
Uranus bisa meniru serangan meteor milik Odin, pengetahuannya jauh melebihi Sang Mata Dunia. Odin merasakan matanya berkedut, otoritasnya sebagai Mata Dunia mulai goyah. Tidak mungkin dirinya dia, ia langsung menyusun rencana untuk menyingkirkan Uranus.
Dua pelayan Odin paham, mereka langsung menganggukkan kepala dan membuat simbol kutukan. Untuk membuat simbol kutukan yang kuat, kedua pelayan itu membutuhkan waktu, jadi Odin akan mengulurnya.
Zeus dan semua pasukannya tertipa meteor sihir tingkat 10, Zues masih berdiri tegap dengan sedikit luka di tubuhnya. Namun pasukannya yang lebih lemah dari Maha Kuasa langsung tewas, bahkan beberapa Maha Kuasa pemula harus duduk untuk mengembalikan ketenangannya.
“Bagus, kalian berhasil membuatku marah!” ucap Zeus. Awalnya ia tidak ingin menunjukkan wujud ini pada semua orang, tetapi kondisi memaksanya.
Zeus yang punya tubuh setinggi 2 meter dan otot yang sangat kekar tiba-tiba menyusut menjadi seorang pria ideal dengan otot yang biasa saja. Hanya paras wajahnya berubah 180 derajat, siapa yang menyangka sekarang kakek tua itu menjadi muda.
Ekspresinya tampak datar, kulitnya putih bersih dan petir warna kuning menyelimuti tubuhnya. Pakaiannya hanya sebuah kain putih tanpa corak apapun, Zeus yang sebenarnya muncul untuk mengungkapkan kekuatan yang disembunyikan.
Odin tidak mau kalah, ia melepas jubah penyihir dan menggantinya menjadi sebuah pakaian berwarna ungu, tapi mana di dalam tubuhnya tiba-tiba melonjak dan menekan lingkungan sekitarnya. Bahkan pasukannya sendiri hampir jatuh menahan tekanan yang tidak bisa di kontrol Odin.
Blue sendiri sudah serius sejak tadi, ia tidak punya perubahan lainnya. Jadi matanya terbuka lebar melihat Zeus dan Odin masih menyimpan sebagian besar kekuatan aslinya. Namun ia tetap optimis, pasukan Dunia Buatan bukan orang lemah, mereka semua sudah siap untuk situasi seperti ini.
“Apa kalian sudah serius?” tanya Blue dengan santainya.
Tepat setelah menyelesaikan pertanyaannya, Odin dan Zeus muncul di sampingnya. Odin segera memukul wajah Blue bagian kanan, sedangkan Zeus memukul perut bagian kiri.
Blue belum sempat bergerak, ia terkena serangan telah hingga tubuhnya berputar-putar jatuh menghantam tanah. Tanpa merasa takut, Blue mengambil ramuan penambah HP dan MP di balik debu tanah yang menutupinya.
“Ini lebih gila dari yang aku bayangkan,” gumam Blue yang tidak percaya hanya dengan satu serangan HPnya turun hingga 60%. Padahal ia menggunakan Armor Naga Petir yang dapat menyerap 50% kerusakan dan memantulkannya. Jika tidak ada Armor Naga Petir, bisa dipastikan Blue akan mengaktifkan keterampilan pasif kelas mistik miliknya.
Zues dan Odin saling bertukar pukulan di langit. Blue baru saja bangun dan menatap langit, bola energi berwarna ungu kehitaman dan kuning sudah berada 10 meter di depannya.
“Apa kalian tidak memberiku istirahat!” ungkap Blue.
Dual Secret Sword langsung menghadang dua bola energi dan mana, keduanya dengan mudah membelahnya. Teknik Jiwa yang berwarna ungu kehitaman muncul di kedua pedangnya.
Odin mengerutkan alisnya, ia melihat aura milik Blue sama persis dengan teknik mana miliknya. “Teknik apa itu?” tanya Odin sambil menatap Blue yang berhasil membelah serangannya.
Zeus tidak tertarik dengan teknik musuh, ia langsung melayangkan pukulannya ke pipi Odin yang tidak fokus. Satu pukulannya berhasil menjatuhkan Odin hingga menghantam tanah.
“Banyak gaya!” katanya.
Dual Secret Sword tiba-tiba muncul dan menebas perut Zeus dengan kecepatan 4 Mach. Zeus sempat merespons dan menghindari tebasan pedang pertama, tapi ia gagal menghindari serangan kedua.
