Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Bentrok Besar


__ADS_3

Hal aneh terus muncul di sekitar Blue setelah mendapatkan sistem merah. Blue mengirim pesan pada anggota Fairy Dance yang dari tadi hanya diam.


"Bima, apa mungkin semua anggota Fairy Dance punya gelar mereka sendiri?" tanya Blue menggunakan pesan tulis.


Bima dan Mahira serta pasukan mereka berdiri di atas gunung. Mereka dan pasukan masing-masing siap menerjang lawannya jika dibutuhkan.


"Ya, bos. Aku juga punya gelar milikku sendiri setelah mengalahkan seseorang."


Blue mulai sadar bahwa gelar yang dimiliki setiap anggota Fairy Dance tidak lepas dari mengalahkan seseorang ataupun monster.


"Apa kau juga seorang Demigod?"


"Aku tiba-tiba mendapatkan gelar itu setelah mengalahkan pria bernama, Broto."


Ternyata tidak hanya Blue yang bisa mengambil gelar milik orang lain, tetapi semua Demigod di bawahnya juga bisa melakukannya.


Ketua Keluarga Ma mengangkat tangannya, pasukan elit dari keluarganya datang ke medan pedang. Karena formasi yang mengurung musuh sudah hancur, Keluarga Ma memutar otak untuk menekan kerugian.


Sejalan dengan pemikirannya, keluarga kuno lainnya juga melakukan hal yang sama. Hanya Keluarga Gong yang masih kebingungan.


Kaki tuanya melangkah mendekati sosok Blue gang tidak terbang terlalu tinggi. Kepalan tangannya langsung menghantam lawannya dengan kekuatan penuh.


Blue tidak akan terjebak oleh akal busuk lawannya, ia menghindar sambil mengangkat sudut bibirnya. "Kau pikir menjebak seorang Blue itu mudah?" katanya memprovokasi.


Seperti yang dikatakan Blue, kepalan tinju ketua keluarga gong mengandung racun yang dapat melumpuhkan targetnya. Dari kepalannya itu muncul asap berwarna hijau dan segera menyebar luas.


Melihat asap hijau, semua pasukan Keluarga Gong tidak menahan dirinya. Mereka semua menggunakan wujud terakhirnya dan menyerang segerombolan pasukan Fairy Dance yang sudah ada di medan pedang.


Naga Angin mengepakkan sayapnya, mulutnya terbuka lebar dan menembakkan semburan energi yang dapat meluluh lantakan tanah dan pasukan musuh.


Bima dan Mahira mulai bergerak, diikuti oleh ribuan orang di belakangnya. Mereka mengenakan pakaian hitam dan hanya menunjukkan matanya.


Tidak seperti Reaper yang muncul dan menghilang sesuka hatinya, Bima dan Mahira terus muncul dengan tarian pedangnya.


Tebasan demi tebasan dilancarkan, perang tidak dapat dihentikan lagi. 6 super guild melawan Fairy Dance sendirian.


Margareta yang melihat dari kejauhan tidak bisa menahan diri, ia segera mengangkat tangannya untuk membantu Fairy Dance.


Namun seorang wanita menepuk pundaknya, dia tidak lain adalah Jessica dengan kacamata bulat miliknya.


"Jangan buru-buru, sudah lama kita tidak berperang. Jadi biarkan saja mereka, benarkan Zaha?" tanya Jessica melirik ke belakang.


"Terserahlah, aku datang kesini karena ada bahan khusus yang akan diberikan bos ketika kita selesai!" kata Zaha dengan tatapan dingin.

__ADS_1


Tampilannya yang hampir sama seperti Jessica, membuat Margareta berasumsi bahwa dia adalah anaknya.


"Apa dia anakmu?" tanya Margareta.


"Kalau aku punya anak sepetinya, tidak perlu bagiku bekerja keras seperti ini." Jessica menjawab dengan nada bercanda.


Sudah kita ketahui semua, Zaha adalah anak orang kaya. Tidak ada keluarga besar di Benua Selatan yang berani menyinggungnya.


"Jessica, kapan kita beraksi. Sudah lama aku tidak menguji anak-anakku!" ucap Zaha sambil tersenyum.


Margareta yang melihat anak kecil tersenyum ketika banyak pemain mati membuatnya merinding. Ia sempat berpikir bahwa Zaha adalah psikopat di dunia nyata.


"Sabar saja dulu, tunggu yang lain beraksi!" kata Jessica menunjuk gunung lain. Tanpa diduga pasukan dari super guild lain telah bersiap mengambil keuntungan.


Masalah Jessica belum tahu siapa yang menjadi kawan dan lawan. Makanya Blue dan Jessica sepakat untuk menunggu semua orang bergerak.


"Dimana Ketua Leon?" tanya Margareta.


"Sedang banyak urusan, percayalah dia akan datang di waktu yang tepat."


