Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kejadian


__ADS_3

Tidak mau menyerah, Blue terus bangkit dan menyerang lawannya. Walaupun serangan lawan tidak terlalu sakit, ia terkena serangan terus-menerus tanpa perlawanan sedikitpun.


Tanpa sadar Blue kehilangan kontrol atas kekuatannya, ia menggunakan kekuatan penuh untuk melawan musuh.


Wujudnya berubah, kulitnya merah dan muncul dua tanduk di dahinya. Ini sama seperti perubahan Azazel waktu pertama kali.


"Ternyata kau masih punya sisi iblis." Si Iblis yang tidak diketahui namanya itu bergumam dengan santai.


Blue menyerang tanpa menyadari apa yang dilakukan. Meskipun begitu serangan agresifnya di tangkis seperti menangkis pukulan anak-anak.


"Bodoh, kau pikir serangan acak bisa mengalahkan raja ini?"


"Raja." Setelah mendengar nama itu, Blue kembali sadar. Ia teringat gelarnya yang begitu mendominasi.


Untuk menenangkan dirinya, Blue menutup matanya. Ia mengendalikan semua kekuatan yang meluap dari tubuhnya.


"Terima kasih," katanya sambil membuka mata perlahan. Blue sekarang mengetahui tujuan lawannya, tidak untuk menghukum atau membunuhnya, Si Iblis itu ingin mengajarinya sesuatu.


Blue yang merasa payah mencoba mengingat kembali semua informasi tentang Tangan Dewa. Setelah beberapa saat, ia berhasil mendapatkan pencerahan yang tak diduga-duga.


Sudut bibirnya terangkat, ia sekarang bisa melihat teknik lawannya dengan sangat jelas. Meskipun bisa melihatnya, Blue masih tidak percaya dengan matanya.


"Ayo lanjutkan!"


Si Iblis dengan santai menantang Blue menyerangnya kembali. Siapa yang mengira ternyata Si Iblis tidak membentuk auranya menjadi tangan, tetapi membentuk sebuah lingkaran.


Untuk memastikan teorinya, Blue menyerang dengan kekuatan penuh. Dual Secret Sword digabungkan, satu tusukan pedang bisa menghancurkan sebuah gunung.


Namun Si Iblis tidak bergerak, ia hanya tersenyum dan menjentikkan jarinya. Tusukan yang sangat kuat itu berhenti di depannya.


Lingkaran yang melindunginya memunculkan tangan dewa dan menghentikan serangan Blue tanpa merubah wujudnya. Artinya masih ada lingkaran yang siap membentuk tangan dewa lainnya.


Untuk membuktikannya, Blue melempar Dual Secret Sword untuk menyerang kedua arah Si Iblis. Seperti dugaannya, Tangan Dewa muncul dan menghentikannya.


Blue mencoba menirunya tetapi lingkarannya tidak bisa bertahan lama. Ia hanya bisa mempertahankannya selama 3 detik saja.


Berbeda dari Saint Martha yang menggunakan kekuatannya untuk menyerangnya. Si Iblis menyerang Blue dengan lembut, setelah memperhatikannya lebih detail, ia menemukan bahwa ada sebuah rantai mengikat jantungnya.


"Akhirnya kau menyadarinya," ucap Si Iblis dengan suara pelan. Kekuatannya telah disegel karena kalah dari Zeus.


"Segel jantung?"


"Ya namaku Kiklops atau mereka sering memanggilku Cyclop. Karena aku tidak bisa menggunakan mana, makanya aku membuat senjata ini." Cyclop menyentuh tangan tak kasat mata.


"Senjata?"


"Tentu saja dia senjata, mana dalam tubuhku tersegel."


"Siapa pelakunya?"


"Jangan terlalu perhatian, kau tidak akan pernah membayangkannya." Cyclop membalik badannya dan melangkah menjauh.


Setelah beberapa saat ia menoleh kebelakang dan melihat mata Blue yang penuh keyakinan.


Sembari menghela napas, Cyclop duduk dan menceritakan semuanya. Sebenarnya dia adalah generasi Titan pertama.


Karena kejamnya dunia, ia kalah dan dibuang ke Tartarus. Pada awalnya ia bisa menggunakan mana dan menciptakan semua senjata canggih. Salah satunya adalah senjata tak kasat mata yang dipakai sekarang.


Setelah cukup nyaman dengan pekerjaannya, Cyclop mendapat kunjungan dari Zeus muda. Dia mendapat tawaran yang mengiurkan.

