
Hawa keberadaan Ela sejak lama sangat tipis, ia hanyalah seorang peri pohon yang dibuang rasnya. Setelah dibawah bimbingan Blue selama ini, kemampuannya tumbuh lebih baik dibandingkan peri pohon biasa. Bahkan Raja Peri Pohon tidak akan bisa membunuhnya.
Saat ini Ela telah menemukan sesuatu yang menghalanginya menjadi sosok yang lain. Melihat Saint Martha mengendalikan energi alam yang dibangunkan dengan kecepatan membuatnya sadar. Tidak perlu mengasah energi asal jika engkau merasa itu tidak perlu.
Ela menyadari bahwa Saint Martha adalah jelmaan dari seorang Elf berumur panjang. Meskipun daun telinganya tidak panjang, Ela merasakan energi peri pohon terkandung dalam dirinya.
Sebagai ras peri pohon, Ela menyadarinya tanpa sadar. Dengan memperhatikan setiap gerakan dan caranya mengendalikan energi peri membuat Ela menemukan teknik baru.
Sebilah pedang muncul di tangannya, teknik yang sangat mirip dengan Saint Martha. Ela melangkah, kakinya menapaki udara dan tiba-tiba sudah sampai di depan lawannya.
Ayunan pedang Ela memang tidak terlalu berat, tetapi memberikan dampak yang mengejutkan. Saint Martha melompat dan tanah di bawahnya langsung terbelah.
Jika itu teknik biasa, Saint Martha dengan senang hati menerimanya. Namun peri bernama Ela itu hampir meniru keterampilannya.
"Siapa kau?"
"Ela, Peri Pohon."
Saint Martha terkejut hingga matanya terbuka lebar. "Peri pohon masih ada?"
"Ya, mereka di lempar ke sudut Dunia Manusia." Jawaban singkat Ela membuat Saint Martha menemukan jawaban kegelisahannya.
...[Saint Martha...
...Gelar : Leluhur Peri Pohon Dunia.]...
Blue sedikit terkejut dengan informasi yang ditunjukkan sistem. Ia masih meminum beberapa botol ramuan guna memulihkan dirinya.
Terlihat mudah tapi Saint Martha belum menggunakan 10% kekuatannya. Blue bisa merasakan sosok wanita tua itu hanya bermain-main dengannya.
Jika Zeus dan semua musuhnya sekuat dia, betapa susahnya menaklukkan misi utama Domain Dewa.
"Oh ternyata keturunanku masih selamat, dimana kalian bersembunyi?"
Ela bukan lagi anak polos, ia tidak mengatakannya dengan mudah. "Siapa yang tahu?"
Saint Martha memang sangat kuat, tapi ia tidak bisa terbebas dari jeratan sistem Domain Dewa. Jadi tidak mungkin baginya turun ke Dunia Manusia dengan kekuatannya sekarang.
Dalam sekejap mata, Saint Martha menghilang dan mencekik leher Ela. Tatapan matanya penuh niat membunuh, tapi hatinya mengatakan sebaliknya.
Ela yang mengetahui itu tidak melawan, ia hanya tersenyum manis. "Aku sudah hidup cukup lama, tapi tidak pernah ada sejarah peri pohon yang menembus Tanah Dewa."
Sejak awal peri pohon sebenarnya dari Tanah Dewa. Mereka menjaga Pohon Dunia untuk menyumbangkan kekuatan.
__ADS_1
Namun perang terus terjadi, lambat laun kekuatan alam mulai menipis di tanah dewa. Hal itu mengakibatkan Peri Pohon menjadi lebih lemah dan terus melemah.
Saint Martha yang menyadari hal itu langsung meminta bantuan seorang peramal. Sampai akhirnya ia membuka gerbang menuju Dunia Manusia dan menyuruh semua ras peri pohon meninggalkan Tanah Dewa.
Alasan mengapa Saint Martha masih sangat kuat di Tanah Dewa karena ia mempunya teknik istimewa. Teknik itu dapat menyembunyikan energi peri dan digantikan Aura Dewa.
Hal itu juga dilakukan Ela ketika mempelajari keterampilan khususnya. Sekarang ia sudah bisa menggunakannya, tubuhnya tiba-tiba memudar dan hancur.
Ela menjadi debu hijau dan muncul kembali dua meter di depan Saint Martha. Senyumnya terbuka lebar karena kekuatan jiwa yang di ajarkan tuannya berhasil meniru penyembunyian energi peri pohon.
Hal itulah yang membuat Ela bisa fokus menggunakan energi jiwa seperti yang lainnya. Sekarang pertumbuhan kekuatannya tidak akan menemui hambatan lainnya.
Blue dari kejauhan sadar betul akan perubah aura yang dipancarkan Ela. Meskipun samar, ia dapat menyadari energi yang dipancarkan mirip dengannya.
"Ini gila..."
Blue segera memanggil Raul dan Drakula. Keduanya bersiap menyerang, tetapi sebuah penghalang muncul dan menghentikan mereka.
Dalam kubah penghalang itu hanya ada Ela dan Saint Martha. Keduanya saling memandang karena mereka tidak bisa saling membunuh.
