Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Menarik Minat


__ADS_3

Semua anak-anak memiringkan kepala, mereka tidak paham dengan apa yang dikatakan Anoman.


"Atlantis bukan sebuah desa ataupun kota, Atlantis adalah sebuah peradaban maju yang mengayomi seluruh makhluk di dunia." Anoman menjabarkan pengetahuannya tentang Atlantis yang ia ketahui.


Blue segera paham. "Menarik, ternyata Atlantis adalah impianku sebenarnya. Dengan bantuan kalian semua, aku berharap bisa menciptakan kedamaian seperti Atlantis yang sesungguhnya."


Semua manusia hewan berlutut dan mengucapkan sumpah darah. Hanya dengan beberapa kata sederhana, Blue dapat menyakinkan mereka.


Setelah mengucap sumpah darah, semua orang di pemukiman ini memancarkan cahaya putih kebiruan. Sistem yang menyatakan mereka adalah pengikut Raja Segalanya muncul di depan semua manusia hewan.


"Untuk sekarang mari pindah ke Desa Sahara. Semua orang disini diperlukan untuk mewujudkan Atlantis yang sebenarnya!" seru Blue sambil mengangkat kepalan tangannya.


"Ya," teriak semua orang.


Blue membawa 50 manusia hewan termasuk anak-anak dan wanita tua. Mereka berjalan menyusuri gurun untuk menuju Desa Koral.


Sesampainya di depan gerbang super mewah, semua orang ternganga tak percaya. Bahkan Blue juga terkejut melihat perubahan gerbang kayu menjadi gerbang besi.


Blue langsung memikirkan berapa uang yang dihabiskan untuk membuat gerbang besi sekaligus pintunya.


"Tuan, apa kita akan tinggal di desa ini?" tanya Bunny dengan ekspresi penuh semangat.


"Iya, kamu akan menjadi administrator. Anoman kamu akan mengendalikan guild petualang, untuk sekarang tidak ada pemain yang boleh masuk, kecuali Fairy Dance dan aliansi." Blue memberikan informasi tentang Fairy Dance.


"Baik, Tuan!" jawab Anoman dengan penuh rasa hormat.


Perlu diketahui Anoman lebih kuat dari Venom saat ini. Makanya Blue menempatkan Anoman di Desa Sahara yang menyimpan banyak rahasia Fairy Dance.


Semua manusia hewan terkejut melihat banyak rasnya keluar masuk desa.


"Jangan terlalu terkejut, Fairy Dance sudah menerapkan kesetaraan sejak pertama kali berdiri. Jadi tidak ada diskriminasi diantara manusia hewan dan penduduk pribumi." Blue menjelaskan beberapa peraturan yang harus di patuhi.


Setelah semua selesai, Blue menuju Rumah Administrator. Tanpa menunda waktu, Blue langsung menekan tombol selesai.


Rumah satu lantai terbentuk secara instan. Ini berlawanan dengan hukum Domain Dewa yang harus membangunnya secara manual.


...[Rumah Administrator berhasil dibuat, semua hal yang berkaitan dengan uang akan segera direlokasi.]...


...[Hadiah :...


...1. 100 ribu energi kehidupan....


...2. 100 poin status....


...3. 100 poin profesi....


...4. 100 poin skill....


...5. Gelar "Pembuka Misteri Atlantis".]...


...[Pembuka Misteri Atlantis....


...Keistimewaan :...


...1. Meningkatkan wibawa +200....

__ADS_1


...2. Meningkatkan keberuntungan +50....


...3. Meningkatkan stamina +20....


...4. Penambahan kerusakan pasti +1000.]...


"Wow, gila. Penambahan 1000 kerusakan pasti. Pantas saja para bandit dimasa lalu sangat kuat!" seru Blue dengan suara keras.


Wanita cantik dari pasukan khusus yang dipimpin Amelia mendekati Blue yang tidak mengenakan topeng putih. "Bos, saya Mega dari pasukan Sayap Biru menyapa anda."


"Senang bertemu denganmu, Mega. Sebagai ketua grup aku mengharapkan banyak darimu. Besok akan ada peperangan di utara Danau Putih, bawalah ini." Blue memberikan kalung keberuntungan +5 yang pernah ia kenakan.


"Bos, ini sedikit berlebihan."


"Tidak, aku ingin kamu mengambil banyak barang dari musuhmu. Kalung Keberuntungan bisa meningkatkan jarahan yang kalian dapatkan, ingat jangan sampai jatuh atau aku akan menghancurkan mereka sendiri!" ucap Blue dengan tatapan tajam.


"Baik, Bos!" jawab Mega sambil berlutut.


"Jangan lakukan formalitas seperti itu. Aku akan melihat kerja kalian dari jauh." Blue langsung menghilang dan mengenakan topengnya supaya tidak ketahuan.


Peperangan besok disebabkan ketidakpuasan Keluarga Gong pada keputusan Fairy Dance. Leon akan melakukan perlawanan dengan menggiring opini publik. Teknik ini sering Blue gunakan untuk melemahkan musuhnya.


Blue segera menemui ras manusia kelinci di tempat tinggalnya. "Bunny, apa semua sudah selesai?"


"Tuan, semua administrasi sudah berada di bawah kendali. Pendapatan desa akan naik seiring berjalannya waktu."


"Aku menantikan kerja kerasmu."


Anoman muncul di depan Blue dan Bunny. "Tuan, banyak monster di sekeliling desa. Aku sudah membunuh mereka semua."


