Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Mesin Rusak


__ADS_3

20 pemuda yang telah berhasil memahami pencerahan ilahi langsung menerjang gerombolan monster. Kali ini lawannya lebih kuat dari sebelumnya, tapi mereka tampak yakin dan menyalin kombinasi serangan Blue dan bayangannya.


Kelompok pemuda itu membuat 2 tim, keduanya beranggotakan 10 orang. Kombinasi serangan mereka tampak serasi dan mempunyai banyak variasi bentuk yang berbeda.


Blue senang melihat perkembangan semuanya, ia mendekati dingin gerbang ruang bos yang akan menyusahkan.


Ada beberapa relief di dingin sebelah gerbang, Bee dengan cepat keluar dan mencoba menerjemahkan beberapa kalimatnya.


"Ini sedikit aneh, jika kenapa Odin ikut campur dalam pembunuhan dan pengurangan jumlah manusia?" ungkap Bee yang sedikit penasaran.


"Tidak juga, lihatlah. Disini menunjukkan nama Odin dipakai untuk memperkuat sebuah organisasi. Menurutku peperangan antara Odin dan Zeus hanyalah sebuah propaganda seseorang."


"Ya, orang yang menulis ini pasti seorang kesatria yang mengetahui kebenarannya."


Bee dan Blur curiga sebenarnya Odin bukan orang jahat. Namun karena ketidakpeduliannya pada dunia membuat namanya menjadi sangat jahat.


Karena sudah disini, Blue mempelajari setiap inci simbol yang ditulis untuk mengurung monster. Sembari menunggu para pemuda mengumpulkan pengalaman baru, Blue dan Bee meneliti semua simbol dewa.


Tidak berasa dua hari sudah berlalu, Blue tersenyum manis karena berhasil memecahkan kode simbol yang digunakan.


Kedua telapak tangan Blue bersinar karena energi jiwa yang digunakan. Setelah menarik napas, ia menempelkan telapak tangannya ke gerbang yang mengurung bos monster.


Pintu bos monster buka, semua monster yang ada di luar langsung terbakar dan menjadi abu. Blue dan semua rekannya mendapat jarahan dan poin pengalaman yang melimpah.


Seorang pria berambut hitam dan kulit putih keluar dari ruang bos, Blue langsung sigap untuk bertarung. Namun pria yang keluar dari ruang bos tidak menunjukkan permusuhan sedikitpun.


"Selamat datang juru selamat." Pria itu mengucapkan kalimat yang sedikit aneh.


"Juru selamat?"


Tepat ketika Blue mengungkapkan suaranya, pria yang keluar tampak tidak senang. "Kekacauan, bagaimana kau menemukan tempat ini!"


Dual Secret Sword berubah wujud menjadi sosok hitam yang tersenyum lebar. "Haha, ternyata kau juga bermain-main disini, Kehampaan!"


Keduanya tampak saling memandang dan matanya tidak berkedip sama sekali. Blue tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, ia hanya berdiri di belakang.


"Hampir semua ruang dan waktu yang aku buat hancur karena si bocah sialan itu. Aku pikir disini tempat yang cukup menyenangkan."


Kehampaan adalah julukan yang diberikan pada mahkluk luar Domain Dewa atau sering disebut sebagai Outer.


"Aku juga berpikir begitu, tapi membuat dunia ini kacau lebih menyenangkan, haha!" ucap Kekacauan dengan santainya.


"Kau tidak ada bedanya dengan si bocah sialan."

__ADS_1


Kehampaan dan Kekacauan adalah dua mahkluk yang selalu bertengkar, keduanya tidak mungkin ada di tempat yang sama. Makanya Kehampaan bermain di Domain Dewa untuk membuat hampa dunia ini menjadikannya rumah.


"Bukankah tujuan kalian sama?" tanya Blue dengan santai.


"Sama?" kedua Outer menoleh ke arah Blue.


Karena Kehampaan ingin menemukan tempat yang hampa dan Kekacauan ingin melihat peperangan, hasil akhirnya pasti sama. Setelah peperangan yang panjang, pada akhirnya hanya ada kehampaan di seluruh dunia.


"Benar juga." Kehampaan langsung menghilang dan berubah menjadi asap. Dalam sekejap mata asap itu merasuki tubuh Blue.


Kekacauan tidak mau kalah, ia berubah menjadi asap dan merasuki tubuh Blue. Gejolak energi aneh membuat tubuh Blue memancarkan cahaya hitam yang sangat mengerikan.


Kulit Blue menjadi merah karena auranya meledak, jika dibiarkan itu akan menjadi sebuah kematian. Namun pengalaman yang diberikan Shen San menyelamatkan nyawanya.


Dengan sedikit pengendalian, Blue berhasil menenangkan kedua energi yang bertolak belakang.


"Ayo masuk!"


Blue tidak melihat satupun monster, ia hanya melihat adanya jarahan yang cukup berharga. Tanpa rasa bersalah ia mengambil semua barang yang ada di ruang bos monster.