Blue yang terus menghindari serangan Ketua Gong berpikir sesuatu. "Aneh mengapa tidak ada pergerakan dari musuh!"


Ketua Gong tersenyum. "Apa kau takut?"


"Tidak perlu menggerakkan pasukan utama untuk memusnahkan kalian." Ketua Gong tersenyum lebar, hal itu mengakibatkan kecurigaan yang lebih besar.


Blue sadar kekuatan keluarga Gong tidak bertumpu di Domain Dewa, ia segera menghubungi Yohana dan Ayunda.


"Apa markas aman?" tanya Blue melalui pesan tertulis dengan sistem.


Ayunda menjawab, "Disini sangat mencekam. Tapi siapa sebenarnya penjaga yang kau sewa bos!"


Blue ingat ada puluhan pasukan Harimau Putih yang melindungi markas Fairy Dance. Tanpa dia ketahui Aries Hardiman berdiri tegap mengambil semua nyawa yang menyakiti anggota Fairy Dance di dalam markas.


"Aku serahkan semuanya pada kalian!" seru Blue sedikit lega.


Setelah memastikan markas Fairy Dance sudah aman, Blue tersenyum dan melempar dua pedangnya ke udara. Kedua tangannya langsung menggenggam dan memanfaatkan sarung tangan miliknya.


"Ayo mulia lebih serius!"


Ketua Gong tertawa keras. "Haha, apa kau sudah menyadarinya. Semua orang di markas Fairy Dance akan dibunuh!"


Blue tersenyum manis. "Apa kau yakin dengan itu?"

__ADS_1


"Jangan berpura-pura tenang, sebentar lagi mesin virtual milikmu akan terbuka paksa, haha!"


Tanpa memberikan jawaban, Blue menanggapi serangan tinju Ketua Gong. Bukannya menerima serangan, Blue malah membalikkan serangan.


Ketua Gong mundur beberapa langkah, ia mengerutkan alisnya. "Sialan apa yang kau gunakan!"


"Tidak ada!"


Blue melangkahkan kakinya, ia berlari ke arah Ketua Gong dengan dua tangan yang masih mengepal. Tanpa menunggu lama ia langsung mengayunkan bahunya dan menghantam musuhnya.


Ketua Gong percaya dengan kekuatannya, ia menghadapi tinju Blue dengan tinjunya. Namun efek buruk langsung muncul setelah tinju mereka saling berbenturan.


Dua pedang dengan cepat langsung menusuk punggung Ketua Gong. Blue tersenyum sambil mendekatkan mukanya ke arah Ketua Gong.


"Apa kau pikir bisa menang dengan kekuatan kecil seperti itu!"


Ketua Gong tersenyum manis. "Apa gunanya menang di dunia game, semua anggotamu akan menjadi mayat!"


Ketua Gong tertawa terbahak-bahak sambil melompat mundur.


Pemberitahuan pesan diterima Ketua Gong, pesan itu dikirim oleh ketua salah satu pasukan penyerang.


"Ketua, Fairy Dance terlalu menakutkan! Lebih baik tarik semua orang!"


"Apa maksudmu, segera selesaikan operasi dan segera mundur."


"Tidak bisa tuan, kami sudah kalah. Argh...!!!"


Teriakan ketua salah satu pasukan penyerang membuat Ketua Gong mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia segera melirik ke arah Blue yang belum kehilangan senyumnya.


"Apa kau pikir Fairy Dance hanyalah kacang kopong?" tanya Blue sambil melepaskan aura membunuh yang sangat tebal.


4 keluarga kuno yang mendukung Ketua Gong segera menyadari bahwa mereka berjalan di tempat yang salah.


Aura mencekam yang diperlihatkan Blue tidak bisa ditampung mesin virtual sepenuhnya, jadi sebagian keluar dan menakuti beberapa anggota.


Aries Hardiman muncul di sebelah mesin virtual miliknya. "Apa yang sebenarnya terjadi, tekanan ini tidak lebih lemah dari Ketua Harimau Putih saat ini."


Tepat setelah Aries Hardiman mengatakannya, sosok pria yang tidak bukan adalah Ketua Harimau Putih muncul.


"Jangan membandingkan aku dengan bocah itu, ayah. Tapi tidak bisa dipungkiri, dia sudah berkembang banyak, tinggal sedikit polesan pasti sosok yang diinginkan ayah akan datang."


"Aku menantikan hari itu. Jangan buat kesalahan, bantai semua orang yang bertujuan menyakitkan anggota Fairy Dance. Aku tidak peduli mereka dari kerajaan atau kekuatan apapun!"

__ADS_1


"Aku akan melakukannya tanpa anda perintah ayah. Rasanya sangat nyaman ketika mengayunkan pedang melawan orang kuat!" kata Ketua Harimau Putih sambil tersenyum, ia segera pergi dan menghancurkan musuhnya dengan pedang berwarna perak miliknya.


__ADS_2