
Pemecahan simbolnya sangat mudah, Blue sudah menghapal semua garis besarnya. Matanya melirik ke arah Moris yang kabur tanpa alasan.
"Kenapa anda kabur?"
Moris tidak menjawab, ia terus terbang dan menuju ruang rahasia. Kaburnya bukan tanpa alasan, kekuatan Moris tampak tersegel dan -tidak bisa digunakan.
Blue harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia berharap seorang Moris bisa berada di sisinya untuk berperang melawan Zeus dan Hades.
Setelah beberapa saat berlari, Moris membuka sebuah portal dan kabur ke ruang rahasia. Blue tidak bisa masuk, ia harus memecahkan simbol di dalamnya.
Karena ada dua rekannya yang kaya akan pengetahuan, Blue bisa memecahkannya dan membuat portal ke arah ruang rahasia Moris.
Kaki Blue melangkah keluar dari portal, ia melihat banyak manusia hewan yang tewas karena penelitian. Blue mengerutkan alis dan mulai berpikir negatif tetang Moris.
Moris duduk di kursi rodanya, dia tampak terkejut melihat pria didepannya berhasil menerobos keamanan super tinggi. Bahkan Zeus membutuhkan waktu yang lama untuk menerobosnya.
"Apa semua ini perbuatanmu?" tanya Blue dengan tatapan tajam.
"Iya, mereka adalah manusia hewan yang menjadi penelitianku. Aku membutuhkan kekuatan manusia hewan untuk membantu sel tubuhku!"
Blue tampak marah, ia mengepalkan tangannya. Namun emosinya segera mereka ketika Bee menepuk pundaknya dan menunjuk seorang anak kecil.
"Apa kau mencoba menyelamatkannya?"
"Dia anakku. Ibunya adalah manusia hewan, sedangkan aku adalah anak dewa Osiris. Karena itulah ayah menghukumku seperti ini."
Moris menundukkan kepala, ia tidak punya pilihan untuk menyelamatkan anaknya. Kutukan dewa Osiris tidak mudah dipecahkan, bahkan Moris tidak bisa menggunakan kekuatannya karena kutukan tersebut.
Bukannya prihatin, Blue malah tersenyum lebar karena pemberitahuan sistem merah membuatnya senang.
...[Gunakan 10 triliun energi kehidupan untuk mengangkat kutukan Dewa Moris, gunakan minggu untuk memaksimalkan penyembuhan!]...
...[Gunakan 50 triliun energi kehidupan untuk menyembuhkan Agni.]...
Kaki Blue melangkah mendekati Moris, ia mendekatkan wajahnya untuk menciptakan efek dominasi.
"Aku bisa menyembuhkan kalian berdua, tapi apa untungnya untukku!"
Moris tidak percaya dengan perkataan Blue, ia hanya menggelengkan kepala. "Jangan bercanda, kutukan ini diberikan dewa maha kuasa. Tidak mungkin Dewa Sangat Rendah sepertimu bisa menyembuhkan kita!"
Ejekan Moris tampak alami, ia sudah bertanya pada semua tabib terkenal di tanah dewa. Namun tidak ada satupun orang yang bisa menyembuhkannya. Sampai akhirnya ada seorang peramal yang mengatakan bahwa ia harus mengikuti seorang anak muda untuk sembuh.
Tepat ketika ia mengingat perkataan sang peramal, Moris yang membuang wajahnya langsung menatap tajam ke arah Blue.
"Apa kau serius?"
"Tentu saja aku serius, tapi menyembuhkan kalian butuh waktu dan pengorbanan besar."
Blue melihat persediaan energi kehidupannya, ia tidak bisa kehilangan senyumnya karena sudah lama tidak menggunakannya.
[Demigod - Raja Segalanya]
Pengikut : 53,7 miliar.
Energi Kehidupan : 930 triliun.
(Poin Pengalaman + 53 juta persen)
Setelah menjadi penguasa benua, Blue menjadi sangat terkenal. Tidak hanya penduduk pribumi yang meninggikannya, beberapa pemain juga mengucapkan sumpah darah untuk menikmati efek khusus.