Anoman menggaruk punggung kepalanya. "Baik, Tuan."


Setelah menyelesaikan semua utusan, Blue kembali ke tempat Yami dan kelompoknya. Matanya terbuka lebar ketika melihat semua rekannya terluka.


Semua arena disini hancur, bahkan pohon-pohon hutan menghilang dan tanah-tanah tampak seperti terbelah.


"Apa yang terjadi?"


"Ada Raja Iblis yang menyerang, Bos," jawab Yami sambil memegang dadanya.


"Dimana dia?" seru Blue dengan suara keras.


"Dia sudah mati," jawab Yami sambil menunjuk mayat di atas batu.


"Hah?"


Rafaela bangun dari pingsannya. "Aku kehabisan mana."


"Maaf, aku masih terlalu lemah." Yami meminta maaf para Rafaela.


Ela dan Elvy langsung di tarik ke ruang penyimpanan. Liem dan Kitty disembunyikan dalam simbol pelindung.


Blue mendekat pada Raja Iblis yang mereka lawan, senyumnya tampak masam melihat Raja Iblis tingkat 5 dibunuh oleh kelompoknya tanpa ada korban.


"Ini gila."

__ADS_1


Tanpa rasa penyesalan, Blue langsung menusuk mayat Raja Iblis dengan dua pedangnya.


...[Jiwa Raja Iblis telah diserap. Berhasil mendapatkan 10 miliar energi kehidupan.]...


...[Kemampuan Pendekar Jiwa ditingkatkan.]...


Tidak ada penambahan yang signifikan, Blue mengabaikan peningkat Pendekar Jiwa. "Baiklah, ayo istirahat dulu."


Blue memasak dan mengeluarkan Bee untuk membantu semua yang terluka. Meskipun awalnya enggan membantu, Blue mengancam tidak akan memberikan kaki kepiting goreng padanya.


"Baiklah, ini hanya pekerjaan mudah." Bee menjentikkan jari Yami, Rafaela, Liem, dan Kitty sembuh seperti semua.


"Wow."


"Jangan paksa aku menggunakan skill ini lagi, itu membuatku kehabisan mana." Bee berpura-pura kelelahan dan menjatuhkan tubuhnya ketanah.


Sayangnya aktingnya bisa diketahui Blue dengan mudah. "Ayo bangun jangan bercanda, mana di statusmu masih 80%. Bantu aku menyiapkan bahan masakan."


"Ais, setidaknya berikan simpatimu, Bocah Gila!" seru Bee sambil mengangkat tubuhnya yang gendut.


Elvy dan Ela sembuh dengan cepat karena kemampuan mereka. Raul dan Drakula bertugas untuk menjaga keamanan mereka yang terluka.


Ditengah makan malam, Blue terbesit pikiran aneh. "Bee aku sudah lama tidak menggerakkan otot, bagaimana jika bertanding?"


"Boleh, ayo berdirilah. Kalau kalah segera masak kaki kepiting!" kata Bee dengan penuh percaya diri. Kali ini ia tidak main-main, wujud manusia ditampilkan.


Seorang pangeran tampan dengan rambut pirang muncul. Jari telunjuknya langsung mengarah ke Blue yang berdiri 10 meter di depannya.


Laser kecil langsung menusuk lawannya, tetapi Blue berhasil menarik pedang dan memblokirnya. Meskipun sudah diblokir, Blue masih terbang 100 meter jauhnya.


"Dia serius?" tanya Blue.


Peningkat Raga digunakan, Langkah Cahaya dipersiapkan. Prana yang keluar dari tubuhnya mulai memadat dan stabil.


Blue segera sampai di depan Bee yang tampak sangat santai. Pedangnya menghantam pangeran tampan itu dengan kekuatan penuh.


Bee dengan santainya memblokir pedang dengan lengannya. Keningnya mengerut, ia merasakan sakit padahal tangannya sekeras baja.


"Menarik, ternyata pedang itu lebih berbahaya dari yang aku pikirkan." Meskipun terasa sakit, Bee tidak bergerak dari tempat berdirinya.


Blue terkejut dengan peningkatan para familia. Tidak mau bermain-main juga, Blue menggunakan Tebasan Bintang untuk memberikan pukulan telak.


Sebuah sayatan pedang membelah tanah dan menghantam lawannya. Sekali lagi, Bee hanya menghentikan serangan itu dengan satu tangan kanannya.


"Apa kamu bodoh, aku sudah melihat serangan itu berkali-kali." Bee mengejek kebodohan tuannya.


"Haha, sialan. Baiklah, ayo lakukan dengan serius." Blue menambahkan 2000 poin pada status kelincahan dan 1000 pada daya tahan.


Pedangnya berayun dengan kecepatan tinggi, ia menggunakan semua keterampilan yang dipelajarinya daei ruang tanpa batas.


Bee tidak bisa menahan dengan satu tangan. Ia mulai serius dan menghadang pedang dengan dua tangan serta sebuah senjata yang menyelimuti lengannya.


Pertarungan mereka sangat sengit, hingga tanah dan pepohonan hilang dari tempatnya. Bee dan Blue tidak ada yang mau kalah, bahkan monster yang tak bersalah menjadi korban sayatan pedang.


Blue mengangkat tangannya. "Aku kalah, sepertinya sudah waktunya kita mencari kepiting."

__ADS_1


Bee berpura-pura santai, dalam hatinya ia mengumpat, "Bocah gila ini tahu batas ku!"


__ADS_2