Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Serang!


__ADS_3

Perang di Domain Dewa berlanjut, Blue dan pasukannya tidak tahu apa yang terjadi.


"Jangan berikan mereka kesempatan!" teriak Blue dengan penuh semangat.


Seperti yang dikatakan Blue, semua pasukan Fairy Dance yang sudah kelelahan bangkit kembali dan mengacungkan senjatanya.


Teriakan semangat dari Fairy Dance membuat pasukan aliansi kebingungan. Padahal sudah jelas Fairy Dance dan aliansinya kalah jumlah, tetapi tidak ada satupun ketua kelompok mereka yang tumbang ataupun menyerah.


Terutama Zaha yang semakin gila karena lebih dari 60% pesawat tanpa awaknya tumbang. "Aku tidak akan membiarkan ini begitu saja!" teriak Zaha yang terlihat sangat marah.


20 robot raksasa mengeluarkan rudal dengan di seluruh tubuhnya. Dalam satu detik 2000 rudal menyerang pasukan musuh.


Bukannya menyerang, anggota Fairy Dance malah melompat mundur. Mereka semua tahu senjata rudal itu bukan hal remeh.


"Mundur!" seru Jessica memberikan perintah pada pasukan aliansi.


Margareta dan semua super guild lainnya menurut, mereka sekarang mengerti seberapa dalam pasukan Fairy Dance.


Tidak ada satupun pasukan aliansi yang berada di jangkauan serangan 20 robot raksasa. Tiba-tiba robot yang terus menembakkan rudal meledak, seketika tanah terguncang dan mengakibatkan semua orang di jangkauan serangnya menghilang.


Karena efek dari Demigod, beberapa pemain masih sempat selamat. Tapi tidak untuk para penduduk pribumi yang menghilang menjadi debu.


Zaha tertawa keras, dia tidak membiarkan para pemain itu selama. 20 robot raksasa yang meledak bangkit kembali seperti sedia kala.


"Lakukan ledakan yang lebih besar!" teriak Zaha dengan tawa kecil.


20 robot meledak sekali lagi hingga menghancurkan 30% Kota milik Keluarga Gong. Tidak main-main, Zaha mengulanginya sampai 20 robot tidak bisa bangkit lagi.


Margareta dan kelompok aliansinya sekarang tahu betapa menakutkannya Zaha di medan perang. Ledakan bertubi-tubi itu berhasil menghanguskan 60% kota Keluarga Gong.


Tidak hanya meluluh lantakan semua bangunan, Zaha juga mengirim jutaan nyawa kembali asalnya. Blue tidak terkejut sama sekali, ia tahu ledakan robot memang sebesar itu, tapi dana yang digunakan juga tidak kecil.


20 Batu Mana Biru hangus begitu saja, jika super guild lainnya, mereka pasti akan mengalami guncangan ekonomi yang signifikan. Namun Batu Mana di Fairy Dance di berikan langsung oleh Blue, jadi ekonomi Fairy Dance tidak mengalami kerugian sedikitpun.


3 keluarga kuno yang tersisa melirik ke arah Ketua Gong, mereka marah karena informasi yang diberikan padanya tidak valid.


"Bajingan tua, aku tidak akan melupakan ini!" seru Ketua Ma. Tanpa peringatan jelas, ia mundur dan menyuruh semua pasukannya pergi dari medan perang.

__ADS_1


Namun jalur mundur mereka telah di blokir pasukan Fairy Dance lainnya. Perahu terbang raksasa berwarna coklat dengan aksen merah terbang di atas langit. Bendera Fairy Dance berkibar di atasnya, ribuan pemain berdiri memandang pasukan musuh.


Leon berdiri di ujung perahu terbang dengan pakai khas Fairy Dance serta mahkota di atas kepalanya. Mahkota itu tidak menempel di kepala, melainkan melayang di kepalanya.


Dibelakangnya ada anggota Fairy Dance lainnya seperti Argya, Diana, Saputra, Adam, Riko, Salam, Yudi, Randi, Amir, Aji, Abimanyu, Rangga, dan lainnya.


Mereka semua adalah pilar Fairy Dance yang sejak awal pendiriannya sudah bergabung. Ketika mendengar anggota Fairy Dance terluka parah, mereka semua geram dan ingin menyerang balik.


Namun Blue melarang dan menyuruhnya menunggu Leon, untungnya ada sosok wanita yang menolong mereka semua.


"Semoga aku tidak terlambat, Kawan!" ucap Leon di atas perahu terbang. Jubah Fairy Dance berkibar layaknya seorang raja yang memimpin perang.


Sebuah portal muncul di bagian selatan medan pedang, sosok yang kita kenal semua melangkahkan kakinya keluar.


"Semoga mereka meninggalkan sedikit untuk kami!" ucap Reza dengan jubah berwarna merah merah dengan aksen merah. Jubah didapatkan dari festival besar di Benua Selatan.