"Aku tidak bisa membunuhmu karena perjanjian dengan pria tua itu." Saint Martha mengatakan sesuatu yang cukup sensitif.
"Jangan berpura-pura, aku tahu kamu Leluhur Peri Pohon. Bahkan jika mau kamu tidak akan bisa membunuh kita."
"Jadi kau sudah tahu, terus mengapa tidak mengatakan keberadaan kalian?"
Cerita panjang dimulai, Ela menceritakan kisahnya di bawah Pohon Dunia. Ia terkucilkan karena mempunyai kelainan, bahkan kekuatannya tidak dapat tumbuh sepenuhnya.
Tidak sampai disitu, Ratu Peri juga mengatakan masa depannya sudah tidak tertolong dan kedua orang tuanya bunuh diri.
Meskipun sendirian, Ela tetap menjalani hidup sebagaimana mestinya. Nama Ela juga pemberian dari tuannya, di bawah pohon dunia ia tidak punya nama.
Tahun berlalu dengan kesendirian, Ela terus belajar meskipun tidak membuahkan hasil apapun. Sampai akhirnya seorang manusia berhasil menerobos penjagaan peri pohon. Orang itu tidak lain adalah Blue, tuannya sekarang.
Demi menariknya keluar dari ikatan pohon dunia, Blue mengorbankan banyak hal. Ela yang masih polos langsung mengikuti Blue.
Awal mula petualangannya penuh dengan kekonyolan Bee yang mengajarinya kata-kata kotor dan teknik aneh. Meskipun begitu, Ela sadar Bee mengajarinya dasar teknik yang tidak semua orang miliki.
Petualangannya berlanjut, sebagai seorang pendukung Ela berhasil menciptakan puluhan teknik. Namun semua kalah jauh dibandingkan dengan Elvy yang punya pengetahuan segudang.
Awalnya Ela terpuruk karena rekan-rekannya sangat kuat. Raul Serigala gunung yang telah berhasil menguasai kekuatan petir ungu. Drakula yang kekuatannya sekarang setara dengan Raja Vampir. Belum lagi Bee yang menjadi pangeran cahaya.
Namun keterpurukannya segera berakhir setelah melihat Pohon Dunia di Dunia Buatan. Matanya terbuka lebar karena energi pohon dunia sangat melimpah. Tanpa pikir panjang dirinya menyerap semua energi dengan kecepatan gila guna mengimbangi rekan-rekannya.
__ADS_1
Dalam perjalanannya menjadi kuat, Ela menemukan tembok yang sangat kokoh. Yaitu energi pohon dunia tidak dapat bercampur dengan energi lainnya.
Segala cara sudah ditempuh, Ela hampir saja memutuskan untuk menghilangkan energi pohon dunia dan menggantikannya dengan teknik jiwa.
Namun Anthony memberikannya kata-kata yang masih diingat sampai sekarang.
"Semua mahkluk punya batasannya, energi pohon dapat mengingatkanmu pada ayah dan ibumu."
Ya, ayah dan ibu Ela adalah peri pohon. Keduanya bunuh diri karena tidak ingin Ratu membunuh anaknya.
"Apa kau tidak dendam dengan Ratu Peri?" tanya Saint Martha.
"Balas dendam dengan seseorang yang mengurus mu adalah tindakan sia-sia."
Ela terus berpetualang sampai akhirnya ia menemukan Saint Martha yang bisa menyembunyikan energi peri pohon.
Dengan kemampuan belajarnya, Ela berhasil meniru tekniknya dan mengkombinasikannya dengan Teknik Jiwa. Hasilnya sungguh memuaskan, sekarang Ela sudah menembus tingkatan yang tidak bisa ditembus yang lainnya.
"Jadi apa yang ingin kau lakukan?" tanya Saint Martha.
"Semua keputusan ada di tangan tuanku, bahkan jika dia ingin membunuhmu, aku akan mendukungnya!"
Ucapan tegas Ela membuat Saint Martha yakin bahwa ikatan ras Peri Pohonnya sudah sepenuhnya hilang. Matanya menyempit dan memandang ke arah Ela.
"Bagaimana jika sebaliknya, aku bisa membunuhmu."
Ela menggelengkan kepala. "Sudah aku katakan, kamu tidak akan bisa melakukannya."
Penghalang yang di pasang Saint Martha perlahan retak dan hancur. Blue, Bee, Raul, Drakula, dan Elvy terjun dari langit. Mereka semua langsung menggunakan semua keterampilan terkuatnya.
"Gelombang Kejut!"
"Cahaya Pembelahan Kehampaan!"
"Petir Pembunuh!"
"Demon Blood!"
"Badai Salju!"
Kelimanya berteriak bersamaan menyebutkan keterampilannya.
Saint Martha tersenyum manis. "Terima kasih telah menyadarkanku."
__ADS_1
Semua serangan Blue dan kawan-kawan menghilang. Sebuah penghalang mengikat Blue dan seluruh temannya.
"Keterampilan lemah itu tidak bisa membunuhku!"