__ADS_1
Kulit yang awalnya tidak terluka tiba-tiba mengeluarkan sedikit darah, Zeus merasa pedang yang menyerangnya sangat berbeda dari sebelumnya. Nyatanya tidak seperti itu, pedangnya sama tapi Blue meningkatkan kuantitas energi jiwa di dalamnya. Sebagai dampaknya konsumsi kekuatan jiwa miliknya cepat habis, untungnya setiap kali Dual Secret Sword menebas musuh, ia akan langsung menyerap dan memindahkan kepadanya.
Odin melemparkan sebuah tombak yang terbut dari pemadatan mana, lengannya langsung di ayunkan dan melesat ke arah Blue yang berada di sebelah kirinya. Tanah yang di lewati tombak mana langsung terbang ke langit dan hancur menjadi debu halus.
Blue melebarkan matanya, ia tidak bisa menggerakan tubuhnya karena ada rantai mengikat kakinya. “Gate!” katanya membuat sebuah lubang di bawah kakinya dan menjatuhkan tubuhnya dengan bantuan gravitasi.
Tombak Odin terus menusuk apapun yang berada di depannya, bahkan dua gunung berlubang karena satu serangannya. Odin decak lidah karena serangan barusan tidak mengenai Blue.
Zeus yang baru saja terkena serangan di perutnya sudah muncul di depan Odin dan mengayunkan senjata petir miliknya. Tepat ketika senjatanya bersentuhan dengan mana milik Odin, sebuah petir berwarna kuning langsung menyambar musuhnya.
Odin melapisi tubuhnya dengan mana, sebuah lingkaran simbol muncul di bawah kakinya. Cahayanya menusuk mata semua orang, Zeus segera menutup pandangannya dengan siku.
Petir kuning yang harusnya menyarang Odin berpindah menyambar Zeus. “Apa yang kau lakukan?” tanya Zeus yang masih bingung. Meskipun dia menguasai Ruang dan Waktu, Odin bisa memprediksi masa depan dalam waktu tertentu.
“Tidak ada yang spesial.”
Odin yang menyombongkan dirinya tidak luput dari serangan, Dual Secret Sword segera menebasnya dari belakang. Berbeda dari Zeus yang bisa menghindari saru serangannya, Odin menerima dua tebasan tepat di punggungnya.
Pakaian yang sangat dibanggakan Odin robek dan darat tipis keluar dari kulit punggungnya. “Takdirmu memang tidak tentu, tapi aku bukan orang bodoh.” Odin menyembuhkan tubuhnya dengan teknik mana.
Dibawah tekanan dari kekuatan Zeus dan sihir Odin, Blue berhasil menggabungkan semua tekniknya dan mendapatkannya. Prinsip Jiwa adalah teknik yang di pelajari pasukan inti Seven Soul, penciptanya adalah Aldi Sang Ketua. Shen San membutuhkan puluhan tahun untuk mewujudkan Prinsip Jiwa yang sesungguhnya. Namun Aldi sudah bisa mempraktikkan prinsip jiwa ketika ia masih berada di bangku sekolah dasar.
Blue sendiri cukup istimewa karena bisa mempelajari Prinsip Jiwa di umurnya yang masih mudah. Jika di hitung waktu pertama mendapatkan teknik jiwa, Blue hanya menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun.
Tidak ada yang berubah dari penampilannya, tapi Zeus dan Odin bisa merasakan keberadaan yang tidak menyenangkan layaknya Satan.
Odin melirik Zeus dan mengirimkan pesan telepati, “Sepertinya kata-katamu ada benarnya.”
“Ayo singkirkan dia dulu!” jawab Zeus memantapkan niatnya.
Blue sadar bahwa lawannya sudah mulai tidak tenang karena pertahan absolut yang mereka miliki tidak dapat menghentikan Dual Secret Sword. “Sekarang kalian mulai bekerja sama!” katanya.
Zeus dan Odin tidak peduli mereka harus bekerja sama atau tidak, yang penting keberadaan tidak mengenakkan itu harus segera dihapus. Keduanya menggunakan serangan mematikan, Zeus menggunakan senjata petir untuk menghancurkan pertahanan lawan, Odin menggunakan bola Mana berwarna hitam pekat.
Tidak mau mengambil risiko, Blue menghindar menggunakan Langkah Cahaya. Sayangnya kecepatannya tidak dapat menandingi senjata petir Zeus dan bola Mana milik Odin.