20 pemuda kembali ke Dunia Buatan untuk mengajar para yang lainnya. Pencerahan ilahi yang barusan mereka dapatkan akan menjadi salah satu titik balik perkembangan teknik di Dunia Buatan.


Merasa dirinya kurang enak badan, Blue keluar daei Domain Dewa untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Sekujur tubuhnya mengeluarkan lendir berwarna hitam yang baunya bisa membunuh seekor kucing. Arief berlari ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Setelah beberapa saat berlalu, Arief melihat mesin virtualnya yang penuh dengan kotoran bau. Dengan cekatan ia membersihkan mesin virtual dan memasukinya lagi.


Namun setelah masuk ke mesin virtual, Arief menemukan bahwa ia tidak dapat terhubung ke Domain Dewa. Mesinnya tidak dapat menyala setelah dibersihkan.


Padahal tidak ada kasus mesin Domain Dewa rusak karena percikan air atau dibersihkan. Bahkan ada video yang menyatakan mesin itu masih bisa menyala meskipun ada di dalam air.


"Apa kau harus menghubungi kantor pusat?"


Sebelum menghubungi kantor pusat, Arief menelpon Jessica untuk menanyakan kesediaan mesin virtual.


"Jessica, apa ada mesin virtual yang belum digunakan?"


"Ada apa, Bos. Jangan bilang kamu merusak mesinmu?"


"Hehe, seperti yang kau katakan. Mesin virtual di kamarku tidak bekerja."


Jessica tercengang mendengarnya, tidak ada kasus yang menyatakan ada mesin virtual yang rusak. Ini akan menjadi sejarah pertama karena bosnya merusak mesin virtual, dari sini Jessica mempunyai pikiran buruk untuk segera masuk ke Perusahaan Aldi.

__ADS_1


"Baik, bos tunggu sebentar!"


Jessica dengan cekatan langsung menghubungi pihak Perusahaan Aldi dan menyatakan keluhannya. Setelah selesai menelepon ia berlari ke kamar bosnya dan melihat kondisi kamar yang begitu rapi.


"Kamar bos selalu bersih seperti biasa."


Dia tidak tahu bahwa Arief baru saja membersihkan kamar karena kejadian khusus.


"Bos, bagaimana ceritanya?"


"Aku tidak tahu setelah membersihkannya tiba-tiba mesinnya tidak berfungsi."


"Jangan bercanda bos, mesin virtual tidak akan bisa rusak meskipun di lempar ke laut."


"Makanya aku juga tidak tahu," ucap Arief sembari menyembunyikan fakta bahwa lonjakan energinya menjadi lebih tenang dan sangat kokoh.


Dalam 5 menit petugas dari perusahaan Aldi datang memeriksa mesin virtual yang mereka klaim tidak akan pernah rusak. Seorang petinggi dari perusahaan juga datang untuk melihatnya secara langsung.


Setelah bertemu dengan Arief, pria berpakaian jas hitam itu memandangnya dengan tatapan aneh. "Tuan, apa benar mesin ini rusak?"


"Aku tidak bisa mengakses Domain Dewa."


Pria berpakaian rapi itu langsung mencobanya, ia sudah cukup lama di perusahan jadi merasa penasaran. Seperti yang dikatakan Arief, mesin virtual tidak berkerja sama sekali.


"Ini baru pertama kalinya terjadi. Kami akan melaporkan kejadian ini pada petinggi." Pria berjas itu mengambil sebuah bola di mesin virtual dan berpamitan keluar.


Arief sebenarnya sudah tahu bahwa bola itu adalah energi aneh yang dapat membawa manusia ke Domain Dewa. Jika benda itu dibawa maka mesin akan secara otomatis tidak bisa digunakan.


"Tunggu, berapa lama aku harus menunggu?"


"Tidak perlu menunggu lama tuan, dalam dua menit mesin akan bisa digunakan lagi."


Seorang petugas lainnya datang dan membawa bola yang memancarkan cahaya terang. Itu adalah bola energi misterius milik Perusahaan Aldi.


Karena sudah selesai, Blue di suruh masuk kembali. Namun mesin virtual tidak dapat membawa Blue ke Domain Dewa untuk kedua kalinya.


"Sepertinya ada sedikit kesalahan Tuan," ucap petugas. Dalam sigap tangannya mengambil bola di dalam mesin virtual. Bola yang awalnya sangat terang tiba-tiba redup kembali saat dikeluarkan.


Pria berjas melirik ke arah Arief kemudian tersenyum. "Tuan, ini benar-benar diluar dugaan. Bagaimana jika anda ikut kami ke perusahan untuk berkunjung."


"Aku yang akan mewakilinya berbicara, tolong tunjukkan jalannya." Jessica langsung mengambil kesempatan untuk masuk ke perusahaan Aldi.


Arief sudah tahu motif Jessica, jadi ia mengikutinya untuk memajukan Grup Fairy.

__ADS_1


__ADS_2