__ADS_1


Peperangan sengit di lantai 11 terjadi, Zeus berhasil mengalahkan monster penjaga lantai 11 Kampe. Monster abadi yang akan terus bangkit setelah 1 tahun.


Tangan Dewa milik Cyclop sekarang adalah tiruan dari tentakel Monster Kampe. Wujudnya nampak seperti ular dengan kepala perempuan muram.


Beberapa bulan berlalu, Zeus berhasil membunuh Kampe dan membawa Cyclop ke permukaan. Sebagai balas budi, Cyclop membuat senjata untuk 3 manusia terkuat manusia.


Senjata itu adalah petir milik Zeus, Trisula milik Posaidon, dan Helm Kegelapan milik Hades. Setelah perang besar, Zeus dan pasukannya berhasil mengalahkan para titan dan melempar semua ke Tartarus.


Karena kemenangan berhasil di raih kaum manusia, ketiganya membagi kekuasaan. Zeus menjadi penguasa langit, Posaidon penguasa lautan, dan Hades penguasa Tartarus.


Pada awalnya semua berjalan normal, tetapi rasa iri pada Zeus membuat ketiganya saling waspada.


Karena Zeus memiliki bantuan Cyclop, Posaidon dan Hades berkompromi. Mereka langsung melumpuhkan Cyclop dan melemparnya ke Tartarus.


Anehnya Zeus tidak memberikan perintah untuk menangkap Hades dan Posaidon, dia malah tampak sangat senang karena satu masalahnya terpenuhi.


Hal itu dibuktikan oleh suratnya pada Athena tentang rencananya. Posaidon yang menjadi kekasih Athena membeberkan faktanya pada Cyclop di Tartarus.


Karena marah, Cyclop meminta bantuan untuk mengeluarkannya dari Tartarus dan menantang Zeus.


Pertarungan keduanya tidak seimbang, Cyclop hanya seorang diri sedangkan Zeus membawa puluhan pasukannya.


Cyclop sekarat, ia sudah siap mati di tangan Zeus orang paling dipercayanya. Posaidon dan Hades agak kecewa karena Cyclop ternyata tidak terlalu kuat.


Namun sosok perempuan bernama Saint Martha muncul dan menangkap Petir Zeus dengan tangan kosong.


"Biarkan dia hidup!" katanya dengan santai.


Zeus yang terkejut langsung mundur. Setelah negosiasi beberapa saat, akhirnya Jantung Mana milik Cyclop disegel Saint Martha, wujudnya juga dirubah menyerupai manusia dan iblis.


Cyclop dilempar ke Tartarus untuk ke tiga kalinya. Ia tidak bisa mempercayai manusia lagi, akhirnya menyerang Blue tanpa rasa kasian.


"Titan, aku pernah melihatnya." Blue memanggil Eka dan Dwi.


Keduanya langsung bersujud di depan Blue. Mereka masih dalam wujud manusia.


"Kami siap menjalankan perintah, Tuanku!"


Cyclop tampak tercengang, tidak mungkin ada manusia yang bisa memanggil dua orang titan sekaligus.


"Bagaimana kamu bisa memanggil titan?"


"Mereka bukan titan purba, aku menemukannya di sebuah peninggalan Kartanegara."


Cyclop mendekati Dwi dan Eka, matanya tampak berkaca-kaca. Ini adalah pertama kalinya ia merasa kangen pada rasnya.


Ras titan memang tidak terlalu dekat, tetapi Cyclop bisa merasakan bahwa Eka dan Dwi adalah keturunannya. Meskipun dipenjara di Tartarus beberapa kali, Cyclop mempunyai anak manusia.


Apollo yang sangat dendam dengan Zeus membunuh semua keturunan Cyclop. Namun siapa yang menyangka ternyata ada dua diantaranya yang selamat.


Cyclop langsung memeluknya, air matanya keluar dari mata kirinya saja. Pada kenyataannya Cyclop adalah raksasa bermata satu.


Eka dan Dwi tidak melawan, mereka merasa pelukan Cyclop spesial. Ia teringat perkataan Kartanegara yang ingin mempertemukan Eka dan Dwi dengan orang tuanya.


Ingatan Eka dan Dwi tidak bisa dipertahankan cukup lama, jadi mereka tidak tahu berapa lama umurnya.


Blue tidak menggangu mereka, ia duduk dan mempelajari teori baru tentang Tangan Dewa. Eka dan Dwi terus bersama Cyclop dan reunian keluarga.


Waktu berlalu, Blue telah selesai dengan latihannya. Bee dan rekan-rekannya selesai dengan pengetahuan barunya.