Dari utara sekelompok orang keluar dari portal di atas langit. Justin berdiri paling depan dengan sayap putih di punggungnya. Matanya menatap Blue yang terlihat tidak terluka.


"Fix, aku tidak akan dapat bagian!"


Blue merasa pasukannya sudah cukup. "Mari lanjutkan permainan!" katanya sambil melangkah ke adah pasukan musuh.


Sayap hitam membentang di belakang punggungnya. Awalnya hanya ada 4 sayap, tiba-tiba 2 sayap lainnya muncul.


Setiap langkah kakinya memberikan tekanan hebat di mata musuhnya, aura hitam pekat terlihat menyelimutinya. Blue tidak akan membiarkan mereka kabur begitu saja.


Ketu Gong, Ma, dan Long sudah tidak punya pilihan. Mereka memanggil semua orang untuk menyerang Fairy Dance dengan kekuatan penuh. Tidak hanya di satu benua, melainkan 4 benua lainnya juga tergoncang.


Masih tersisa Keluarga Shan yang tidak tahu harus berbuat apa. Kerugian mereka di taksir sudah melebihi laba selama 10 tahun, jadi melanjutkan perang hanya akan menambah hutang.


Disisi lain super guild yang mendukung Keluarga Gong mulai mundur teratur. Mereka mengorbankan pemain depan untuk menyelamatkan pemimpin masing-masing.


"Serang!" teriak Blue sambil mengepalkan tangannya ke atas.


Leon menarik pedang di pinggulnya dan segera turun dari perahu terbang. 4 sayap muncul di belakang punggungnya, pedang terlihat tidak diayunkan tapi sayatan pedan menghantam gerombolan pasukan musuh.


Meskipun pemain dibelakangnya tidak terlalu terkenal, mereka juga anggota Fairy Dance yang berprestasi. Bahkan Salam pernah menjadi kunci kemenangan di kompetisi nasional.

__ADS_1


Salju entah muncul dari mana tiba-tiba berada di sebelah Leon. "Kemana saja kau!" teriaknya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Leon.


Sontak Leon menutup telinganya dengan tangan kiri. "Aku hanya jalan-jalan, hehe."


Jawaban Leon sama sekali tidak memuaskan Salju yang sudah berubah menjadi sosok wanita yang perhatian.


Blue dari kejauhan memandang kedekatan mereka. "Aku jadi kasian dengan istrinya di kehidupan sebelumnya..."


Setelah mempertahankan Leon dan Salju, Blue menyempitkan matanya. "Tunggu..."


"Jangan bilang istrinya..."


Seperti yang dipikirkan Blue, istri Leon di kehidupan sebelumnya adalah Salju yang berhasil selamat dari jurang kematian.


Blue tidak bisa mengenalinya sebelumnya karena wajah Salju sangat berbeda dengan istri Leon. Namun setelah dewasa, ia tampak sangat mirip.


"Sial, mungkinkah aku akan sama seperti sebelumnya!" ucap Blue yang membayangkan dia tidak punya pasangan sampai umur 50 tahun.


Perang berkecamuk, tidak hanya anggota musuh yang tumbang, tetapi anggota Fairy Dance dan aliansinya juga banyak yang tumbang.


Blue dikepung Ketua Ma, Ketua Long, dan Ketua Gong. Dengan sigap ia memasang kuda-kuda khas seorang petarung tangan kosong.


"Keluarkan sejatamu, jangan biarkan dirimu menjadi hina!" teriak Ketua Gong sambil mengeratkan giginya.


"Tidak perlu, aku bisa pastikan kalian bertiga tidak akan bisa membunuhku!"


Ketua Gong sudah tidak bisa menahan emosi, ia langsung melompat ke arah musuh dan mengayunkan tinjunya ke arah Blue.


Dengan santainya Blue menghindari serangan itu, tinjunya langsung melayan ke rahang bagian bawah Ketua Gong.


Suara retakan tulang terdengar, Blue tidak menahan kekuatannya sedikitpun. Ketua Gong langsung mundur beberapa langkah.


Ketua Ma yang sudah menunggu dari tadi mengayunkan tinggalnya ke arah Blue yang tidak melihatnya. Sayangnya itu bukan sergapan yang bagus dimana Blue.


Sembari memutar tubuhnya, Blue menghindari serangan tongkat dan mengarahkan pukulannya ke arah dada ketua Ma.


Tidak mau belajar dari kesalahan, Ketua Long mencoba peruntungan dengan menyerang titik buta Blue dengan pedangnya.

__ADS_1


Lagi-lagi serangan itu langsung di tepis dengan tangan kosong. Tidak hanya sarung tangannya yang spesial, gerakan Blue sangat terukur dan efisien.


Ketiga ketua menyadari lawannya bukan manusia pada umumnya. Mereka semua tahu Blue baru menginjak umur 20an, tapi siapa yang mengira pengalaman bertarungnya sangat melimpah.


__ADS_2