
Tubuhnya secara otomatis menyerap setiap keanehan yang terjadi. Bahkan ia tanpa sadar melahap jejak jiwa para dewa yang menyergapnya.
Karena menyerap jejak jiwa, poin statusnya naik secara otomatis. Tidak dapat dipungkiri Blue senang, tapi disisi lain dia juga sedikit takut.
Bagaimana jika rekannya yang mati tepat di depannya, bukankah itu akan menjadi suasana yang sangat mengerikan.
Untuk sekarang ia akan fokus mencari tahu dan mempelajari keanehan di karakternya. Namun sebelum keluar Domain Dewa, ia kembali ke kamp untuk melihat perkembangan pada budak.
Tepat setelah sampai di kamp, ia tersenyum tipis karena tidak ada satupun orang yang pindah dari tempatnya. Mereka tampak memejamkan mata untuk memahami keinginannya hidup.
"Ini lebih dari yang aku bayangkan."
Melihat mereka serius menangani kelemahannya, Blue menyusun formasi tingkat dewa yang sangat kokoh. Dia juga menambahkan simbol pengumpul aura dewa.
Meskipun mereka ada di dalam tengah hutan, aura dewa mulai terkumpul dan membuat tubuh pada budak menyesuaikan dirinya.
Sembari menjaga mereka semua Blue duduk di tempatnya, Raul dan Drakula juga keluar untuk membantunya.
"Mereka tidak ada kapoknya, berikan sedikit tamparan!" gumam Blue pelan.
Raul dan Drakula menghilang dari tempatnya, mereka bergerak ke arah yang berbeda.
Raul dalam wujud manusia langsung mencakar setiap orang berpakaian hitam dengan lambang berwana kuning. Arah sebaliknya ada Drakula tersenyum manis dan mengibaskan lengannya, jarum kecil yang terbuat dari darah melesat menusuk semua musuhnya.
Salah seorang pria berbaju hitam dengan lambang kuning berteriak, "Mundur!"
Sayangnya itu sudah terlambat, jarum Drakula sudah menusuk semua orang di depannya. Dalam waktu singkat jarum yang menusuk mereka langsung meledak. Teknik ini terinspirasi dari Bom Peledak milik Liem.
"Aku pikir ini lebih menyenangkan." Drakula menjentikkan jarinya, ledakan darah itu tidak hanya sekali tapi lebih dari puluhan kali.
Jejak jiwa yang ingin melarikan diri langsung terserap oleh kekuatan aneh. Aura berwarna hitam memakan semua jejak jiwa mereka.
Blue menghela menarik napas dan mencoba untuk mengendalikan kekuatannya. Hati yang tenang dan konsentrasi yang sangat baik membuatnya mendapatkan petunjuk.
Aura hitam yang biasa keluar dan memakan jejak jiwa merupakan kekuatan Kekacauan yang telah disempurnakan. Awalnya keterampilan ini berwarna ungu kehitaman, tetapi setelah tercampur dengan Kehampaan, warnanya jadi hitam.
Dari sini juga Blue menyadari bahwa Kehampaan dan Kekacauan sudah tidak seperti dulu. Mereka berdua tidak punya akal, jadi Blue harus mengendalikan insting mereka untuk berburu.
Kelompok lainnya datang, Drakula lebih cepat bergerak dan menghilangkan nyawa semua orang. Raul hanya diam karena belum mendapat perintah selanjutnya.
Aura hitam yang biasanya langsung melahap mangsanya tiba-tiba berhenti. Blue mengangkat sudut bibirnya, akhirnya ia bisa mengendalikan napsu kekuatannya.
Karena kelompok penyerang bukan temannya, Blue mencoba mengambil jejak jiwanya satu persatu. Perlahan tapi pasti, Blue berhasil menyerap jejak jiwa yang ditinggalkan.
Hari berlalu dengan cepat, dua organisasi hitam terus menyerbu kamp tanpa mengetahui musuhnya. Sampai akhirnya dua ketua bergerak bersama jenderalnya.