__ADS_1
Dengan penambahan poin pengalaman yang tidak masuk akal itu, Blue bisa mengejar ketertinggalan level dengan Raphael. Saat ini Blue level 1340 atau setara dengan Dewa Tinggi.
Moris yang mengetahui kebenarannya langsung berlutut di depan Blue. "Tolong sembuhkan anakku, apapun akan aku lakukan!"
"Apa yang bisa dilakukan pria cacat sepertimu!" kata Blue menatap rendah ke Moris yang berlutut didepannya.
Moris yang mengetahui keterbatasannya langsung diam, ia hanya menundukkan kepalanya. Istrinya sudah mati dibunuh pasukan Osiris atau ayahnya sendiri.
Blue sudah melempar jaring, sekarang waktunya menariknya pelan-pelan. "Jika aku memberimu kesempatan mulai dari awal, apa kau bersedia disisiku untuk melawan Zeus, Hades, ataupun Osiris?"
Pernyataan Blue membuat Moria tercengang, ia tahu ketiganya adalah seorang Dewa Maha Kuasa. Dengan kekuatan Moris di tambah Blue, tidak ada kesempatan menang.
"Apa kau sudah tahu seberapa kuat mereka?"
"Bukan itu jawaban yang aku minta. Yang ingin aky tanyakan kau mau atau tidak?"
Sekali lagi menegaskan, masalahnya bukan musuhnya kuat atau lemah tapi tekad para pengikutnya.
Blue menunjuk Bee dan Elvy yang menurutnya sudah membulatkan tekad untuk perang. Namun contoh yang dia berikan tidaklah sesuai dengan harapan.
Bee dengan santai menonton Blue dan Moris yang sedang melakukan drama, tidak lupa dua tangannya terisi penuh kaki kepiting dan kotak makan.
Elvy dengan anggunnya menonton drama Blue dan Moris sambil menyisir kukunya. Tidak lupa ia memotong sebagian kuku supaya tetap tajam.
Setelah ditunjuk Blue, keduanya berhenti bergerak dan melempar senyum canggung. "Hehe," kata keduanya bersamaan.
Moria merenung, dia masih terdiam dalam sujudnya. Tidak mungkin baginya untuk sembuh dari kutukan ayahnya, tapi anaknya masih mungkin disembuhkan.
"Baiklah, aku mengucap sumpah darah akan setia padamu jika berhasil menyembuhkan Agni!"
Putri Moris dinamakan Agni karena ibunya adalah keturunan salamander atau Naga Api yang sangat mendominasi sebelum kekuasaan Zeus.
...[Sembuhkan Agni untuk mendapatkan pengikut Moris!]...
Tanpa menunggu lama, Blue mendekati tubuh anak kecil yang terbaring lemas di atas altar penyembuhan. Simbol yang dipasang Moris sangat kompleks, tapi itu belum cukup menyembuhkannya.
Tangan kanan Blue menyentuh dahi Agni, ia berpura-pura menggunakan kekuatannya padahal pikirannya sedang menyetujui pemberitahuan sistem.
[Apa anda yakin menggunakan 50 triliun untuk menyembuhkan Agni?]
Tentu saja Blue langsung menyetujuinya, tangannya yang menyentuh dahi tiba-tiba bersinar terang. Elvy yang melihatnya teringat keterampilan yang paling berbahaya di rasnya.
"Bos, apa kau menggunakan hidupmu!"
Blue tidak menjawab, ia malah tersenyum dengan kesalahpahaman yang dilakukan Elvy.
"Bos, jangan lalukan hal bodoh. Kita bisa mencari jalan lain!" teriak Elvy yang tampak khawatir, ia langsung mendekati Blue dan menyalurkan mananya.
Bukannya diterima, Blue malah menolak. Elvy yang berusaha menyelamatkan tuannya terbang beberapa meter hingga menabrak dinding.
