
Meskipun para sandra keluar permainan, mereka akan bangkit lagi di tempat yang sama. Jadi Blue bisa melakukan apapun ketika mereka bangkit, bahkan bisa menyiksanya dengan racun.
Pemain bisa menekan rasa sakit yang di terima hingga 30%, tetapi rasa sakit siksaan tidak mudah untuk dilupakan. Jadi semua assassin yang tertangkap hanya diam menunggu bantuan datang.
Blue tersenyum dan menganggukkan kepala. "Aku suka keputusan kalian, lebih baik perhatikan kehancuran pasukan No Name."
Sebuah layar televisi menampilkan siaran langsung pasukan No Name yang terbelah menjadi dua. Zhang Bao mencoba menyusun strateginya dengan sangat baik, tidak ada jebakan yang menghambat laju pasukan.
Sampai akhirnya bencana selanjutnya datang, tanah di tiba-tiba runtuh dan menewaskan ratusan orang dalam beberapa detik saja.
Zhang Bao kebingungan, ia merasa semua strategi yang ada di dalam otaknya sudah di antisipasi musuh. "Ini lebih berbahaya dari yang aku bayangkan."
Wudu menoleh ke arah Zhang Bao yang kebingungan. "Jangan khawatir, kita masih punya puluhan ribu pasukan."
Tanah ambles itu buatan pasukan Blue menggunakan simbol yang di aktifkan dalam tanah. Simbol itu mengikis bagian bawah tanah hingga membentuk sebuah cekungan.
Blue memodifikasinya sedemikian rupa hingga membentuk pertahanan yang sangat kokoh.
Tidak mau menyerah, pasukan No Name mengitari seluruh desa untuk mencari celah. Namun siapa yang menyangka ternyata Blue membuat jurang pembatas yang melingkari desa kamal. Hal itu membuat pasukan No Name kebingungan karena tidak bisa terbang.
"Kumpulkan kayu, buat jembatan!" teriak Wudu memberikan semangat pada pasukannya. Semua orang bekerja keras untuk membuat sebuah akses jalan menyerbu desa.
Karena jumlah pasukan yang sangat besar, Wudu berhasil membangun jembatan dalam beberapa jam saja.
Blue tersenyum manis dan menekan tombol di remote miliknya. 3 Meriam Sihir Otomatis versi yang sudah ditingkatkan muncul dari dalam tanah. Tanpa aba-aba ketiganya menembakkan bola energi super kuat dari Batu Mana kuning.
Hanya dengan satu kali serangan jembatan yang dibangun dalam 3 jam langsung hancur kembali. Blue hanya tersenyum tipis melihat Wudu dan Zhang Bao tampak sangat marah.
Kamal memerintahkan pasukannya untuk membuat sumber mata air hingga memenuhi celah yang dibuat Blue. "Pria itu sangat cerdas, kita tidak bisa melawan mereka secara langsung. Jadi menggunakan trik mudah seperti ini sangat efektif."
"Pecah pasukan jadi 8, buat jembatan masing-masing. Jangan biarkan meriam itu menghancurkannya lagi!" seru Zhang Bao.
5 jam berlalu, pasukan No Name mulai masuk satu persatu. Tiga Meriam Sihir Otomatis otomatis tidak cukup untuk menghancurkan 8 jembatan.
Sampai akhirnya 12 meriam lainnya muncul dari permukaan tanah. Tanpa perintah, meriam itu langsung menembak jembatan dan menjatuhkan sebagian pemain yang mau menyebrang.
Tidak lebih dari 1000 pemain yang berhasil tiba di sisi dalam pertahanan desa kamal. Wudu sebagai pemimpin pasukan harus memberikan solusi terbaik, ia melirik Zhang Bao.
"Buat jembatan lagi, meriam itu pasti tidak bisa menembak terus menerus!" ucap Zhang Bao dari sisi pertahanan desa kamal.
Seperti yang dikatakan Zhang, meriam buatan Blue tidak dapat menembak terus menerus hingga pasukan No Name berhasil menyebrang.
Kamal dan pasukannya sudah selesai, mereka langsung berlari mengejar musuhnya. Blue hanya tersenyum kecut melihat pasukan menyerang tanpa pengetahuan.
__ADS_1
Meskipun pasukan No Name banyak yang gugur, jumlah mereka masih melebihi total pasukan Kamal. Blue masih menyimpan kartu lain untuk antisipasi, ia ingin melihat pasukan kamal di tepi jurang.
Wudu dan Zhang Bao ikut dalam peperangan, mereka berdua langsung menghantam pasukan musuhnya.
Ratusan pemain dikirim ke rumah kebangkitan hanya dengan dua orang saja. Kekuatan mereka tampak sangat baik dan serasi, Blue tidak akan turun tangan sampai Kamal menyadari kesalahannya.
Kamal yang turun dalam medan perang mengalami luka parah, para penyembuh di belakang tidak bisa mengendalikan HP pasukan yang terus turun.
Disisi lain Blue tidak bisa berbuat banyak, Anthony dan Rafaela masih ada di Dunia Buatan. Tidak mungkin untuknya memanggil Anthony untuk menyelesaikan masalah.
Wudu dengan penuh semangat melompat dari hewan tunggangannya, ia mengayunkan senjatanya ke Kamal yang di jaga oleh 9 orang terkuat.
Kamal yang sudah kehabisan stamina dan konsentrasi hanya bisa bertahan. Ia dan pasukannya perlahan mundur untuk menyembuhkan dirinya.
Blue segera memasang topeng dan membuat dua bayangan untuk membantu pasukan kamal. "Ini sudah lebih dari cukup."