"Aku tidak menyangka mereka akan sekuat ini. Tua bangka itu sudah bau tanah harusnya dia menikmati masa tuanya!" umpat seorang anak remaja.
Dia adalah Wildan, ketua organisasi berlambang kuning. Anggotanya menghadapi Raul dan Drakula beberapa hari yang lalu.
"Tuan pria tua itu sudah sangat kuat, jangan meremehkannya." Pria lainnya memberikan nasihat. Dia adalah penasihat organisasi.
__ADS_1
Disisi lain ada pak tua yang membawa tongkat, di dadanya ada sebuah lambang organisasi berwarna oranye.
Tidak lama setelahnya mereka berdua bertemu, kedua belah pihak membawa anggota terkuatnya. Tidak ada yang mau mengalah, mereka saling memandang dengan niat membunuh.
"Pak tua, kau sungguh kejam. Semua jejak jiwa anggota ku kau penjara!" teriak Wildan dengan suara keras.
"Sandiwara yang bagus bocah, anggota ku juga kau penjara semua!"
Keduanya salah paham karena banyak anggota organisasi yang menghilang tanpa jejak. Padahal mereka semua terserap tubuh Blue yang duduk memandanginya dari samping.
"Sudahlah, jadi kalian yang terus menerus mengirim pembunuh itu!" ucap Blue menyulut kemarahan kedua belah pihak.
Wildan dan pria tua berlambang oranye langsung menarik pedang dan mengayunkan pedangnya. Keduanya menggunakan teknik yang hampir sama, Blue merasa tentang untuk mempermainkan mereka.
Namun Raul tidak mau diajak kompromi, ia menangkis teknik mereka dengan tangan kosong menggunakan wujud manusia.
Drakula disampingnya melayang layaknya dewa yang sangat kuat. Tampa menunggu perintah, dia langsung menggunakan teknik yang mirip seperti sebelumnya.
Jutaan jarum yang terbuat dari darah melesat menusuk kedua organisasi. Dua ketua yang terkejut dengan serangan itu langsung menggunakan pertahanan terbaiknya.
Beberapa orang yang punya keahlian menghadang atau sering disebut tank maju ke depan. Mereka menghadang semua jarum yang menyerang.
Perlahan tapi pasti, perisai yang digunakan para tank mulai retak dan hancur dalam beberapa detik saja.
Dalam beberapa detik, dua organisasi hanya menyisakan 5 orang dari kubu kuning dan 3 orang dari kubu oranye.
Wildan membelalakkan matanya serta napas yang kembang-kempis karena menahan dengan seluruh kekuatannya.
"Tunggu sebentar, aku ingin bicara."
Blue mendekati Wildan dan mendekatkan wajahnya. "Mengapa kau terus mengincar ku?"
Wildan memasang wajah anak kecil. "Ini salah paham Tuan, kami sedang dalam peperangan melawan pria tua. Tapi anggotaku salah sasaran."
Meskipun seorang Dewa Puncak, Wildan tidak mungkin melakukan serangan keji seperti yang dilakukan Drakula. Matanya melirik ke Drakula untuk memastikan bahwa pria di depannya adalah bos sesungguhnya.
Karena sudah dipastikan, Wildan menelan ludahnya. Ia tak percaya anak yang lebih muda darinya punya kekuatan seperti itu.
"Bohong, dia sudah tahu keberadaan kalian. Makanya anggota yang lebih kuat terus dikirim!" pria tua yang ada di sebelah berteriak keras.
"Ini kesempatanku menyingkirkan Bocah sialan itu!"
Bukannya mendapatkan pembelaan, sebuah pedang tiba-tiba menebas lehernya. Dual Secret Sword melesat ke tangan Blue tanpa darah yang menempel di bilah nya.
Pak tua dari organisasi gelap berlambang oranye mati dengan sekali serang. Drakula yang melihat anak buah pak tua itu bergerak langsung meledakkan jarumnya.