__ADS_1


"Ayo bergerak!" kata Blue memimpin pasukan ke gerbang menuju lantai 10, pintunya dijaga Monster Kampe.


Karena tidak mungkin melawan monster gila itu sendirian, Blue membawa Bee dan kawan-kawannya.


Cyclop, Eka, dan Dwi menonton pertarungan mereka dari kejauhan. Bukannya tidak berbakti pada tuannya, Eka dan Dwi memang diperintahkan untuk menemani Cyclop.


Dual Secret Sword muncul di genggamannya. Tampilannya sedikit berubah karena campur tangan Cyclop.


Sayap hitam muncul di punggungnya, Blue dengan kecepatan penuh langsung menyerang. Sayatan pedang tiba-tiba muncul di depan, ia menggunakan Ekstrim Blade untuk memulai serangan.


Mata Dewa digunakan, ia melihat cahaya kuning menyelimuti tubuh Monster Kampe. Blue harus berhati-hati menyerang monster aneh itu.


Seperti yang direncanakan, monster kampe mengeluarkan sebuah tentakel. Blue menghindari tentakelnya, tetapi tangan tak kasat mata muncul dan menusuk Blue.


Karena sudah tahu itu serangan itu, Blue berhasil menahan serangannya dengan Tangan Dewa.


Bee dari kejauhan mengayunkan pedangnya secara vertikal, sebuah sayatan pedang muncul di setiap ayunan. Ratusan sayatan pedang menyerang Monster Kampe di sisi yang berbeda.


Raul tidak mau kalah, ia menggunakan cakarnya untuk menyibukkan tangan Monster Kampe. Tangannya seperti ular dan bisa beregenerasi jadi Raul memotongnya terus menerus.


Drakula tidak bisa menahan hausnya, ia menggigit tubuh monster dan menghisap darahnya. Darah monster dirubah menjadi kekuatannya, Monster Kampe akan menjadi santapan paginya.


Ela dan Elvy hanya diam, mereka akan membantu jika ada kesalahan atau pergerakan musuh yang berlebihan.


"Argh!" monster Kampe tampak kesakitan. Meskipun ia besar dan punya banyak tangan, pandangannya hanya satu arah.


Makanya Bee dan kawan-kawannya tidak dapat dijangkau. Sampai akhirnya monster penjaga lantai 11 mengeluarkan asap.


"Mundur!"


Fase kedua Monster Kampe akan segera terjadi, Blue dan semua teman-temannya tidak bisa mendekat karena ledakannya sangat mematikan.


Zeus berhasil membunuh monster gila ini karena tubuhnya sebenarnya adalah Dewa. Jadi tidak bisa dimusnahkan dengan ledakan saja.


Asap yang awalnya berwarna putih perlahan berubah menjadi merah. Blue mengerutkan kening, ia tidak tahu mengapa ini bisa terjadi.


...[Misi tersembunyi telah dibuka, kalahkan Monster Kampe dalam wujud aslinya!]...


Zeus saja tidak pernah melawan monster Kampe dalam wujud asli. Sekarang Blue dan kelompoknya diharuskan melawan monster gila yang senang dengan ledakan.


"Matilah manusia!" teriak Monster Kampe yang marah. Ia teringat kematiannya melawan Zeus sebelum menggunakan wujud sempurna.


Wujudnya memang tidak berubah banyak, hanya aura di sekitarnya berubah menjadi merah darah.


Ledakan pertama terjadi, Blue dan semua rekan-rekannya terlempar jauh. Cyclop dari kejauhan tercengang, ia tidak pernah melihat Kampe marah.


"Kembali, cepat kembali!" teriaknya dengan suara sangat keras.


Karena melihat Cyclop panik, Dwi dengan cepat membentuk sebuah formasi untuk melindungi tuannya.


Eka dengan sigap langsung berlari ke arah monster dan menahan ledakan musuh. Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat kekuatannya ternyata tidak sebaik yang dikira.


"Sial!"


Blue tidak kehabisan akal dan menyerah begitu saja, ia mengedarkan kekuatan jiwa. Aldi pernah mengatakan bahwa kekuatan jiwa lebih baik dibandingkan dengan Kekacauan dan Kehampaan.


Sampai akhirnya ia mencoba mengendalikan teknik jiwa saja tanpa mencampur dengan lainnya. Tangan Dewa yang ia ciptakan menjadi lebih kuat dan kokoh.


Merasakan kekuatannya keluar, Blue langsung mencekik leher monster Kampe dengan Tangan Dewa.

__ADS_1


__ADS_2