Seluruh pasukan kamal mundur teratur, mereka tidak bisa menandingi pasukan musuh dengan kekuatan kasar. Tepat sebelum dua bayangan bergerak, Menara Sihir segera menembakkan energi kuat dan menghancurkan barisan depan targetnya.
"Tidak aku lupa mereka punya keturunan dari Dewa Cahaya, Bird."
Burung kecil yang selalu bertengger di pundak tuannya mulai terbang dan merubah wujudnya menjadi elang raksasa.
Kepakan sayapnya menciptakan sebuah sayatan angin yang dapat melukai musuhnya. Meskipun banyak sayatan angin, serangan Bird tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan musuhnya.
Kamal memperhatikan pergerakan 3 orang yang dicurigai sebagai mata-mata. Tepat setelah situasi semakin memburuk, 3 orang itu segera menikam rekannya sendiri.
"Sialan, apa yang kau lakukan!" teriak Kamal membentak salah satu pengawal pribadi yang dia sewa.
"Bos, aku memang menandatangani kontrak menjagamu. Tapi tidak ada kata yang menyebutkan aku harus melindungi penjaga rendahan ini!"
Perkataan salah satu penjaga Kamal ada benarnya, mereka sudah siap untuk membatalkan kontrak dengan denda yang sudah disepakati.
"Apa kau tidak malu melakukan ini?" tanya Kamal yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
3 orang kepercayaannya telah berkhianat dan membatalkan kontrak setelah melukai rekannya. Ketiganya datang dari No Name, Kamal bisa tahu karena bukti yang diberikan Blue.
"Malu? aku tidak pernah merasa malu di hadapan uang besar."
Setelah menyelesaikan perkataannya, Blue dan dua bayangannya menusuk dari belakang tiga pengkhianat.
"Aku juga tidak pernah malu menikam orang yang belum bersiap." Blue tidak melepaskan tusukannya sampai HP para pengkhianat menjadi 0.
Kamal dan pengawalnya tampak bersyukur tidak mati dalam pengkhianatan tadi. Level mereka cukup tinggi, jika mati di medan perang akan mengurangi 3 levelnya.
__ADS_1
Blue baru menyadari sesuatu yang berbeda. Semua orang di Benua Selatan memiliki level yang cenderung lebih rendang dibandingkan benua lainnya. Hal itu dikarenakan hukuman kematian mereka tiga kali lipat lebih banyak daripada lainnya.
Tidak hanya kehilangan 3 level saja, mereka juga tidak bisa login selama 24 jam lamanya. Blue mengetahui ini dari Reza yang terbang ke Benua Selatan secara pribadi.
"Ayo akan menghentikan pasukan mereka. Segera sembuhkan dirimu dan kembalilah!" kata Blue pelan.
Tiga sosok yang menyelamatkan mereka langsung menghilang. Blue mengayunkan pedangnya pada Wudu yang sedang menggila.
Pedang bertemu dengan rantai, Wudu langsung menyempitkan matanya karena instingnya mengatakan bahwa pria di depannya sangat berbahaya.
"Siapa kau?"
"Mengapa menanyakan yang sudah jelas. Aku pendukung Kamal untuk mengehentikan kalian, semua meriam ku juga sudah siap menembak." Blue menjentikkan jari dan ratusan Meriam Sihir Otomatis yang sudah dimodifikasi muncul dari atas benteng.
Blue menyusun mereka secara diam-diam, bahkan Kamal tidak tahu adanya senjata rahasia yang disembunyikan.
Kamal yang ada di dalam desa hanya bisa terkejut, begitu pula dengan pemain yang terluka.
"Siapa sebenarnya Fairy Dance ini!" kata Bird yang merasakan energi dari dewa cahaya. Ia merasa saudaranya ada di dekatnya.
Bee mendekati Bird dengan wujud lebah gendut sambil membawa kotak makanan penuh dengan kepiting goreng.
"Aku Bee. Seharusnya kau sudah mengetahui siapa aku."
"Tentu saja, aku tidak akan melupakan pancaran energi seperti ini. Pasti kau adalah anak bungsu yang selalu di ganggu!" jawab Bird sambilan tertawa kecil.
Bee sudah belajar banyak dari teknik silat lidah Blue. Jadi ia hanya tersenyum dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Dulu aku memang paling lemah, tetapi lihatlah sekarang kakak ke 6 menjadi burung yang sangat lemah. Bahkan jentikan jariku bisa membunuhmu."
Bee menjawab sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.
Bird masih menggunakan wujud elang raksasa. Ia langsung mengepakkan sayapnya untuk menyerang sosok lebah gendut di depannya.
Bee tidak membuat pergerakan apapun, ia hanya terus mengunyah kaki keping goreng. Serangan Bird menabrak sebuah perisai tak kasat mata yang diciptakan Bee.
Perlu di ingat, Bee sekarang sangat kuat karena penambahan 1 triliun energi kehidupan Blue. Tidak hanya kuat, Bee sangat cerdas dan penuh perhitungan. Jadi statusnya bergerak sesuai dengan kemampuannya.
"Tidak mungkin!"
"Jangan terkejut seperti itu. Aku kesini bukan untuk bertarung."
"Apa yang kau inginkan?" tanya Bird dengan suara kasar.
__ADS_1
"Tak punya adab, aku ini bos mu. Jadi bersikaplah sedikit sopan. Pria bertopeng itu adalah tuanku, jadi tidak salah memanggilku Tuan!" seru Bee dengan penuh rasa percaya diri.