Ledakan super besar langsung menghancurkan lingkungan sekitarnya, ratusan petir menghancurkan tubuh Blue dalam 2 detik. Bola hitam itu menarik semua mana di dalam tubuhnya dan memberikan rasa sakit yang tidak bisa di tanah manusia, bisa dibilang Blue akan gila setelah terkena serangannya.
__ADS_1
Kesadaran Blue dipindahkan ke sebuah ruangan serba hitam, ia melihat layar melayang yang menunjukkan pelatihannya bersama Yuliana atau lebih tepatnya Shen Haise.
Tidak sampai disitu, ia mengingat banyak kenangan Shen San yang berlatih sepanjang waktu tanpa tidur demi memahami prinsip jiwa. Sosok pria tampan berpakaian biru mengelus kepalanya dan mengatakan bahwa Shen San sangat kuat.
“Ini kenangan Shen San?” tanya Blue yang menjadi penonton.
Tidak hanya satu kenangan, Blue melihat banyak kesengsaraan yang melebihi dirinya. Shen San tidak pernah melihat kedua orang tuanya karena ia di jual ke rumah budak saat dirinya masih bayi. Tumbuh besar di belakang jeruji besi, Shen San terus bertahan hidup.
Sampai akhirnya ada seorang pria tampan memberinya kebebasan dengan cara mengikutinya. Shen San memang bukan ketua dari para Shen, matanya memancarkan semangat paling tinggi di antara yang lainnya.
Shen San melatih tubuhnya hingga tingkat yang tidak dapat dibayangkan manusia, bahkan Aldi yang menjadi ketua Seven Soul tidak dapat menandinginya. Meskipun susunan tubuhnya sangat kuat, Shen San tidak punya pemahaman yang lebih baik dari Shen Yi, Shen Er, Shen Wu, Shen Si, Shen Liu, Shen Qui.
Shen pada awalnya hanya berjumlah 7 orang, mereka sudah dianggap sebagai anak angkat Aldi. Kemudian muncul monster lainnya bernama Shen Haise yang buta, walaupun buta ia bisa melihat lebih baik darinya.
Awalnya Shen San membanggakan tubuhnya, tapi ia dihadapkan dengan sosok Shie yang punya tubuh naga hitam. Bahkan kekuatan tubuhnya tidak lebih dari sepersepuluh dari Shie.
Tidak mau dirinya disingkirkan dari pasukan Seven Soul, Shen San berusaha lebih keras dan tidak pernah bergaul dengan saudara-saudaranya. Tekannya mentalnya jauh melebihi Blue yang hanya kehilangan orang tua dua kali.
Blue yang melihatnya tidak bisa menahan air matanya, ia melihat Shen San menangis saat push up, saat berlari dan mengayunkan pedangnya. Meskipun tidak menggunakan pedang, Shen San terus berlatih mengayunkan pedang.
Pada suatu ketika, tubuhnya tidak kuat menahan latihan yang tidak masuk akal itu. Shen San selama 3 tahun penuh hanya berlatih tanpa makan dan minum sedikitpun. Tubuhnya lemas dan pandangannya kabur.
Sosok pria berbaju biru menangkapnya, senyum manis yang menerangi jalan gelap Shen San datang, dia tidak lain adalah ayahnya, Aldi.
Blue paham apa yang ingin di sampaikan alam bawah sadarnya, tidak ada yang paling baik atau paling buruk di bawah langit. Jadi ia hanya harus berusaha keras untuk menemukan cahayamu.
Di bawah tekanan rasa sakit bola hitam, Blue tersenyum manis. Hal itu membuat Zeus dan Odin merinding tidak percaya manusia menikmati rasa sakit.
“Apa dia sudah gila?” tanya Zeus.
“Harusnya seperti itu, tapi aku bisa merasakan kekuatannya meluap-luap. Jika dibiarkan terus ia akan menjadi sosok yang tidak bisa kita kalahkan!” kata Odin
Tepat setelah menyelesaikan katanya, sosok pria dengan dua tanduk kecil muncul di langit medan perang antara Zeus, Odin, dan Blue. “Benar, kau adalah orang yang aku cari sialan! Dimana kau selama ini!” teriak Satan dengan ekspresi senang.
Odin dan Zeus menoleh ke atas dengan ekspresi khawatir, mereka salah perhitungan. Padahal ramalan Odin mengatakan bahwa Satan akan datang 3 hari lagi, tapi ia bisa datang lebih cepat.
Satan datang lebih cepat karena merasakan energi aneh yang belum pernah dia temui. Makanya kecepatannya ditambah hingga titik puncak.
__ADS_1