Wildan hanya tersenyum kecut, nyawanya benar-benar terancam sekarang. Tidak ada jalan keluar atau jalan mundur untuk saat ini.
Ia mengangkat tangannya, ada goresan jarum yang menusuknya. Artinya ketika Drakula menjentikkan jarinya, seluruh tubuhnya akan meledak.
Meskipun masih ada jejak jiwa dan hidup kembali, Wildan akan kehilangan sebagian kekuatannya. Itu akan menjadi kerugian untuk organisasinya.
__ADS_1
"Tuan, aku mengatakan kebenarannya. Kami mengira anda dari pihak musuh, makanya terjadi kesalahan disini."
"Aku tidak peduli dengan alasanmu, sekarang tunjukkan aku seberapa besar organisasi gelap kalian?" tanya Blue yang cukup tertarik dengan dunia gelap.
Kitty keluar dari Dunia Buatan, ia menggunakan wujud manusia supaya tidak menarik perhatian. Namun siapa yang menyangka Wildan akan tercengang untuk kedua kalinya.
"Bos, aku sudah selesai. Kapan kita pergi lagi?"
"Ada beberapa budak dibelakang, aku ingin melatihnya. Bagaimana dengan Yami?"
"Dia maniak pedang, aku tidak mengunjunginya."
Kitty adalah lambang pedagang yang sangat mengerikan. Rumor sudah menyebar, para bandit seperti Wildan tidak akan menyerang pedagang dari Kerajaan Damaskus.
Sosok yang membuatnya takut tidak lain adalah Kitty sang pemilik asosiasi pedagang di Kerajaan Damaskus.
"Apa anda Kitty?"
"Jangan memanggil namaku sembarangan sialan! Aku akan membunuhmu!"
Kitty hanya menggertak, ia terlalu lama bermeditasi jadi ingin sedikit refleksi. Namun respon Wildan dan seluruh anggotanya terlalu berlebihan.
Semua orang yang mendengar akan di bunuh langsung bersujud meminta ampun.
"Nyonya putih tolong ampuni nyawa kami!" teriak kelimanya bersamaan.
"Nyonya putih?" tanya Blue.
"Hehe, aku mendapat julukan itu setelah memimpin Asosiasi Pedagang selama beberapa hari. Aku kira mereka jenius, ternyata skillnya dibawah Jessica."
Jessica adalah master bisnis, dia membandingkan dengan orang yang salah. Blue yang mendengar hanya bisa tersenyum kecut.
"Baiklah ayo lupakan ini dan kembali ke bisnis."
Wildan bukan orang bodoh, ia menyetujui semua tuntutan Blue dan memimpin organisasi gelapnya dibawah Fairy Dance.
Nyawa beberapa anggota lemah tidak akan bisa digantikan dengan nyawanya. Pemikiran itu sejalan dengan 4 rekan dibelakangnya.
Transaksi selesai, Blue kembali ke kamp untuk melihat para budak yang ingin menjadi kuat.
"Kalian sudah melihat semuanya?" tanya Blue dengan suara santai. Ia sengaja menunjukan kekuatan absolut yang dia milik.
Wildan adalah pemilik organisasi gelap terbesar nomo 5 di seluruh Tanah Dewa. 5 orang yang selamat dari serangan Drakula adalah Dewa Puncak yang sebentar lagi mencapai Maha Dewa.
Sayangnya mereka mengalami kelainan aura dan harus menunggu kelainan itu kembali normal. Biasanya para dewa membutuhkan 200 tahun untuk menunggunya.
Blue melihat kesempatan dan melirik ke arah Wildan dan teman-temannya. Senyum jahat muncul di sudut bibirnya.
Bee di ruang penyimpanan bergumam, "Pasti ada konspirasi aneh lagi. Huh, semoga semua cepat selesai!"
Bee memandang pedangnya, ia ingin segera melakukan peperangan dan menguji kekuatan barunya.
__ADS_1