Seteguk darah segera keluar dari mulutnya, Elvy terlihat pucat. Ela tiba-tiba muncul dan menyembuhkannya.
"Jangan khawatir," katanya.
Bee sudah tahu dari ekspresi yang ditunjukkan tuannya, tidak mungkin Blue melakukan hal bodoh tanpa keuntungan besar.
Setelah beberapa saat, Blue berpura-pura terjatuh. Entah bagaimana caranya keringat dingin muncul di sekujur tubuhnya.
Ruangan yang awalnya sejuk tiba-tiba menjadi panas, suhu tubuh Agni mulai membaik. Perlahan putri Moris membuka matanya, ia belum bisa menggerakkan tubuhnya.
__ADS_1
Moris yang tidak tahu apa yang terjadi langsung terbang ke arah Agni dan melewatkan Blue yang tergeletak di tanah.
"Sialan, kau melompatiku!" ucap Blue dalam hatinya sambil melirik Moris yang memeluk anaknya.
"Agni, akhirnya aku bisa melihatmu!"
"Siapa kau kakek?"
Agni sebenarnya sudah lahir beberapa ratus tahun yang lalu, karena penyakit aneh ia tidak bisa menua dan berakhir menjadi anak kecil selamanya. Moris yang menjaganya setiap kali Agni bangun tanpa sadar telah menjadi kakek-kakek.
"Aku Ayahmu, Moris." Senyum Moris masih sama seperti sebelumnya, Agni yang mengenalinya langsung membalas pelukannya.
"Ayah, maafkan aku!"
Blue masih berbaring di tanah tidak ada yang memperdulikannya. Ela sibuk menyembuhkan Elvy, sedangkan Bee masih makan kaki kepiting.
"Lupakanlah," ucapnya pelan sambil berdiri dan membersihkan bajunya.
"Sepertinya aku berhasil." Blue tersenyum manis melihat Agni sembuh, ternyata ia baru sadar bahwa bakat putri kecil Moris benar-benar seperti monster.
...[Agni...
...Ras : Naga Api...
...Gelar : Calon Ratu Naga Api...
...Bakat :...
...1. Ratu Api (Terkunci)...
...2. Penguasa Tanah (Terkunci)...
...3. Master Fisik (Terkunci)...
...4. Pemburu Dewa (Terkunci)]...
Moris melepaskan pelukannya, ia melirik ke arah Blue dan mengatakan sesuatu yang seharusnya dikatakan.
"Aku akan menepati janjiku, tapi biarkan aku menitipkan anakku ke pamannya."
Agni yang mendengarnya langsung menolak. "Aku tidak mau, ayah jangan tinggalkan aku!"
Blue menggelengkan kepala. "Mengapa harus meninggalkannya, aku bisa membimbingnya menjadi sosok yang dapat mendominasi dunia."
"Sejujurnya aku tidak akan percaya hal bodoh seperti itu. Tapi setelah melihat keajaiban tadi, aku lebih baik mempercayaimu!"
Secara tidak sadar, Agni menggigit jarinya hingga berdarah. Jarinya yang berdarah diusapkan ke dahi dan mengatakan sumpah darah.
"Aku Agni berjanji tidak akan mengkhianati orang di depanku jika tidak melibatkan ayahku!"
Blue tersenyum manis dan mengusap kepala Agni. "Jangan terlalu semangat, percayalah aku akan membawa kalian ke tempat yang nyaman."
Bee akhirnya membuat gerakan. "Bro, sepertinya ada orang yang masuk."
"Aku sudah tahu pria itu tidak dapat dipercaya!" kata Blue dengan suara pelan.
"Tahan, aku mengenalnya. Kita tidak seharusnya bermusuhan." Moris membela pria berjenggot tersebut.
Karena menghargai keputusan Moris, Blue dan teman-temannya bersembunyi di sudut ruangan. Mereka ingin melihat apa yang dilakukan pria itu dengan puluhan Dewa Menengah.
__ADS_1