapi Raja adalah pemimpin.


Anehnya semua hollow mengikutinya dari belakang, mereka semua berpikir satu hal yang sama. Blue lebih berharga dari pada lantai surga untuk para hollow.


Disisi lain Blue sampai di lantai 6 tanpa hambatan sedikitpun, ia menoleh ke kanan dan kiri. Lantai 6 sama seperti lantai 12, ruangannya tampak seperti neraka yang terbakar.


“Ini...”


Blue sediki terkejut karena Raja Hollow dan pasukannya muncul di belakangnya, mereka berlutut langsung setelah melihat jubah merah raja api.

__ADS_1


__ADS_2